
Aura hijau memenuhi sekitar arena pertempuran.
Samar samar di belakang pemuda itu muncul bayangan seekor Naga Siluman, sedang menatap tajam kearah Raja Iblis Asura.
Pedang Naga Siluman terus bergetar hebat, seolah olah tidak sabar ingin mengejar kearah Raja Iblis Asura.
Lu Fan merasakan energi tanpa batas dari pedang itu terus mengalir masuk kedalam tubuhnya.
Perlahan-lahan tubuhnya mulai muncul sisik naga, kepalanya juga muncul tanduk, sepasang matanya mencorong tajam bagaikan lampu senter hijau yang terang.
Alam sekitar mulai berguncang hebat, cuaca berubah redup.
Langit terbuka lebar menampilkan kegelapan dan cahaya galaxi, dunia lain yang penuh misteri.
Raja Iblis Asura tersenyum tenang dan berkata,
"Semakin menarik, kelihatannya kamu ini mahluk campuran yang sangat kuat.."
"Bagus kemarilah..!"
ucap Raja iblis Asura sambil terus menarik hawa inti neraka dan kegelapan alam semesta memenuhi seluruh tubuhnya.
Bayangan iblis yang muncul di belakangnya kini semakin jelas.
Iblis itu tersenyum mengejek menatap Wu Song dan Lu Fan.
Dia terlihat begitu meremehkan lawan di hadapannya.
Bagi nya mereka terlihat seperti dua ekor semut yang tidak berarti sama sekali.
Lu Fan mulai memainkan jurus pertama hingga jurus ke 9 lalu satu bayangan tubuhnya kembali menyatu.
Lalu dia melepaskan tebasan pedangnya, yang memunculkan Siluman Naga Semesta menerjang ganas dengan raungan, yang mengguncang alam semesta.
Sedangkan Wu Song dengan datangnya bala bantuan dari Lu Fan.
Dia bisa berkonsentrasi dengan sulingnya, untuk mengunci dan melemahkan kekuatan Raja Iblis Asura.
Selain itu Wu Song juga membentuk sebuah kubah emas raksasa, untuk melindungi efek kerusakan alam sekitar, akibat pertarungan tersebut.
Iblis Asura tersenyum dingin menanggapi dua serangan lawannya, yang satu berusaha ingin mengontrol kekuatannya.
Sedangkan yang satu lagi menerjang dengan kekuatan dahsyat.
Iblis Asura melepaskan auranya, menahan suara irama suling Wu Song.
Setelah itu dia baru mendorong goloknya terbang kedepan, untuk menyambut kedatangan bayangan Naga Siluman Semesta.
"Blaarrrr...!"
Terjadi ledakan dahsyat yang menghancurkan sekitar lembah, tapi karena terlindung oleh kubah emas Wu Song.
Kerusakan tidak meluas, hanya memporak porandakan bagian dalam kubah saja.
Naga Siluman Semesta sirna tak berbekas, kalah kuat oleh energi yang terpancar dari golok darah.
Golok Darah setelah memusnahkan Naga Siluman Semesta, dia langsung membelah diri menjadi ratusan Golok Darah.
__ADS_1
Melesat menerjang kearah Lu Fan sebagian, sebagian lagi menerjang ke arah Wu Song.
Lu Fan menyambutnya sambil tertawa dan berkata,
"Terimakasih kamu sudah mengirim benda benda ini, membantu menggaruk garuk badan ku yang gatal.."
"Trangggg,..! Tringgg..!"
"Trangggg,..! Tringgg..!"
"Trangggg,..! Tringgg..!"
"Trangggg,..! Tringgg..!"
Benar saja puluhan golok darah, yang menyambar ke tubuh Lu Fan, seperti bertemu benda logam.
Lu Fan tetap terlihat baik baik saja, dengan satu hentakan cahaya emas hancurlah seluruh golok darah.
Sedangkan serangan kearah Wu Song, tertahan oleh kabut warna warni tipis, yang menyelimuti seluruh tubuh Wu Song.
Perlahan-lahan golok golok itu terserap habis kedalam cahaya warna warni kemudian lenyap tak berbekas.
Raja iblis mengangguk dan berkata "bagus...."
"Coba ini..!"
Kini dia melepaskan dua bola merah raksasa, menerjang kearah Lu Fan dan Wu Song.
Daya tekan kedua bola itu sangat besar, semua area yang di lewatinya meledak hancur berantakan.
Sedangkan Wu Song menebaskan sebuah cahaya warna warni melesat menyambut serangan yang datang.
Setelah melepaskan serangan, Wu Song kembali fokus dengan irama sulingnya.
Untuk membantu menekan bola darah dan menekan Raja Iblis Asura yang sedang mengontrol kedua bola darah itu dari jarak jauh.
Naga Siluman Semesta menentang mulutnya lebar lebar, menelan bola darah yang datang.
Setelah menelan bola darah meliuk liuk di angkasa, lalu dia memuntahkan kembali bola darah di sertai semburan api hijau.
Menerjang ganas kearah Iblis Asura.
Raja Iblis Asura dengan gerakan santai dan tenang, dia kembali melepaskan golok darah terbang menyambut terjangan Naga Siluman Semesta.
Ini adalah jurus ke 12 Naga semesta menelan alam semesta, sekali ini tidak semudah itu golok darah menebas hancur Naga Siluman Semesta yang memilki kekuatan sangat mengerikan.
Energi golok yang menghampirinya semua dia lahap hingga tanpa.
Raja Iblis Asura sendiri, yang sedang tertekan oleh irama suling Wu Song.
Dia kehilangan hampir setengah dari kekuatan sejati nya.
Sehingga dia kesulitan mempertahankan golok darah saat di hancurkan oleh Naga Siluman Semesta
Naga Siluman Semesta yang tidak berhasil di hancurkan, dia terus melesat menerkam kearah Raja Iblis Asura.
Sekali in yang maju adalah Iblis di belakang Raja Iblis Asura.
__ADS_1
Bayangan raksasa itu maju menyambut menangkap moncong atas bawah Naga Raksasa tersebut.
Dia terus berusaha mencoba merobek moncongnya.
Naga Siluman Semesta berulang kali menyemburkan api hijau kearah Iblis raksasa.
Tapi Iblis itu tidak terpengaruh, begitupula dengan lilitan kuat cakar cakar dari Naga Siluman Semesta yang berusaha menghancurkan tubuhnya.
Raksasa iblis itu seolah olah tidak terpengaruh, dengan senyum mengejek penuh kemenangan.
Dia membanting dan membenamkan kepala Naga Raksasa keatas tanah.
Dengan satu kaki menahan rahang bawah, dua tangan lain berusaha menarik rahang atas.
Akhirnya Naga Siluman Semesta yang perkasa, berhasil di hancurkan oleh iblis Asura, yang memilki kekuatan jauh lebih dahsyat, dan umur yang bahkan jauh lebih tua dari bumi sebelum tercipta.
Dia ingin pergi menangkap Lu Fan yang baru saja kehilangan kendali atas energi Naga Siluman Semesta.
Tapi di tengah jalan, dia terpaksa, menarik kembali tangannya yang sudah terulur kedepan.
Iblis raksasa terhuyung-huyung mundur sambil memegangi kepalanya yang kesakitan seolah mau meledak.
Saat irama suling Wu Song berubah menjadi irama rapalan mantra, yang di dapatnya dari Yu Se Thian Cun.
Sambil mengeluarkan suara raungan keras menggetarkan sekitar, iblis Raksasa membanting diri keatas tanah.
"Boooom..!"
Lalu dia terlihat bergulingan kesana kemari menahan rasa nyeri di kepalanya.
Raja Iblis Asura di sana, juga tidak terlepas dari pola tingkah laku iblis raksasa nya.
Dia juga terlihat membanting diri dan membenturkan kepalanya, secara berulang ulang keatas tanah.
Sambil berteriak kesakitan memegangi kepalanya.
Beberapa kali dia terlihat ingin melancarkan serangannya kearah Wu Song, tapi dia selalu menariknya kembali dengan terpaksa.
Karena rasa sakit luar biasa, membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatan nya..
"Arggghhh...!!!"
"Keparat,..sakit sekali...!"
"Boooom..!"
Raja Iblis Asura kembali membanting tubuhnya, hingga melesak kedalam tanah.
Dia terbaring tergeletak di dalam tanah tak bergerak.
Bayangan iblis raksasa mulai memudar, perlahan lahan menghilang.
"Sekarang Fan er..!!"
teriak Wu Song ke Lu Fan.
Lu Fan mengangguk, dia mengeluarkan pedang cahaya nya.
__ADS_1