
Fei Yang yang berada di udara, begitu melihat mahluk itu muncul dia sudah bersiap siap dengan serangan energi pedang es semestanya.
Begitu mahluk itu melompat menerkam kearah Hong Yi seberkas sinar biru melesat dari udara.
Sinar biru itu membentuk sebilah pedang biru meluncur deras dari atas kebawah.
Tepat menusuk bagian tengkuk Kirin api.
Kirin api yang sedang melompat menerkam dia tidak sempat menghindari energi pedang.es yang meluncur deras kearahnya.
Dua hanya bisa mengandalkan kekebalan sisiknya yang sangat keras untuk menahan serangan tersebut.
Tapi kekebalan sisiknya sekali ini tidak dapat menolongnya,.energi pedang es Fei Yang, yang terbentuk dari kekuatan es semesta tanpa batas itu sangat dahsyat.
Dengan mudah energi pedang es menembus sisik luarnya hingga ujungnya muncul di bawah leher dan menancap kedalam tanah.
Tubuh Kirin api tepat mendarat di hadapan Hong Yi,. dengan mulut terbuka dan mata terpejam diam tak bergerak lagi.
Dari leher Kirin api terlihat mengalir darah kuning merah keemasan.
Api yang menyelimuti tubuhnya pun padam, Kirin api ini ukurannya tidak sebesar Saga dan Sagi.
Karena di selimuti api, dia terlihat besar dan menyeramkan, setelah api padam ukurannya hanya sebesar seekor singa jantan saja.
Tapi Kirin api ini memiliki kekuatan kegesitan dan kemampuan jauh di atas Saga Sagi.
Biar satu lawan dua sekalipun Saga Sagi belum tentu kuat melawannya.
Hong Yi yang emosi langsung menebaskan pedangnya berulang ulang kearah leher Kirin api yang terlindung sisik keras.
Bukannya leher kirin api' yang putus tapi malah pedang Hong Yi yang patah jadi dua.
Pedang yang dipegang Hong Yi memang bukan lagi pedang pusaka, tapi hanya sebatang pedang biasa yang dia beli di toko penjual pedang.
Pedang Pusaka nya sendiri sudah hilang hancur di tangan Fei Yang, saat pedangnya di pinjam oleh Li Chun Kang untuk menyerang Fei Yang, di depan pintu gerbang kota Xiang Yang.
Meski pedang Hong Yi saat ini cuma sebatang pedang biasa, tapi sebenarnya pedang tersebut tidak jelek jelek amat, pedang tersebut terbuat dari bahan yang cukup kuat dan bagus.
Hanya saja sisik dan kulit Kirin api memang terlalu keras, dan sangat kuat.
Sehingga pedang biasa seperti itu, tidak akan bisa berbuat banyak, bila bertemu dengan sisik dan kulit Kirin api
Meski pedangnya sudah potong menjadi tiga bagian, Hong Yi dengan emosi masih ingin menikamkan sisa pedang di tangannya, kearah leher Kirin yang sudah tewas itu.
Tapi tindakannya keburu di cegah oleh Fei Yang, yang bergerak menahan tangan Hong Yi sambil berkata,
"Kak Hong Yi tenanglah, tak ada gunanya kakak melampiaskan emosi pada mahluk yang sudah mati.."
__ADS_1
"Lebih baik kita periksa kedalam gua, siapa tahu kakak Feng ada di dalam sana."
Hong Yi menatap ke arah Fei Yang dengan tatapan sedih.
Dia menghapus dua butir air mata, yang menggantung di sudut matanya dan berkata dengan tegas
"Aku harus menemukannya, hidup harus ku temukan orang nya, mati pun aku harus temukan jasadnya.."
Setelah berucap Hong Yi langsung berlari menghambur kedalam gua.
Tapi saat tiba di dalam gua, yang Ternyata di dalamnya sangat luas, selain terlihat tumpukan tulang belulang di mana mana.
Hong Yi juga melihat di dalam sana berderet-deret beberapa gua kecil gelap, yang tidak tahu menembus kemana.
Di saat Hong Yi sedang bingung, mau memulai menelusuri dari gua yang mana.
Fei Yang sudah tiba di sebelahnya dan berkata,
"Jangan khawatir kak, aku akan membantu mu menelusurinya satu persatu."
Hong Yi mengangguk kecil dan berkata,
"Makasih banyak paman guru, kami jadi merepotkan mu.."
Fei Yang menepuk bahu Hong Yi dengan lembut dan berkata,
"Dalam hal ini aku tidak mungkin berpangku tangan.."
"Ayo kita mulai dari ujung gua sebelah kanan."
ucap Fei Yang sambil bergerak kearah mulut gua yang di tunjuk nya.
Sebelum masuk kedalam gua tersebut, Fei Yang memberi tanda di mulut gua.
Dengan menggunakan penerangan mutiara malam, yang bersinar kehijauan.
Mereka berdua mulai bergerak masuk kedalam gua melakukan peninjauan.
Tapi setelah masuk kedalam gua, mereka berdua mulai bingung, di dalam gua itu ternyata begitu banyak mulut gua yang bercabang kesana kemari mirip sarang lebah.
Untuk memudahkan penelusuran mereka, baik masuk maupun keluar dari mulut gua.
Fei Yang selalu memberi tanda.
Selain itu, dia juga memberi tanda dari mana mereka masuk. agar saat mereka berdua ingin keluar dari gua, mereka tidak sampai tersesat dan berputar-putar di dalam gua yang banyak cabangnya ini.
Meski sudah di beri tanda, gua gua yang harus mereka telusuri masih sangat banyak.
__ADS_1
Setelah menghabiskan dua kali makan dan beristirahat di dalam gua.
Akhirnya Fei Yang berkata,
"Kak Hong Yi, kita sebaiknya keluar dulu dari sini, menyiapkan perbekalan dan perlengkapan lainnya."
"Baru kita kembali lagi kemari, untuk melakukan penelusuran ulang lebih lanjut."
Hong Yi merasa ucapan Fei Yang ada benarnya, penelusuran mereka bersifat jangka panjang.
Bila tidak melakukan persiapan, mereka tidak akan bisa bertahan lama di tempat tersebut.
Fei Yang dan Hong Yi kembali ke kota Jiang Nan, melakukan persiapan.
Setelah melakukan persiapan, kedua orang itu secepat mungkin kembali ke gua Ling Yun.
Waktu sangat penting, mereka berdua sadar dengan jelas.
Setiap detik waktu sangat berharga, bagi Yue Feng.
Bila Yue Feng memang masih hidup dan tersesat di tempat itu tidak bisa keluar.
Tanpa makan dan minum paling lama 5 hari, dia tetap akan meninggal juga di tempat itu.
Mereka setelah kembali ke gua Ling Yun, langsung melanjutkan penelusuran.
Satu persatu cabang gua mereka telusuri, terkadang mereka menemukan gua buntu.
Terkadang mereka malah di bawa muncul kembali ke mulut gua, lewat jalan lain.
Tapi Fei Yang selalu menandainya, tak terasa sudah seminggu berlalu, tapi mereka tetap belum menemukan hasil, bahan persiapan perbekalan mereka mulai habis.
Fei Yang dan Hong Yi terpaksa kembali kekota untuk mempersiapkan perbekalan mereka.
Di saat mereka sedang menunggu ransum makanan di persiapkan, Fei Yang iseng bertanya pada pelayan di sana,
"Paman paman tahu tidak, pandai besi yang paling pandai di kota ini, ?"
Pelayan itu berpikir sebentar kemudian berkata,
"Kalau yang paling pandai dan paling hebat tentu adalah paman Yek, yang tinggal di sebelah barat danau Tai hu."
"Tapi dia orangnya aneh dan unik, dia punya 3 syarat aneh, yang membuat orang jarang pergi mencarinya."
"Apa itu ?"
tanya Fei Yang penasaran.
__ADS_1