PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEJADIAN DI LUAR DUGAAN


__ADS_3

Dari bendera yang mereka bawa Li Dan mengenali, itu bendera khas Raja Li Yuan Ming, Lagi pula dia sudah dengar cerita dari Fei Yang bahwa Jendral Watobi dan Toba Chen kini sudah berbalik menjadi kawan.


Hati Li Dan pun menjadi tenang, dia segera memberi kode kearah pasukan di belakangnya.


Pasukan yang berbaris rapi dengan formasi persegi panjang, begitu melihat kode dari tangan Li Dan.


Mereka segera membentuk dua barisan memanjang di kiri kanan, dengan bagian tengah di kosongkan selebar 5 sampai 6 meter.


Li Dan melompat turun dari atas kudanya, yang langsung di ikuti oleh dua orang ajudannya.


Mereka bertiga berlutut dengan kaki sebelah, sambil mengangkat kedua tangan mereka kedepan, memberi penghormatan kearah kedatangan Rombongan Raja Li Yuan Ming yang sedang bergerak mendekat.


Semakin lama rombongan itu semakin mendekat, Li Dan mulai bisa melihat dengan jelas rombongan yang sedang mendekat.


Di bagian paling depan ada 4 orang prajurit berkuda, yang membawa bendera bergerak paling depan sebagai pembuka jalan.


Dua orang terdepan membawa bendera kebesaran raja Li Yuan Ming, di belakang mereka menyusul dua orang lain, yang masing masing membawa bendera kebesaran pasukan Watobi dan Toba Chen.


Di belakang keempat orang itu terlihat Watobi dan Toba Chen diiringi oleh 4 orang ajudan mereka, bergerak menyusul sebagai pelindung sekaligus pembuka jalan buat Raja Li Yuan Ming dan Ratu Sabrina.


Raja Li Yuan Ming duduk dalam kereta kuda kebesarannya, yang berwarna kuning.


Sedangkan Ratu Sabrina yang tidak betah duduk dalam kereta, dia memilih duduk diatas punggung kuda putihnya yang besar dan kekar.


Ratu Sabrina terlihat sangat gagah cantik dan awet muda, dengan balutan seragam perangnya yang berwarna putih mengkilat.


Mantel penutup punggungnya juga berwarna putih, di tangannya terlihat memegang sebatang tombak bercagak tiga.


Di belakang kereta raja Li Yuan Ming menyusul dua kereta lain, yang di isi oleh Ibu Suri dan perdana menteri Li Cing bersama cucu nya Li Sian Sian.


Di belakang mereka menyusul barisan pasukan berkuda, yang berbaris rapi.


Di tengah tengah barisan pasukan berkuda, terlihat dua buah kerangkeng yang di naikan diatas dua buah kereta, yang masing masing ditarik oleh dua ekor kuda.


Kereta bak terbuka itu biasanya di gunakan untuk mengangkut perbekalan.


Tapi kini di alihkan fungsikan menjadi kereta untuk mengangkut kerangkeng besi, yang di dalamnya berisi dua tawanan perang.


Mereka adalah Li Yung dan ayahnya Li Yuan Hao.


Kedua orang itu terlihat duduk di dalam kerangkeng dengan tangan dan kaki terikat.


Setelah mendekati posisi di mana Li Dan dan kedua ajudannya sedang berlutut.


Keempat pasukan pembawa bendera, bergerak kesamping kiri dan kanan untuk memberi jalan.


Begitu pula dengan Watobi Toba Chen dan keempat orang ajudan mereka.

__ADS_1


Mereka semua juga menyingkir membentuk barisan kiri dan kanan, memberi jalan kepada Kereta kuda kebesaran Raja Li Yuan Ming yang di dampingi oleh Ratu Sabrina yang duduk dengan gagah diatas kudanya.


Saat jarak kereta kuda dan posisi Li Dan yang sedang berlutut tinggal lima meter, kusir kereta pun menghentikan laju keretanya.


Mengikuti instruksi dari raja Li Yuan Ming.


Terlihat Raja Li Yuan Ming turun dari kereta kuda nya,.disusul oleh Ratu Sabrina yang melompat turun dari punggung kudanya dengan ringan.


Lalu dia mendampingi suaminya berjalan kaki mendekati Li Dan.


Melihat kedatangan Raja dan Ratu sedang menghampiri dirinya.


Li Dan pun berteriak keras, yang langsung di ikuti oleh seluruh pasukannya.


"Selamat datang Yang Mulia Raja dan Ratu kerajaan Xi Xia..!!!"


"Semoga Raja dan Ratu panjang umur dan sehat selalu..!!"


Raja Li Yuan Ming tersenyum gembira, dia segera maju membangunkan Li Dan dan berkata,


..."Ponakan ku yang baik, tak perlu banyak peradatan,.. bangunlah.."...


"Kalian juga semuanya bangunlah...!!"


teriak Raja Li Yuan Ming memberi perintah.


terdengar suara membahana dari pasukan Li Dan yang sudah kembali berdiri.


Raja Li Yuan Ming menepuk nepuk pundak Li Dan dan berkata,


"Bagaimana kabar mu dan kabar ibu mu ? maaf paman telah gagal menjaga dan melindungi kalian ibu dan anak."


"Paman sungguh merasa bersalah dengan ayah mu.."


ucap Li Yuan Ming penuh sesal.


Li Dan sangat terharu dengan perhatian pamannya ini, dia buru buru berkata,


"Terima kasih atas perhatian Yang Mulia terhadap kami, kami semua baik baik saja, Yang Mulia tak perlu khawatir apalagi menyesali diri ."


"Yang Mulia sendiri juga dalam masalah, Dan er dan Ibu sangat mengerti ."


Raja Li Yuan Ming mengangguk anggukan kepalanya, dia kemudian kembali menepuk pundak Li Dan dan berkata,


"Kamu sudah dewasa dan mewarisi kegagahan ayah mu, paman merasa bangga dengan mu.."


"Mari ikut dengan Paman dan bibi mu untuk kembali ke istana.."

__ADS_1


Li Dan mengangguk dan berkata,


"Silahkan Yang Mulia Raja dan Ratu kembali ke kereta,.Dan er akan mengawal kalian kembali ke istana."


Raja Li Yuan Ming mengangguk dan berkata


"Baiklah,.. mari kita kembali sekarang.."


Raja Li Yuan Ming pun kembali kedalam kereta nya, sedangkan Ratu Sabrina sudah kembali keatas punggung kuda nya.


Li Dan bertindak sebagai pembuka jalan di bagian paling depan bersama pasukan nya.


Tapi saat tiba di depan pintu gerbang kota Yin Chuan,.Li Dan sedikit heran dengan pintu gerbang kota yang tertutup rapat.


Li Dan membawa kudanya berdiri dibawah tembok kota dan berteriak,


"Cepat buka pintu,!! Mana komandan penjaga Pintu !?". cepat buka pintunya..!!"


Tidak ada sahutan dari atas tembok.kota, tak lama kemudian malah bendera kebesaran raja Li Yuan Ming yang ada di atas benteng kota semua.di turunkan.


Di ganti dengan bendera kebesaran Raja Li Yuan Hao.


Melihat hal ini, Li Dan sangat kaget dan marah,


"Hei bangsat apa yang kalian lakukan,!? mana komandan Sin...!?"


teriak Li Dan marah.


Sebagai jawaban dari atas tembok kota sebuah kepala di lemparkan menggelinding di hadapan Li Dan.


Itu adalah kepala komandan Sin, bawahan kepercayaan Li Dan yang di tugaskan untuk menjaga pintu gerbang kota.


Setelah itu dari atas tembok berhamburan anak panah kearah Li Dan dan anak buahnya.


Melihat Komandan pasukan kepercayaannya telah di bunuh,


Li Dan pun bersikap waspada dan berteriak


"waspada,..mundur...!!!"


"Buat pertahanan...!!"


teriak Li Dan sambil bergerak mundur dan menangkis anak panah yang berhamburan kearahnya dengan pedang di tangan.


Pasukan Li Dan dengan sigap membentuk barisan pasukan bertameng sambil terus bergerak mundur.


Kejadian di luar dugaan ini sangat mengagetkan Watobi Toba Chen dan Ratu Sabrina.

__ADS_1


__ADS_2