PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEBAKARAN HEBAT


__ADS_3

Qi Lian Lao Koai berhasil mendarat ringan di sisi muridnya.


Kedua orang itu sambil tertawa puas, langsung berkelebat meninggalkan tempat tersebut.


Di Hua San Pai sendiri di tengah malam buta, terlihat api berkibar kobar di mana mana.


Seluruh murid dan petinggi Hua San berusaha memadamkan api yang sedang melalap bangunan perguruan mereka.


Para tamu undangan juga terlihat sibuk ikut berjuang membantu.


Di saat kekacauan dan kekalutan sedang terjadi.


Di luar komplek perguruan Hua San Pai dari seluruh penjuru, terlihat pasukan kerajaan Mongolia mengepung habis seluruh tempat tersebut.


Di halaman depan pintu gerbang masuk ke perguruan Hua San Pai.


Di sana terlihat pangeran Mongke Khan, putri Ye Bu Hua yang aslinya bernama Putri Yesebuhua.


Mereka adalah putra putri Tolui pangeran ke 8 dari kerajaan Mongolia.


Di samping mereka terlihat hadir Lei Mo Ping Mo juga hadir 2 dari 4 orang misterius yang pernah di temui oleh Nan Thian di pagoda angsa liar kota Chang An.


Dua orang misterius itu, orang pertama adalah seorang berkulit gelap, bermata besar berhidung besar mancung, kedua telinga nya mengenakan anting anting .


Di bagian dahinya ada 3 garis putih melintang yang berjejer kebawah.


Dia adalah Thian Tu seorang ahli racun yang sangat berbahaya.


Racun di makanan dan minuman Nan Thian, yang membuat Nan Thian sulit untuk mengumpulkan hawa, dan membuat Kim Kim Naga Emas Semesta tak berdaya, semua adalah hasil karya beliau ini.


Hung Ping Chi dan Qi Lian Lao Koai yang mendapat misi, membuat kekacauan internal di dalam komplek Hua San Pai.


Mereka mendapatkan bekal dari Thian Tu ini.


Bungkus pertama yang terdiri dari dua bagian, di berikan ke Xue Xue tapi tidak dia gunakan.


Qi Lian Lao Koai yang secara diam diam memantau gerak gerik Xue Xue.


Menyadari hal tersebut, sehingga dia merubah rencana nya.


Memanfaatkan situasi saat Xue Xue pergi jemput Nan Thian, Qi Lian Lao Koai yang beraksi menaburkan 2 bubuk tidak berbau dan berasa itu kedalam seluruh masakan dan minuman di atas meja.


Bila di nikmati secara terpisah kedua macam bubuk itu bukanlah racun, tapi bila di makan bersama baru akan menjadi racun ganas, yang memiliki efek 100 kali lipat lebih ganas dari Hua Kung San ( Bubuk Pemusnah Tenaga ).


Selain itu juga memiliki efek pelan yang 100 kali lebih kuat dari Tuan Cang San ( Bubuk Pemutus Usus ).


Nan Thian belum merasakan langsung efek racun yang 100 kali lebih kuat dari Tuan Cang San.


Karena racun berbahaya ini bersifat lambat, baru akan bereaksi sedikit demi sedikit di hari kedua.

__ADS_1


Racun itu akan bekerja selama 7 hari, di hari ke 7 seluruh usus akan hancur.


Orang yang keracunan akan mulai menderita kesakitan hebat di hari kelima.


Tepat di hari ke 7 orang tersebut baru tewas dengan kondisi isi perut hancur.


Thian Tu ini masih adik seperguruannya Tabib Hua Sin yang pernah mengobati sepasang mata Ye Hong Yi ibunya Nan Thian.


Orang kedua misterius lainnya adalah Raja Dewa Utara.


Ilmu andalan nya adalah Han Ping Cang ( Tapak Es Beku )


Dia berasal dari kutub Utara, ilmu yang di kuasai oleh Ping Feng, yang pernah menjadi salah satu guru awal Fei Yang, adalah sebagian kecil dari ilmu pecahannya yang beredar di perbatasan Utara China daratan.


Raja Dewa Utara yang bernama Zee adalah seorang pria bertubuh tinggi besar, bagian atas tubuhnya di tutupi oleh mantel beruang salju, hingga ke bagian atas kepalanya tertutup oleh kepala beruang salju.


Sepasang matanya coklat dan agak sipit tapi sangat tajam tatapan matanya.


Sepasang rahangnya lebar dan keras garisnya, seperti rahang pria pria Rusia.


Kulitnya putih kemerahan, mirip mirip kulit orang Eskimo.


Itulah penggambaran sekilas kedua manusia misterius yang kini datang untuk mengawal Mongke Khan.


Mongke Khan di bawah pengawalan keempat jagoan itu melangkah maju kedepan, dan berkata dengan suara keras.


"Bila tidak tahu diri pilihan nya adalah mati.."


Para murid Hua San Pai yang berjaga di mulut gerbang, tentu saja mereka tidak Sudi menyerah.


Dengan gagah mereka berkata dengan kompak,


"Kami murid Hua San Pai, bersetia kepada perguruan dan ketua kami..!"


"Meski hati ini harus mati, kami juga tidak akan menyerah kepada pihak penjajah bangsa bar bar..!"


ucap murid Hua San Pai lantang.


Sayangnya sikap setia dan lantang mereka, justru tidak membawa hasil baik.


Lei Mo yang kesal langsung melepaskan Pukulan Petir Iblis Lo Sa nya.


Dua berkat petir biru melesat menyambar tubuh dua orang yang berbicara di depan.


Hingga hangus gosong kedua orang itu, lalu energi petir mengalir lewat atas tanah, menyambar kearah yang lain nya.


Dalam sekejap mata, puluhan orang yang menghadang di depan pintu gerbang langsung tewas dengan kondisi tubuh hangus semuanya.


Asap tipis terlihat masih mengebul dari tubuh tubuh mereka yang bergelimpangan.

__ADS_1


Melihat hal ini Mongke Khan sambil menjengek dingin, dia meneruskan langkahnya memasuki halaman sebelah dalam perguruan Hua San Pai.


Yesebuhua, dan empat pengawal saktinya, melangkah menyusul di belakang.


Sedangkan pasukan Mongolia, hanya pasukan elitenya saja yang bergerak menyusul masuk.


Di sini terlihat ada ratusan murid Hua San Pai yang berkumpul di sana.


Mereka semua bertugas menjaga pintu yang akan menembus kebagian tengah perguruan mereka.


Di sini Mongke Khan sekali lagi berkata,


"Menyerah atau mati..!"


Murid murid Hua San Pai tanpa banyak bicara, mereka langsung mencabut pedang dan berteriak.


"Sampai mati, lindungi Hua San Pai..!"


Melihat sikap keras kepala yang di tunjukkan oleh pihak Hua San Pai.


Mongke Khan pun berteriak,


"Pasukan maju habisi mereka..!"


"Guru Lei guru Ping tolong bantu pasukan kita ."


ucap Mongke Khan penuh hormat.


"Siap yang mulia.."


ucap Lei Mo dan Ping Mo patuh.


Lalu mereka berdua melesat kedepan, mendahului pasukan elite Mongolia.


Mereka melesat kesana kemari melepaskan pukulan mereka.


Setiap murid Hua San Pai yang tersengat oleh tapak petir maupun tapak es akan langsung tewas.


Murid Hua San Pai yang di bantai Lei Mo semua menjadi gosong.


Sedangkan yang di bantai oleh Ping Mo, semuanya berubah menjadi patung es.


Pembantai besar besaran terjadi di tempat itu.


Sementara itu Ye Pu Cin Ye Hong dan Ye Ying mereka dan murid Hua San lainnya sedang melakukan pemadaman api yang mulai merembet kearah perpustakaan perguruan mereka.


Para tamu undangan juga terlihat sibuk membantu di sana.


Satu persatu ketua perguruan besar mulai ikut muncul di sana.

__ADS_1


__ADS_2