
Perlahan-lahan tenaga dalam Yi Han Tao Se mulai berpindah ke tubuh Fei Yang.
Fei Yang tubuhnya sedikit tersentak, Fei Yang terbelalak menatap Yi Han Tao Se dengan wajah cemas.
Dia pernah alami hal ini bersama guru pertama nya, Huo Lung dan Ping Feng.
Fei Yang tidak mau mengulangi kejadian tragis itu, sambil menggelengkan kepalanya, dia berkata,
"Guru apa yang kamu lakukan, jangan seperti ini, ini tidak boleh.."
"Guru,..! Fei Yang tidak mau..!"
ucap Fei Yang mulai meronta ingin melepaskan kedua telapak tangannya, dari tempelan telapak tangan gurunya.
"Fei Yang bertahan lah, jangan tinggalkan ranjang ini."
Kamu dengarkan guru, menurut lah, jangan bergerak sembarangan."
"Ini bisa melukai kita berdua, patuh lah.."
"Seraplah tenaga yang masuk kedalam tubuh mu, gunakan Qian Kun Im Yang Sen Kung, untuk menyerap nya dengan baik."
"Jangan melawan terima saja semuanya, apapun yang terjadi tanpa seijin ku, jangan pernah lepaskan tangan mu dari tangan ku, "
"Kamu mengerti Fei Yang,..?"
ucap Yi Han Tao Se memastikan.
"Fei Yang tidak mau guru, ini tidak boleh,.. Fei Yang tidak mau menjadi murid durhaka yang selalu mencelakai guru yang berbudi pada Fei Yang.."
"Fei Yang tidak sanggup menanggung dosa itu.."
ucap Fei Yang dengan wajah sedih dan cemas.
Fei Yang masih berusaha menolak meronta melepaskan diri dari tempelan tangan gurunya.
Tapi Yi Han Tao Se merubah posisi tempel telapak tangan menjadi cengkraman, sehingga kini tangan Fei Yang tercengkram dengan erat oleh nya.
Tapi Fei Yang masih terus berusaha meronta, dan menolak tenaga Yi Han Tao Se yang terus membanjiri tubuhnya.
"Fei Yang,.. kamu dengarkan guru,.. ketahuilah nak, umur guru sudah tidak lama lagi.."
"5 organ penting dalam dalam tubuh guru telah rusak, umur ku tidak akan panjang lagi.."
"Akan sangat di sayangkan, bila kemampuan selama 700 tahun ikut mati bersama ku.."
"Kamu jangan sia sia kan maksud baik guru ini, kamu adalah murid penutup sekaligus harapan guru.."
__ADS_1
"Buatlah aku bangga Fei Yang, itu sudah merupakan balas Budi terbaik untuk ku.."
"Tidak guru,.. guru hanya terluka, bila di rawat dan di obati dengan baik, Fei Yang yakin guru akan segera pulih kembali.."
ucap Fei Yang menggelengkan kepalanya, airmata mulai membasahi kedua pelupuk matanya.
Fei Yang merasa sedih dan terharu, saat teringat bagaimana baik dan sayangnya, guru sekaligus penyelamat hidupnya ini.
Fei Yang tidak rela bila harus kehilangan guru dan penyelamat hidupnya ini.
Dia terus menggelengkan kepalanya dengan kuat.
"Fei Yang anak baik, guru tahu perasaan dan bakti mu, kondisi tubuhku tentu guru lebih tahu dari siapapun..'
"Fei Yang jangan membantah lagi, atau semua akan jadi sia sia dan kamu jadi murid yang paling tidak berbakti di dunia ini.."
"Guru...!"
ucap Fei Yang sedih, airmatanya akhirnya runtuh tidak tertahankan lagi.
"Fei Yang kondisi guru sudah sangat parah, guru sudah keracunan sebelum pertarungan melawan Xu Da terjadi.."
"Kemunculan Ming Wang, mengacaukan sirkulasi tenaga ku, racun dalam tubuh ku pun mengamuk tak terkendali.."
"Akibat tekanan dari luar dan dalam, 5 organ dalam tubuh ku telah rusak parah."
"Benturan di gerbang kedua tadi, saat melawan serangan Ming Wang dan Xu Da, semakin memperparah keadaan ku.."
"Waktu guru tidak banyak lagi, anak baik jangan pernah menyalahkan diri mu, kematian guru jelas tidak ada hubungannya dengan mu.."
"Fei Yang pejamkan matamu, ikuti petunjuk guru, seraplah semua kekuatan guru, gunakan Qian Kun Im Yang Sen Kung, untuk menyerapnya."
"Edarkan semua tenaga ini mengelilingi semua titik jalan darah dan syaraf kecil di seluruh tubuh mu.."
"Bila ada yang tersumbat gunakan kekuatan ini untuk membuka dan menerobosnya hingga lancar.."
"Nah bagus seperti itu nak.."
ucap Yi Han Tao Se mulai ikut memejamkan sepasang matanya.
Perlahan lahan gambar Pat Kwa muncul mengelilingi tubuh kedua orang itu, lalu berputar-putar di sekitar tubuh mereka.
Semakin lama semakin cepat, hingga akhirnya hanya terlihat sebagai garis cahaya yang menyelimuti tubuh mereka berdua.
Yang mulai ikut berputar-putar, dan melayang di udara.
Tubuh Yi Han Tao Se kini berpindah posisi naik keatas, kedua tangannya terulur ke bawah, sedangkan tangan Fei Yang terulur keatas.
__ADS_1
Sepasang tangan mereka menempel erat saling cengkram.
Bagian Dan Tian Fei Yang bersinar terang, kedua energi' Huo Lung dan Bing Feng kini terbuka.
Menyatu dengan kekuatan Qian Kun Im Yang Sen Kung.
Membentuk gambar Pat Kwa merah biru.
Tapi sesaat kemudian ketiga macam kekuatan saling memisahkan diri, satu sama lain saling menekan hilang timbul.
Keringat terlihat memenuhi wajah Fei Yang yang terlihat tersiksa.
Tapi akhirnya ketiga tenaga itu mereda, dan saling memisahkan diri menjadi 3 wilayah terpisah di dalam Dan Tian Fei Yang.
Tubuh' Fei Yang dan Yi Han Tao Se mulai berputar putar seperti tukang sirkus sedang bermain akrobat.
Perlahan-lahan rambut Yi Han Tao Se yang hitam lebat, mulai memutih semua, menutupi wajahnya yang semakin lama semakin kurus dan keriput.
Tubuhnya yang kekar dan atletis juga mulai menyusut, Hingga hanya tersisa tulang membungkus kulit.
Sepasang tangan nya, akhirnya mulai patah di sambungan nya, karna rapuh tidak kuat menopang tubuhnya yang berada di atas Fei Yang.
Kini yang saling menempel adalah kepala dengan kepala, Fei Yang sendiri sudah larut dalam semedinya.
Dia tidak lagi menyadari kondisi dan keadaan sekitarnya, hanya terus mengikuti arahan dari gurunya.
Tubuh dengan sepasang kepala saling menempel, Yi Han Tao Se berada di atas, Fei Yang berada di bawah.
Sepasang tangan Yi Han Tao Se tergantung lemas ke bawah, Sedangkan sepasang tangan Fei Yang direntangkan kesamping kiri kanan.
Perlahan lahan putaran semakin lemah dan melambat hingga akhirnya berhenti.
Tubuh Yi Han Tao Se yang kurus kering jatuh terbaring lemah dalam pangkuan Fei Yang.
Dengan nafas lemah dan terputus putus, tapi dari bibirnya yang keriput dan kering menyunggingkan seulas senyum puas.
Fei Yang sudah menyimpan kembali seluruh kekuatannya, dia tanpa membuka mata sudah merasakan kondisi gurunya yang bagaikan lilin yang sedang meredup.
Dari sepasang matanya yang terpejam, kini mengalir dua butir air bening jatuh membasahi pipinya.
"Jangan bersedih nak,.. sekarang guru sudah..bisa..pergi.. dengan..tenang..jaga..diri.."
ucap Yi Han Tao Se terputus putus dengan suara lemah mirip bisikan.
Tapi bagi Fei Yang semua terdengar sangat jelas.
__ADS_1
Setelah mengucapkan beberapa patah kata, kepala Yi Han Tao Se pun terkulai ke samping.
Nafas nya telah putus, rohnya sudah terbang keluar meninggalkan jasad kasarnya.