
Nan Thian melihat di sana berdiri seorang pemuda berusia kurang lebih 20 tahunan.
Pemuda itu termasuk cukup tampan dan gagah wajahnya, Nan Thian seperti pernah melihat wajah dan senyum itu.
Tapi di mana dia pernah melihatnya, Nan Thian sesaat lupa.
Di saat Nan Thian sedang mengamati pemuda itu dengan heran
Kim Kim sudah kembali menerjang kearah pemuda itu, berubah menjadi 8 bayangan Naga emas raksasa, mengurung pemuda itu dari 8 penjuru.
Pemuda itu dengan gerakan santai membentuk beberapa mudra di depan dadanya.
Seluruh tubuhnya langsung tertutup oleh cahaya Genta emas raksasa, yang membuat Kim Kim kesulitan mendekatinya.
Kim Kim meraung marah,
"Rooaaarrrrrrr...!!!"
Kim Kim meningkatkan kekuatan nya, sepuluh cakar Naga emas di sepasang kaki depannya, yang memilki kuku panjang dan runcing, mengeluarkan cahaya berkilau.
Langsung membenam menembus cahaya perisai Genta emas.
Delapan bayangan Naga Emas dari delapan penjuru dengan kompak berusaha menembus dan merobek bayangan Genta emas yang melindungi seluruh tubuh pemuda itu.
Akhirnya bayangan Genta emas berhasil di robek oleh kuku Naga emas yang runcing tajam dan sangat kuat.
Begitu Genta Emas robek Moncong Naga Emas langsung terpentang lebar.
Secara bergantian langsung menyerang ingin mencaplok tubuh Pemuda itu.
"Budha Maha Welas.."
"Cahaya Buddha menerangi jagad.."
Pancaran cahaya emas yang membentuk sinar tajam menyeruak kesegala penjuru.
"Duaarrr...!"
Kedelapan bayangan Naga Emas terlihat terpental ke 8 penjuru di hempas oleh kekuatan cahaya emas pemuda itu.
Dari 8 bayangan, 7 diantaranya sirna, hanya tersisa satu, yang setelah terpental mundur.
Bukannya sirna, tapi sinar emas yang menerjangnya di serap habis, tubuh Naga emas itu semakin membesar.
"Rooaaarrrrrrr...!"
Di awali dengan raungan menggetarkan Naga Emas menyemburkan Api keemasan menerjang kearah pemuda itu.
Pemuda itu melihat api menerjang kearahnya, dia membentuk beberapa mudra di depan dadanya sebelum sepasang telapak tangannya di dorong kedepan.
"Buddha menghentak Jagad.."
Muncul sesosok bayangan Buddha raksasa di belakang pemuda itu.
Bayangan Budha Raksasa yang mengeluarkan cahaya keemasan, mengikuti pemuda itu menghentakkan sepasang telapak tangan terbuka kearah Api keemasan yang di semburkan oleh Kim Kim.
Terlihat ribuan petir bersinar keemasan menyambut api keemasan, yang di semburkan oleh Kim Kim.
"Zzzzzzzz....!!!"
"Wuzzzz...!"
__ADS_1
"Duaarrr...!"
Terjadi ledakan dahsyat di udara, saat kedua kekuatan bertemu.
Tapi mereka masing masing masih bertahan di sana saling dorong berusaha mengalahkan lawan seimbang mereka.
"Rooaaarrrrrrr...!"
Kim Kim meraung marah menambah semburan api yang lebih kuat dan lebih besar lagi.
Cahaya Api Kim Kim mulai berubah warna menjadi kehijauan.
Pemuda itu terlihat sedikit mendoyong kebelakang tubuhnya.
Bayangan Budha di belakangnya tiba tiba memegang dua senjata ditangannya.
Senjata pertama golok kristal, senjata kedua senjata Vajra, yang mengeluarkan sambaran kilat disekitar senjatanya.
Mengikuti pergerakan tangan pemuda itu, Buddha raksasa menebaskan golok kristal nya kearah semburan api hijau yang dahsyat.
Di susul dengan serangan cahaya kilat putih menerjang menyusul di belakang energi Sambaran golok kristal.
Sambaran energi golok kristal berhasil membelah semburan api Hijau Kim Kim.
Hingga meledakkan moncong Kim Kim.
"Blaaaarrr...!"
Kim Kim terlihat terpental mundur, sebelum Kim Kim sempat memperbaiki posisinya Sambaran Kilat datang menghajarnya.
Hingga Kim Kim terpental deras kebelakang, Kim Kim yang terpental kuat tersengat listrik.
Dia kembali kebentuk manusia, sebelum meluncur deras keatas tanah.
Dia segera muncul di tempat posisi Kim Kim mendarat, Menyambutnya dengan cahaya Pat Kwa.
Lalu memindahkan Kim Kim kebelakang nya dan berkata,
"Kim Kim kamu baik baik saja ?"
"Siapa dia..?"
"Aku baik baik saja.."
"Dia bangsat kecil penggangu hubungan mu dan Zi Zi.."
ucap Kim Kim sengit.
Nan Thian melihat kekuatan golok kristal dan tembakan energi petir, masih mengejar kearah Kim Kim.
Dia segera mendorong kedua tangannya kedepan.
Energi Api surgawi menyambar golok kristal, sedangkan Es surgawi menyambut kilatan petir.
Kedua kekuatan raksasa bertemu di udara.
"Booommm...!"
Terjadi ledakan dahsyat, Golok kristal pecah berkeping keping, sedangkan cahaya kilat musnah tersambar hawa beku Es Surgawi
Dari penjelasan Kim Kim,Nan Thian pun bisa menebak siapa pemuda di hadapannya.
__ADS_1
Dia segera berteriak
"Paman kecil tahan..ini aku Nan Thian..!"
Tapi pemuda itu yang memang adalah Li Sun, dia terlalu bersemangat dan penasaran, saat kedua senjata saktinya berhasil di tahan oleh Nan Thian.
Dua belum menyadari itu adalah Nan Thian, dia langsung melepaskan serangan berikutnya yang jauh lebih dahsyat.
"Kebijaksanaan Buddha Tiada Tara.."
Sebuah cahaya Swastika yang menyilaukan mata menerjang kearah Nan Thian, membuat tanah disekitar yang di lewati kekuatan tersebut langsung merekah.
Bayangan Budha Raksasa yang kini memegang senjata Cakra di tangannya.
Juga ikut melemparkan senjata Cakra di tangannya menyusul serangan Cahaya Swastika.
Setelah serangan terlanjur di lepaskan, Sun er baru mendengar teriakkan Nan Thian.
Dia menjadi kaget setengah mati, tapi kekuatan sudah dilepaskan, tidak mungkin ditarik kembali.
Dia hanya bisa membelalak dengan wajah pucat, melihat kearah Nan Thian yang menghadang di depan Kim Kim yang kini berubah menjadi seorang gadis muda yang cantik dan imut.
Tapi dia sedang menatap marah kearah Li Sun.
Nan Thian yang melihat bahaya yang datang, dia tidak punya pilihan lain, pedang panca warna muncul ditangannya.
"Tebasan Pedang Tanpa Wujud Bentuk dan Rupa.."
Sebuah cahaya transparan lembut melesat membelah kekuatan apapun yang di lewatinya.
"Blaaaarrr..!"
Blaaaarrr..!"
Cahaya Swastika seketika meledak terbelah dua, begitu pula senjata Cakra terpental kembali masuk kedalam tubuh Li Sun.
Li Sun yang membentuk Genta yang mengeluarkan cahaya merah biru melindungi tubuhnya dari sisa kekuatan serangan energi pedang panca warna.
Tubuhnya yang terlindung Genta cahaya Api dan Es, terpental mundur belasan tombak.
Tanah di bawahnya hancur merekah, membentuk parit dalam dan tajam, terseret oleh sepasang telapak kakinya yang menempel diatas tanah.
Genta merah biru mengalami retak retak terseret belasan tombak, tapi Sun er di dalam sana terlihat baik baik saja.
Li Sun baru ingin menstabilkan kekuatannya, Nan Thian sudah muncul di hadapan nya tersenyum lebar dan berkata,
"Paman kecil, kamu sudah besar, dan semakin hebat saja, keponakan mu sampai tidak mengenali mu.lagi.."
"Maafkan teman ku Kim Kim yang bersikap kurang sopan terhadap paman.."
Sun Er setelah menyerap kembali kekuatan nya, dia langsung maju memegang tangan Nan Thian dengan gembira dan berkata,
"Kakak kamu masih hidup..ini.luar biasa.."
"Bagaimana ceritanya ?"
"Kakak juga kelihatannya semakin hebat saja."
ucap Sun Er sambil tersenyum dan menatap Nan Thian dengan penuh rasa ingin tahu.
"Cerita nya panjang Sun Er, ayo kakak antar kamu ketempat kakek paman guru Fei Yang.."
__ADS_1
ucap Nan Thian sambil merangkul pundak Sun er dengan gembira.