PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PENJELASAN PENAWAR RACUN UNGU


__ADS_3

Kondisi dirinya saat ini, berbeda jauh dengan Fei Yang, dia bila memaksakan diri, dia hanya akan menjadi beban buat Fei Yang.


Apalagi dengan kondisi matanya yang seperti ini, adalah mustahil, dia bisa ikut berpetualang bersama Fei Yang, kehadiran nya bukan membantu.


Justru hanya akan mendatangkan berbagai kerepotan buat Fei Yang, di kemudian hari.


Menyadari hal ini, Hong Yi hanya bisa menundukkan kepalanya dengan sedih, tidak bisa membantah keputusan yang diambil Fei Yang.


Fei Yang tahu Hong Yi sepertinya sangat keberatan berpisah dengan nya.


Sambil menyentuh tangan Hong Yi, Fei Yang berkata,


"Kakak Yi jangan begini, kita masih punya waktu beberapa hari untuk menempuh perjalanan bersama."


"Aku akan temani kakak Yi, tabib Hua dan Lung er hingga kita tiba kembali ke Puncak Xuan Wu.."


"Di sana kalian bisa bersembunyi dengan aman, tanpa perlu khawatir dengan gangguan dari pihak Hei Mo Pang.."


Hong Yi mengangguk, kemudian sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum, dia berkata.


"Adik Yang tidak perlu khawatir, biar aku yang melindungi Tabib Hua dan Lung er, untuk kembali ke puncak Xuan Wu.."


"Jadi adik Yang tidak perlu bolak balik mengantar kami.."


Fei Yang memegang tangan Hong Yi dengan lembut dan berkata,


"Tidak,.. aku juga tidak sedang buru buru, mari kita tempuh perjalanan bersama saja.."


"Sebelum melihat kalian berada di tempat aman, hati ku tidak bisa tenang.. jadi ku mohon, biarkan aku mengantar kalian kembali ke puncak Xuan Wu, ok ?"


Hong Yi yang melihat tatapan permohonan tulus dari Fei Yang, dia tidak mampu menolaknya.


Akhirnya dia menganggukkan kepalanya.


Melihat anggukan kepala Hong Yi, Fei Yang pun tersenyum gembira.


"Kakak Yi, aku janji setelah masalah ku beres, aku pasti akan segera kembali menemui mu.."


ucap Fei Yang menatap Hong Yi dengan serius.


Hong Yi menarik kembali tangannya dari genggaman tangan Fei Yang, hatinya bergemuruh hebat oleh sikap dan janji Fei Yang.


Wajahnya menjadi merah, karena malu, sambil mengigit bibir bawahnya, Hong Yi membalikkan badannya, lalu berkata,


"Baiklah adik Yang, kamu teruskan saja makannya, kakak mau pergi bersiap-siap dulu, sebelum kita berangkat ke Puncak Xuan Wu.."


Untuk menutupi rasa malu dan groginya, Hong Yi langsung berlari kecil meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Fei Yang sendiri tidak menyadari perubahan sikap Hong Yi, dia hanya berpikir Hong Yi benar benar ingin pergi bersiap-siap sebelum mereka berangkat.


Berbeda dengan Fei Yang, tabib Hua yang lebih berpengalaman.


Dia bisa menangkap perubahan sikap Hong Yi, yang terlihat jelas menunjukkan Hong Yi menaruh perasaan dan harapan besar pada Fei Yang.


Fei Yang kini baru menoleh kearah tabib Hua dan berkata,


"Tabib Hua, demi keamanan tabib Hua dan Lung er, sebaiknya tabib Hua ikut dengan kami ke puncak Xuan Wu.."


"Di sana ada tempat rahasia, yang jauh lebih tenang dan aman ketimbang tempat ini.."


"Selain itu, di sana Lung er juga bisa belajar ilmu beladiri dari Hong Yi.."


ucap Fei Yang sambil menunggu pendapat dari Tabib Hua.


Tabib Hua tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, lalu berkata.


"Kami percaya padamu nak, kamu atur saja gimana baiknya, kami pasti akan mengikutinya ."


Fei Yang mengangguk senang dan berkata,


"Kalau begitu setelah makan tabib Hua dan Lung er bersiap siap lah, kita akan menempuh perjalanan kurang lebih 3 hari, untuk bisa tiba ditempat tujuan.."


Tabib Hua mengangguk, lalu dia berkata,


Fei Yang menatap tabib Hua dan berkata,


"Katakan saja tabib Hua tidak apa-apa, Fei Yang siap mendengarkannya.."


Tabib Hua menghela nafas panjang, kemudian berkata,


"Nak Fei Yang kamu masih muda tampan, memiliki kemampuan tinggi dan sangat baik penuh perhatian.."


"Tapi yang tua ini akan memberimu satu nasehat, berhati hatilah dalam menunjukkan sikap baik dan perhatian mu kepada para gadis di sekitar mu.."


"Bila kamu tidak punya perasaan kepada mereka, batasi sikap mu atau kamu kelak bisa menyakiti hati dan perasaan mereka.."


Fei Yang menatap kearah Tabib Hua dengan bingung dan tidak begitu mengerti.


Melihat sikap Fei Yang tabib Hua tersenyum sabar dan berkata,


"Saat ini kamu belum mengerti tidak apa-apa, kelak kamu akan mengerti sendiri.."


"Yang penting kamu harus selalu ingat pesan ku hari ini, agar kelak tidak perlu menimbulkan kesulitan yang tidak perlu.."


Fei Yang menganggukkan kepalanya, meski dia belum begitu mengerti.

__ADS_1


Di dalam pikiran Fei Yang terus bertanya-tanya, bagaimana mungkin bersikap baik pada seseorang, malah bisa menyakiti hati dan perasaan orang itu.


Semakin di pikir, dia malah semakin bingung.


Akhirnya dia memutuskan tidak perlu memikirkan nya terlalu jauh


Saat ini yang penting adalah bagaimana caranya, agar bisa segera menemukan obat penawar untuk menyembuhkan penglihatan Hong Yi.


berpikir begitu Fei Yang pun menatap Tabib Hua dan berkata,


"Tabib Hua mengenai penawar racun.."


Tabib Hua tersenyum sabar dan berkata,


"Aku tahu kamu masih penasaran, baiklah begini Fei Yang."


"Ular mas itu hidup di Takelamagan sha mo, anti racun dari ular mas itu adalah daging dari katak mas yang merupakan pemangsa ular itu.."


"Tapi selain katak ini sangat sulit di temukan, katak ini juga sangat beracun, racunnya bahkan 10 kali lipat, lebih mengerikan dari racun ular mas.."


"Takelamagan Sha Mo terletak di mana tabib Hua ?"


tanya Fei Yang bingung, karena ini adalah nama tempat yang baru pertama kali dia dengar.


"Letaknya berada di antara pegunungan Kun Lun dan Thian San, masih termasuk wilayah kekuasaan kerajaan Xi Xia.."


ucap tabib Hua menjelaskan.


Mendengar di sebut nya Xi Xia, Fei Yang semakin tertarik untuk segera pergi kesana.


Dia ingin sekalian mengunjungi kedua orang tua nya, sekaligus mencari tahu tentang keadaan kedua orang tua nya saat ini, bila ada kesempatan.


Selain itu Fei Yang tiba-tiba juga teringat dengan gadis kecil mungil, bernama Li Sian Sian.


Teman mainnya sejak kecil, cucu dari perdana menteri Li Cing.


Teringat gadis cengeng yang suka menangis itu, Fei Yang pun tersenyum sendiri.


Tabib Hua memandang Fei Yang dengan heran dan berkata,


"Nak Fei Yang, apa yang sedang kamu pikirkan ? mengapa tersenyum sendiri ?"


Mendengar pertanyaan Tabib Hua, Fei Yang pun tersadar dari lamunannya, dan buru buru berkata,


"Lalu bagaimana dengan racun kalajengking biru ? di mana letak gurun Gobi itu..?"


Tabib Hua menggelengkan kepalanya menanggapi sikap Fei Yang yang aneh, lalu berkata.

__ADS_1


"Anti racun dari kalajengking biru adalah empedu dari ular Derik perak.."


__ADS_2