
Kehebohan ini akhirnya sampai ke penginapan Fei Yang dan Yi Wen menginap.
Fei Yang sempat mengintip dari jendela kamarnya yang menghadap ke jalan.
Tapi dia hanya menemukan pasukan Yi Ling Cin berkumpul di depan penginapan.
Tapi setelah salah satu pimpinan regu pasukan berbicara dengan pemilik penginapan dan menunjukkan sesuatu kepada kepala pasukan itu.
Kepala pasukan itu langsung memimpin pasukan nya meninggalkan penginapan tersebut.
Melanjutkan pemeriksaan ketempat lain nya, Fei Yang yang merasa heran dengan kejadian tersebut.
Dia memutuskan besok pagi baru mencari tahu dari pelayan restoran tersebut.
Memanfaatkan waktu yang masih ada Fei Yang pun duduk bermeditasi di atas ranjang.
Paginya, Fei Yang pagi pagi sudah duduk di restoran memesan semangkuk bubur sepiring daging sapi dan sepiring daging cincang telur asin sebagai teman makan buburnya.
Selesai memesan menu makan, Fei Yang pun berpura-pura tidak tahu dan bertanya ke pelayan yang ada di hadapannya.
"Semalam ada kejadian apa ? mengapa begitu ribut di luar sana ?"
"Ohh itu,.. semalam di istana kediaman putra mahkota ada penyusup yang berbuat onar di sana.."
"Yi Ling Cin semalam di perintahkan untuk melakukan penggeledahan dan pemeriksaan,.di semua tempat di ibukota.."
ucap pelayan itu menjelaskan dengan penuh semangat.
"Ohh begitu,.."
ucap Fei Yang sambil mengangguk kecil.
Sambil meminum teh di hadapannya Fei Yang kembali menyambung pertanyaan nya dengan heran.
"Katanya seluruh kota di geledah di periksa, tapi semalam kamar tamu di sini, rasanya satupun tidak di periksa..?"
Pelayan itu langsung berkata dengan penuh bangga,
"Tuan pasti bukan penduduk Kai Feng, jadi tidak tahu.."
"Pemilik tempat ini adalah Tuan Zhao Pu, mantan perdana menteri yang Mulia Kaisar Zhao Kuang Yin, kaisar pembuka negara Song."
"Tuan Zhao Pu memiliki plakat anti hukum dari kaisar sebelumnya, sebagai balas jasa atas Budi besarnya terhadap kerajaan Song."
"Melihat plakat bagaikan melihat yang mulia Zhao Kuang Yin, bahkan kaisar saat ini pun segan dengan nya."
"Bagaimana seorang kepala regu pasukan Yi Ling Cin, berani masuk mengganggu tempat ini..?"
ucap pelayan itu memberi penjelasan.
Fei Yang mengangguk paham, dia jadi merasa beruntung, Yi Wen menunjukkan tempat ini sebagai penginapan mereka.
Bila di tempat lain, tentu akan lebih repot, bila sampai terkena pemeriksaan.
Meski saat itu tempat kejadian gelap, tapi ribuan obor yang menerangi dari bawah.
Ada puluhan ribu pasang mata yang melihat kearahnya, siapa tahu ada diantara mereka yang mengenali wajahnya.
__ADS_1
Itu bisa jadi masalah, bila ada yang mengenalinya saat pemeriksaan berlangsung.
Saat Fei Yang sedang makan sambil termenung, tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk bahunya dan berkata,
"Selamat pagi kak,.. tadi aku cari ke kamar kakak, kakak tidak ada di sana.."
"Ternyata kakak ada di sini, makan sendirian gak ngajak ngajak.."
ucap Yi Wen dengan bibir cemberut kurang puas.
"Ehh adik Wen kamu sudah datang, ayo duduk,.."
"Pelayan,..!!"
teriak Fei Yang sambil melambaikan tangannya..
Pelayan yang tadi ngobrol dengan Fei Yang, kebetulan berdiri tidak jauh dari sana.
Dia buru buru menghampiri Fei Yang dan berkata,
"Tuan ada pesan..?"
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Aku cukup, cuma teman ku belum pesan makan, coba tolong di bantu.."
Pelayan itu mengangguk cepat, lalu mengalihkan perhatian nya kearah Yi Wen dan berkata,
"Tuan kecil mau pesan apa ? biar saya bantu.."
"Tuan ya Tuan, tak perlu tambah embel embel kecil segala,.emang kamu berapa besar..?"
Fei Yang hanya melirik sekilas, tanpa berkata apa-apa dia melanjutkan makannya.
Pelayan itu sangat kaget menanggapi sikap tamunya yang satu ini, kecil kecil seperti C4, yang setiap waktu bisa meledak tiba tiba
"Ehh ohh maaf tuan, silahkan tuan, tuan mau pesan apa ?"
ucap pelayan itu sedikit gugup.
"Aku pesan semangkuk bubur sirip ikan dan semangkuk sup sarang walet, minumnya teh ginseng.."
ucap Yi Wen ringan.
Fei Yang menatap Yi Wen sambil mengerutkan alis
Semua pesanan Yi Wen adalah makanan mahal di istana, tentu saja Fei Yang mengenalnya.
"Kenapa tidak suka,..?"
tanya Yi Wen sambil melihat kearah Fei Yang.
Fei Yang menundukkan kepalanya, dia malas berdebat dengan si tengil itu, Gak ada habisnya.
Lagi pula dia memang sedang membutuhkannya.
Fei Yang berpikir Yi Wen saat ini sedang berada di atas angin, jadi biarlah dia bersabar dan mengalah saja dulu.
__ADS_1
Toh dia juga gak bakal miskin, hanya karena membayar beberapa menu balas dendam itu..
"Ada lagi yang lain tuan,?"
tanya pelayan itu gembira, makin mahal pesanan tamunya, bonus yang akan di terima dari bos nya pun makin banyak.
Yi Wen menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Cukup itu aja, nanti ada orang yang matanya melompat keluar.."
"Dasar pelit.."
Dumel Yi Wen sambil melirik kearah Fei Yang.
Fei Yang berulang kali membujuk.dirinya untuk lebih bersabar, jangan melayani Yi Wen.
"Orang yang tidak punya perkakas, memang lebih perasa, kamu harus extra sabar menghadapinya.."
batin Fei Yang dalam hati.
Fei Yang cuma menundukkan kepalanya dan terus makan, tanpa banyak cakap, juga tidak mau melihat kearah Yi Wen.
Takut nanti dia tidak bisa menahan emosi nya, sekali tampar kacau lah semua rencananya.
Hatinya memang terpuaskan dengan pecahnya kepala Kasim cilik tengil itu.
Tapi kerepotan dirinya untuk menemukan Xuan Ming akan bertambah beberapa kali lipat..
Kemungkinan gagal dan kehilangan jejak pun akan semakin besar..
"Adik Yi Wen ku rasa cara semalam tidak bisa kita ulangi lagi, menurut mu ada cara lain tidak ? agar aku bisa berhadapan dengan Xuan Ming lagi.."
tanya Fei Yang sambil menatap Yi Wen dengan serius.
Yi Wen menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Setelah kejadian itu, penjagaan istana pasti akan semakin di perketat.."
"Kita tidak akan semudah kemaren, bisa langsung bertemu dengan musuh mu itu.."
ucap Yi Wen mengemukakan pendapat nya.
"Bagaimana bila aku menyamar sebagai kasim, kamu bawa aku ikut dengan mu ke istana. ?"
Yi Wen menatap Fei Yang, sambil tersenyum dia berkata,
"Kamu pikir aku sebagai kasim, kamu sebagai kasim, terus kita bisa bebas berkeliaran di istana sesuka jidat mu.?"
"Ku beritahukan pada mu, Kasim di istana pun banyak tingkatan dan bagiannya.."
"Masing masing menempati bagian mereka, dan hanya di ijinkan berkeliaran di sekitar wilayah bagian pekerjaan mereka saja.."
"Bila melanggar,, hukumannya adalah penggal kepala.."
"Bagian ku adalah melayani putri Wei, jadi wilayah yang di ijinkan untuk aku bebas berkeliaran, hanyalah di istana kediaman putri Wei.."
"Lalu bagaimana kamu bisa tahu kediaman putra mahkota ?"
__ADS_1
tanya Fei Yang curiga.