
Fei Yang berjalan santai menikmati suasana keramaian kota Hang Zhou di pagi hari .
Kota yang ramai dan padat penduduk nya ini, pagi pagi sudah terlihat begitu ramai.
Para pedagang sayur dan daging sudah menggelar lapaknya dan terlihat sibuk melayani para pembeli yang ramai berlalu lalang di sana.
Selain para penjual daging sayur, para penjual kaki lima lain nya, seperti penjual menu sarapan seperti Bak Pao, Kue kering, Mie Yang Chun, bubur dan lain lain juga mulai memasang lapaknya.
Ada juga yang baru tiba di lokasi bersiap menggelar lapaknya,.seperti tukang ramal,.tukang bedak gincu, pewangi wanita, tukang kain, hingga tukang permen juga terlihat sedang sibuk bersiap siap menggelar lapak mereka.
Fei Yang terus berjalan santai memperhatikan berbagai keramaian yang ada di sekitarnya sambil tersenyum.
Beberapa gadis yang berpapasan dengan Fei Yang pada melemparkan senyum malu-malu.
Fei Yang tidak berani menanggapi mereka, dia ingat dengan nasehat guru Malini dan Li Sian Sian, yang memintanya agar tidak terlalu mudah mengumbar keakraban dengan para gadis muda, untuk menghindari masalah yang tidak perlu.
Akhirnya Fei Yang tiba di depan restoran yang di tuju, tapi baru mau melangkah masuk kedalam.
Seorang pelayan muda, menghampiri Fei Yang dan berkata,
"Tuan maaf bila ingin ke restoran, restoran kami telah penuh.."
"Tapi bila ingin menginap saya bisa bantu mengaturnya."
Fei Yang mengangkat kepalanya melihat keatas, lalu berkata.
"Bukannya aku lihat restoran ini terdiri dari 3 lantai..? lantai tiga ku lihat masih kosong.."
"Maaf tuan lantai 3 sudah di booking oleh putri Wei, tempat itu sudah di steril, tidak boleh ada yang kesana."
ucap pelayan itu menjelaskan dengan pelan.
"Siapa putri Wei itu ?"
tanya Fei Yang penasaran.
Pelayan itu menatap Fei Yang dengan kaget dan berkata,
"Bagaimana mungkin tuan bisa tidak mengenali putri Wei,..?"
"Beliau adalah putri terkecil dari kaisar kita saat ini, Kaisar Zhao Kuang Yi yang mulia.."
Fei Yang mengangguk, dan buru-buru berkata,
"Aku memang tidak mengenal dan belum pernah mendengarnya, tapi ya sudahlah kamu antarkan aku untuk urus penginapan saja."
"Baik tuan, silahkan lewat sebelah sini.."
ucap pelayan itu menunjukkan jalan buat Fei Yang dengan tubuh terbungkuk bungkuk.
Pelayan itu mengantar Fei Yang kedepan meja kasir, untuk mendapatkan kunci pintu kamar penginapan.
Setelah membayar dan mendapatkan kunci kamar, Fei Yang pun berkata,
"Karena restoran sedang penuh, aku ingin memesan beberapa masakan, yang paling di andalkan oleh restoran mu, untuk di kirim ke salah satu perahu di pinggir danau Xi Hu bisa ?"
Pelayan itu mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Bisa saja aku akan mengatur kan buat tuan."
"Tapi tuan apa sudah punya pilihan mau naik perahu yang mana ?"
tanya pelayan itu.
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku belum kesana, apa kamu punya kenalan untuk di rekomendasikan..'
"Perahu sedang saja, tidak perlu besar besar,.."
ucap Fei Yang memberi gambaran keinginan nya.
"Begini tuan, setelah aku menyampaikan daftar pesanan tuan ke koki restoran kami untuk di siapkan.."
"Aku akan temui tuan di depan restoran, biar aku temani tuan cari perahu yang cocok.."
ucap pelayan itu memberi usul.
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Itu yang bagus, baiklah aku tunggu kamu di depan restoran saja."
Pelayan itu mengangguk senang, karena pekerjaan ini selain ringan dia bisa dapat uang teap double.
Dari Fei Yang dapat,. dari pemilik perahu pun dapat.
Fei Yang tak perlu menunggu lama, pelayan itu sudah tiba di hadapan Fei Yang.
Lalu dia mengantar Fei Yang memilih perahu yang Fei Yang cocok.
"Tuan bisa tunggu di perahu, nanti setelah masakan siap kami akan antarkan kemari.."
"Tuan ada pesan lain ?"
Fei Yang berpikir sebentar kemudian berkata,
"Untung kamu tanya, hampir saja aku lupa,.."
"Arak Hang Zhou yang terbaik jangan ketinggalan, aku minta setengah lusin,.."
Pelayan itu mengangguk dan berkata,
"Baik tuan, adalagi tuan ?"
"Hmm Kurasa sudah tidak ada.."
ucap Fei Yang.
Pelayan itu sambil tersenyum aneh berkata,
"Bagaimana bila teman minum, penari, penyanyi, sekaligus pemain alat musik handal, bila tuan berminat..?"
"Gadis penghibur kota Hang Zhou sangat lah terkenal kecantikan nya, apa tuan tidak ingin mencobanya."
tanya pelayan itu sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Dia berusaha mempromosikan nya, karena bila Fei Yang tertarik, dia akan kembali dapatkan double teap lagi..
Sayang nya respon Fei Yang sangat berbeda,
Dia langsung menggoyangkan tangannya dengan panik dan berkata,
"Tidak,.. tidak,.. tidak,.. itu sana sekali tidak perlu, aku lebih suka sendirian begini, rasanya lebih bebas dan nyaman.."
Pelayan itu terlihat sedikit kecewa dengan respon Fei Yang,dia pun berkata dengan sedikit lemas.
"Baiklah tuan,.. kalau begitu saya undur diri dulu.."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Pergilah, terimakasih banyak ya,.."
Pelayan itu pun buru-buru pergi dari sana kembali ke restoran.
Fei Yang sambil menunggu, dia berjalan jalan santai di tepi danau.
Melihat pemandangan danau yang indah dan menikmati udara danau yang sejuk dan segar.
Di saat Fei Yang sedang asyik berjalan santai, tiba tiba dia melihat di depan sana ada keributan.
Seorang pemuda tanggung yang berwajah kotor dan berpakaian dekil sedang berlarian, menghindari kejaran puluhan orang pengemis dewasa yang memegang tongkat bambu kuning di tangan mereka.
Pemuda bertubuh kecil itu, tanpa memperdulikan teriakan marah dan sumpah serapah para pengejarnya.
Dia terus berlari dengan lincah sambil menggendong sebuah bungkusan di depan dada.
Tepat tiba di depan Fei Yang dia langsung menyelinap ke belakang Fei Yang dan mendorong Fei Yang kearah depan.
Tapi berkali-kali dia mendorong, tubuh Fei Yang tidak bergeming.
"Aduhhh,..!!"
teriak nya kesakitan, karena lengannya yang putih kecil di genggam erat oleh Fei Yang.
"Apa yang terjadi,..? mengapa mereka mengejar mu.."
tanya Fei Yang sambil menatap pemuda bertubuh kecil itu dengan tatapan tajam penuh selidik.
"Aduhhh,.. sakit,.. lepaskan dulu tangan mu,..!"
teriak pemuda itu sambil berusaha meronta.
"Terserah pada mu, bila tidak mau bicara jujur, aku akan kembalikan kamu ke mereka.."
Pemuda itu menatap Fei Yang dengan wajah cemberut dan berkata,
"Aku mencuri ayam sesajen mereka, aku lapar, terus kenapa !?'
"Cepat lepaskan aku, lihat mereka kini sudah mendekat, ini semua gara gara kamu yang usil..!"
"Bila hari ini aku mampus, aku tiap malam akan menghantui mu seumur hidup..!"
teriak pemuda itu kesal.
__ADS_1
Fei Yang tersenyum tenang dan berkata,
"Cuma ayam aja, kembalikan ke mereka, minta maaf bukannya beres..?"