
Cai Ying begitu tersadar, dia buru-buru berlutut di hadapan Li Dan dan berkata,
"Kakak jangan bersikap begini, sebagai tabib sudah merupakan kewajiban ku, untuk menolong semua orang sekuat tenaga.."
"Apalagi kita telah saling mengenal begitu lama, bagaimana mungkin,.aku tidak akan berusaha sekuat tenaga menolongnya.."
"Kakak jangan seperti ini, ayo bangunlah, Cai Ying berjanji pada mu.."
"Apa begitu sudah boleh ?"
tanya Cai Ying dengan perasaan remuk, melihat pria yang sudah lama dia kagumi.
Ternyata kini sudah menjadi milik orang lain.
Sebaliknya Li Dan begitu mendengar janji dari Cai Ying, dengan penuh semangat, dia memegang tangan Cai Ying dan berkata,
"Adik Cai Ying terimakasih,.. terimakasih...Budi ini kakak seumur hidup tidak akan pernah lupa."
Cai Ying mengangguk,.dengan senyum sedikit di paksakan, dia berkata,
"Tidak perlu berkata seperti itu, bangunlah dulu, agar aku bisa menjelaskan keadaan nya dengan santai."
Li Dan mengangguk, lalu dia pun bangun dan duduk berhadapan langsung dengan Cai Ying, menunggu penjelasan Cai Ying dengan harap harap cemas.
"Kak luka kakak ipar sangatlah parah, seluruh tubuhnya dipenuhi oleh mata kail, yang terbenam dalam kulit dan daging..'
"Ini adalah luka luar yang sangat serius, selain itu kakak ipar juga kehilangan banyak darah."
"Aku sudah melepaskan seluruh mata kail yang ada di tubuhnya."
"Asalkan di rawat dengan baik dan teratur dalam 1 dua bulan, kakak ipar tentu akan pulih kembali.."
"Tapi ada satu hal yang mungkin tidak bisa pulih seperti semula kak.."
ucap Cai Ying ragu..
"Apa itu ?"
tanya Li Dan cemas.
Setelah luka kakak ipar pulih, mungkin bekas luka di kulit tubuhnya akan meninggalkan bekas.
Li Dan tersenyum lega dan berkata,
"Itu bukan masalah,.asalkan dia bisa sembuh itu yang terpenting.."
"Kak bagi kakak,.mungkin bukan masalah.."
"Tapi bagi seorang wanita,.itu adalah suatu masalah besar.."
ucap Cai Ying serius.
Li Dan tersenyum dan berkata,
"Terimakasih atas perhatiannya adik Cai Ying.."
"Aku akan ingat nasehat mu, dan akan mencoba meyakinkan dan memberinya semangat.."
__ADS_1
"Selain luka luar,.apa istri ku juga mengalami luka dalam berbahaya.."
tanya Li Dan sambil menatap Cai Ying dengan serius..
"Aku sudah periksa kak, awalnya memang ada beberapa bagian yang mengalami luka dalam."
"Tapi tadi aku periksa lagi, kini semua sudah sembuh dan sangat normal.."
"Mungkin ini adalah pengaruh hawa panas dan dingin di dalam tubuhnya, yang bergerak otomatis mengobati sendiri organ penting bagian dalam tubuhnya yang terluka."
Li Dan mengangguk dan berkata,
"Terimakasih banyak adik Cai Ying, maaf sudah merepotkan mu.."
"Kakak ini bicara seperti sama orang asing aja, Cai Ying tidak merasa repot kok kak, kakak tenang saja.."
ucap Cai Ying sambil tersenyum lembut menatap Li Dan.
"Adik Cai Ying, aku ingin membawanya pulang untuk di rawat di rumah, bisa tidak..?"
tanya Li Dan.
"Kalau saran ku,. sebaiknya di rawat di sini saja, sampai luka luka kakak ipar kering baru pulang."
"Bila saat ini di pindahkan, takutnya, bekas luka yang baru mulai merapat kembali terbuka lagi."
"Ini akan membuatnya lukanya jadi semakin lama sembuhnya."
"Lagipula musuh masih di luar sana, kerjaan kakak masih banyak, bila di sini kan ada aku yang bantu merawatnya.."
Li Dan menatap kearah Cai Ying dengan tatapan penuh terimakasih, dan berkata,
"Tidak apa-apa kak"
"Oh ya mumpung kakak di sini,"
"Cai Ying mau permisi sebentar Kak, mau pergi meracik obat salep luka, buat kakak ipar yang stok salepnya sudah hampir habis."
Li Dan mengangguk dan berkata, pergilah di sini serahkan pada ku.
Setelah Cai Ying pergi, Li Dan perlahan-lahan mengangkat sedikit selimut yang menutupi punggung Lan Yi.
Melihat luka luka yang masih berair dan mengalirkan air darah, Li Dan merasa terenyuh dan sangat sakit hatinya melihat keadaan Lan Yi yang seperti itu, tanpa di sadari sepasang mata Li Dan jadi berkaca kaca.
"Sayang,.. maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu dengan baik.."
ucap Li Dan yang merasa bersalah dengan penuh perasaan.
Li Dan membelai kepala Lan Yi dengan lembut.
Setelah menjaga Lan Yi semalaman dan membantu Cai Ying membersihkan luka dan mengoleskan obat di sekujur tubuh Lan Yi.
Paginya, Li Dan sudah terlihat berada di atas menara tembok pertahanan kota, mengamati pergerakan yang dilakukan oleh pasukan Agoda.
Setelah mengamati beberapa saat, Li Dan pun memanggil beberapa bawahan kepercayaannya, memerintahkan mereka untuk diam diam menyelinap keluar dari kota Yin Chuan pergi mencari informasi.
Menjelang malam mata mata yang di kirim oleh Li Dan pun kembali, dari sepuluh mata-mata yang di kirim keluar dari kota Yin Chuan.
__ADS_1
Hanya satu yang berhasil pulang, itupun dengan sekujur tubuh penuh luka.
"Jendral,.musuh melakukan penjagaan ketat di semua jalan keluar.."
"9 saudara kita yang lain, telah gugur dalam tugas.."
Li Dian mengangguk dan berkata,
"Kalian telah bersusah, jasa kalian semua akan ku catat, nah sekarang laporkan lah apa informasi yang kalian berhasil dapatkan..?'
"jendral pasukan Liao sedang bergerak kemari dalam jumlah besar, di pimpin oleh raja Sabutai pribadi."
"Di perkirakan jumlah pasukan yang datang tidak kurang dari 600.000.."
Li Dan sangat terkejut mendengar kabar tersebut,.
"Apa yang terjadi kenapa mereka bisa kemari dengan bebas ? apakah kerajaan Song mengkhianati perjanjian dengan kita..?'
tanya Li Dian kepada dirinya sendiri.
Dia sedikit merasa bingung dan heran dengan keputusan nekad raja Sabutai.
"Lapor jendral, aku dapat informasi dari rekan lain yang melakukan mata mata ke bagian selatan."
"Katanya pihak Song tidak akan bergerak.."
"Apa maksud mu ?"
tanya Li Dan heran.
"Bukankah menurut perdana menteri Li Cing,.Jendral Yue dan Jendral Yang sudah berjanji,.akan membantu kita..?"
tanya Li Dan heran
"Lapor Jendral, jendral Yang Ye masuk dalam jebakan musuh, telah gugur dalam tugas bersama putra ke 7 nya."
"Sisa ke 6 putranya yang lain, kini.terpecah belah kehilangan jejak.."
"Sedangkan Panglima Yue Fei, sudah di tarik kembali ke ibukota Song,.dengan tuduhan berkhianat karena bekerjasama dengan kita.."
"Kini beliau sudah di eksekusi mati dengan arak beracun.."
"Ahhh,..!!"
mendengar berita buruk tersebut, Li Dan sampai terhuyung-huyung kebelakang.
Dia hampir saja terjatuh, bila dirinya tidak di tahan oleh meja kerja yang ada di belakangnya.
Sesaat kemudian Li Dan berkata,
"Masih ada informasi yang lainnya ?"
Pasukan mata mata itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada lagi Jendral.."
"Baiklah kamu boleh pergi istirahat dan dapatkan perawatan luka mu.."
__ADS_1
"Tolong sekalian panggilkan dua penjaga di depan kemari.."
ucap Li Dan pelan.