PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERBICARA TERUS TERANG


__ADS_3

"Kakak Yang apakah kakak tidak bisa mempertimbangkan nya lagi.."


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Maaf adik Sian, .."


Sian Sian mengigit bibir bawahnya sendiri yang gemetar, dia menatap Fei Yang dengan tatapan mata tak percaya.


Semua terjadi begitu cepat bagaikan mimpi, dia masih terbayang hari hari kebersamaan mereka sebelum nya.


Ada canda ada tawa ada marah ada senang ada sedih.


Tapi dalam sekejap semua akan hilang, Fei Yang akan meninggalkannya, tidak mengingkari nya lagi.


Menatap semuanya terjadi di saat dia mulai nyaman dan jatuh hati padanya.


Ini adalah suatu kenyataan yang sangat kejam baginya.


Memikirkan hal ini, Sian Sian sudah tidak bisa menahan airmatanya yang mulai bercucuran membasahi wajahnya.


Angin di Padang gurun yang dingin tidak bisa menghapus airmatanya yang terus mengucur deras.


Sian Sian memberanikan diri sekali lagi menatap wajah Fei Yang, sambil memegang tangannya, dia berkata,


"Kakak Yang, Sian Sian sadar Sian Sian tidak mungkin mengikat kakak menjadi pendamping tunggal Sian Sian seumur hidup."


"Asalkan kakak Yang tidak membatalkan nya, mau jadi yang ke berapa pun Sian Sian,.."


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan meletakkan jarinya di depan bibir Sian Sian dan berkata,


"Tidak Sian Sian jangan di teruskan, kamu tidak pantas di perlakukan seperti itu.."


"Di luar sana masih lebih banyak pria yang jauh lebih baik dari ku, dan bisa mencintai mu seorang sepenuh hati.."


"Kamu tidak boleh membuang kesempatan itu, dan meletakkan harapan pada pria yang tidak sepenuh hati mencintai mu.."


"Sian Sian kalau bisa aku ingin mencintaimu seutuhnya luar dan dalam bukannya fisik mu saja.."


"Sayang nya tidak bisa, maafkan aku.."


ucap Fei Yang sambil memejamkan matanya tidak tega melihat airmata Sian Sian yang bercucuran deras, menetes netes di dagunya yang halus.


Sian Sian sudah tidak tahu alasan apa yang lebih tepat untuk menahan Fei Yang tidak pergi meninggalkan dirinya.


Dia tahu saat ini apapun yang dia katakan semua akan percuma, Fei Yang sudah memutuskannya.


Dari pada terus mempersulit Fei Yang lebih baik merelakan nya, menyisakan sedikit harga diri buat dirinya sendiri.


Membuat sebuah kenangan manis, buat Fei Yang.


Setidaknya Fei Yang akan tetap mengenangnya sebagai bagian kecil yang indah dalam hidup nya.

__ADS_1


Sian Sian maju memegangi wajah Fei Yang sambil sedikit berjinjit dia mendaratkan ciuman perpisahannya ke bibir Fei Yang sambil terisak menahan tangis.


Fei Yang sangat terkejut dengan tindakan Sian Sian yang nekad.


Sepasang matanya terbuka lebar menatap Sian Sian dengan kaget.


Fei Yang menggunakan kedua tangannya menahan bahu Sian Sian agar menjauhi nya.


"Kakak Yang jangan menolaknya ini untuk yang terakhir kalinya ku mohon.."


ucap Sian Sian pelan.


Sebelum dia kembali melingkar kan tangan nya di belakang leher Fei Yang.


Fei Yang akhirnya diam pasrah tidak menolaknya lagi.


Sesaat kemudian Sian Sian yang mundur sendiri dan berkata,


"Kakak Yang, aku mendoakan semoga kamu berbahagia bersama pilihan mu.."


"Dia sungguh beruntung, aku sungguh mengagumi sekaligus merasa iri dengan keberuntungan nya.."


Setelah berkata, Sian Sian langsung membalikkan badannya berlari meninggalkan Fei Yang.


Dia sudah tidak sanggup menahan tangisannya, sambil berlari kecil menuruni tangga menara, Sian Sian menutupi mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.


Agar suara tangisannya jangan sampai terdengar keluar, seluruh tubuhnya bergetar hebat, karena berusaha menahan suara tangisnya.


Airmata nya terus bercucuran menganak sungai..


Fei Yang sambil menghela nafas panjang, dia bergerak mengikuti dan mengawasi Sian Sian dari jarak jauh.


Dia tidak ingin Sian Sian yang cantik terjadi sesuatu setelah berpisah darinya.


Hingga memastikan Sian Sian selamat sampai di rumah nya, Fei Yang pun ikut berjalan masuk kedalam rumah kediaman perdana menteri Li.


Perdana menteri Li menatap Fei Yang dengan tatapan penuh tanda tanya.


Tadi mereka berdua pergi baik baik cucunya begitu gembira, kenapa saat pulang dia melihat cucunya menangis sampai begitu sedih.


Dia sempat bertanya, tapi tidak mendapatkan jawaban selain tangis yang jauh lebih keras, sebelum pintu kamar di banting dan di kunci dari dalam.


Kini dia hanya bisa menunggu penjelasan dari Fei Yang.


Tapi melihat Fei Yang hanya diam dengan kepala tertunduk, dan terus menghela nafas tanpa berkata apapun.


Akhir nya perdana menteri Li tidak bisa menahan rasa penasarannya dan bertanya


"Nak Fei Yang apa yang sebenarnya terjadi mengapa dia..?"


Fei Yang mengangkat kepalanya menatap perdana menteri Li dan berkata,

__ADS_1


"Ini salah ku, aku telah melukai perasaan nya dengan sangat dalam.."


"Tapi bagaimana pun aku harus berkata dengan jujur, aku tidak boleh menjerumuskan adik Sian dalam perkawinan yang tidak di dasari cinta.."


"Paman Li,.. aku ingin membatalkan pertunangan kami."


Perdana menteri Li meski sedikit terkejut dan kaget, tapi sebagai orang berpengalaman dan sudah banyak melewati asam garam kehidupan.


Penampilan luar nya tetap tersenyum tenang seolah olah tidak pernah terjadi apa apa.


Sambil tersenyum tenang Perdana menteri Li berkata,


"Apa nak Fei Yang sudah yakin dengan keputusan mu ini..?"


"Ini adalah hal besar yang tidak main main, apa kedua orang tua mu sudah mengetahui hal ini..?"


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Sudah paman Li, keputusan ku sudah bulat, kedua orang tua ku juga sudah tahu.."


"Tapi masalah itu datang dari ku, tidak ada hubungannya dengan mereka, juga tidak ada hubungannya dengan politik istana.."


"Makanya aku datang kemari untuk membicarakan langsung dengan Sian Sian dan Paman Li.."


"Terhadap adik Sian, perasaan ku hanya perasaan seorang kakak terhadap adik."


"Aku telah gagal merubah perasaan itu menjadi perasaan cinta.."


"Aku harap paman Li bisa mengerti keputusan ku ini.."


Perdana menteri Li tersenyum sabar dan menepuk pundak Fei Yang.


"Tak ada yang perlu di maafkan, cinta tidak mungkin di paksakan.."


"Paman mu juga pernah melewati masa itu, paman mengerti itu."


"Sikap mu ini malah jauh lebih baik, daripada semua di teruskan ke pernikahan, yang akan membawa penderitaan dan siksaan tak berujung bagi kalian berdua.."


"Kamu tenang saja, tak perlu khawatir Sian Sian nanti juga akan pulih sendiri,.."


"Biarkan waktu yang akan menyembuhkan kesedihan nya.."


ucap Perdana menteri Li sambil tersenyum sabar.


"Kalau boleh paman tahu, siapa gadis yang beruntung itu ?"


tanya Perdana menteri Li sambil menggandeng tangan Fei Yang untuk duduk di kursi yang di sediakan untuk menyambut tamu yang datang berkunjung ke kediaman nya.


"Namanya Wei Wen, dia putri kaisar kerajaan Song, Zhao Kuang Yi.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum malu.

__ADS_1


__ADS_2