
Setelah menghindari serangan pertama Jigme lhama, Kok Ti Lhama langsung memberikan serangan balasan berupa tendangan beruntun kearah dada dan perut Jigme lhama.
Jigme lhama, dengan cepat menurunkan cakarnya ingin mencengkram pergelangan kaki dan lutut Kok Ti Lhama.
Kok Ti Lhama melepaskan pukulan jarak jauh yang membentuk cahaya tapak emas melesat kearah wajah Jigme lhama, sambil menarik kembali kakinya.
Benturan di udara pun terjadi antara cakar bersinar keemasan dengan telapak tangan terbuka bercahaya emas.
Baik Jigme lhama maupun Kok Ti Lhama sama sama terdorong mundur kebelakang.
Di tempat lain Dote lhama juga sudah terlibat saling serang dengan Kok Thian lhama.
Begitu pula dengan Kok Beng lhama yang juga sudah saling melepaskan pukulan jarak jauh melawan Kipu Lhama.
Setelah belasan jurus berlalu Kipu Lhama terlihat berada di atas angin, dia terus menekan Kok Beng lhama yang main mundur dan terdesak hebat.
Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama yang melihat ada ketidak beresan pada Kok Beng lhama.
Mereka berdua segera mengerahkan kekuatan mereka untuk memukul mundur Jigme lhama dan Dote lhama.
Lalu Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama melesat kearah Kipu Lhama, yang sedang bergerak menyerang Kok Beng Lhama.
Kok Beng lhama sendiri sudah jatuh terlentang di atas lantai,. setelah menangkis serangan sepasang telapak tangan Kipu Lhama.
Pukulan susulan Kipu Lhama yang diarahkan kewajah Kok Beng lhama, berhasil ditangkis oleh Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama yang datang tepat waktu.
"Kakak awas tapak nya beracun..!!"
terdengar teriakan dari Kok Beng lhama.
Sayang nya teriakan peringatan Kok Beng lhama sedikit terlambat, baik Kok Thian lhama maupun Kok Ti Lhama kedua nya sudah terlanjur berbenturan dengan telapak tangan Kipu Lhama.
Kipu Lhama sendiri terpental bagaikan layang layang putus,. setelah tubuhnya berhasil di sambut oleh Jigme lhama dan Dote lhama.
Kipu Lhama langsung memuntahkan darah segar yang cukup banyak dari mulutnya.
Tangkisan kekuatan gabungan Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama tidak bisa dianggap remeh.
Tanpa bergabung pun kekuatan mereka masih setingkat diatas kekuatan Kipu Lhama.
__ADS_1
Apalagi tadi mereka menangkisnya secara serentak, Kipu Lhama tidak sampai langsung tewas, itu sudah merupakan mukjizat.
Sementara itu di di sisi lain Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama mereka berdua terlihat sibuk mengerahkan tenaga sakti mereka untuk menahan racun menjalar ketubuh mereka.
Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama sama sama duduk bersila di samping Kok Beng lhama.
Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama, masih sempat mencegah racun menjalar ketubuh mereka.
Racun yang berasal dari jarum beracun di telapak tangan Kipu Lhama itu, berhasil mereka tahan di pergelangan tangan.
Berbeda dengan Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama, kondisi Kok Beng lhama sudah terlihat kritis.
Seluruh wajahnya terlihat mulai berwarna hitam, tubuhnya bergetar hebat keringat sebesar kacang membanjiri wajahnya.
Jigme lhama dan Dote Lhama yang lebih cepat berhasil membantu pemulihan Kipu Lhama.
Mereka bertiga kini sambil tertawa melangkah mendekati Kok Beng lhama Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama, yang terlihat sedang mengalami kesulitan menetralisir racun ganas, yang sedang berusaha menyerang tubuh mereka.
"Namo Budaya, kalian bertiga ini sungguh kelewatan, dan semakin melenceng jauh dari ajaran sang Buddha.."
"Sebagai pengikut sang Buddha, kalian malah berani menggunakan racun mencelakai orang.."
terdengar suara bergaung yang mutar mutar di sekitar tubuh ketiga orang lhama jubah merah itu.
Sebelum suara tersebut lenyap di hadapan mereka bertiga, kini telah muncul dua orang biksu tua yang memiliki sepasang mata yang bersinar tajam.
Kedua orang biksu itu adalah wakil ketua kuil halilintar biksu Charvaka lhama dan biksu Chudamani lhama.
"Rupanya kalian berdua, orang tua yang tidak tahu mampus itu."
ucap Dote lhama sambil tersenyum mengejek.
Mereka bertiga terlihat santai dan tidak takut sama sekali menghadapi kedua biksu tua yang baik secara pangkat dan kemampuan ada di atas mereka.
Sambil berteriak keras Jigme lhama langsung melompat menyerang kearah Charvaka lhama dengan sepasang cakarnya yang mengeluarkan cahaya keemasan.
Dia mengerahkan kedua cakarnya untuk mencengkram dan ingin merobek dada Charvaka lhama, di saat bersamaan kedua kakinya juga di gunakan untuk menendang perut bawah dan perut atas Charvaka Lhama.
Charvaka lhama dengan gerakan yang sangat cepat tanpa terlihat sudah menangkis keempat serangan itu sambil berkata,
__ADS_1
"Jigme bertobatlah,.."
Tubuh Jigme lhama terlempar terhuyung-huyung kebelakang, hampir terjatuh terjengkang kebelakang, bila tidak keburu di tahan oleh kedua saudaranya Dote lhama dan Kipu Lhama.
Melihat Jigme lhama dalam satu gebrakan sudah di kalahkan, Kipu Lhama dan Dote lhama, dengan kompak langsung maju menerjang kearah biksu Charvaka lhama untuk menggantikan Jigme lhama
Kipu Lhama menyerang dengan sepasang tapak terbuka, sedangkan Dote lhama menyerang dengan sepasang tinjunya yang mengeluarkan cahaya emas.
Dari sepasang tinju Dote lhama terus melepaskan cahaya emas yang membentuk sebuah kepalan menyerang Charvaka lhama.
Charvaka menggeser langkah kakinya dengan mantab menghindari serangan Dote.lhama,.di saat bersamaan dia tiba-tiba menggunakan cakarnya menangkap pergelangan tangan Kipu Lhama.
Dengan sekali remas, terdengar bunyi.
"Kreekkk,..!! Arghhhh...!!"
Bunyi awal adalah bunyi pergelangan tangan Kipu Lhama di remukkan oleh cengkraman tangan Charvaka lhama.
Bunyi yang kedua adalah suara teriakan kesakitan Kipu Lhama, yang tulang sambungan pergelangan tangan nya diremukkan oleh Charvaka lhama.
Charvaka lhama setelah meremukkan sambungan pergelangan tangan Kipu Lhama,.. dia langsung melempar tubuh Kipu Lhama kearah Jigme lhama yang sedang bersiap untuk kembali.maju menyerang nya.
Terhadap serangan Dote lhama, tubuh biksu Charvaka lhama bergerak ringan mendorong kesana kemari, bagaikan pohon Yang Liu yang tertiup oleh angin.
Sangat sulit di sentuh maupun di jangkau, baru setelah habis melemparkan Kipu Lhama.
Charvaka lhama, menggunakan kakinya menjegal kaki belakang Dote lhama, lalu menggunakan bahunya menabrak dada Dote lhama.
Hingga Dote lhama terpental kebelakang, di saat tubuh Dote terpental kebelakang.
Charvaka lhama melepaskan sebuah tendangan jarah jauh, yang menghasilkan angin berpusat, bersarang di perut Dote lhama.
Sehingga Dote lhama memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Setelah mengatur nafas sejenak, ketiga orang itu menyatukan 3 kekuatan mereka menjadi satu
Dote lhama berdiri paling depan, Jigme lhama menempelkan kedua tangannya di kedua bahu Dote lhama,.di susul oleh Kipu Lhama yang menempelkan kedua telapak tangannya di bahu Jigme lhama.
Dengan mengandalkan kekuatan gabungan, mereka membentuk dua tinju emas raksasa menerjang kearah Charvaka lhama.
__ADS_1
Charvaka Lhama, juga mendorong kedua telapak tangannya kearah depan, untuk menyambut serangan gabungan Dote lhama,.Jigme lhama dan Kipu Lhama.