
Nan Thian melesat keatas meninggalkan punggung Kim Kim saat dia merasa ada sesuatu kekuatan mematikan yang menyerangnya, dari belakang.
"Siuuut..!"
Nan Thian melesat keatas, kedua ulir air lewat di bawah bokongnya.
"Naga mengibaskan ekor.."
Nan Thian melakukan gerakan memutar kebelakang sambil menebaskan pedang Naga emasnya kebelakang.
Seekor Naga Panca warna melesat kearah asal datangnya serangan air berulir tadi.
"Wuttt,..!"
"Booommm...!"
Serangan Nan Thian menghantam dasar laut hingga pasir batu rumput dan terumbu karang berhamburan, seperti terkena bom bawah laut.
Tapi serangan Nan Thian tidak menemui sasaran, di dalam air pergerakan serangannya menjadi lambat.
Memanfaatkan hal ini, Gong Gong sudah berpindah tempat.
Dia transparan berkamuflase, sulit ditemukan.
Ulir air kembali melesat cepat dari segala arah mengepung Nan Thian.
Nan Thian membentuk pertahanan dengan memutar pedangnya.
Membentuk perisai pelindung, di mana terlihat seekor Naga Panca warna raksasa.
Meringkuk mengelilingi seluruh tubuh Nan Thian, membiarkan sisik sisik tubuhnya yang keras.
Menahan terjangan dari ulir air yang datang tiada habis habisnya.
"Bangggg..! Bangggg..! Banggg..!"
"Bangggg..! Bangggg..! Banggg..!"
"Bangggg..! Bangggg..! Banggg..!"
Naga Panca Warna yang melindungi tubuh Nan Thian meski di bombardir sekuat apapun oleh ulir air itu tetap tidak bergeming.
Sedangkan Nan Thian yang terlindung oleh kekuatan Naga panca warna, dia terus mengamati di mana lawannya bersembunyi.
Dengan mengerahkan Chi ke titik titik meridian di kedua matanya, sepasang mata Nan Thian mencorong seperti mata naga sakti, bersinar sinar.
Dengan memfokuskan penglihatan nya, akhirnya Nan Thian menemukan keberadaan mahluk tersebut.
Nan Thian tidak langsung menyerang nya, takut dia kabur sulit di tangkap lagi.
Nan Thian hanya berkomunikasi lewat telepati, agar Kim Kim membantunya mengawasi pergerakan mahluk itu.
Dia sendiri pura pura tidak melihat.
Nan Thian menunggu saat Gong Gong menambah kekuatan serangan nya.
Sebuah ulir air yang besar dengan bagian depan membentuk es runcing.
Datang menghantam kearah Naga Panca Warna.
"Bangggg...!"
Terjadi Ledakan dahsyat bayangan Naga Panca Warna hilang.
Tubuh Nan Thian terpental kearah gerombolan rumput bawah laut, di mana Gong Gong bersembunyi.
__ADS_1
Gong Gong tersenyum girang, dua langsung membentuk sebuah tombak es.
Melesat menyambut kedatangan tubuh Nan Thian.
"Wuttt..!"
Tombak es tidak mengenai sasaran, Nan Thian di saat bersamaan datangnya tombak.
Dia membuat dirinya yang sedang melayang kearah gerombolan rumput, melakukan gerakan berputar.
Sehingga tombak es lewat di sisinya.
Di saat melakukan gerakan berputar itulah Nan Thian melepaskan satu tebasan pedang kearah Gong Gong.
Tebasan Nan Thian bukan sembarangan tebasan, ini adalah salah satu dari tebasan pedang tanpa nama.
"Tebasan Pedang Tanpa Wujud Bentuk dan Rupa.."
"Wuuuttt..!"
Tebasan yang tidak terlihat, sama putih transparan seperti Gong Gong yang sedang berkamuflase.
Dalam jarak yang begitu dekat, dimana serangannya juga tidak terlihat.
Gong Gong menyadarinya, karena melihat air yang terbelah, dua buru buru bergerak menghindar.
Sambil membentuk dinding es menahan serangan tersebut.
"Blaaaarrr..!"
Dinding es tidak sanggup menahan serangan tersebut.
Dinding es hancur berantakan di terjang oleh kekuatan dahsyat tersebut.
Sebuah luka memanjang dari pundak hingga ke pinggang terlihat menghiasi punggung Gong Gong.
Gong Gong yang menyadari bahaya, dia langsung menghilang dari sana.
Saat Nan Thian dan Kim Kim melesat mengepungnya.
Gong Gong sudah menghilang dari sana.
Dia menghilang di balik rerumputan laut, yang panjang dan lebat.
Nan Thian melepaskan,
"Tebasan Pedang tanpa keinginan."
Mengejarnya, tebasan ini cocok untuk mengejar lawan yang melarikan diri.
Karena energi pedang tidak akan pernah berhenti, sebelum berhasil menemukan sasaran mahluk yang masih memilki keinginan.
Gong Gong juga tidak terkecuali, dia masih memilki ambisi dan keinginan, untuk membalas kekalahannya dari Zhu Rong dewa api rival abadinya itu.
Gong Gong lukanya dalam sekejab mata sudah pulih kembali.
Kini yang menjadi masalah adalah cahaya panca warna yang terus mengejarnya kemanapun dia pergi, seperti arwah penasaran.
Gong Gong dalam keadaan terpaksa, dia pun memainkan ilmu andalannya.
Dia membentuk pusaran air dari empat penjuru, mengepung dan berusaha menahan serangan dari Nan Thian.
"Duaarrr...!" Duaarrr...!"
"Duaarrr...!" Duaarrr...!"
__ADS_1
Terjadi ledakan dahsyat, setiap kali terjadi pertemuan pusaran air dengan energi pedang Nan Thian.
Satu persatu pusaran air meledak dan lenyap saat bertemu dengan energi pedang Nan Thian.
Gong Gong yang melihat hal itu, tidak ada jalan lain dia mengerahkan kekuatan sejati Inti es surgawi.
Untuk menghentikan serangan tersebut.
Seluruh area di sekitar Gong Gong berubah menjadi lautan beku, saat kekuatan Es surgawi dilepaskan.
Energi pedang Panca Warna ikut di bekukan oleh kekuatan tersebut.
Setelah melepaskan serangan, Gong Gong sendiri langsung kabur.
Sesaat saja dia sudah menghilang dari tempat tersebut yang telah berubah menjadi hamparan es beku.
Nan Thian dan Kim Kim yang juga terkurung dalam lautan beku, mereka mengerahkan kekuatan mereka menerjang keluar dari dalam hamparan es beku.
"Brakkkk..! Brakkkk..!"
Terjadi Ledakan susul menyusul saat Nan Thian dan Kim Kim secara hampir bersamaan melesat keluar dari lapisan es beku.
Di mana kini lautan, terlihat berubah menjadi hamparan es beku.
Sejauh mata memandang hanya ada bekuan es yang membentang.
Nan Thian menghela nafas panjang,
"Kekuatan yang sangat mengerikan, bila di bawa ke dunia ramai tidak tahu berapa juta jiwa akan lenyap seketika karena nya.."
gumam Nan Thian dalam hati.
"Benar kak, tapi dia juga tidak mudah di temukan apalagi di tangkap.."
ucap Naga Emas lewat telepati kedalam pikiran Nan Thian.
Nan Thian mengangguk, dan berkata,
"Sekali ini tidak berhasil kedepannya akan lebih sulit lagi.."
"Sekarang kemana kita akan mencarinya..?"
tanya Kim Kim
"Palung laut dalam sebelumnya, apa kamu masih ingat jalan menuju kesana..?"
"Aku rasa gurita itu, pasti punya hubungan erat dengan nya.."
"Temukan gurita itu, kemungkinan dia bisa membantu menunjukkan di mana keberadaan mahluk itu."
"Samar samar aku sempat melihat bentuknya, ada kemungkinan dia lah Gong Gong yang sedang kita cari.."
ucap Nan Thian cepat.
Kim Kim mengangguk dan berkata,
"Aku juga punya pemikiran yang sama, apalagi dengan kemampuannya yang bisa membuat beku seluruh tempat ini.."
"Bila bukan karena inti es surgawi, dia tidak mungkin bisa memiliki kemampuan seperti ini.."
Nan Thian mengangguk dan berkata,
"Ayo kita cepat kembali ke palung, sebelum dia membawa gurita raksasa itu pergi bersembunyi, dari kejaran kita.."
Kim Kim mengangguk, Lalu dia kembali meluncur di atas bekuan es sambil menggendong Nan Thian yang duduk diam di punggungnya.
__ADS_1