PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENUJU THIAN SAN


__ADS_3

Ibu Suri Halima menghentikan langkahnya menatap kearah Ratu Sabrina dan berkata,


"Mantu ku Ratu Sabrina, apa kamu ada yang ingin di katakan ?"


Ratu Sabrina memberi hormat kearah Ibu Suri kemudian berkata,


"Ibu Suri Halima yang mulia,


Li Yuan Hao telah bersekutu dengan Liao, yang merupakan musuh abadi kerajaan Xi Xia.."


"Di mana raja pendahulu kita juga gugur dalam menghadapi invasi Liao, yang bar bar ambisius dan rakus.."


"Dia juga berdosa besar membunuh saudara sendiri Li Yuan Tan, melakukan kudeta mengurung raja ratu, bahkan Ibu Suri sendiri.."


"Dia juga melakukan fitnah keji kepada Li Yuan Tan dan ke 30 pengawal setia, yang semuanya telah dia bunuh."


"Apakah semua ini cukup sampai di sini saja keputusan nya.?"


Ibu Suri terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya berkata,


"Menurut ratu keputusan apa yang harus ku berikan..?"


Ratu Sabrina berdiri gagah dan berkata,


"Setidaknya kita harus pulihkan nama baik almarhum Panglima Li Yuan Tan dan ke 30 pengawal setianya.."


"Berikan gelar pahlawan, monumen, pemakaman layak, dan tunjangan buat keluarganya."


"Dan umumkan permintaan maaf sebesar-besarnya dari pihak istana, terhadap keluarga Panglima Li Yuan Tan dan ke 30 pengawalnya."


Ibu Suri Halima mengangguk dan berkata,


"Di ijinkan,..apa begitu sudah cukup..Ratu Sabrina ?"


"Belum yang mulia Ibu Suri, Li Yuan Hao yang penuh dosa, harus di cabut gelarnya dan diusir dari kerajaan."


"Selamanya tidak boleh menginjakkan kaki nya kembali ke Xi Xia.."


"Kerajaan harus umumkan semua kejahatan Li Yuan Hao, dan menetapkan dia sebagai penghianat bangsa.."


"Seluruh keluarga dan keturunannya akan menerima hukuman dan dikucilkan, tidak boleh injakan kakinya kedalam istana..."


ucap Ratu Sabrina berapi api.


Ibu Suri Halima menatap Ratu Sabrina dengan tajam dan berkata,


"permintaan pertama akan ku kabulkan.."


"Permintaan kedua terlalu berlebihan, aku tidak bisa mengabulkannya, orang sudah tiada, keluarganya tidak tahu apa-apa, seharusnya tidak perlu sejauh itu.."


ucap Ibu Suri kemudian dia langsung berlalu dari ruang sidang.

__ADS_1


Ratu Sabrina hanya bisa menghela nafas kecewa, atas keputusan Ibu Suri Halima.


Li Dan menjatuhkan diri berlutut di hadapan ratu Sabrina dan berkata,


"Terimakasih banyak Ratu, budi yang mulia hari ini, selamanya tidak akan pernah lupa."


Ratu Sabrina tersenyum pahit dan berkata,


"Yang bisa kulakukan sudah kulakukan, tapi hanya sampai sebatas itulah yang aku bisa.."


"Kamu bangunlah,..Panglima kebanggaan kerajaan Xi Xia, gantikan ayah mu, buatlah dia bangga melihatnya dari atas sana."


Li Dan menganggukkan kepalanya dan bangkit berdiri dengan sepasang mata berkaca-kaca.


Tindakan Ratu Sabrina ini, sudah menghapus niat yang sudah Li Dan rencanakan sebelumnya.


Fei Yang sendiri sudah pergi meninggalkan ruangan sidang, begitu melihat ibu dan neneknya berselisih pendapat.


Dia sangat bosan dan tidak tertarik, Fei Yang memilih menyelinap ke dapur, untuk menemui teman teman koki nya, sehingga bisa menikmati kebebasan nya.


Setelah sidang di bubarkan oleh Raja Li Yuan Ming, Li Dan yang tidak menemukan Fei Yang, dia langsung pergi mencarinya di dapur.


Li Dan tahu Fei Yang pasti ada di sana, dan benar saja.


Ketika tiba di dapur, Li Dan pun menemukan Fei Yang sedang asyik ngobrol makan minum bersama para koki istana.


Melihat kedatangan Li Dan sambil tersenyum gembira, Fei Yang melambaikan tangannya kearah Li Dan dan berteriak,


"kak Dan mari sini, ! mari ikut bergabung dengan kita kita dan makan dengan puas."


"Hei kalian mau kemana, ? ayo duduklah kembali..gak usah takut, ada aku di sini kalian takut apa.?'


Li Dan tersenyum dan berkata,


"Adik Yang benar, kalian santai saja..teruskan makan kalian.."


"Aku juga cuma sebentar saja, silahkan di teruskan jangan sungkan.."


Setelah Li Dan berkata begitu, para koki pun kembali duduk, dengan sikap takut takut.


Mereka tidak terlalu berani banyak ribut seperti sebelumnya.


Li Dan adalah orang militer, sikapnya sangat tegas, keras, dan disiplin, hal ini sudah di ketahui oleh umum reputasinya.


Makanya semua orang sangat takut dan segan pada nya.


Li Dan sambil merangkul Fei Yang, dia pun berkata pelan,


"Adik Yang aku membutuhkan bantuan mu, kabarnya kamu memiliki kemampuan pengobatan tinggi."


"Lan Yi seluruh tubuhnya terluka meninggalkan bekas.."

__ADS_1


"Apa kamu punya salep manjur, yang bisa menghilangkan bekas luka..?"


Fei Yang menghentikan makannya menatap Li Dan dengan serius dan berkata,


"Apa yang terjadi ? mengapa kak Lan Yi bisa sampai terluka..?"


Li Dan menghela nafas panjang, dengan sedih dia menceritakan tentang apa yang terjadi dengan Lan Yi.


"Ahh kalian berdua jadi susah karena aku, yang salah perhitungan."


"Begini kakak Dan, sebenarnya Kak Lan Yi sendiri adalah jago pengobatan, dia tidak memberitahu mu cara pengobatan nya."


"Karena dia takut kamu mengambil resiko pergi ke Thian San, mencari teratai salju untuknya.."


"Bahan utama yang paling sulit ini adalah teratai salju di puncak Thian San.."


"Aku akan bantu kakak mendapatkan nya, selesai ini aku dan Kim Tiaw akan berangkat kesana mencarinya.."


"Kakak tenang saja, ayo kita makan..kak,.."


Li Dan tersenyum, dia menggelengkan kepalanya lalu berkata,


"Tidak terimakasih adik Yang, Lan Yi di rumah sedang menungguku pulang, untuk makan bersama."


"Aku permisi dulu.."


Fei Yang tersenyum lebar dan berkata,


"Terserahlah, nanti bila sudah dapat, aku akan membawanya ke rumah mu.."


Li Dan mengangguk senang, memberi hormat kearah Fei Yang, kemudian mundur meninggalkan tempat tersebut.


Setelah Li Dan pergi, suasana pun kembali heboh, bahkan ada koki yang sudah setengah mabuk bernyanyi nyanyi dan menari dengan gaya konyol mengocok perut yang melihatnya.


Setelah puas makan Fei Yang pun pamit dengan mereka.


Setelah meninggalkan tempat itu.


Fei Yang pun menggunakan Cian Li Cuan Im memanggil Kim Tiaw.


Melihat Kim Tiaw sudah berterbangan diatas, Fei Yang pun melesat keatas, duduk di punggung Kim Tiaw dan berkata,


"Tiaw Siung aku mau kunjungi puncak Thian San, apa kamu tahu tempatnya.."


Kim Tiaw mengangguk dan berteriak nyaring, lalu dia mengambil arah Utara.


Mereka melewati gurun taklamagan dan terus menuju kearah Utara yang dingin dan di penuhi hamparan salju putih.


Saat melewati pegunungan Altai, dengan cerdik Kim Tiaw mengambil jalan memutar agak jauh, melewati kawasan tersebut.


Kim Tiaw masih trauma dengan penguasa daerah tersebut Tan Sim Houw, meski kini tuannya memilki peningkatan kemampuan yang pesat.

__ADS_1


Tapi untuk menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang, itu terlalu beresiko, yang di perlukan tuannya saat ini adalah Thian San, bukan Altai.


Jadi semakin kecil resiko tentu akan jauh lebih baik..


__ADS_2