PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BIKSU KE 9 SEMUA BUDDHA KEMBALI KE ASAL


__ADS_3

Dari arah dadanya muncul sebatang golok emas bermata tumpul, sinar golok itu membentuk sesosok bayangan Buddha Sakyamuni yang terbang menempati posisi barat.


Lalu bayangan Buddha itu melepaskan sepasang telapak tangan nya yang menghasilkan dua cahaya keemasan berbentuk telapak tangan raksasa menghantam kearah Fei Yang.


"Dharma Budha tiada Tara...!!"


teriak biksu ke 6 sambil melepaskan serangan nya.


Saat serangan itu di lepaskan, Lautan terbelah, dasar lautan merekah, langit bergetar hebat.


Fei Yang yang menyadari kuatnya serangan yang datang mendadak itu.


Dia membelokkan arahnya pergi menyambut serangan biksu ke 6, sedangkan biksu kelima dengan pedang Sarira di sambut oleh Xue Lian.


"Trangggg,..!"


Benturan keras terjadi, menimbulkan bunga api berpijar.


Pedang batu Sarita terpental balik kembali ketubuh biksu kelima.


Serangan pedang tanpa wujud Xue Lian akhirnya tertahan oleh Genta emas pelindung tenaga gabungan ke 5 orang itu.


Pedang tanpa wujud yang mengeluarkan 5 cahaya berputar seperti mata bor, mencoba merusak pertahanan Genta emas.


"Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"


Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"


Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"


Cringgg..! Cringgg..! Cringgg..!"


Perlahan lahan Genta emas mulai bergetar goyah dan mulai muncul retakan tipis dimana mana.


Suara dengung keras mulai terdengar memenuhi sekitar tempat tersebut.


Di tempat lain Fei Yang dengan pedang 6 cahaya nya, melesat membelah kekuatan tapak.


Fei Yang menembus pusat tapak terus meluncur menuju ke arah biksu ke 6


Tapak raksasa yang berkekuatan dahsyat tidak mampu menahan ketajaman cahaya kebajikan.


Tapak raksasa terbelah, pedang 6 cahaya terus meluncur kearah biksu ke 6


Biksu ke 6 melepaskan golok emasnya, untuk menyambut kedatangan Fei Yang.


"Trangggg,..!"


Terjadi benturan keras, bunga api berpijar.


Disusul dengan tubuh biksu ke 6 dan golok emas terpental kebelakang secara bersamaan.


Fei Yang yang membentuk pedang 6 cahaya masih terus meluncur mengincar biksu ke 6 yang sedang terpental bersama senjata buddha nya.


Melihat saudara ke 6 nya dalam bahaya, biksu ke 7 tidak bisa tinggal diam.


Biksu ke tujuh mengeluarkan sebatang pedang yang mengeluarkan cahaya cakrawala menerangi segala penjuru.


Cahaya itu kemudian membentuk sesosok Budha Sakyamuni yang sedang mendorongkan telapak tangan terbuka kearah Fei Yang

__ADS_1


Lima berkas sinar keemasan melesat menyambar kearah Fei Yang.


"Budhha turun dari surga barat menerangi dunia...!!"


teriak biksu ke 7 sambil melepaskan serangan nya.


Di tempat lain, biksu ke 8 yang melihat bahaya menimpa ke 5 saudaranya, yang sedang berusaha bertahan dari serangan Xue Lian.


Biksu ke delapan yang memegang sebatang pedang biru, yang mengeluarkan aura dingin mencekam.


Aura dingin itu membentuk membentuk sebuah bayangan Buddha Sakyamuni, yang terlihat sedang melayang turun dari langit sebelah barat.


Lalu meluncur deras kebawah, dengan sepasang telapak tangan terbuka menghantam kearah Xue Lian


"Kesaktian Budha tiada Tara..!!"


teriak biksu ke 8 sambil melepaskan serangan ke Xue Lian.


Fei Yang di tempat lain yang khawatir dengan keselamatan istrinya harus menyambut serangan dahsyat biksu ke 8.


Fei Yang merubah arah menyerang titik lemah menjadi bertahan, dengan menggunakan tenaga alam semesta tanpa batas.


Fei Yang sengaja menyambut salah satu sinar cahaya emas dari lima jari Buddha Sakyamuni.


"Bangggg,..!"


Benturan keras itu membuat tubuh Fei Yang terpental kebelakang, bagaikan layang layang putus.


Sekilas kelihatannya seperti itu, padahal sebenarnya, Fei Yang memanfaatkan tenaga pentalkan itu.


Agar dirinya bisa terbang secepatnya kearah biksu ke 8 untuk menghadang serangannya yang di tujukan ke Xue Lian.


teriak Fei Yang mengingatkan Xue Lian.


Xue Lian langsung menghilang dari posisinya yang hampir menghancurkan perisai pelindung Genta emas.


Xue Lian muncul melayang di udara di ketinggian sana.


Posisinya di gantikan oleh Fei Yang yang sedang mengerahkan kekuatan 6 cahaya kebajikan.


Di mana terlihat dari seluruh tubuh Fei Yang memancarkan kekuatan 6 cahaya yang dahsyat.


Sepasang tangannya yang diselimuti oleh 6 cahaya, sedang bersiap menerima hantaman, sepasang telapak tangan biksu ke 8, yang sedang meluncur dari atas kebawah.


Laut dan dasar laut di bawah Fei Yang, sudah merekah lebar, tidak kuat menghadapi daya tekan biksu ke 8 yang sedang meluncur turun dengan jurus ke 8 "Kesaktian Budha tiada Tara..!!"


Sebaliknya dari bagian atas langit di belakang Biksu ke 8, yang sedang meluncur turun kebawah.


Juga terlihat terbelah dua langitnya, menampilkan ruang galaksi yang hitam dan gelap gulita, tanpa cahaya.


"Blaarrr....!!"


Ledakan dahsyat terjadi, saat dua tenaga raksasa saling berbenturan di udara.


Bias ledakan membentuk cincin besar membias kesegala penjuru.


Lautan dan dasar laut yang merekah semakin lebar, begitu pula dengan kondisi langit yang terbelah juga semakin lebar.


"Duaakkkk,..!!"

__ADS_1


Benturan kedua kembali terjadi saat sepasang telapak tangan Fei Yang dan biksu ke 8 bertemu diudara.


"Boooom...! Boooom...! Boooom..!"


"Boooom...! Boooom...! Boooom..!"


"Boooom...! Boooom...! Boooom..!"


"Boooom...! Boooom...! Boooom..!"


Terjadi ledakan dahsyat di sekeliling tempat pertemuan sepasang telapak tangan Fei Yang dan biksu ke 8


Fei Yang menarik sedikit telapak tangannya, lalu menusuk telapak tangan biksu kedelapan, dengan telapak tangannya.


Kemudian kembali menghentakkan telapak tangannya mendorong telapak tangan biksu ke 8.


Biksu kedelapan terpental kebelakang Bagaikan layang layang putus.


Mulutnya menyemburkan darah segar, dia terluka cukup parah organ dalam nya.


Untungnya pedang biru di dalam tubuhnya langsung bereaksi, melindungi, sekaligus memulihkan kondisinya.


Sehingga jiwa biksu ke 8 masih bisa tertolong, tidak butuh waktu lama keadaannya sudah kembali pulih seperti sedia kala.


Adalah setelah biksu ke 8 terpental, biksu ke 9 lah yang muncul menggantikan posisinya.


Tapi sebelum biksu ke 9 sempat menyerang.


Xue Lian sudah muncul di samping Fei Yang dan berkata pelan,


"Kakak Yang, gimana keadaan mu ?"


Sambil tersenyum Fei Yang berkata,


"Masih lebih baik dari keadaan terakhir saat melawan Li Yuan Ba.."


Mendengar jawaban nakal suaminya, Xue Lian pun berusaha menahan senyum.


Di atas sana Biksu ke 9, Biksu terakhir yang memegang sebatang golok Api ditangannya.


Dia berkata,


"Anak muda kemampuan mu sungguh sulit di tebak.."


"Kemungkinan besar kita akan bertemu di jurus ke 10 tapak Buddha, yang hampir tidak pernah kami mainkan.."


Bersiaplah untuk menerima jurus ke 9 ku.


"Semua Buddha kembali keasal,...!!"


teriak biksu ke 9 sambil menyerang Fei Yang dengan seluruh kekuatannya.


Sesosok Buddha Sakyamuni yang terbentuk dari cahaya kemerahan, muncul di belakang nya.


Lalu dia melesat ke arah Fei Yang dengan sepasang telapak tangan terbuka menyerang Fei Yang dari atas kebawah.


Sebelum serangan nya tiba, daya telannya sudah begitu besar.


Lautan di bawah Fei Yang terbelah, dasar laut juga merekah semakin besar.

__ADS_1


__ADS_2