PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MELOMPAT KE JURANG


__ADS_3

"Kalian berdua tenanglah, serahkan saja pada ayah, yang mengurusnya.."


ucap mencegah anak dan mantunya bergerak sembarangan.


Pertama mereka bukan lawan Nan Thian, kedua mereka sedang panik dan khawatir.


Bila mereka tidak di cegah akan semakin mengacaukan situasi.


"Anak muda ucapan mu barusan sangat masuk akal."


Tapi bagaimana pun, semalam adalah kamu yang muncul di kediaman ku secara mencurigakan.."


"Sehingga dalam hal ini, kamu tidak bisa aku biarkan pergi begitu saja, sebelum cucu ku berhasil di temukan.."


"Atau setidaknya katakanlah di mana komplotan mu yang menculik cucu ku itu..?"


"Bila kamu bekerjasama dengan baik, aku akan jamin keselamatan dan kebebasan mu.."


ucap kakek itu berusaha bersikap sesabar mungkin


Padahal pikirannya juga sedang kusut dan cemas, memikirkan nasib kesayangan nya.


Sebagai seorang anak gadis, bila sesuatu terjadi, akan hancur dan rusaklah masa depannya nanti.


Makanya sebagai orang tua mereka bertiga terlihat sangat cemas.


Nan Thian tahu, saat ini mau bicara apapun akan percuma, mereka bertiga pasti tidak akan percaya padanya.


Sambil menghela nafas panjang, Nan Thian yang kehabisan akal berkata,


"Baiklah aku akan tinggal dan membantu senior, paman dan bibi menemukan nya."


"Aku minta waktu 3 hari, bila dalam 3 hari aku tidak berhasil, aku siap menerima segala


konsekwensinya.."


ucap Nan Thian serba salah.


Nan Thian berpikir, bila saat ini dia berkeras.


Tentu hanya akan mendatangkan keributan, yang memikul dosa orang lain.


Taruhlah dia menang sekalipun dalam keributan tersebut, itu hanya akan menimbulkan dendam dan permusuhan baru dengan keluarga Chu.


Hal ini tidak ada untungnya sama sekali buat dirinya, yang senang adalah si pelaku, dia bisa berkeliaran bebas karena ada yang membantunya menanggung masalah.


Hal ini terlalu enak buat si pelaku tak bertanggung jawab itu.


Bagaimana pun caranya Nan Thian harus membuktikan dirinya tak bersalah.


Menemukan si pelaku secepatnya, itu adalah yang terbaik yang bisa dia lakukan.


"Anak muda sebelum aku menyetujui nya, katakan dulu, siapa nama mu,? darimana asal mu ? dan ada tujuan apa kamu datang ke Lan Zhou..?"


Nan Thian mengangguk dan berkata,


"Aku berasal dari Xu San, murid Qing Hai Pai, guru ku Pai Wang, namaku adalah Yue Nan Thian..."


"Aku hanya kebetulan lewat kota ini, tujuan ku sebenarnya adalah ingin mengunjungi puncak Hoa San.."

__ADS_1


ucap Nan Thian polos jujur apa adanya.


kakek Chu mengangguk dan berkata,


Baiklah,.. aku menyetujui mu."


"Aku akan berikan waktu 3 hari pada mu, segeralah temukan cucu ku.."


"Setelah itu kamu boleh bebas pergi dari sini.."


"Bila berhasil membawa kembali cucuku dan pelakunya untuk ku."


"Aku Chu Eng Lai bersumpah, kelak apapun permintaan mu, aku pasti akan memenuhinya.."


"Permisi.."


ucap kakek itu sambil memberi hormat kearah Nan Thian.


Lalu membalikkan badannya hendak meninggalkan tempat tersebut.


Suami istri itu, hanya bisa saling pandang.


Meski kurang puas dengan keputusan kakek Chu, tapi mereka tidak berani banyak bicara atau membantah.


Mereka hanya bisa bisa mengikuti kakek itu berjalan meninggalkan tempat itu.


Dengan wajah kecewa dan kepala tertunduk sedih.


Nan Thian membalas penghormatan kakek Chu dan buru buru berkata,


"Senior tunggu..?"


Kakek Chu menahan langkahnya, tanpa menoleh dia berkata,


"Maaf senior, bolehkah aku mengunjungi tempat terakhir Cucu senior berada sebelum dia hilang..?"


Kakek Chu mengangguk dan berkata,


"Silahkan ikut dengan kami.."


Kakek Chu menjawab singkat, lalu kembali melanjutkan langkah kakinya.


Nan Thian pun mengikuti dari belakang.


Kakek Chu membawa Nan Thian masuk kediamannya lewat jalan samping.


Karena jalan utama pesta perayaan masih sedang berlangsung.


Bahkan acara sayembara masih terus berlangsung, tapi yang bertanding di mimbar tentu saja bukan Siau Yen lagi.


Melainkan bibi kecilnya Siau Yen yang menggunakan topeng penutup wajah.


Semua itu sudah di atur oleh Kakek Chu, agar tidak ada yang tahu.


Masalah memalukan yang akan merusak nama baik dan reputasi keluarganya.


Kakek Chu langsung membawa Nan Thian menuju kamar kediaman cucunya.


Setelah tiba di dalam kamar, yang terlihat normal dan rapi, tidak terlihat ada yang mencurigakan.

__ADS_1


Nan Thian pun berkata,


"Tolong semuanya keluar sebentar, biar aku memeriksanya sendirian.."


Kedua orang tua Siau Yen tentu kurang setuju, kamar anak gadis mereka di periksa oleh seorang pria asing tanpa ada yang mengawasi.


Tapi sebelum mereka sempat melarang, kakek Chu sudah bergerak mundur keluar dari dalam kamar dan berkata,


"Silahkan anak muda.."


Reaksi kakek Chu membuat kedua orang tua Siau Yen terpaksa menelan kembali, kata kata di ujung mulutnya.


Nan Thian mengedarkan pandangannya sebentar, lalu dia menghampiri tempat tidur Siau Yen.


Nan Thian mendekatkan hidungnya mencium bantalan tempat tidur, kain selimut dan kain sprei.


Sesudahnya dia duduk termenung di sana.


Dari luar terlihat seperti itu, padahal yang sebenarnya, Nan Thian sedang bercakap cakap dengan K Kim lewat suara dalam hati.


"Bagaimana,..? apa kamu sudah temukan arah perginya pelaku..?"


tanya Nan Thian dalam hati.


Kim Kim mengangguk ringan dan berkata,


"Kakak keluar dari kamar ini, lalu pergilah ke gerombolan tanaman yang ada di taman depan sana.."


"Kita coba telusuri dan mulai dari sana.."


ucap Kim Kim.


Nan Thian mengangguk cepat, lalu dia keluar dari dalam kamar Siau Yen.


Berjalan melewati Kakek Chu dan kedua orang tua Siau Yen, Nan Thian terus melangkah menghampiri gerombolan tanaman.


Dia berdiri sebentar di depan gerombolan tanaman itu, sesaat kemudian mengikuti petunjuk dari Kim Kim yang memilki penciuman tajam melebihi seekor anjing.


Nan Thian melompati pagar tembok taman, lalu dia beterbangan diatas genteng rumah penduduk dengan ringan terus bergerak ke sebelah Utara.


Kakek Chu dan kedua orang tua Siau Yen meski heran, tapi mereka juga melayang meninggalkan kediaman mereka.


Mereka bertiga berlompatan ringan diatas genteng rumah penduduk, mengikuti arah pergerakan Nan Thian.


Nan Thian tidak melewati pintu gerbang, dia melompati pagar tembok kota Lan Zhou dari sisi Utara.


Setelah itu Nan Thian terbang menuju luar kota Lan Zhou, dia terus bergerak hingga tiba di tepi hutan di sebelah luar kota Lan Zhou.


Nan Thian berdiri sebentar disana, sebelum melesat masuk kedalam hutan rimba yang gelap dan lebat.


Nan Thian terus bergerak di dalam hutan yang terus menanjak keatas.


Nan Thian sendiri tidak tahu dia berada di mana, dan sedang mau kemana.


Dia hanya terus bergerak mengikuti bisikan dari Kim Kim, hingga akhirnya dia tiba di tepi sebuah jurang yang sangat dalam.


Lalu tanpa pikir panjang, Nan Thian langsung melompat masuk kedalam jurang tersebut.


"Kalian berdua tunggu disini, aku akan mengikutinya kebawah sana.."

__ADS_1


ucap Kakek Chu.


Saat dia bersama putri dan menantunya tiba di tepi jurang, dan melihat Nan Thian melompat kedalam jurang.


__ADS_2