PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TERJEBAK


__ADS_3

"Ha,..ha..ha..!


Wu Hui Lao Jen tertawa gembira.


Lalu dia kembali melesat maju, sekali ini dia menerjang kearah Xue Lian.


Wu Hui Lao Jen menghilang dari posisinya, saat muncul lagi.


Dia sudah berada di hadapan Xue Lian.


Memberikan 5 tebasan beruntun,


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Xue Lian dengan gerakan tidak kalah cepat, menangkis dan membalas menusukkan pedang nya kearah Wu Hui Lao Jen.


"Wunggg..."


Pedang Xue Lian berputar bagaikan mata bor mengejar kearah dada Wu Hui Lao Jen.


Wu Hui Lao Jen kembali menghilang lalu muncul di belakang Xue Lian memberikan beberapa tebasan balasan.


"Wusss..!"


"Wusss..!"


"Wusss..!"


"Wusss..!"


"Trangggg...!


Tapi gerakannya terhenti, serangannya di gagalkan oleh tangkisan pedang Mestika Panca Warna Fei Yang.


"Singgg...!"


Fei Yang memberikan Tebasan Pedang Tanpa Keinginan, memaksa Wu Hui Lao Jen menangkisnya.


"Trangggg..!"


Wu Hui Lao Jen kembali terpental mundur oleh kekuatan tangkisan Fei Yang.


Saat dia terpental mundur, Xue Lian sudah menghilang dari tempatnya, menyambut Wu Hui Lao Jen dengan serangan pedang berulir nya melesat kesana kemari.


"Wusss..!"


"Wusss..!"


"Wusss..!"


"Singgg...!"


"Singgg...!"


"Singgg...!"


Wu Hui Lao Jen yang tidak menyangka akan di serang dengan tikaman mendadak yang berseliweran begitu cepatnya.


Tubuhnya mengalami belasan goresan tusukan pedang Xue Lian yang melesat kesana kemari.


Bukan hanya Xue Lian, Fei Yang juga menghilang dari posisinya, memberikan 3 tebasan pedang tanpa keinginan mencegah Wu Hui Lao Jen lepas dari kepungan.


"Wusss..!

__ADS_1


"Wusss..!


"Wusss..!


"Singgg..!"


"Singgg..!"


"Singgg..!"


Tubuh Wu Hui Lao Jen yang menjadi bulan bulan serangan pasangan yang bergerak dengan sangat cepat dan kompak itu.


Terlihat terpental kesana kemari, lalu terpental menabrak lautan di bawahnya.


"Byuuur...!"


Tubuh Wu Hui Lao Jen tenggelam kedasar lautan.


Tapi Fei Yang dan Xue Lian tidak mau melepaskan musuhnya begitu saja


Mereka berdua menyusul masuk kedalam lautan.


"Wusss,...!"


"Wusss,...!"


"Singgg,...!"


Singgg,...!"


Di dalam lautan dari dua arah mereka masing masing yang sudah membaca arah gerak Wu Hui Lao Jen.


Mereka melepaskan jurus tebasan pamungkas jurus keempat Tebasan Pedang Tanpa Nama.


"Singgg...!"


"Singgg...!"


Meski terlihat terpental kesana kemari, tapi dia terlihat baik baik saja.


Hanya bajunya saja yang compang camping, tapi keadaan nya terlihat baik baik saja.


Sisik hitam di tubuhnya melindunginya dengan cukup baik, tapi meski dia kebal.


Tapi goresan pedang bertubi tubi ditubuhnya itu, cukup menyakitinya.


Dua tebasan pedang terakhir yang di lancarkan oleh Fei Yang dan Xue Lian di bawah laut.


Membuat air laut yang di lewati kedua tebasan itu terbelah.


Wu Hui Lao Jen tidak berani berayal, dia memutar goloknya menjadi arus pusaran mengelilingi seluruh tubuhnya.


Untuk menyambut dan menangkis, kedua serangan yang datang tersebut.


"Duaarrr...!"


"Duaarrr...!"


Kali ini serangan Fei Yang dan Xue Lian berhasil di redam oleh arus pusaran golok Wu Hui Lao Jen.


Lautan yang menjadi tempat mereka bertarung dibawah sana.


Saat terjadi pertemuan benturan dahsyat di bawah sana, di permukaan air terlihat membentuk sebuah gelembung raksasa.


Kemudian meledak membuat gelombang laut besar menerjang kesegala arah bagaikan gelombang Tsunami dahsyat.


Seiring dengan ledakan dahsyat tersebut, tubuh Wu Hui Lao Jen terbang keluar dari dalam air.


Sambil membawa pusaran air yang mengelilingi seluruh tubuhnya naik ke udara.


Fei Yang dan Xue Lian dari dua arah juga menyusul terbang keangkasa.

__ADS_1


Kemudian mereka dari dua sisi berusaha menerobos pusaran air dan Golok Naga Hijau yang menutupi seluruh tubuh Wu Hui Lao Jen.


Baik Fei Yang dan Xue Lian tubuhnya mengikuti putaran pedang mereka meluncur menerobos masuk kedalam pusaran air.


Saat tertahan oleh perisai pelindung golok naga hijau.


Fei Yang dan Xue Lian menambah tenaga putaran dan dorongan.


Sambil melepaskan pedang di tangan mereka masing-masing untuk menembus pusaran Golok Naga Hijau.


Pedang mereka akhir berhasil menembus pusaran pedang Mestika Panca Warna berhasil menebas putus leher Wu Hui Lao Jen.


Sedangkan pedang Xue Lian menebas putus pinggang Wu Hui Lao Jen.


Pedang Mestika Panca Warna berpindah ketangan Xue Lian, sedangkan pedang Xuan Yuan berpindah ketangan Fei Yang.


Mereka berdua saling tersenyum gembira melihat hasil kerja sama mereka berhasil menahlukkan Wu Hui Lao Jen.


Tapi senyum mengembang mereka hanya sebentar, karena dengan ajaibnya.


Tubuh Wu Hui Lao Jen yang terpotong menyambung kembali, lalu dia melepaskan ledakan hawa golok naga hijau nya, menyebar kesegala arah.


Tubuh Wu Hui Lao Jen yang menyatu kembali, memanfaatkan situasi kaget Fei Yang dan Xue Lian yang sedang terpental kebelakang menyambut kedatangan energi Golok Naga Hijau nya.


Dia melesat cepat menerjang kearah Xue Lian berubah menjadi 8 bayangan mengepungnya dari delapan arah dengan memberikan 80 tebasan beruntun keseluruh tubuh Xue Lian.


Belum puas dengan itu dia masih menambahkan dengan tebakan laser hijau dari 8 penjuru.


Lalu menyemburkan Api hitam beracun mengurung seluruh area pertarungan dirinya dengan Xue Lian mencegah Fei Yang yang sedang terpental tidak bisa mendekat.


Tidak di beri peluang untuk bisa datang memberikan pertolongan.


Benar saja Fei Yang sambil menangkis dan mundur kebelakang, dia terbelalak pucat melihat istrinya dalam keadaan sangat berbahaya.


Terkurung rapat oleh uap racun api hitam.


Di dalam kabut racun api hitam, terlihat Xue Lian mati matian sedang berusaha memutar pedang Mestika Panca Warna mengelilingi seluruh tubuhnya.


Untuk menangkis tebasan golok yang datang dari 8 arah dan serangan laser hijau.


Xue Lian juga membentuk puluhan bayangan untuk mengecoh serangan delapan arah dan serangan laser hijau.


Xue Lian memanfaatkan bayangan ilusinya untuk mengecoh Wu Hui Lao Jen, dia berusaha meloloskan diri keluar dari dalam kabut asap hitam pekat tersebut.


Wu Hui Lao Jen, yang bisa membaca siasat Xue Lian dia pura pura tidak tahu dan terus mengikuti permainan Xue Lian.


Di tempat lain di pinggir danau pelangi, terlihat seorang gadis cantik berpakaian hijau muda.


Dia baru saja mendarat ringan di tepi danau.


Dia mengedarkan pandangannya melihat kesegala arah seperti sedang mencari cari sesuatu.


Begitu melihat sepasang rajawali emas dan sebuah portal cahaya di tengah danau.


Dengan wajah sedikit cemas, dia mengeluarkan pedang pelanginya di tangan kanan.


Lalu dia terbang menyusul masuk ke dalam portal cahaya.


Tepat saat dia tiba di dalam alam dimensi, dia melihat Fei Yang sedang tertahan oleh ledakan energi golok hijau.


Sedangkan Xue Lian sepertinya sedang dalam kesulitan besar, terkurung kabut asap hitam.


Dia segera melesat pergi memberikan bantuan ke Xue Lian.


Di saat bersamaan Xue Lian yang baru saja berhasil terbang keluar dari balik kabut hitam.


Dia tidak menyangka Wu Hui Lao Jen justru sedang menanti di belakangnya.


Sebelum Xue Lian sempat bergerak menghindar, Wu Hui Lao Jen tepat menusukkan goloknya kearah punggung Xue Lian.


"Ahhhhh...!"

__ADS_1


__ADS_2