PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
LAWAN TIBA


__ADS_3

Begitu Kim Tiaw mendarat, Zi Zi dengan cepat langsung melompat turun dari punggung Kim Tiaw.


"Hei Zi Zi mei mei tunggu,..!"


teriak Sun Er buru buru menyusulnya, takut terjadi apa apa dengan adiknya.


Karena tempat itu bagaimana pun masih asing buat mereka.


Tapi Zi Zi sudah tidak hiraukan Sun er, dia langsung mendekati pinggiran telaga itu.


Melepaskan alas kakinya, lalu dia mencoba memasukkan ujung jempol kakinya.


Untuk mencoba suhu air telaga tersebut, saat dirasakan nya air itu awalnya panas tapi lama lama terasa nyaman.


Zi Zi dengan gembira duduk ditepi kolam memasukkan kakinya sedikit demi sedikit hingga seluruh nya terendam.


Sambil tertawa gembira dia menoleh kearah Sun er dan berkata,


"Kakak airnya hangat sangat nyaman, ayo lekas kemari.."


"Lepas sepatu kakak, kakak harus mencobanya.."


Sun Er sambil menggelengkan kepalanya, berkata.


"Baiklah, tapi kita jangan lama lama di sini, kita masih ada tugas, yang belum di selesaikan.."


Zi Zi tidak menanggapinya, dia pura pura tidak dengar, dia terus memainkan sepasang kaki di dalam air.


Zi Zi menendang nendang ringan air telaga yang hangat dan nyaman.


Sun Er akhirnya ikut memasukkan sepasang kakinya berendam di sana, diam diam Sun er harus akui, air di kolam itu sungguh nyaman.


Bila tidak sedang ada tugas menanti, dia pasti akan masuk kedalam telaga berendam total di sana.


Setelah menemani Zi Zi berendam beberapa waktu, Sun Er menarik keluar sepasang kakinya dari kolam dan berkata,


"Adik Zi Zi, hari mulai siang, ayo kita tinggalkan tempat ini..?"


"Kita masih harus pergi jemput paman Lai dan bibi Fu."


ucap Sun Er mengingatkan.


"Sebentar lagi kak, kak aku lapar, ingin makan buah persik yang tumbuh di sana itu.."


ucap Zi Zi sambil menunjuk kearah deretan pohon buah persik yang tumbuh di pinggir telaga.


Sun Er menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah kakak akan ambilkan, tapi berjanjilah dulu.."


"Selesai makan kita harus segera pergi dari sini.."


Zi Zi tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya saja.


Tapi bagi Sun er itu sudah cukup, Karena dia tahu betul sifat adiknya ini.


Meski nakal manja keras kepala sulit di atur, tapi dia termasuk sangat tepat janji dan selalu jujur apa adanya.


Sun Er pun pergi kearah deretan pohon persik.


Sun Er memanjat keatas pohon dengan ringan, lalu dia memilih duduk di salah satu dahan pohon.


Di mana, di sana banyak tumbuh buah persik yang besar besar, dan terlihat sudah matang buahnya.


Sun Er mulai sibuk memetik buah buah persik di sekitarnya, untuk di kumpulkan.


Tapi selagi kedua anak itu sedang sibuk, di udara sana ada seekor Kelelawar hitam raksasa terbang melintas lewat.


Diatas punggung kelelawar raksasa itu, terlihat ada 9 orang duduk bersila di sana.


"Ehh itu bukannya bocah yang pernah di gendong oleh Ping Huo Ta Sia suami istri..?"


ucap Vipasing sambil menunjuk kearah Zi Zi yang terlihat sedang duduk berendam kaki di pinggiran telaga biru.


Mendengar ucapan Vipasing, yang lain pun ikut menoleh melihatnya.


Semuanya mengangguk menyetujui ucapan Vipasing.


Qi Lian Lao Koai ikut berkata,


"Benar sekali, kelihatannya langit sedang bermurah hati pada kita."


"Kita harus menangkapnya sebagai sandera, untuk menekan Ping Huo Ta Sia dan istrinya "


Vipasing mengangguk setuju, dia lalu menoleh ke sampingnya dan berkata,


"Kakak seperguruan, kelihatannya sekali ini kita akan mengandalkan mu ."


"Tapi berhati hatilah, sepertinya rajawali emas itu telah menyadari keberadaan kita.."


ucap Vipasing mengingatkan.


"Jangan khawatir, serahkan saja pada ku.."


ucap seorang pria berjubah dan bertopeng hitam dengan suara dingin.


Dia adalah raja kelelawar yang masih merupakan kakak seperguruannya Vipasing.


Baru selesai ucapan nya, dia sudah menghilang dari atas punggung kelelawarnya.


Dia melayang ringan terbang menuju tepi telaga.


"Serahkan saja ke kakak seperguruan ku, kita langsung menuju Lian Hua Feng saja."


"Bocah itu cuma rencana cadangan saja, aku yakin sekali ini Ping Huo Ta Sia tidak akan mampu berbuat banyak.."


ucap Vipasing sambil tertawa mengejek.


Tidak ada yang keberatan ataupun, ada yang menanggapi ucapan Vipasing.


Mereka semua memilih diam tidak berkata apapun, membiarkan kelelawar raksasa milik raja kelelawar, terus membawa mereka menuju puncak Yu Ni Feng.


Raja kelelawar belum juga mendarat Kim Tiaw sudah memekik marah menyerangnya.

__ADS_1


"Iiiiiikkkkkkkk..!"


"Plakkkk..!"


"Plakkkk.!"


"Dessss...!"


Serangan sepasang sayap Kim Tiaw, secara berganti gantian, berhasil di tangkis oleh sepasang telapak tangan Raja kelelawar, yang diselimuti awan hitam.


Di saat bersamaan sebuah tendangan yang di selimuti kabut asap hitam.


Juga di lepaskan oleh raja kelelawar, menghajar dada Kim Tiaw dengan kecepatan tinggi.


Tubuh Kim Tiaw terpental jauh, tapi dengan gerakan mengembangkan sepasang sayapnya.


Kim Tiaw bisa mencegah tubuhnya menabrak dinding tebing di belakangnya.


"Iiiiiikkkkkkkk..!"


Kim Tiaw memekik marah sekaligus kesakitan akibat ditendang oleh lawannya.


Setelah merasa dadanya tidak terlalu nyeri lagi, Kim Tiaw kembali menerjang maju kedepan.


Sementara Kim Tiaw dan Raja kelelawar saling serang di udara.


Sun Er sudah kembali ke sisi Zi Zi, mereka berdua menyaksikan pertarungan itu dengan wajah tegang.


Mereka cemas melihat keadaan Kim Tiaw yang kelihatannya terdesak hebat oleh lawannya.


Akibat jarang berlatih, Ilmu Sun er yang masih mentah, membuatnya tidak percaya diri untuk ikut maju membantu.


Sun Er ragu, bila dirinya maju bukannya membantu tapi malah membuat Kim Tiaw semakin repot karena harus berbagi konsentrasi menjaganya.


Kim Tiaw di atas sana, yang berulang kali terkena pukulan dan tendangan raja kelelawar.


Meski dia merasa kesakitan, tapi pukulan dan tendangan Raja kelelawar belum.mampu melukainya.


Kim Tiaw sambil memekik marah, masih terus terusan menerjang kearah Raja kelelawar dengan sepasang cakarnya yang berkuku runcing, dengan di imbangi patukan dari paruh nya.


Sekian lama pukulan dan tendangan nya, belum juga mampu merobohkan Kim Tiaw.


Raja kelelawar mulai marah, tiba tiba sepasang tangannya, kini muncul sepasang belati bersinar kebiruan.


Dengan sepasang belati biru yang sangat tajam itu, Raja kelelawar mulai berseliweran kesana kemari menyerang Kim Tiaw.


Beberapa kali belati itu berhasil di elak kan oleh Kim Tiaw, belati itu nyasar memapas pohon ataupun dinding tebing.


"Crasssh,..!"


"Crasssh,..!"


Dahan pohon yang besar dan tebal langsung terbelah, begitu pula dengan dinding batu.


Dinding batu yang keras, terlihat terbelah dengan bekas memanjang di dinding.


Belati biru itu sungguh sungguh mengerikan ketajamannya, dahan pohon besar yang di lewati oleh sinarnya, langsung terpotong seperti orang memapas timun.


Begitu pula dengan dinding batu gunung yang keras, saat belati itu lewat, dia seperti sedang mengiris agar agar.


Dengan menggeser geser sepasang kakinya di atas tanah, tubuhnya terlihat limbung kesana kemari.


Sesekali dia akan menggunakan cakar di kakinya atau sepasang sayapnya menyapok tangan Raja kelelawar yang memegang belati.


Dengan cara ini Kim Tiaw selalu berhasil lolos dari serangan berbahaya raja kelelawar.


Raja kelelawar yang selalu gagal menyerang Kim Tiaw, dia menjadi heran juga penasaran, tapi lama lama rasa penasaran nya berubah menjadi kemarahan.


Yang Kim Tiaw gunakan untuk memperdaya Raja kelelawar adalah ilmu 32 langkah ajaib yang di ajarkan oleh Fei Yang pada Kim Tiaw nya.


Tentu saja Raja' kelelawar menjadi kelabakan dan penasaran di buatnya.


Tapi dengan ilmu 32 langkah ini, Kim Tiaw hanya bisa menghindar, dan menangkis, dia kehilangan kesempatan menyerang balik.


Karena sepasang cakar di kedua kakinya harus di gunakan untuk bergeser geser menuruti ilmu langkah ajaib..


Sedangkan kibasan kedua sayapnya, lebih banyak di gunakan sebagai penyeimbang gerakan tubuhnya.


Kim Tiaw hanya bisa sesekali menggunakan paruhnya mencoba mematuk bagian kepala raja kelelawar.


Meski ilmu ini sangat ajaib, tapi bila terus menerus di mainkan, lama lama Raja kelelawar yang tidak bodoh pun akhirnya hapal arah pergerakan nya.


Dan bisa menebak kemana arah pergerakan Kim Tiaw.


Tapi raja kelelawar yang cerdik meski mulai bisa menebak arah pergerakan Kim Tiaw.


Dia tidak langsung menyerangnya, dia masih berpura pura tidak tahu apa apa.


Hanya terus menyerang dan menyerang tanpa arah tujuan jelas, sambil menunggu kesempatan.


Akhirnya kesempatan yang di nanti nantikan oleh nya pun tiba.


Dengan satu pergerakan yang sangat cepat, Raja kelelawar setelah habis menyerang sepasang kaki Kim Tiaw dengan sepasang belatinya.


Dia langsung berpindah kearah di mana Kim Tiaw akan muncul di tempat itu.


Begitu Kim Tiaw muncul Kim Tiaw langsung di sambut dengan satu tebasan dan satu tusukan ganda


"Wutttt..!"


"Wutttt..!"


Tebasan itu di arahkan kebagian leher Kim Tiaw dan tikaman kearah perut nya.


"Breeet..!"


"Sreeet..!"


Bulu kedua sayap Kim Tiaw berhamburan di udara.


Sepasang sayap Kim Tiaw terlihat mengalami luka berdarah, menetes netes


Zi Zi dan Sun Er menjerit kaget, melihat hal itu.

__ADS_1


Zi Zi langsung menubruk kedalam pelukan kakak nya menangis penuh sesal.


Kim Tiaw meski sepasang sayapnya terluka cukup parah, tapi nyawanya berhasil terselamatkan.


Dia berhasil menggagalkan dua serangan yang di persiapkan oleh raja kelelawar untuk nya.


Setelah berhasil menangkis dua serangan itu, Kim Tiaw buru buru melangkah mundur.


Di luar prediksi Kim Tiaw, raja kelelawar, tahu tahu sudah ada dibelakang Kim Tiaw, dalam posisi, berjongkok di bawah, menebaskan sepasang belatinya menyerang bagian kaki Kim Tiaw.


"Sraaat...!"


"Sraaat...!"


Lagi lagi bulu bulu di bagian paha kaki Kim Tiaw berhamburan.


Dua buah luka menganga lebar di sana, darah mengucur deras dari luka di paha Kim Tiaw.


Kini kondisi Kim Tiaw semakin payah, dengan gerakan terpincang pincang, dia berusaha menjauh dari lawannya.


Tapi Raja kelelawar tidak mau membuang kesempatan berharga tersebut.


Dia tiba tiba kembali muncul di arah Kim Tiaw mundur, seolah olah sudah bisa memprediksi nya.


Dua berkas cahaya biru melintas melewati leher Kim Tiaw.


"Sraaat..!"


"Sraaat..!"


Sebelum sempat bersuara Kim Tiaw sudah rebah tertelungkup diatas tanah, dengan bagian leher terluka parah.


Darah menyembur deras dari bagian luka leher tersebut, bagaikan keran air yang bocor.


Kim Tiaw hanya sempat berkelenjotan sebentar, sebelum akhir nya, diam tidak bergerak.


Melihat hal itu Zi Zi langsung meronta dari pelukan Sun er dan berteriak histeris.


"Paman Kim Tiaw...!"


"Zi Zi jangan..,! bahaya .!"


teriak Sun Er mengingatkan.


Tapi Zi Zi tidak memperdulikan peringatan dari kakaknya, yang sangat khawatir dengan keselamatan nya.


Gadis kecil itu sambil menangis tersedu-sedu, tanpa menghiraukan peringatan dari kakaknya, dia langsung berlari menghambur, kearah mayat Kim Tiaw, yang telah membujur kaku di atas tanah.


Tapi sebelum dia berhasil menggapai Kim Tiaw nya, Raja kelelawar berkelebat cepat, menotoknya dan memasukkan nya kedalam sebuah kantung kain hitam.


"Manusia jahat, lepaskan adik ku..!"


bentak Sun er kalap.


Dia sudah tidak berpikir banyak langsung melompat kedepan sambil melepaskan pukulan tapak Naga es Phoenix api.


Karena belum sempurna hanya ada dua sinar merah dan biru bergantian menerjang kearah Raja kelelawar.


Dengan mudah raja kelelawar, berhasil menghindari serangan tapak Sun Er.


Sambil tertawa mengejek saat berpapasan dengan Sun Er, Raja kelelawar menotok syaraf pusat di tengkuk Sun er.


Sun Er pun langsung terjatuh terjerambab lemas, kehilangan kendali atas tubuhnya.


Bila tidak di sambut oleh karung hitam Raja kelelawar, Wajah Sun er pasti akan habis terjerambab keatas tanah keras berbatu, di hadapan nya


Begitu Sun er ikut dikarungi, Raja kelelawar pun, melesat cepat memikul dua karung hitam di punggungnya.


Lalu melesat meninggalkan tempat tersebut, menyusul kearah Yu Ni Feng, dimana kelelawarnya di gunakan oleh Vipasing adik seperguruannya pergi mencari Ping Huo Ta Sia.


Tapi saat memasuki Cang Lung Lin, Raja kelelawar menghentikan langkahnya.


Dia menurunkan dua kantung hitam di punggungnya.


Raja kelelawar dengan penuh penasaran memeriksa tubuh kedua anak itu.


Dia bahkan menggunakan belati birunya, melukai jari telunjuk kedua anak itu.


Menghisap sedikit darah yang keluar di ujung jari kedua anak itu.


Begitu mencicipi darah kedua anak itu, sepasang mata Raj kelelawar langsung berbinar.


"Darah murni langka.."


gumamnya.


Tanpa memperdulikan ekspresi kedua anak kecil yang tak berdaya itu, Raja kelelawar setelah membungkus kembali kedua karung hitam itu.


Dia langsung menggendongnya kembali, lalu berputar arah tidak jadi mendaki kearah Cang Lung Lin.


Dia melarikan diri menjauhi Yu Ni Feng, darah murni kedua anak itu yang bisa membantu dia merampungkan latihan ilmu hitamnya.


Terlalu berharga ketimbang hadiah dari Tolui, majikan adik seperguruannya.


Sebagai golongan hitam, yang terpenting adalah untung ruginya buat dirinya sendiri.


Dia mana mau berpikir untuk kepentingan adik seperguruannya, apalagi rekan rekan adik seperguruan nya, yang baru saja di kenalnya.


Bila kelak ilmu hitamnya rampung, dia juga tidak perlu lagi khawatir dengan siapapun.


Bahkan saat itu dirinya akan lebih di hargai oleh Pangeran Tolui.


Berpikir sampai di sana, tanpa ragu lagi, Raja kelelawar memutuskan menghianati rekan rekannya.


Sedangkan ke 8 orang itu yang belum sadar raja kelelawar sudah mengkhianati mereka.


Dengan penuh percaya diri, mereka mendarat di puncak Yu Ni Feng.


Setelah mengantar ke 8 orang itu sampai di Yu Ni Feng, kelelawar raksasa itu langsung membelah diri menjadi ribuan kelelawar.


Terbang beriringan meninggalkan puncak Yu Ni Feng, mengejar kemana raja mereka pergi.


"Ping Huo Ta Sia,..! keluarlah..!"

__ADS_1


"Kami sudah tiba..!"


ucap Zee dengan suaranya yang menggelegar, menggetarkan seluruh puncak Yu Ni Feng.


__ADS_2