
Yue Feng berdiri gagah di sana dan berkata,
"Majulah sekaligus, jangan membuang waktu ku..!"
Si tinggi jangkung berkata pelan kepada kedua saudaranya, sambil terus menatap kearah Yue Feng.
"Er Koai kamu serang dari kanan bawah, San Koai kamu serang dari kiri atas.."
"Aku akan menghadapinya dari depan.."
"Kalian harus hati hati, dia sangat kuat.."
"Ayo kita maju bersama.."
Selesai berkata, si tinggi kurus pimpinan Qi Lian San Koai, langsung terbang kedepan dengan sepasang cakarnya yang mengeluarkan arus sedot yang sangat kuat.
Sedangkan si gemuk mengambil jalan memutar setengah lingkaran muncul dari arah kanan.
Dia menggunakan sepasang telapak tangan terbuka satu mengarah ke Dan Tian, yang lainnya mengarah ke bagian rahasia Yue Feng.
Si banci juga bergerak seperti si gendut, dia mengambil jalan berlawanan arah.
Sentilan jarinya yang menghasilkan energi transparan tajam, dua diarahkan ke kepala dan leher.
Dua yaitu lainnya diarahkan kedada dan perut.
Yue Feng melindungi tubuhnya dengan Ciu Yang Hu Ti, ( 9 matahari pelindung tubuh ), sambil melepaskan salah satu dari 8 jurus Tapak Naga Langit.
Dengan dukungan energi Ciu Yang Sen Kung dan Ih Cin Cing.
"Enam Naga Keluar Dari Sarang..!"
"Rooaaarrrrrrr...!"
Di awali dengan suara menggetarkan, lalu enam ekor Naga Emas melesat keluar dari tubuh Yue Feng.
Dua ekor Naga Emas meluncur ke kiri kanan, menyambut serangan dari Si gendut dan si banci.
Sedangkan sisa 4 ekor lagi menerjang kedepan menyambut datangnya si tinggi kurus.
Naga emas pertama yang menyambut serangan si gendut, menggunakan tubuhnya yang meliuk liuk untuk menangkis serangan tapak si gendut.
"Dessss..!"
Dessss..!"
"Rooaaarrrrrrr..!"
Setelah mementalkan serangan si gendut, hingga tubuhnya terpental ke belakang seperti sebuah bola.
Tubuh si gendut yang di lindungi oleh energi bola besi diterjang kesana kemari oleh Naga emas.
Seperti Naga mengejar mutiara di udara.
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Brakkkk..!"
Brakkkk..!"
__ADS_1
"Blaarrr..!'
Setelah di terjang berulang kali akhirnya pelindung tubuhnya retak kemudian pecah hancur berantakan.
Tubuh si gendut yang ditembus oleh Naga emas, jatuh tergeletak di atas tanah diam tak bergerak lagi.
Dari hidung mata telinga mulut semua mengeluarkan darah.
Di sisi kiri juga terjadi hal sama, setelah semua serangan, yang di lepaskan oleh sentilan jari pedang si banci tertangkis, oleh tubuh naga yang meliuk liuk di udara.
Tass,..! Tass,..! Tass,..! Tass,..!"
Tass,..! Tass,..! Tass,..! Tass,..!"
Naga Emas lalu menyerang si banci dengan sabetan ekornya, begitu tubuh si banci terpental.
"Dessss..!"
Naga emas langsung menembus tubuhnya.
"Bresss...!"
Si banci yang tubuhnya ditembus oleh Naga emas,.saat mencoba bangkit dari atas tanah di mana tubuhnya tergeletak.
Dari seluruh pembuluh darah di tubuhnya meledak seperti ada mercon di seluruh tubuhnya.
"Duarrr..!" "Duarrr..!" "Duarrr..!"
Duarrr..!" "Duarrr..!" "Duarrr..!"
Darah menyembur deras dari luka nya, si banci akhirnya terpelanting jatuh kembali keatas tanah.
Diam tidak bergerak lagi.
Sedangkan pada si jangkung yang menyerang dari arah depan.
"Wusss..!"
Empat Naga Emas tersedot masuk kedalam tubuh si tinggi kurus..
"Ha..ha..ha..ha..!"
"Ternyata hanya segitu kemampuan mu..!"
"Ini rasakan..!"
teriak Si kurus dengan gaya sombong.
Tapi saat ingin melepaskan kembali energi yang dia sedot tadi, untuk di retur kearah Yue Feng.
Wajahnya seketika berubah, energi yang di sedot tidak mau menurutinya.
Energi itu malah bergerak liar di dalam tubuhnya.
Menekan energi dirinya hingga tak berkutik, kemudian energinya, diajak oleh energi liar itu untuk mencari jalan keluar sendiri.
"Blaarrrr...!"
Di awali dengan keluarnya cahaya dari seluruh lubang di tubuh si tinggi kurus.
Kemudian di susul dengan cahaya keluar dari seluruh pori pori tubuhnya.
Akhirnya terjadi ledakan,
"Duarrrrrr...!"
__ADS_1
Tubuh si tinggi kurus hancur berkeping-keping, terbang kesegala arah potongan tubuh nya.
Yue Feng menarik kembali 6 Naga emas masuk kedalam tubuhnya, sambil menghembuskan nafas, yang menimbulkan segulung asap tipis keluar dari hidungnya.
Setelah menatap sekitar sejenak, Yue Feng masuk kedalam gua, yang menjadi sarang ketiga manusia aneh itu.
Di dalam Yue Feng membebaskan tawanan anak kecil berusia kisaran 10 tahunan ada anak laki laki, juga anak perempuan.
Jumlahnya hampir seratus orang, Yue Feng menyewa beberapa kereta kuda.
Untuk membantunya mengangkut semua barang simpanan milik Ketiga orang tersebut.
Rombongan kecil itu di kawal oleh Yue Feng turun dari Qi Lian San.
Menuju ke kampung kampung di sekitar lereng dan kaki gunung itu.
Yue Feng membantu mengantar anak anak itu kembali ke rumah orang tua mereka masing-masing.
Sekaligus memberikan sebagian harta rampasan kepada penduduk di sekitar sana.
Kedatangan Yue Feng dan rombongannya ada yang menyambutnya dengan gembira.
Tapi ada juga yang menyambutnya dengan pertanyaan dan tangisan sedih, karena putra putri mereka tidak ikut hadir dalam rombongan tersebut.
"Tuan selain anak anak ini, adakah tuan melihat anak lainnya, putra kami juga hilang.."
ucap seorang pemuda sambil memeluk istrinya yang sedang menangis sedih dalam pelukannya.
"Benar tuan cucu ku juga tidak kelihatan.."
ucap seorang nenek dengan wajah sedih penuh harap menatap Yue Feng.
Suara pertanyaan mulai saling bersahutan memenuhi tempat itu.
Yue Feng menghela nafas sedih, menatap mereka semua, lalu dia memberi hormat kepada mereka semua
"Maaf saudara saudara sekalian dan para orang tua.."
"Aku hanya menemukan mereka saja, sisa anak anak lain aku tidak melihatnya.."
"Tapi di dalam gua tersebut, memang ada beberapa anak yang sudah menjadi mayat, ada juga tumpukan tulang belulang.."
"Aku tidak bisa memastikan nya, bila saudara saudara sekalian ingin pergi memastikannya.."
"Kusir kusir kereta ini, nanti bisa membantu kalian kesana melihat lihat sendiri.."
Begitu mendengar penjelasan Yue Feng suara tangisan pun terdengar di mana mana.
Yue Feng hanya bisa menatap prihatin, menghela nafas panjang.
Lalu dia membawa sisa anak lainnya untuk melanjutkan perjalanan.
Sisa 5 anak, 3 laki laki dua perempuan, di mana mereka yatim piatu tidak punya keluarga.
Yue Feng membawa mereka ikut dengan nya menuju Qing Hai Pai.
Bila sahabatnya Pai Wang tertarik, Yue Feng akan menyerahkan ke 5 anak ini menjadi murid Qing Hai Pai.
Bila tidak, Yue Feng berencana membawa mereka berlima kembali ke Xu San.
Yue Feng waktu pergi menggunakan ilmu ringan tubuh sehingga perjalanan sangat cepat.
Dalam perjalanan pulang karena mampir sana sini, di tambah lagi menggunakan kereta kuda, untuk membawa kelima anak itu.
Perjalanan Yue Feng menjadi lambat, setelah menghabiskan waktu satu bulan untuk perjalanan bolak balik.
__ADS_1
Yue Feng akhirnya tiba juga di perguruan Qing Hai Pai.