PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEBINGUNGAN FEI YANG


__ADS_3

Fei Yang buru buru menoleh keatas, ingin tahu siapa yang sedang berbicara dengan nya.


Melihat yang berbicara dengannya barusan adalah sepasang kakek nenek berusia lanjut.


Fei Yang buru buru memberi hormat kearah mereka dan berkata,


"Salam hormat ku senior, maaf bila kehadiran junior di sini telah mengganggu ketenangan senior berdua.."


"Kalau boleh tahu siapa senior berdua ? dan siapa pula gadis yang berada di dalam kamar sana ?"


tanya Fei Yang yang sedikit bingung.


Kedua kakek dan nenek itu saling pandang, tidak tahu harus jawab apa.


Mereka takut salah jawab akan membuat cucu mereka marah, bila jawab mengikuti keinginan cucunya.


Mereka sedikit banyak merasa bersalah pada Fei Yang yang telah berulang kali menolong mereka.


Mereka berdua tidak tega untuk membohongi Fei Yang.


Terutama kakek Wu, dia sungguh merasa tidak enak hati, dari awal pun dia sudah tidak setuju dengan keinginan cucunya.


Tapi menghadapi kedua wanita yang dia sayangi, dia benar-benar tidak berdaya untuk menantang keputusan mereka.


Kakek Wu hanya batuk batuk kecil, dia bahkan tidak berani menatap kearah Fei Yang, apalagi menjawabnya.


Akhirnya nenek Yang yang buka suara,


"Tidak masalah anak muda, kami sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran mu.."


"Aku biasanya di panggil Nenek Yang, sedangkan beliau ini suami ku, dia biasa di panggil kakek Wu.."


"Di dalam sana gadis itu adalah cucu kami namanya Wu Fei Hsia,"


"Apa anak muda tidak mengenali dan tidak ingat sama sekali tentang cucu kami ?"


"Maafkan aku nenek Yang, aku sepertinya sedang mengalami lupa ingatan.."


"Bahkan nama ku sendiri, siapa aku sebenarnya ? kenapa aku bisa ada di kapal ini ? apa yang terjadi dengan ku sebelumnya dan segala asal usul dan masa lalu ku, semua kosong.."


"Aku sama sekali tidak ingat apapun."


Sementara itu di dalam sana, Fei Hsia yang sedang tertidur keletihan menjaga Fei Yang.


Begitu terbangun mendapati Fei Yang tidak berbaring lagi di depan nya.


Dengan panik dia segera berlari keluar dari dalam kamar.


Bertepatan dengan saat dia keluar,.dia mendengar percakapan antara Fei Yang dengan kakek neneknya di.luar sana.

__ADS_1


Dengan cepat Fei Hsia keluar dari dalam ruangan memotong percakapan neneknya dan Fei Yang.


"Ehh sayang kenapa kamu ada di sini ? di sini angin besar ? luka luka mu belum pulih sepenuhnya.."


"Ayo kita masuk lagi kedalam.."


ucap Fei Hsia sambil maju merangkul lengan Fei Yang dengan lembut.


Fei Yang meski merasa risih dan bingung, tapi dia benar-benar tidak tahu apa apa, sehingga selain menurut.


Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana bersikap.


Fei Yang menatap kearah pasangan tua itu dengan wajah tak berdaya dan bingung.


Dia terpaksa mengikuti tarikan tangan Fei Hsia untuk melangkah menuju bilik kapal.


Sambil menarik lengan Fei Yang menuju bilik perahu, Fei Hsia berkata,


"Terimakasih kakek Wu, nenek Yang, maaf kehadiran kami suami istri jadi merepotkan kalian.."


"Suami ku pikirannya sedang terganggu harap senior berdua bisa memakluminya.."


Kakek Wu tidak berkata apa-apa, dia hanya mendengus kesal, lalu membuang mukanya melihat kearah lain.


Sedangkan Nenek Yang sambil tersenyum canggung berkata,


"Tidak apa-apa anak muda, kalian silahkan saja.."


Mereka pergi menuju ke ruangan lain, yang terletak satu lantai dengan bagian belakang geladak kapal.


Fei Yang meski kehilangan ingatan tapi dia tidak bodoh, saat dia melihat sikap dan gerak gerik sepasang kakek nenek tua itu.


Dia merasa curiga, sepertinya kakek dan nenek tua itu tahu sesuatu.


Sedangkan gadis cantik yang bersamanya ini, yang tadi mengaku sebagai istrinya.


Sepertinya ingin mencegah mereka berbicara banyak dengan nya.


Meski merasa curiga, tapi semua itu cuma perkiraan dan dugaan, Fei Yang tidak punya keyakinan 100%.


Dia tidak berani berterang menunjukkan rasa curiganya, karena dia khawatir sikap ini akan menyakiti dan menyinggung Gadis cantik di sampingnya.


Bila nanti ternyata gadis itu ternyata benar istrinya, bukankah sikapnya akan sangat melukai perasaan istrinya.


Untuk itu Fei Yang hanya bisa menebak nebak dalam hati dan memutuskan mencari tahu sendiri secara diam diam..


Fei Yang menuruti tarikan tangan Fei Hsia, yang kembali membawa dia kembali masuk kedalam ruangan.


"Sayang kamu sudah makan ? aku bantu suapin ya..?"

__ADS_1


ucap Fei Hsia penuh perhatian.


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tadi sudah makan, kamu saja yang makan..aku temani saja sambil minum teh.."


Lalu Fei Yang mengambil poci keramik di atas meja mengisi cawan di tangannya hingga penuh.


Lalu dia minum secara pelan-pelan, sambil menghadap kearah jendela, melihat kearah bintang bintang yang berkelap kelip di langit.


Fei Hsia menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku juga tidak lapar, aku temani kakak Yang minum teh sambil ngobrol saja.."


Fei Hsia menyentuh tangan Fei Yang dengan lembut, kemudian melanjutkan berkata,


"Aku mengerti kakak Yang tiba-tiba di hadapkan dengan keadaan dan kenyataan seperti ini,."


"Pasti ada banyak hal yang menjadi pertanyaan dan membebani pikiran kakak Yang.."


"Bila kakak Yang ada yang ingin di tanyakan, tanyakan saja."


"Aku pasti akan berusaha menjawab semua yang aku tahu, untuk membantu mengurangi beban pikiran kakak Yang.."


Fei Yang menghela nafas panjang, lalu dia menghabiskan isi teh di dalam cawan.


Setelah meletakkan cawan di atas meja, Fei Yang memperbaiki posisi duduknya menghadap kearah Fei Hsia.


Fei Yang menatap tajam kearah Fei Hsia dan berkata,


"Fei Hsia maaf mungkin di masa lalu kita punya hubungan khusus dan dekat.."


"Tapi terus terang saja, saat ini aku sedang kacau."


"Sehingga aku tidak bisa bersikap seperti sebelumnya atau sebagaimana mestinya ."


"Seperti sikap seorang teman, kakak, kekasih, bahkan suami terhadap orang terdekat nya.."


"Aku harap kamu bisa mengerti, bahkan terhadap diri ku saja aku tidak punya bayangan, apalagi...'


ucap Fei Yang berusaha untuk jujur dan berharap Fei Hsia mau mengerti keadaan nya, yang sedang bingung saat ini.


Meski Fei Hsia adalah seorang gadis yang sangat cantik luar biasa, tidaklah akan sulit bagi Fei Yang untuk menerimanya sebagai seorang pendamping hidupnya.


Tapi tidak tahu kenapa, hati kecilnya selalu merasa ada yang salah.


Dia tidak bisa merasakan ada nya kedekatan dan keterikatan perasaan antara dirinya dan Fei Hsia.


Dia sendiri bingung apa karena dia lupa ingatan hingga melupakan semua perasaan dan kenangan kebersamaan mereka sebagai suami istri.

__ADS_1


Atau antara dia dan Fei Hsia memang sama sekali tidak memiliki ikatan perasaan apapun.


Mereka hanya memiliki ikatan status tanpa ada dasar perasaan saling mencintai.


__ADS_2