PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENGOBATI XUE LIAN


__ADS_3

Fei Yang tersenyum sedih dan berkata,


"Apapun itu, asalkan bisa menyembuhkan istri ku, aku tidak akan lepaskan peluang sekecil apapun juga.."


Tabib Hua menghela nafas panjang dan berkata,


"Saat pengobatan tidak boleh ada gangguan sekecil apapun, bila itu terjadi nyawa kalian berempat tidak akan tertolong.."


Fei Yang mengerutkan keningnya dan berkata,


"Berempat apa maksud tabib Hua,?"


"Maaf Fei Yang kurang paham.."


Tabib Hua Sin memandang Fei Yang dengan heran dan berkata,


"Apa istri mu tidak memberi tahu mu, atau sewaktu kamu memeriksanya dan mencoba mengobatinya, kamu juga tidak menyadari itu ?"


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan terlihat sedikit bingung, tapi sesaat kemudian matanya berbinar dan berkata dengan penuh antusias,


"Apa maksud tabib Hua, istri ku dia.."


ucap Fei Yang tidak sampai selesai.


Tai dia menatap kearah tabib Hua ingin mendapatkan kepastian.


Tabib Hua tersenyum dan berkata,


"Benar sekali, istri.mu sedang mengandung, umur kandungannya baru 3 bulan.."


"Kalian akan segera mendapatkan anak kembar.."


ucap Tabib Hua menjelaskan.


Fei Yang terlihat sebentar gembira sebentar sedih sebentar lagi kembali cemas.


Awalnya dia gembira, tapi saat melihat keadaan Xue Lian dia menjadi sedih, lalu berubah menjadi cemas menatap tabib Hua.


"Tabib Hua, dengan kondisi istri ku yang keracunan seperti ini, apakah akan berdampak buruk bagi kedua calon bayi ku..?"


tanya Fei Yang dengan hati was was.


Tabib Hua menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Harusnya tidak, karena tempat penyimpanan hawa dan tempat bersemayam janin berbeda.."


"Racun telah kamu kunci di Dan Tian, kurasa tidak akan ada masalah.."


ucap Tabib Hua pelan.


Fei Yang pun menghela nafas lega.


Sesaat kemudian Fei Yang berkata,


"Tabib Hua aku ada tempat pengobatan yang sangat cocok, jauh lebih aman di banding tempat ini.."


Silahkan tabib Hua berkemas membawa semua yang di butuhkan untuk pengobatan.


Aku akan memanggil Kim Tiaw ku kemari, biar dia yang akan antar kita kesana..


Tabib Hua mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu aku dan cucu ku akan bersiap siap dulu.."


Fei Yang mengangguk, lalu dia bergegas keluar dari dalam pondok.


Di halaman depan pondok, Fei Yang mengerahkan ilmu Cien Li Cuan Im ( ilmu Mengirim suara ribuan Li ) untuk memanggil Kim Tiaw nya kemari.


Tak perlu menunggu lama, Kim Tiaw sudah mendarat di tengah tengah halaman rumput luas.


Hua Lung yang pernah mengenalnya langsung mendekati Kim Tiaw memeluk dan membelai lehernya.


Sedangkan Zi Zi dan Sun Er yang belum pernah melihat burung sebesar itu.


Mereka berdua terlihat bengong, Memandang ke arah Kim Tiaw dengan penuh kagum.


Fei Yang sambil tersenyum lebar menghampiri Kim Tiaw nya.


"Tiaw Siung apa kabar mu ? di mana pasangan mu Sen Tiaw..?'


tanya Fei Yang sambil membelai leher sahabat lamanya..


Kim Tiaw mengeluarkan suara pelan, sambil menoleh kearah puncak gunung Xu San yang paling tinggi.


Fei Yang tahu , Kim Tiaw merespon jawabannya, Sen Tiaw pasangannya ada di puncak Xu San.


Fei Yang mengangguk, menanggapi jawaban Kim Tiaw nya.


"Zi Zi Sun er kemarilah,.."


ucap Fei Yang sambil melambaikan tangannya memanggil Sun er dan putrinya Zi Zi untuk mendekat.


"Lung Er kamu bantulah kakek mu berkemas kemas, kita akan segera pindah tinggal di Xu San sana.."


ucap Fei Yang serius.


Hua Lung mengangguk patuh, dia segera berlari kecil meninggalkan tempat itu masuk kedalam pondok.


Zi Zi di gandeng oleh Sun er mendekat kearah Fei Yang.


"Tiaw Siung, aku mau kenalkan dua sahabat baru untuk mu.."


ucap Fei Yang pelan sambil membelai bulu halus di leher sahabatnya.


"Ini Zi Zi putri ku, dan di sebelah nya Sun er keponakan ku.."

__ADS_1


"Sun er Zi Zi sentuh dia, jangan takut, dia masih terhitung paman kalian.."


"Dia adalah saudaraku, jadi masih terhitung paman kalian."


"Ayo jangan takut takut.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum melihat reaksi kedua bocah itu.


Sun Er mengulurkan tangannya menyentuh bulu halus di bagian sayap Kim Tiaw.


Kim Tiaw hanya mengeluarkan suara pelan, begitu pula saat Zi Zi menyusul membelainya.


Mendapatkan reaksi bersahabat dan jinak dari Kim Tiaw, kedua anak itu menjadi gembira.


Mereka mulai lebih berani untuk mendekat membelai dan menyapa Paman Kim Tiaw mereka.


Dalam waktu singkat mereka pun sudah akrab, bahkan Kim Tiaw dengan suka rela membawa kedua anak itu, terbang berputaran di dekat dekat puncak Xuan Wu.


Hal ini membuat Sun er dan Zi Zi sangat gembira.


Zi Zi juga bisa sejenak melupakan kesedihannya atas apa yang menimpa ibunya.


Untuk sementara waktu Fei Yang pun ikut tersenyum lega, melihat keadaan Sun er dan Zi Zi yang bergembira.


"Ayo Nak Fei Yang kami sudah siap, kita akan pindah kemana..?"


tanya tabib Hua yang sudah berdiri di samping Fei Yang.


Sedangkan Hua Lung terlihat memondong tubuh Xue Lian di kedua tangan nya.


"Terimakasih Lung Er.."


ucap Fei Yang sambil menyambut tubuh istrinya dari gendongan Lung Er.


"Kita akan gunakan Kim Tiaw, Kim Tiaw akan membawa kita ketempat yang sulit masuk dan sulit keluar bagi manusia.."


ucap Fei Yang.


"Tiaw Siung turunlah jemput kami sekarang.."


ucap Fei Yang dengan Cien Li Cuan Im nya.


Kim Tiaw langsung bergerak turun membawa Zi Zi dan Sun Er yang sedang duduk manis di punggungnya.


Sesaat kemudian rombongan itu sudah terbang bersama Kim Tiaw menuju puncak Xu San yang selalu tertutup awan, bagian puncaknya.


Kim Tiaw hanya bisa membawa rombongan Fei Yang mendarat di depan hutan bambu.


Karena untuk memasuki lembah yang di segel, tanpa melewati hutan bambu sesat ini.


Tidak ada mahluk yang bisa masuk, karena tertutup segel formasi.


Jalan satu satunya hanya melewati hutan bambu ini.


Kim Tiaw berlompatan ringan memimpin kelompok itu memasuki hutan bambu sesat.


Tentu saja Fei Yang juga tahu, karena Xue Lian pernah memberikan selembar peta untuk nya, agar bisa bebas keluar masuk hutan ini.


Saat tiba di lembah rahasia tempat tinggal kedua orang tua Xue Lian.


Tabib Hua dan cucu nya terpukau oleh keindahan alam dan mahluk mahluk yang hidup di tempat tersebut.


Begitupula dengan Zi Zi dan Sun Er.


Dua ekor Singa Api Qi Lin melompat keluar menghadang langkah mereka.


"Saga,..! Sagi ,.."


"Apa kabar kalian..?"


ucap Fei Yang sambil melangkah maju kedepan.


Begitu melihat Fei Yang, kedua mahluk itu langsung menjatuhkan diri tengkurap di sana.


Selain Fei Yang yang menggendong tubuh Xue Lian, yang lainnya semuanya mundur teratur.


Mahluk itu terlalu menyeramkan bagi mereka.


Karena tangan Fei Yang di gunakan menggendong tubuh Xue Lian, Fei Yang menggunakan ujung kakinya membelai kedua mahluk itu.


Kedua mahluk itu tertunduk jinak sambil menggoyang goyang ekor mereka.


Sesaat kemudian Fei Yang pun berkata,


"Saga Sagi ayah ibu di mana..?"


Kedua mahluk itu segera berdiri, lalu memutar tubuh mereka berjalan menuju kearah bangunan pondok yang dulunya di bangun oleh Fei Yang.


Di sana berderet dua buah pondok, pondok paling kiri dulu pondok Xue Lian.


Sedangkan di sebelahnya baru pondok orang tua Xue Lian, sedangkan Fei Yang tinggalnya di gua tidak jauh dari air terjun.


Untungnya Saga Sagi berhenti di depan salah satu pondok, sehingga Fei Yang tidak perlu bingung lagi menentukan pondok mana yang akan di hampiri nya.


"Ayah,..! Ibu..!"


"Ayah,..! Ibu..!"


"Apa ayah Ibu di dalam sana..!?"


ucap Fei Yang memanggil dengan suara sedikit di keraskan.


Setelah menunggu beberapa waktu tidak ada jawabannya, Fei Yang dengan bingung.


Mencoba mendorong pintu untuk masuk kedalam pondok, melihat suasana di dalam pondok yang berdebu dan penuh sarang laba laba.

__ADS_1


Fei Yang menjadi bingung melihat keadaan di dalam pondok tersebut.


Fei Yang meneruskan langkahnya memasuki pondok itu, di dalam hati Fei Yang bertanya tanya.


Kemana perginya kedua orang tua Xue Lian itu, dengan kemampuan mereka yang tinggi.


Tidak mungkin kehadirannya dan rombongannya, tidak di ketahui oleh ayah dan ibu mertuanya, yang juga memilki kesaktian tinggi.


Mungkin baru mereka memasuki hutan bambu saja, mereka akan tahu, apalagi tadi sampai di depan pintu pondok, dia sudah melakukan panggilan.


Jadi tidak ada alasan kedua mertuanya tidak mengetahui kedatangan nya.


Kini melihat suasana di dalam pondok yang begitu kotor, seperti sudah lama tidak di huni.


Fei Yang semakin bingung dan penasaran.


"Ayah,..! Ibu...!"


panggil Fei Yang mengulang sambil melangkah masuk ke bagian lebih dalam dari pondok itu.


Hingga tiba di ruangan tengah suasana masih saja tetap sama, Fei Yang kini mencoba memeriksa ke kamar orang tua Xue Lian.


Di sana Fei Yang berdiri mencelos di tempat, hampir saja Xue Lian di dalam pondongan tangan nya terlepas dari pegangan tangannya.


Fei Yang akhirnya menjatuhkan diri berlutut di depan ranjang ayah ibu Xue Lian.


Di mana di atas ranjang, kini hanya tersisa dua tumpuk mutiara yang tersusun rapi mengerucut keatas.


Di setiap tumpukan, masing masing ada 6 biji mutiara, yang mengeluarkan cahaya berkilauan.


Dari pesan yang di tinggalkan oleh kedua orang tua Xue Lian, Fei Yang tahu kedua orang tua Xue Lian, telah mencapai tahapan kesempurnaan.


Sepenuhnya meninggalkan keduniawian, berpindah kealam yang lebih tinggi tingkatannya dari alam dunia biasa.


Karena mereka sudah sepenuhnya melepaskan kemelekatan duniawi.


Fei Yang meski sedih, dia menghormati pesan dan keinginan kedua mertuanya itu.


Setelah memberi hormat, Fei Yang pun keluar dari dalam kamar tersebut sambil memondong tubuh Xue Lian.


Setelah keluar dari dalam pondok tersebut, Fei Yang menitipkan Xue Lian pada Tabib Hua.


Sementara dirinya sendiri pergi membereskan dan membersihkan pondok Xue Lian, agar nantinya layak di gunakan untuk pengobatan Xue Lian.


Sun er dan Zi Zi dia titipkan ke Lung Er dan Kim Tiaw, untuk menemani mereka.


Sedangkan Fei Yang sendiri langsung larut dalam pekerjaannya membereskan rumah.


Tanpa kesulitan, sebentar saja, pondok tempat tinggal Xue Lian, sudah bersih dan rapi seperti semula.


Setelah semuanya selesai proses pengobatan Xue Lian pun mulai di lakukan.


Fei Yang berpesan pada Lung Er Sun er dan Zi Zi, selain tabib Hua dan Lung Er, yang lain di larang masuk kedalam pondok.


Setelah itu dia mulai membantu tabib Hua mengobati Xue Lian.


Fei Yang mengikuti petunjuk dari tabib Hua, untuk terus menerus menyalurkan tenaga dalam api semestanya kedalam Dan Tian Xue Lian.


Berhubung sifat racun nya, mengandung unsur air unsur Im, unsur hawa dingin.


Maka untuk memusnahkan nya, harus menggunakan unsur Api, unsur Yang, unsur panas, yang saling bertentangan dengan unsur dari racun tersebut.


Penyaluran tenaga api itu tidak boleh putus dan harus di kontrol dengan hati hati pelan pelan hingga hawa racun lenyap.


Terlalu kuat akan merusak Dan Tian Xue Lian, yang bisa membahayakan nyawa,atau minimal istrinya menjadi cacat karena nya.


Bila terlalu lemah, racun akan mengganas, karena racun akan memberontak melakukan perlawanan saat terpancing oleh hawa panas tenaga api semesta Fei Yang.


Jadi di sinilah letak tingkat kesulitannya, orang yang memberikan bantuan penyaluran tenaga dalam haruslah orang yang sangat menguasai dengan matang cara penggunaan tenaga dalam nya.


Untungnya Fei Yang sudah sempurna penguasaan terhadap hawa sakti nya.


Dengan Qian Kun Im Yang Sen Kung yang mencapai tahap kesempurnaan.


Bukan hal sulit bagi Fei Yang untuk mengendalikan hawa api semestanya.


Sedangkan dengan penguasaan tehnik ilmu pernafasan kitab tanpa tanding yang sempurna, yaitu Tehnik Pengendalian Kekuatan Alam Semesta.


Fei Yang juga bisa secara terus menerus mengisi hawanya yang hilang di isi dengan hawa baru tanpa putus.


Tapi yang menjadi masalah adalah, penyaluran hawa sakti api semesta tidak boleh putus.


Tapi proses penyerapan hawa dari luar, untuk di ubah menjadi tenaga sakti api semesta, hal itu membutuhkan waktu untuk proses tersebut.


Dalam jangka pendek bukan masalah, karena ada hawa cadangan yang besar dalam tubuh Fei Yang sendiri.


Yaitu hawa yang dia dapatkan dari transfer tenaga dari Huo Lung dan hasil latihannya sendiri, selama ini.


Tapi bila di lakukan dalam jangka panjang itu yang sangat berbahaya.


Hal itu bukan hanya akan menghabiskan kekuatan yang di dapatkan nya dari Huo Lung dan hasil latihan pribadinya.


Tapi akan merusak Dan Tian nya sendiri karena over pengerahan tenaga sakti.


Ketidak seimbangan di dalam Dan Tian nya, karena kehilangan tenaga panas, akan membuat hawa dinginnya bergolak hebat dan akan menyerang balik keseluruh tubuh Fei Yang.


Ketidak seimbangan inilah yang bisa membuat Fei Yang menjadi cacat karena nya.


Tapi Fei Yang tidak berpikir banyak, Xue Lian adalah nyawanya, dia lebih baik kehilangan nyawa daripada kehilangan Xue Lian.


Tanpa ada Xue Lian tidak akan ada dirinya, Xue Lian selalu ada untuknya di setiap dia dalam kesulitan.


Makanya Fei Yang sangat mencintai dan menyayangi Xue Lian melebihi nyawanya sendiri.


Apalah artinya kesaktian, bila dia harus kehilangan wanita yang sangat di cintai nya itu.

__ADS_1


Fei Yang selama 7 hari 7 malam,.dia terus menyalurkan hawa api semesta mengikuti petunjuk dari tabib Hua.


__ADS_2