PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
HADIAH KECIL DARI FEI YANG


__ADS_3

"Aku sendiri tidak tahu alasannya."


"Tapi bila dugaan ku tidak salah ada kemungkinan, kedua orang tua mu tertahan di sana, bukan atas kehendak mereka sendiri.."


"Aku rasa hal ini kemungkinan besar ada hubungan erat, dengan pemilik Lembah kebahagiaan yang sebenarnya..'


"Siapa pemiliknya dan apa motifnya aku kurang tahu, ayah mu hanya berpesan agar menjaga mu baik baik dan jangan pernah membawa mu kesana.."


"Dia hanya menitipkan benda ini untuk mu.."


ucap Fei Yang sambil memberikan sebuah Giok putih, yang hanya tinggal setengah potong kedalam telapak tangan Xue Lian.


Xue Lian menatap potongan giok itu dengan airmata jatuh menetes dari kedua matanya.


"Kakak Yang,.. aku mau kesana, apapun resikonya, aku harus kesana menolong mereka.."


ucap Xue Lian sambil menatap Fei Yang dengan tatapan mata penuh permohonan.


"Kakak Yang mau kan menemani ku kesana..?"


ucap Xue Lian menatap Fei Yang penuh harap.


"Mereka orang tua mu, berarti mereka orang tua ku juga.."


"Tanpa kamu memintanya sekalipun, aku juga pasti akan pergi menolong mereka.."


"Tapi masalah nya, dengan kemampuan kita saat ini, aku rasa paling hebat, kita hanya akan imbang dengan kemampuan ayah ibu mu.."


"Untuk menghadapi orang yang menahan kedua orang tua mu.."


"Aku rasa saat ini kita bukan lah lawannya, bila kita pergi saat ini bukannya menolong."


"Malah ada kemungkinan kita akan ikut tertahan di sana, seperti kedua orang tua mu.."


"Ayah mu tidak ingin kita mengalami nasib seperti mereka, makanya, dia melarang kita pergi kesana.."


ucap Fei Yang mencoba memberikan gambaran, apa yang menjadi pikirannya.


"Tapi kakak Yang,.. apa karena kemampuan kita tidak cukup, terus kita diam saja, ?"


"Setidaknya kita juga harus berusaha mencari cara kan..?"


ucap Xue Lian kurang puas.


Fei Yang tersenyum lembut dan berkata,


"Tentu saja tidak, aku rasa semua ini kuncinya ada di kitab tanpa tanding itu.."


"Aku selalu merasa kitab itu tak mungkin sesederhana yang pernah kita latih, aku selalu merasa yang kita latih belum maksimal.."


"Contohnya saat aku melawan kedua orang tua mu, aku merasakan 7 jurus Penakluk semesta mereka, tidak sama dengan yang kita latih."


"Jurus yang mereka mainkan jauh lebih kuat dan bervariasi di bandingkan dengan yang pernah kita latih.."


"Ku rasa masih ada rahasia besar yang belum berhasil kita pecahkan dari kitab tanpa tanding itu.."

__ADS_1


"Tunggu apalagi, ? ayo kak sekarang juga kita kesana.. untuk mencari tahu ."


ucap Xue Lian sambil menarik Fei Yang dengan penuh semangat, terbang keluar dari dalam kolam.


Mereka berdua mendarat ringan di dekat pakaian mereka.


Xue Lian terlihat buru buru berpakaian, tanpa memperdulikan tatapan mata Fei Yang yang terus memperhatikannya tanpa berkedip.


Mereka memang sudah beberapa kali melakukannya, tapi melihat pemandangan yang begitu indah di depan mata.


Sebagai pria normal Fei Yang tidak mungkin bisa melewatkan nya begitu saja.


Xue Lian akhirnya menyadari tingkah laku kekasihnya, dia sambil menahan senyum, menggunakan baju Fei Yang untuk dilemparkan kearah wajah Fei Yang.


Menutupi kedua mata Fei Yang yang membuatnya merasa malu.


Fei Yang sambil tertawa buru buru mengenakan celana dan pakaian nya.


Setelah selesai dia berkata,


"Tidak perlu buru-buru hal seperti itu di buru juga tidak bisa.."


"Sekarang sudah sore, seingat ku untuk masuk kesana bukankah perlu alat mu dan sinar matahari pagi.."


Xue Lian menghentikan gerakannya dan menepuk jidatnya sendiri dan berkata,


"Ya ya, kenapa aku jadi pikun gini ya ?"


Sesaat kemudian dia dan Fei Yang pun sama sama tertawa.


ucap Fei Yang sambil tersenyum dan mengeluarkan tiga benda dari saku bajunya.


"Apa itu,.. Ihh cantik banget,..kakak yang nemu di mana barang barang ini..?"


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Aku bantu pasang dulu, nanti baru ku ceritakan ok.."


Xue Lian langsung menganggukkan kepalanya penuh semangat.


Fei Yang pun membantu memasangkan tusuk konde giok putih dengan hiasan burung Hong kemerahan..di atas kepala Xue Lian yang berambut hitam gemuk sangat indah.


Setelah itu dia baru membantu memasangkan sebuah kalung bertahtakan batu mulia, melingkar di leher Xue Lian yang berkulit putih dan mulus.


Di saat Xue Lian sedang mengagumi kalung di lehernya, Fei Yang sudah sibuk membantu memasangkan anting anting di kedua telinga Xue Lian yang putih kemerahan menggemaskan.


Setelah semua selesai Fei Yang mundur satu langkah mengamatinya sambil tersenyum bangga dan mengangguk-angguk puas


"Bagaimana sayang..?"


tanya Xue Lian sambil tersenyum manis.


Fei Yang sambil tersenyum lembut menjawab,


"Kamu yang tercantik, apapun yang kamu kenakan pasti jadi ikut gemilang.."

__ADS_1


Xue Lian sambil tertawa gembira maju memeluk Fei Yang dan berkata,


"Makasih ya sayang kamu ternyata masih ingat dengan ucapan ku, sebelum kemari.."


Fei Yang tersenyum dan menyentuh ujung hidung Xue Lian dan berkata,


"Kamu salah aku sudah lama menyiapkan ini untuk mu, hanya saja dua kali aku datang ketempat ini, kita belum ditakdirkan untuk bertemu."


"Jadi selama ini aku hanya bisa menyimpannya untuk mu.."


"Ketiga benda ini adalah hadiah warisan dari nenek ku, hanya khusus untuk cucu menantunya."


"Aku tidak pernah memberikan ke Wen Wen meski kami hampir menikah, karena aku selalu merasa ragu akan perasaan ku sendiri padanya.."


"Karena setiap aku sedang sendirian melamun dan saat aku sedang tidur, yang muncul baik di saat sadar maupun mimpi selalu adalah bayangan mu, bukan yang lain nya.."


ucap Fei Yang sambil menatap Xue Lian dengan serius.


"Siapa yang percaya, kata ibuku mulut lelaki tidak bisa di percaya.."


ucap Xue Lian sambil berusaha menahan tawa bahagia nya.


"Aku bersumpah demi langit dan Bumi, bila ada dusta dalam ucapan ku, biarlah aku mati mengenaskan tanpa kuburan.."


ucap Fei Yang sambil mengangkat tiga jarinya menghadap langit.


Xue Lian buru buru dengan sikap panik menarik tangan Fei Yang turun kebawah dan berkata,


"Kakak ini bicara apa sembarangan saja, aku cuma bercanda tadi.."


"Tentu saja aku percaya dan sangat percaya, tak perlu bersumpah seperti itu.."


ucap Xue Lian yang terlihat cemas dan takut.


Fei Yang sambil tertawa menggendong Xue Lian dan berkata,


"Sayang aku tahu kamu mengkhawatirkan ku, tapi kamu tak perlu takut dan cemas.."


"Sumpah itu tidak akan berpengaruh bagi ku, karena semua yang ku ucapkan adalah tulus dan benar adanya.."


"Semua bisa di pertanggung jawabkan baik terhadap langit maupun bumi.."


ucap Fei Yang sambil melangkah meninggalkan kawasan kolam.


"Tapi aku takut,..aku tidak mau kehilangan kakak, aku pasti bisa gila bila itu terjadi.."


ucap Xue Lian terlihat cemas.


Fei Yang sambil tersenyum lembut mencium dahi Xue Lian dan berkata,


"Sudah jangan cemas lagi, lebih baik aku turun kedapur masak enak untuk mu.."


"Aku merindukan suasana melihat mu makan.."


ucap Fei Yang sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2