PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMASUKI HUTAN LARANGAN WILAYAH SELATAN


__ADS_3

Fei Yang yang sedari tadi diam dan menunggu dengan sabar, akhirnya angkat bicara.


"Maaf Raja Kyantha yang terhormat, mengenai pernikahan aku tidak bisa terima.."


"Alasannya adalah aku sudah punya tunangan di Xi Xia, aku juga tidak punya niat untuk beristri banyak.."


"Kita kembali saja ke pokok pembicaraan, aku dan putri mu Shanti Dewi melakukan perjanjian gencatan senjata demi tidak jatuh korban tidak perlu.."


"Kenyataannya tugas yang di berikan telah ku selesaikan, kini tentu aku menuntut balik orang yang di jadikan jaminan oleh putri mu."


"Tidak usah mutar mutar, dan alasan yang tiada habisnya hanya untuk terus memahami situasi dan peraturan kalian.."


"Kembalikan sandera jaminan, aku akan pergi, bila tidak kamu boleh mencoba nya."


ucap Fei Yang mulai kembali terpancing emosi nya.


Dia pikirannya sedang kalut memikirkan nasib Wen Wen, ini pihak kerajaan Pagan, tidak membantu malah bicara mutar mutar.


Tentu saja Fei Yang menjadi gusar.


Raja Kyantha sangat terkejut dan melangkah mundur sambil menarik anak istrinya ikut mundur.


"Pengawal,..!!"


teriaknya sambil mencabut senjata.


Para pengawalnya dengan sigap langsung menghadang, untuk melindungi raja mereka dengan senjata di tangan, mereka menatap kearah Fei Yang dengan sikap mengancam.


"Ayah jangan seperti ini,..ini tidak perlu terjadi.."


ucap Sheva berusaha membujuk ayahnya.


"Sheva kamu Diamlah,..tidak boleh ada yang bersikap kurang ajar dan berbuat sesuka hati di tempat ini.."


ucap Raja Kyantha tegas.


Pengawal yang berlarian datang semakin banyak, mereka mengepung Fei Yang dengan senjata di tangan.


Fei Yang tersenyum sinis dan berkata,


"Inikah balasan ucapan rasa terimakasih dari kerajaan Pagan,.."


"Baik bila itu mau kalian, akan ku tunjukkan kepada kalian, apa itu kalimat di atas gunung masih ada langit..!"


Bentak Fei Yang.


Begitu Fei Yang mengerahkan energi semesta nya, semua senjata di tangan para pengawal,. bahkan senjata di tangan Raja Pagan.


Semua nya terlepas dari tangan mereka, melayang di udara dengan bagian mata senjata kini semuanya berputar arah menghadap kearah mereka dengan penuh ancaman.


Para pengawal langsung panik ketakutan mereka pada mundur mundur dengan wajah pucat.


Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,

__ADS_1


"Bersiaplah kalian semua nya, pergi temui leluhur kalian...!"


Sheva yang melihat hal ini buru-buru menerobos barisan pasukan pengawal, sambil berteriak,


"Kak Fei Yang tahan,..! ku mohon padamu..!"


Fei Yang yang mendengar teriakkan suara Sheva yang sedang bergerak maju.


Fei Yang menahan kekuatannya dan berkata,


"Sheva kamu cepat minggir dari sini,! ini bukan urusan mu,! mereka yang tidak memberi ku pilihan .!"


Sheva menggelengkan kepalanya,


Dia terus maju dan akhirnya berdiri ditengah-tengah dengan tangan terpentang dan berkata,


"Kak Fei Yang tunggu,..!"


"Jangan melukai siapapun..!"


"Semua bisa di bicarakan secara baik baik.."


Raja Vijaya yang baru saja tiba melihat situasi di tengah ruangan dia juga sangat kaget.


Dia sudah mendengar tentang kemampuan pangeran Xi Xia yang hebat, tapi dia tidak pernah menyangka akan seluar biasa, seperti yang dia saksikan hari ini.


Dia bukan orang bodoh, dia tahu bila bukan karena kehadiran Sheva di sana, hari ini di dalam ruangan itu, tidak akan ada yang bisa keluar dengan selamat.


Sheva menoleh kearah ayahnya dan berkata,


"Cepat serahkan petanya..!"


Raja Kyantha terlihat ragu dan agak gengsi, tapi dia juga tahu, hari ini tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mereka, bila Fei Yang benar malaksanakan niatnya.


Raja Vijaya yang maju menengahi, mengurangi gengsi kakak nya.


"Aku raja Vijaya dari Champa, anak muda kamu sudah menolong putri ku, untuk itu aku sangat berterimakasih.."


"Ini peta lokasinya ambillah, untuk menyelamatkan teman mu.."


ucap Raja Vijaya sambil melempar sebuah potongan kain kearah Fei Yang.


Fei mengibaskan tangannya peta itupun lenyap kedalam cincinnya.


Lagi lagi keajaiban yang Fei Yang tunjukkan membuat semua orang semakin ngeri dan segan dengan nya.


Raja Kyantha melihat aksi Raja Vijaya, dia terlihat semakin ragu.


"Suami ku, sebaiknya penuhi saja permintaannya, jangan keras kepala."


"Sikap mu bisa membahayakan nyawa semua orang yang hadir di sini ."


tegur istri raja Kyantha mengingatkan suaminya.

__ADS_1


Akhirnya raja Kyantha dengan wajah tak berdaya, sambil menahan kesal, dia melempar selembar gulungan kain lainnya kearah Fei Yang.


Fei Yang lagi lagi mengibaskan tangannya menyimpan peta itu kedalam cincinnya.


Fei Yang menarik kembali kekuatannya, semua senjata pun berjatuhan ke atas lantai menimbulkan suara berisik.


Setelah itu Fei Yang pun berkata,


"Sheva hutan larangan ada di sebelah mana ?"


Terus kearah selatan kak, kakak akan menemukan nya.."


ucap Sheva cepat.


Fei Yang memberi hormat kearah raja Vijaya dan Sheva, lalu berkata.


"Terimakasih Sheva,.. terimakasih Raja champa, maaf aku permisi dulu.."


Suaranya belum hilang, bayangan Fei Yang sudah tidak terlihat lagi di dalam ruangan tersebut.


Semua yang hadir sangat kaget, mereka amat bersyukur, tidak sampai terjadi bentrok dengan Fei Yang.


Kalau sampai terjadi, hari ini mereka semua akan tewas sia sia, di bawah hujanan senjata mereka sendiri.


Setelah Fei Yang pergi, para pengawal pun sibuk mengambil kembali senjata mereka masing-masing.


Sementara itu, Raja Kyantha mengajak Raja Vijaya dan putrinya pergi menuju ruangan tertutup, untuk membicarakan strategi arah langkah yang akan mereka ambil kedepannya.


Fei Yang sendiri sudah terbang jauh meninggalkan tempat itu, dia langsung menuju arah selatan sesuai petunjuk Sheva.


Fei Yang mendarat ringan di tepi sebuah hutan yang sepi, hutan itu sangat rimbun.


Hingga hampir tidak ada celahnya buat memasuki hutan itu.


Tapi Fei Yang tidak terlalu perduli dengan situasi di hadapannya.


Setelah memperhatikan kedua potong peta ditangannya.


Dia dengan tenang langsung berjalan masuk kedalam hutan.


Memasuki hutan yang lebat dan tidak pernah terjamah oleh manusia, Fei Yang bersikap hati hati dan waspada.


Semakin masuk kedalam hutan itu, keadaan semakin gelap, berbagai macam hewan buas mulai berseliweran di sekitarnya.


Tapi tidak ada satupun dari hewan hewan itu, yang berani keluar menganggunya.


Insting hewan liar mereka, sudah memberitahu, agar tidak mendekati mangsa seperti Fei Yang.


Fei Yang bisa menyaksikan ular ular yang sangat besar ukurannya, bergelantungan di dahan pohon pohon besar.


Lipan dan kalajengking serta kodok beracun di hutan itu, semuanya memiliki ukuran yang agak tidak normal.


Sarang Tawon yang berukuran sangat besar, juga banyak yang terlihat bergelantungan di atas dahan pohon.

__ADS_1


kawanan monyet melompat kesana kemari, sambil terus menatap tajam kearah Fei Yang, dari atas pohon.


Tapi selama hewan hewan itu tidak ada yang menganggunya, Fei Yang pun hanya sekedar melihat dan melewati mereka begitu saja.


__ADS_2