PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
FEI HSIA VS XUE LIAN


__ADS_3

"Berhenti,..!"


"Tinggalkan pulau ini, kedatangan kalian tidak di terima di tempat ini..!"


Bentak Fei Hsia sambil bertolak pinggang.


Melihat kemunculan Fei Hsia yang pernah menjadi tetangga nya di lembah.


Ayah Xue Lian awalnya ingin menegur dan berbicara baik baik dengan nya.


Tapi melihat sikapnya yang tidak bersahabat, seolah olah mereka tidak saling kenal.


Ayah Xue Lian membatalkan niatnya, dia tidak ingin bertengkar dan meladeni gadis yang masih seusia putrinya.


Ayah Xue Lian memilih menggandeng tangan istrinya, menariknya mundur ke belakang, agar Xue Lian yang mengurusnya sendiri.


Ibu Xue Lian yang tadinya ingin menegur Fei Hsia yang sangat tidak sopan dan tidak tahu balas Budi.


Tapi saat melihat suaminya menarik tangannya mundur kebelakang dan memberi kode agar dia tidak turut campur.


Ibu Xue Lian menghela nafas menahan sabar, ikut mundur bersama suaminya.


Dia tahu suaminya tidak ingin mereka ikut campur tangan, karena ini adalah urusan anak muda.


Biar Xue Lian menyelesaikannya sendiri, mereka harus percaya putri mereka bisa menyelesaikannya sendiri.


Xue Lian maju satu tindak kedepan dan berkata,


"Kami tentu akan pergi, setelah kapal kami di sana di perbaiki kami pasti akan pergi.."


"Kami janji tidak akan menganggu ketenangan mu, kita bisa ambil jalan sendiri sendiri.."


"Seperti Air sungai tidak mencampuri air sumur.."


"Tapi tolong kembalikan sesuatu yang kamu ambil tanpa ijin itu.."


"Apa maksudmu ? aku tidak ngerti,.. katakan dengan jelas jangan sembarang menuduh..!"


Bentak Fei Hsia berusaha bersikap tenang dan tidak mau kalah.


Padahal hatinya sedang kalut, dia amat sangat ketakutan, takut Fei Yang datang.


Takut kedoknya terbongkar, Fei Yang memilih meninggalkan nya, bila itu terjadi.


Lebih baik dia mati daripada harus kehilangan Fei Yang, dia sudah kepalang tanggung.


Tidak ada jalan mundur lagi, yang dia heran kan adalah mengapa Xue Lian seolah olah seperti sudah tahu.


Dia lah yang membawa kabur suaminya ketempat ini, dan secara kebetulan, mereka kapalnya malah terdampar kemari karena cuaca buruk semalam.


Xue Lian tersenyum dingin dan berkata


"Kembalikan Kakak Yang, maka aku anggap masalah selesai sampai di sini.."


"Di sini tidak ada yang namanya kakak Yang mu, pergilah..! jangan menguji kesabaran ku..!"


Bentak Fei Hsia pura pura galak, untuk menutupi rasa bersalah dan gugupnya.

__ADS_1


Xue Lian tersenyum mengejek dan berkata,


"Aku tidak akan pergi, sebelum kakak Yang kamu kembalikan.."


"Aku justru ingin melihat apakah kemampuan mu lebih besar dari sikap tidak tahu malu mu itu..?"


"Kau...! ****** bermulut sampah,..! rasakan ini.."


Bentak Fei Hsia marah.


Fei Hsia bergerak dengan sangat cepat, tubuh menghilang dari tempatnya.


Tahu tahu muncul di belakang Xue Lian, sepasang cakarnya yang mengeluarkan aura dingin,.diselimuti cahaya biru.


Tangan kanan berkelebat ingin mencengkram batok kepala Xue Lian.


Sedangkan tangan kiri menyerang punggung kiri Xue Lian.


Bila mencapai sasaran cakar tangan kanan pasti akan menghancurkan isi kepala Xue Lian.


Sedangkan cakar tangan kiri akan menembus punggung Xue Lian menarik keluar jantung Xue Lian.


Jurus ini memang keji dan sadis karena jurus ini adalah ilmu rahasia pulau es yang di wariskan oleh Xue Yen kepada Sie Yi Yi ( Baca LEGENDA JENDERAL NAGA HITAM ) Dan ( LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM ).


Tapi bukan Xue Lian namanya, bila semudah itu dia langsung tumbang di tangan Fei Hsia.


Dengan gerakan ringan seperti sehelai kapas, mengikuti angin serangan sepasang cakar Fei Hsia.


Tubuh Xue Lian melayang menjauh, kemudian tiba tiba membelah diri menjadi delapan bayangan.


Fei Hsia tidak mau kalah, tubuhnya berputar kencang membuat pusaran es sebagai tembok pelindung.


Lalu sambil berputaran di udara, dia melepaskan sinar merah melesat ke 8 penjuru memberikan serangan balik ke Xue Lian.


Dari setiap ujung jari Fei Hsia mengeluarkan satu sinar merah seperti laser.


Menembus dan membelah apapun yang di lewatinya.


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


Itu adalah Energi 6 Nadi pedang sakti ilmu andalan Lu Sun.


Kelihatannya sederhana tapi efek yang di timbulkan tidak main main.


Apapun yang di lewati oleh sinar itu akan terbelah dua.


"Blaaaarrr,..! Blaaaarrr,..! Blaaaarrr,.!"


"Blaaaarrr,..! Blaaaarrr,..! Blaaaarrr,.!"


Tanah tempat posisi bayangan Xue Lian berada, semuanya meledak menimbulkan lubang lubang menga nga di sana.


Tapi serangan itu tidak satupun yang berhasil menemui sasaran nya.


8 bayangan Xue Lian bergerak ringan seperti seorang Dewi kahyangan sedang menari.

__ADS_1


Terlihat sangat indah lincah dan memukau,tapi di balik itu tarian tersebut berhasil membuat serangan Fei Hsia gagal mencapai sasarannya.


Melihat serangannya masih juga belum berhasil, Fei Hsia sambil melayang di udara.


Dia memunculkan pedang pelangi di depan nya, saat sepasang tangannya terbuka ke kiri kanan.


Pedang pelangi membelah diri jadi tujuh, dengan satu bentakan keras, Fei Hsia mendorong kedua telapak tangannya kedepan.


"Hiahhh,..!"


"Singgg,..! Singgg,..! Singgg,..!"


"Singgg,..! Singgg,..! Singgg,..!"


"Singgg,..!"


Ke 7 pedang pelangi meluncur cepat menerjang Kearah Xue Lian.


Xue Lian di bawah sana menyerap energi alam tanpa batas, ke 8 bayangan satu persatu menyatu kedalam tubuhnya.


Di depan Xue Lian muncul sebatang tombak yang mengeluarkan cahaya lembayung.


Tombak itu mengikuti arahan tangan Xue Lian, membelah diri menjadi 7.


Kemudian oleh Xue Lian di dorong kedepan untuk menyambut datangnya 7 pedang pelangi yang di lepaskan oleh Fei Hsia.


"Duaarrr,..! Duaarrr,..! Duaarrr,..! "


"Duaarrr,..! Duaarrr,..! Duaarrr,..! "


"Duarrr,..!"


Terjadi Ledakan beruntun di udara, pedang pelangi meledak hancur berkeping keping.


Tidak sanggup menghadapi Tombak cahaya lembayung yang di lepaskan oleh Xue Lian.


Setelah menghancurkan ke 7 pedang pelangi, Tombak cahaya lembayung menyatu kembali.


Lalu meluncur cepat kearah Fei Hsia, Fei Hsia menggunakan tanda di dahinya untuk menembakkan energi cahaya pelangi.


Guna menahan kedatangan tombak cahaya lembayung, cahaya pelangi yang muncul dari kening Fei Hsia efektif menahan Tombak cahaya lembayung.


Tombak cahaya lembayung bergetar hebat tertahan di udara.


Xue Lian di bawah sana menghentakkan kakinya keatas tanah.


Tubuhnya melesat keatas, memberikan dorongan dengan telapak tangan terbuka kearah bagian belakang Tombak cahaya lembayung.


Tombak kembali bergerak maju membelah cahaya pelangi yang berasal dari kening Fei Hsia.


Fei Hsia terbelalak pucat melihat tombak cahaya lembayung yang di dorong oleh Xue Lian berhasil membelah energi cahaya pelanginya.


Sementara itu Fei Yang yang sedang tertidur pulas di pondok.


Telinganya tiba tiba bergerak gerak, saat mendengar suara keributan pertempuran Fei Hsia dan Xue Lian di pantai sana.


Sepasang matanya tiba-tiba terbuka, sedetik kemudian dia sudah menghilang dari pondoknya.

__ADS_1


__ADS_2