PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KECEMASAN LAN YI


__ADS_3

"Watobi Toba Chen pimpin pasukan kalian, waspada serangan dari arah belakang,..segera bentuk pertahanan...!"


"Perketat penjagaan tawanan, jangan sampai lepas,!"


ucap Ratu Sabrina membagi tugas.


"Siap Ratu,..!!"


jawab Watobi dan Toba Chen kompak.


Mereka segera bergerak memacu kuda mereka, menuju barisan belakang.


Keempat ajudannya bergerak mengikuti atasan mereka masing-masing dari arah belakang.


Ratu Sabrina sendiri bergerak mundur mengiringi kereta kuda Raja Li Yuan Ming.


Tiga kereta kuda akhirnya berkumpul jadi satu, di bawah penjagaan ketat pasukan bertameng Li Dan.


Setelah pasukan Li Dan berhasil mundur dan menjauhi jangkauan anak panah dari atas tembok kota.


Kini terlihat seorang pria bertopeng setan berdiri diatas menara yang paling tinggi ,sambil tertawa keras.


Ha,...ha,...ha,...ha....!!!"


Suara tertawanya yang mengandung Chi Kung, membuat Li Dan dan pasukannya terhuyung huyung, sambil berusaha menutupi lubang telinga mereka yang terasa sakit.


"Melihat hal ini Ratu Sabrina kembali berteriak,


"Sumpal lubang telinga kalian dengan kain.."


"Bergerak mundur 1 Li,...!!"


Li Dan merespon cepat, dia memberi perintah ke pasukannya sesuai instruksi Ratu Sabrina.


Li Dan sendiri tidak mundur, dia menghimpun ilmu baru yang diajarkan Fei Yang, sambil berteriak keras,


"Naga es membelah gunung..!!"


Li Dan melepaskan sebuah tebasan, yang mengeluarkan cahaya biru, menyerang Pria bertopeng, yang sedang menyerang mereka dengan suara tertawa keras itu.


Pria bertopeng itu sangat kaget, saat melihat seberkas sinar biru bergerak cepat kearahnya.


Dia terpaksa menghentikan suara tawanya, dan bergerak cepat menghindari tebasan tersebut.


Pria bertopeng itu berhasil menyelamatkan diri,.tapi beberapa anak buahnya yang tepat ada di belakangnya, menjadi tumbal keganasan serangan Li Dan.


Mereka semua tidak ada yang selamat, semua berubah menjadi patung Es.


Si manusia bertopeng menghentikan suara tawanya, dia menatap kearah Li Dan dengan tajam dan berkata,


"Jendral muda kemampuan mu boleh juga,.. sayang nya kamu berdiri di posisi yang salah..!"


"Tidak lama lagi kalian semua, akan mati tanpa kubur, di tempat ini..!"


Baru selesai si topeng iblis berucap, tanah di sekitar pasukan Li Dan dan Pasukan rombongan Raja Li Yuan Ming tiba tiba bergetar hebat

__ADS_1


Dari sebelah timur terlihat debu mengepul tinggi, hal ini hanya menunjukkan adanya pergerakan rombongan pasukan besar, sedang bergerak mendekati kearah rombongan Pasukan Li Yuan Ming.


Ratu Sabrina yang melihat hal ini, segera bergerak kesebelah timur dengan kudanya, dan berteriak.


"Seluruh pasukan dengar perintah, mari kita pertahankan tanah tumpah darah kita.."


"Demi keluarga, demi orang tua demi anak istri kita,..! mari kita berjuanglah...!!"


"Pasukan maju bentuk pertahanan..!!"


teriak ratu Sabrina berapi api penuh semangat .


Li Dan Watobi Toba Chen masing-masing segera memberi perintah ke seluruh pasukan mereka, untuk membentuk pertahanan menghadapi serangan dari arah timur.


Barisan paling depan adalah pasukan bertameng dan tombak bawahan Li Dan, mereka membentuk formasi bulan sabit, sebagai bentuk pertahanan.


Seluruh pasukan Li Dan memasang tameng dan tombak yang teracung kedepan, mereka menanti dengan was was.


Wajah dan telapak tangan pasukan itu sedikit berkeringat, saat melihat besarnya pasukan berkuda musuh yang sedang bergerak mendekat kearah mereka.


Suara teriakan pasukan lawan, membahana memenuhi seluruh tempat tersebut.


Lapis kedua di pimpin oleh pasukan Watobi, yang bersiap dengan anak panah mereka sambil menunggu perintah.


Baris ketiga di pimpin oleh Toba Chen yang memimpin pasukan berkuda.


Ratu Sabrina sendiri bergerak berputar-putar di depan barisan pasukan Li Dan, untuk memeriksa kesiapan pasukan tersebut.


Selesai melakukan pemeriksaan dia bergerak ke bagian tengah dan berteriak,


"Wahai pasukan kerajaan Xi Xia yang gagah perkasa dan tidak mengenal takut..!!"


"Yang akan mengukir nama kita untuk di kenang sepanjang masa oleh keturunan kita..!!'


Seluruh pasukan Xi Xia langsung bersorak penuh semangat, menyambut ucapan Ratu Sabrina yang gagah perkasa.


"Hu,..! Ha,..! Teng,..! Teng,..!


Hu,..!Ha,..! Teng,..! Teng,..!


Hu,..! Ha,..! Teng,..! Teng,..!


teriak pasukan kerajaan Xi Xia dengan kompak.


Sambil memukuli tameng mereka, dengan Tombak ditangan mereka.


Li Dan Watobi Toba Chen dan ajudan mereka masing-masing , tidak ada yang tidak menatap kearah Ratu Sabrina yang gagah dengan penuh kagum.


Ratu Sabrina yang duduk gagah di punggung kudanya, mengangkat tombak bercagak tiganya tinggi tinggi sambil berteriak,


"Pasukan ku bersiaplah...!!"


"Hyahhhh,...!!"


teriak ratu Sabrina sambil menarik tali kekang kudanya dengan kuat.

__ADS_1


Sehingga kudanya meringkuk keras sambil mengangkat kedua kaki depannya tinggi tinggi keatas.


Sementara itu di kediaman Li Dan, Lan Yi yang sedang menemani mertuanya ngobrol,. hatinya selalu merasa tidak tenang.


Dia merasa seperti akan ada peristiwa besar yang akan terjadi.


Perasaan ini sangat mirip dengan perasaannya saat sehari sebelum Xu San di serang oleh Hei Mo San.


Hal ini membuat Lan Yi gelisah tidak tenang dan was was.


Ibu Li Dan yang jeli, bisa melihat hal itu.


Dia pun bertanya,


"Lan Lan kamu kenapa,? kenapa terlihat begitu gelisah ? apa ada sesuatu yang memberatkan pikiran mu ?"


Lan Yi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak tahu ibu, Lan Lan hanya merasa hati Lan Lan sangat tidak tenang, tapi apa penyebabnya Lan Lan juga tidak tahu.."


Melani yang berdiri di belakang Ibu Li Dan tersenyum sinis dan berkata,


"Kakak ipar terlalu berlebihan, baru di tinggal sebentar saja oleh kakak, sudah langsung tidak tenang begini..."


"Kalau tidak betah menemani ibu, kenapa tidak langsung susul saja kakak..?"


Lan Lan melirik tajam kearah Melani, tapi sesaat kemudian, dia hanya menghela nafas panjang.


Menekan emosinya,.dia orang baru, baru masuk kedalam keluarga Li Dan.


Bila tidak sampai satu hari sudah ribut dengan orang lama di rumah tersebut.


Nanti apa kata kata orang terhadap dirinya, di samping itu Lan Yi juga sungkan dengan ibu mertuanya yang sangat baik.


Jadi dia memilih diam dan menundukkan kepalanya tidak berkata apa-apa..


Adalah ibu Li Dan yang merasa tidak enak hati, segera berkata,


"Melani,.. jaga bicara dan sikap mu,..sopan lah dengan kakak ipar mu, jangan bikin malu ibu.."


Melani dengan wajah bersungut-sungut menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Baik ibu.."


"Lan Lan kamu jangan ambil hati dengan ucapan gadis kecil itu, dia terlalu aku manja dari kecil.."


"Sehingga menjadi seperti ini, sangat sulit di atur.."


ucap Ibu Li Dan ke Lan Yi karena merasa tidak enak hati.


Lan Yi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak apa-apa ibu, Ibu jangan terlalu cemas dan banyak berpikir."


"Lan Lan sama sekali tidak masalah.."

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar teriakan bibi Ciu yang datang sambil berlarian,


"Celaka nyonya besar,..! celaka,...tuan muda...dia...dia...!"


__ADS_2