
Kedua telapak tangan mereka bertemu beberapa kali di udara, menimbulkan suara ledakan dan angin kejut.
Yang menghancurkan semua benda di sekitar mereka.
Seluruh lengan baju Xu Da pecah hancur berantakan.
Terlihat otot dan urat di kedua tangannya menggembung, seperti mau meledak.
Sedangkan Yi Han Tao Se terlihat tersenyum lembut dan santai.
Dengan kekuatan Im Yang yang di milikinya, dia memberikan tekanan kearah Xu Da, yang terlihat mulai goyah kuda kudanya pertanda kuwalahan.
Di saat Xu Da dalam keadaan terdesak hebat, tiba tiba dari arah bawah gunung, terlihat 4 orang pria berotot yang berlari diudara, sambil memikul sebuah tandu besar.
Sebelum keempat pria itu mendarat di atas tanah, di sekitar area pertempuran.
Terdengar suara tertawa keras, dari dalam tandu, yang membuat orang yang mendengar suara itu.
Langsung merasakan tekanan yang sangat kuat dan menyiksa, memaksa mereka kehilangan kelincahan dan semangat tempur.
Bagi yang ilmunya masih rendah langsung jatuh pingsan ditempat, baik dari pihak Xu San maupun Hei Mo Pang semua mengalami nasib yang sama.
Sesaat kemudian dari dalam tandu melayang keluar sesosok pria berwajah sangat tampan dan halus, bahkan cenderung cantik.
Rambutnya berwarna merah sepasang matanya sangat tajam dan berkilauan.
Baru saja orang orang melihat dia muncul, tahu tahu dia sudah menghilang dari tempatnya, dan muncul di belakang Xu Da.
Dia sambil tersenyum berkata,
"Yi Han lawan mu adalah aku, marilah kita main main sebentar."
Dengan mendapatkan bantuan dari Ming Wang, otot dan urat di kedua tangan Xu Da kembali normal.
Sebaliknya kini seluruh pakaian Yi Han Tao Se, terlihat menggelembung bagaikan terisi angin.
Wajah Yi Han Tao Se sedikit berubah, saat merasa di dalam tubuhnya terjadi kekacauan sirkulasi tenaga dalam.
Dia merasa tenaga dalam nya hilang timbul, di saat sedang beradu tenaga seperti ini, hal itu adalah suatu pantangan besar yang dapat membawa bahaya besar bagi dirinya.
Seluruh pakaiannya yang menggembung, tiba tiba meledak hancur berantakan.
Yi Han Tao Se kini terlihat hanya mengenakan celana pendek setinggi lutut, yang bagian bawahnya rusak parah.
Yi Han Tao Se meski penampilan wajah nya terlihat hampir setengah abad, tapi seluruh tubuhnya justru terlihat seperti tubuh seorang pemuda berusia 20an tahun.
__ADS_1
Tubuhnya putih mulus, dengan otot-otot yang menonjol sempurna, seperti atlit senam gelang profesional.
Yi Han Tao Se kedua alisnya sedikit mengerut, tiba tiba tubuhnya terpental jauh, dari mulutnya menyemburkan darah segar yang cukup banyak.
Dia jatuh terduduk di atas tanah,.dia buru-buru memejamkan matanya dan duduk bersila, mencoba mengendalikan sirkulasi tenaganya yang kacau.
Yi Han Tao Se merasa dadanya sangat sakit, sulit bernafas. Sedangkan bagian perut dan Dan Tian nya terasa sangat nyeri, dan penuh seperti mau meledak.
Tenaga dalam di tubuhnya bergerak liar tidak terkendali, dalam meditasi pun beberapa kali dia memuntahkan darah segar.
Fei Yang berlutut di sebelah gurunya menatap dengan khawatir, tapi dia tidak tahu harus membantu apa.
Du Gu Meng Cu sudah menggantikan posisi Yi Han Tao Se menghadapi Xu Da.
Sedangkan Ming Wang sambil tersenyum penuh kemenangan berjalan santai, mendekati Yi Han Tao Se.
Tapi langkahnya terhenti oleh dua orang pria berpakaian sederhana dengan rambut bebas terurai.
Mereka lah Yang Ming dan Yang Sen kedua murid utama Yi Han Tao Se, yang memilih mengundurkan diri , untuk menjaga Makam dan tempat tahanan para pembelot Xu San.
Mereka memiliki kemampuan dan kesaktian yang sangat tinggi.
Kemampuan mereka jauh di atas keempat ketua gunung Naga, Harimau, Phoenix dan Xuan Wu.
"Fei Yang, kamu tolong bubarkan semua murid Xu San, agar kembali ke gunung mereka."
"Kecuali kakak seperguruan mu, yang lainnya tidak boleh ada yang tertinggal.."
"Suruh mereka aktifkan pelindung rahasia.."
"Baik guru.."
ucap Fei Yang cepat.
Fei Yang langsung berlari menghampiri Ye Hong Yi dan Kim Lan, Kim Mei, Kim Fang.
"Maaf kakak sekalian, ini perintah dari guru besar, semua murid harap segera tinggalkan tempat ini.."
"Kembali ke gunung masing-masing segera aktifkan pelindung rahasia.."
ucap Fei Yang menyampaikan pesan.
"Setelah memberi hormat, dia langsung berlari kearah murid Zhou Lei."
Hong Yi seperti ingin berkata sesuatu, tapi ucapan yang sudah di ujung bibirnya di telannya kembali.
__ADS_1
Dia hanya menatap kearah punggung paman guru kecil itu dengan cemas.
Lalu dia terpaksa mengikuti Kim Lan, yang memimpin semua murid wanita bergegas kembali ke gunung Xuan Wu.
Fei Yang berlarian menghampiri Ta Mao, dan menyampaikan pesan dari Yi Han Tao Se.
Setelah itu tanpa memperdulikan reaksi dan bantahan mereka, Fei Yang sudah berlari kembali dan berlutut di hadapan gurunya.
Yi Han Tao Se kembali membuka matanya, melihat kearah Fei Yang, sejenak kemudian dia baru berkata,
"Fei Yang segera gendong aku kembali kepuncak, langsung menuju gua larangan.."
"Baik guru.."
ucap Fei Yang tanpa banyak bicara, dia langsung menggendong gurunya di punggung.
Lalu dengan ringan, dia berlompatan meninggalkan tempat tersebut, menuju ketempat yang di minta oleh gurunya.
Sementara itu Du Gu Meng Cu yang sedang menghadapi Xu Da, masing masing sudah mulai saling mengerahkan ilmu puncak mereka.
Xu Da menggunakan cambuk apinya melindungi seluruh tubuhnya dari incaran pedang Du Gu Meng Cu, yang berseliweran di sekitar tubuhnya.
Sedangkan tangannya yang lain di gunakan, untuk saling serang dengan sepasang telapak tangan terbuka milik Du Gu Meng Cu.
Inilah ilmu andalan Du Gu Meng Cu Telapak pedang bayangan.
Di mana dia bisa bersilat dengan bebas menggunakan kedua telapak tangannya.
Sedangkan pedang nya berseliweran kesana kemari mengacaukan konsentrasi lawan nya.
Pedang Du Gu Meng Cu, yang bergerak sendiri itu dikontrol lewat jalan pikirannya.
Sesekali pedangnya akan kembali ke tangan Du Gu Meng Cu, untuk melakukan serangkaian serangan tak terduga dan mematikan.
Bila tidak berhasil, pedang akan kembali berkelebat mengejar musuhnya, tanpa harus di pegang oleh pemiliknya.
Tapi Xu Da juga tidak lemah, dia juga diam diam mewarisi ilmu kitab Iblis Neraka hingga level 5.
Dia dapat melancarkan dengan bebas pukulan cahaya berbentuk bola matahari, yang memiliki kekuatan daya ledak dahsyat, bila menyentuh sasaran.
Du Gu Meng Cu sempat mencoba menyambutnya, meski berhasil menahan nya, tapi sebagian rambut jenggot hingga lengan bajunya habis terbakar.
Hal ini cukup mengejutkan dirinya, sehingga dia kini selalu berusaha menghindari serangan bola matahari tersebut.
Sambil terus bergerak melakukan pengepungan dengan pedang nya yang berseliweran mengelilingi Xu Da.
__ADS_1