
Nan Thian akhirnya mulai bergeming di atas punggung Kim Kim, setelah Kim Kim cukup jauh meninggalkan tepi hutan Cang Lung Lin.
"Kakak kamu sudah sadar..?"
ucap Kim Kim sambil terbang meliuk.liuk di antara awan.
Nan Thian membuka matanya pelan pelan dan berkata,
"Kita di mana sekarang ?"
"Mendekati kota Chang An, kak.."
jawab Kim Kim cepat.
Dia tidak melontarkan godaan atau candaan, karena dia tahu apa yang sedang Nan Thian rasakan saat ini, mati lebih baik daripada hidup.
"Kim Kim mampirlah di Chang An sejenak, aku ingin mencari beberapa guci arak, untuk menemani ku.."
Kim Kim mengangguk paham, dia segera melakukan manuver, bergerak bebas terjun kebawah.
Hingga berjarak 5 tombak dari atas tanah, Kim Kim pun merubah dirinya kebentuk manusia.
Mendarat ringan diatas tanah, dengan tampilan seorang gadis muda berwajah imut dan cantik.
Nan Thian juga ikut mendarat ringan di atas tanah luas yang sepi.
Nan Thian membuang jubah luarnya, yang kotor penuh noda darah, berganti dengan pakaian baru.
Lalu tanpa banyak bicara, Nan Thian langsung melesat cepat kearah kota Chang An.
Di mana dari tempatnya mendarat, tembok kota Chang An yang panjang dan besar sudah bisa terlihat dengan jelas.
"Kakak tunggu..!"
teriak Kim Kim sambil bergerak cepat menyusul Nan Thian.
Sesaat mendekati pintu gerbang kota Chang An, Nan Thian dan Kim Kim baru menghentikan kecepatan pergerakan mereka.
Nan Thian dan Kim Kim terlihat melangkah santai, menghampiri antrian barisan penduduk, yang hendak memasuki kota tersebut.
Semua orang yang hendak memasuki kota tersebut harus melalui pemeriksaan ketat yang di lakukan oleh tentara Mongolia.
Hal ini karena hingga kini, sebagian besar daratan China masih menjadi wilayah kekuasaan dinasti Yuan dari Mongolia.
Kini Raja Mongolia, yang berkuasa adalah Raja Kubilai Khan, putra ketiga Pangeran Tolui, atau cucu dari Genghis Khan, pendiri kerajaan Mongolia.
__ADS_1
Kini daratan China, hanya bagian selatan yang terpecah belah menjadi 4 kekuatan, yaitu Ying Tian, saat ini adalah kota Nan Jing, wilayah tersebut di kuasai oleh Zhu Yuan Zhang, menantu Guo Zhi Sing.
Xu Zhou di kuasa oleh Zhang Shi Cheng.
Jiang Zhou di kuasai oleh Chen You Liang.
Mereka bertiga adalah pemberontak, anti dinasti Yuan.
Sisa di luar tiga daerah itu, masih menjadi kekuasaan dinasti Yuan, dengan Da Du sebagai pusat ibukota dinasti Yuan, saat ini adalah kota Beijing.
Nan Thian dan Kim Kim mengikuti barisan antrian panjang penduduk yang ingin masuk ke kota Chang An.
Dari jauh Nan Thian bisa melihat dengan jelas, bagaimana pemeriksaan yang di lakukan oleh prajurit prajurit Mongolia itu.
Bila mereka di berikan uang pelicin, maka semua akan menjadi lebih mudah.
Bila tidak ada uang pelicin, maka akan di lakukan pemeriksaan secara ketat.
Bila yang di periksa adalah pria, mereka akan di perlakukan dengan kasar di dorong dorong, dan di geledah.
Bila ditemukan membawa senjata tajam, atau sejenisnya, mereka akan langsung di giring ke pos untuk di interogasi lebih lanjut.
Bila tidak ditemukan apa apa, mereka akan di biarkan lewat, dengan cara di dorong dorong dengan cara kasar.
Bila yang diperiksa adalah wanita, bila tua dan jelek, itu tidak jadi masalah, mereka hanya diperiksa sebentar, setelah nya akan langsung di loloskan.
Tapi bila ada uang pelicin nya, tentu mereka tidak akan di perlakukan seperti itu.
Mereka akan di persilahkan lewat dengan mudah.
Bila dulu terjadi hal seperti ini di depan mata nya, bukan mustahil Nan Thian akan maju membela rakyat kecil.
Menghajar para penindas itu habis habisan.
Tapi saat ini Nan Thian sudah hambar dengan kehidupan, dia kini hanya punya satu keinginan.
Mengurangi masalah, mencari arak untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya, itu yang lebih penting.
Selain itu dia juga menyadari, akan percuma saja, bahkan bila dia membunuh seluruh penjaga itu.
Dia hanya akan menimbulkan masalah yang tiada habisnya bagi dirinya dan Kim Kim.
Sedangkan inti dari permasalahannya tetap akan ada, dan hal ini bukan cuma terjadi di sini saja.
Tapi hampir seluruh daratan China, jadi dia bisa apa terhadap penguasa saat ini.?
Kalaupun ingin menolong rakyat, dia harus pergi bergabung dengan kakak nya, itu baru benar.
__ADS_1
Berjuang bersama-sama dengan pemimpin yang sayang rakyat, untuk mengusir para penjajah itu.
Kemudian membentuk kerajaan dan dinasti baru.
Bila saat ini dia bertindak, dengan kemampuan nya saat ini, tentu bukan hal yang terlalu sulit.
Tapi efek setelah nya yang harus dia pertimbangkan, semisal setelah penjajah ini dia habisi semua hingga ke pimpinan nya,
Lalu siapa yang akan memimpin kerajaan yang baru, ? dia sendiri jelas tidak mungkin.
Dia tidak tahu cara mengurus kerajaan, mensejahterakan rakyat, dia juga, masih ingin hidup bebas, tidak mau terikat.
Bila dia tinggalkan begitu saja, kekosongan kekuasaan tentu akan menimbulkan perebutan kekuasaan.
Bila itu terjadi, dia bukan membantu rakyat, tapi dia malah menimbulkan perang berkepanjangan, yang akan membuat rakyat jatuh dalam kesengsaraan dan penderitaan yang tidak ada habisnya.
Dengan berbagai pertimbangan itu, Nan Thian, yang sedang tawar terhadap kehidupan memilih pura pura tidak melihatnya.
Bila itu tidak terlalu kelewatan, hingga terjadi langsung di depan matanya.
Dia lebih memilih tidak ikut campur sedikitpun, karena pertolongan bersifat individu, tidak akan memberikan kontribusi yang terlalu besar.
Sambil terus bergerak maju dan terus berpikir, tanpa terasa sudah tiba giliran Nan Thian dan Kim Kim maju untuk diperiksa, karena bersama Kim Kim, dia takut akan terjadi keributan.
Maka sebelum para prajurit itu memeriksa Kim Kim, Nan Thian sudah memberikan uang pelicin cukup besar.
Sehingga dia dan Kim Kim di sambut baik, di biarkan lewat tanpa di periksa.
Mereka berdua berhasil melewati pos pemeriksaan tanpa kendala.
Mereka langsung memasuki kota Chang An, yang ramai dan sangat hidup kotanya.
Nan Thian langsung melangkah menuju sebuah paviliun, yang bangunan nya sangat besar dan mewah.
Nan Thian yakin tempat itu pasti ada arak enak, tempat nyaman yang sedang di carinya.
Tapi saat dia dan Kim Kim tiba di dalam gedung mewah itu, di mana dirinya langsung di sambut oleh seorang mucikari dan sekumpulan wanita muda yang berpakaian tipis.
Nan Thian baru menyadari kekeliruannya, dia telah salah masuk tempat.
Karena sudah terlanjur masuk, Nan Thian pun tidak ingin keluar lagi.
Dia langsung mengeluarkan sekantung uang dan berkata ke mucikari di depan nya,
"Aku perlu tempat privasi yang nyaman tenang tidak ada gangguan.."
"Sediakan arak bagus dan makanan enak itu sudah cukup.."
__ADS_1