
"Adik bila kamu masih begitu mencintainya, dan melupakannya, mengapa kamu tidak pergi menemuinya..?"
"Semua hal bisa di bicarakan kembali, daripada kamu dan dia sama sama bersedih di tempat terpisah.."
ucap Zhao Heng yang berjalan memasuki biara itu, kemudian duduk di sebelah biksuni cantik itu.
"Kakak kamu telah datang, maaf telah membuat kakak khawatir.."
"Aku tidak apa-apa kak, kakak tenang saja."
"Satu dua hari aku juga akan normal kembali..'
ucap Biksuni cantik itu sambil menghapus air mata di wajahnya.
Dia memaksakan diri untuk tersenyum, tapi yang terlihat justru adalah wajahnya sedang berusaha menahan mewek.
"Adik kamu jangan menipu diri sendiri, dan membuang masa muda mu di tempat ini.."
"Dengarlah kata kakak, pergilah temui dia, bicarakan lagi baik baik hubungan kalian.."
"Agar jangan ada penyesalan lagi."
ucap Zhao Heng sabar.
Biksuni itu menggelengkan kepalanya, dan berkata pelan,
"Kak di antara kami sudah tidak ada yang bisa di bicarakan lagi.."
"Aku harus menerima kenyataan ayah dan kedua kakak ku tewas di tangan nya.."
"Meskipun hal itu bukan kehendaknya, juga bukan salahnya tapi semua sudah terjadi.."
"Aku juga telah melukainya tanpa perasaan dan hampir saja membuatnya terbunuh.."
"Aku sudah menyakitinya sekali dengan begitu dalam, aku tidak mau mengulangi menyakitinya lagi untuk yang kedua kalinya.."
"Lebih baik seperti ini, biar dia menemukan kebahagiaan nya sendiri.."
"Semoga dia menemukan gadis yang lebih tepat untuk dia cintai.."
"Kakak terma kasih kamu sudah meluangkan waktu kemari, aku sudah lelah mau kembali kekamar beristirahat.."
ucap Biksuni cantik itu, lalu dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut masuk ke bagian dalam biara.
Kini di sana hanya tersisa Zhao Heng seorang diri menghela nafas panjang.
"Mengapa sesuatu yang sangat baik dan sempurna bisa berubah seperti ini..?"
__ADS_1
"Andai saja mereka bisa bersama, mengusir Liao dan merebut kembali wilayah yang di rebut oleh Liao tentu akan menjadi lebih mudah."
gumam Zhao Heng seorang diri.
Setelah itu dia juga melangkah meninggalkan ruangan tersebut.
Agoda sendiri setelah menguasai hingga Kai Feng, dia dengan cerdik memilih, sama sekali tidak melanjutkan serangannya menuju Xiang Yang.
Dia lebih memilih membenahi seluruh wilayah yang di rebut nya, memperkuat pertahanan, terutama di Kai Feng dan He Nan.
Sehingga dengan demikian Kerajaan Song juga kesulitan untuk merebut kembali wilayahnya yang di rebut oleh Liao.
Zhao Heng,.. sempat beberapa kali melakukan invasi untuk merebut kembali Wilayah kekuasaan nya dulu.
Tapi dia selalu berhasil di gagalkan oleh Agoda, yang sangat pandai merekrut dan mengambil hati jagoan jagoan dunia persilatan, untuk membantu dirinya.
Dengan demikian peta kekuatan di daratan tengah pun terbagi menjadi 4 kerajaan.
Pertama kerajaan Liao dengan kekuatan terbesar dan luas wilayah terbesar.
Kedua Kerajaan Song dan Tay Li dengan kondisi alam geografi tersubur dan terkaya.
Ketiga kerajaan Tibet yang sedikit misterius, karena di lindungi oleh kuil Potala atau kuil halilintar, yang memiliki banyak orang sakti di sana.
Keempat kerajaan Xi Xia, kerajaan terkecil dengan luas wilayah terkecil, tertandus, tapi tidak ada negara besar manapun yang berani pergi menganggunya.
Dia memindahkan ibukota negaranya berpusat di Xing Ping, dengan harta Karun yang pernah dia temukan di wilayah ujung selatan.
Bukan hal sulit bagi Fei Yang untuk membangun ibu kota baru, dan memajukan kehidupan rakyatnya.
Kota Yin Chuan yang sempat hancur porak poranda pun sudah dia perbaiki kembali.
Dengan memberlakukan pajak yang ringan, Fei Yang berhasil menarik banyak pedagang dari berbagai negara untuk datang menetap di sana.
Membantunya membangun negaranya menjadi negara yang makmur dan kuat.
Sesuai janji nya, Li Dan dan istrinya telah di bebas tugaskan oleh Fei Yang.
Mereka berdua bebas berkelana kemanapun mereka berdua suka.
Kerajaan Xi Xia yang kebetulan terhubung dengan jalur sutra, yang membuatnya menjadi pintu gerbang, yang terhubung dengan daratan timur tengah dan daratan di barat jauh sana.
Membuat wilayah ini menjadi sangat strategis, dan menjadi pusat berkumpulnya pedagang dari berbagai penjuru dunia.
Hal ini membuat Kerajaan ini mengalami pertumbuhan kesejahteraan yang sangat cepat.
Selama tiga tahun Fei Yang memimpin, negara ini tumbuh menjadi negara yang sangat makmur dan di segani oleh seluruh negara tetangganya.
__ADS_1
Selama tiga tahun memimpin, Fei Yang tetap tidak bersedia mengambil istri menjadi pendampingnya.
Dia mengosongkan posisi permaisuri, Fei Yang memimpin tanpa bantuan ratu, dia adalah raja tunggal pertama yang memimpin tanpa permaisuri.
Dia hanya fokus mengawasi pemerintahan dan memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya.
Meski negara ini sangat kaya raya, tapi semua pejabatnya sangat jujur dan bersih.
Fei Yang ada membentuk satu biro khusus, yang sengaja di khususkan mengawasi siapapun, yang berani korup dan menyusahkan rakyat kecil.
Pasukan biro khusus ini boleh langsung memenggalnya di tempat, tanpa perlu melalui proses persidangan.
Orang yang bersalah itu seluruh aset nya akan di sita dan masuk kedalam kas negara tanpa melalui persidangan.
Bahkan bila pelakunya orang penting dari negara manapun, Fei Yang tidak ambil perduli, dia akan langsung menghukumnya sesuai peraturan yang berlaku.
Pasukan biro khusus ini, di bawah pelatihan dan pengawasan Fei Yang sendiri secara langsung.
Pagi itu adalah hari terakhir masa jabatan Fei Yang memimpin kerajaan Xi Xia selama tiga tahun.
Seluruh pejabat hadir di ruang sidang tersebut.
Ratu Sabrina dan Raja Xi Xia sebelumnya Li Yuan Ming pun terlihat hadir di sidang tersebut.
Li Dan bersama Lan Yi juga sudah kembali ke Xi Xia dan hadir mengikuti persidangan tersebut.
"Para hadirin sekalian yang terhormat, hari ini aku akan mengumumkan sesuatu hal penting.."
ucap Fei Yang sambil menyapukan pandangannya keseluruh orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
Ucapan Fei Yang membuat seluruh pejabatnya sedikit berkasak kusuk, tapi saat perdana menteri Li berdehem kecil.
Semua pejabat itupun terdiam, tidak ada yang berani bersuara, sehingga ruangan yang luas dan di penuhi banyak pejabat, kini situasinya menjadi hening..
"Terimakasih banyak perdana menteri Li,.."
ucap Fei Yang sambil menganggukkan kepalanya penuh hormat.
Li Cing menanggapinya dengan anggukan kecil dan tersenyum lembut.
"Para hadirin sekalian,.. hari ini aku akan umumkan bahwa hari perkabungan keluarga istana untuk nenek ratu Halimah telah berakhir.."
"Bersamaan dengan itu, masa jabatan ku sebagai raja Xi Xia pun ikut berakhir.."
Ucapan Fei Yang langsung menimbulkan suara kasa kusuk di antara semua bawahan.
Terutama bagian militer dan bagian biro khusus, mereka terlihat sangat tidak puas dan cemas.
__ADS_1