
Pagoda ajaib itu berhasil menyedot Naga air laut dan Phoenix cahaya lembayung disertai petir langit ke 9 kedalam pagoda.
Tapi sesaat Pagoda emas menyedot kedua kekuatan raksasa kedalam pagoda.
Pagoda ajaib itu bergetar hebat di udara, tak lama kemudian pagoda itu meledak hancur berkeping-keping.
Kedua naga itu terlepas dari kurungan meraung keras, kemudian mereka melanjutkan menerjang kearah ke 6 dewa itu.
Nazha maju kedepan menggunakan gelang semestanya di lemparkan kearah kepala naga cahaya lembayung.
Sedangkan tombak mata pedang api nya menyemburkan api menyambut terjangan Naga air laut.
Nazha masih menambahkan dengan semburan api dari mulutnya kearah Naga air laut.
Ke 5 temannya yang lain, di pimpin oleh dewa pagoda.
Mereka menempelkan telapak tangan mereka, di belakang tubuh Nazha.
Untuk memperkuat kekuatan daya serang Nazha.
Kedua naga itu berhasil tertahan di sana, tapi saat Fei Yang dan Xue Lian menambah kekuatan daya tekan.
"Boooom,..!!"
Terjadi ledakan dahsyat tubuh ke 6 orang itu terpental ke segala arah, meski masih melayang di udara.
Tapi mereka masing masing memuntahkan darah segar dari mulut mereka.
Mereka pada memegangi dada mereka sendiri, dari ekspresi wajah mereka.
Jelas terlihat sedang mengalami luka dalam yang tidak ringan.
Dewa Er Lang tiba-tiba muncul di hadapan mereka ber 6 dan berkata,
"Segera tinggalkan tempat ini, kita tidak akan mampu melawannya."
Lalu Dewa Er Lang dan anjingnya, menghilang dari sana, berubah menjadi sebuah cahaya biru dan hitam, melesat keluar dari portal dimensi.
Ke 6 dewa juga mengikuti nya, menghilang dalam bentuk cahaya warna warni.
Fei Yang yang memang dari awal tidak ingin bermusuhan dengan mereka.
Dia membiarkan mereka semua pergi, padahal bila dia mau.
Bila portal dimensi dia tutup, satu pun diantara mereka tidak akan ada yang bisa lolos dari sana.
"Sayang ada baiknya, mari kita pulihkan dulu kekuatan kita, sebelum kita berangkat menuju hutan bambu kuning."
"Tempat ini paling aman buat kita memulihkan diri."
Xue Lian mengangguk, lalu dia duduk bersila mengambang di udara, mencoba memulihkan energinya yang cukup terkuras saat dia melawan ke 7 dewa langit itu.
__ADS_1
Fei Yang juga melakukan hal yang sama di samping istrinya.
3 hari kemudian Fei Yang dan Xue Lian akhirnya muncul di pinggir hutan bambu kuning.
Sebelumnya di sana di jaga oleh raja kecapi, tapi kini sudah berganti orang.
Di sana bulan lagi raja kecapi yang menjaganya, melainkan di gantikan oleh seorang pemuda tampan.
Bertubuh tinggi besar, sebatang pedang besar di tancapkan di depannya.
Pemuda tampan itu bukanlah orang sembarangan, meski terlihat masih muda.
Sebenarnya usianya sudah 1000 tahun lebih.
Dia lahir di era dinasti Sui, era sebelum dinasti Tang berdiri.
Namanya Li Yuan Ba, dia masih terhitung seorang pangeran, dia adalah adiknya Li Se Min, Kaisar pembuka negara kerajaan Tang.
Dia terlahir dengan kekuatan alam yang sulit di cari bandingnya, di masa silam.
Tapi otaknya justru tumbuh tidak seimbang dengan kekuatannya, dia adalah seorang anak autis yang sangat berbahaya.
Sejak kecil oleh ayahnya, dia selalu di rantai dan di kurung dalam kerangkeng.
Untuk menghindari dia melukai orang saat mengamuk.
Saat dia berusia 18 tahun atas perintah Raja' Sui, Yang Kuang seorang raja yang sangat lalim dan kejam.
Li Yuan Ba di lepaskan dan mengemban tugas untuk menertibkan pemberontakan yang bernama kumpulan penjahat Wa kang.
Terakhir dia di tipu oleh penasehat kelompok penjahat Wa Kang, untuk melawan petir.
Karena bodoh dia menerima tantangan tersebut, alhasil saat tersambar petir.
Nafas dan jantungnya pun berhenti.
Semua orang mengira dia sudah mati, sehingga di kuburkan.
Ternyata dia hanya mati suri saja, saat dia kembali siuman.
Mendapati dirinya sudah di kubur hidup-hidup dalam peti mati.
Meski dia bodoh, tapi insting bertahan hidupnya tetaplah ada, Dia berhasil meledakkan penutup peti mati dengan kekuatannya.
Lalu dia melompat keluar dari dalam tanah timbunan yang menguburnya hidup hidup.
Di saat dia baru keluar dari dalam lubang kubur itulah, dia ditemukan oleh seorang pendeta Tao yang sedang kebetulan lewat.
Oleh pendeta itulah, dia di bawa ke lembah kebahagian, dan pendeta Tao itu lah yang kini menjadi majikan lembah kebahagian.
Li Yuan Ba setelah di didik dan di obati pembuluh darah di otaknya yang tersumbat.
__ADS_1
Dia bagaikan orang yang baru terlahir kembali dengan kekuatan dan kecerdasan imbang.
Kini dia di tugaskan oleh gurunya untuk menjaga di luar hutan, menggantikan raja kecapi, yang sudah di tarik kedalam lembah, karena gagal menjalankan tugas.
Li Yuan Ba berdiri dengan sepasang kaki terpentang lebar, sepasang tangannya di letakkan di atas ujung gagang pedang besarnya.
Sepasang matanya terpejam rapat,
Posisi ini sengaja dia buat seperti ini, saat pendengarannya yang tajam berhasil menangkap gerak langkah Fei Yang dan Xue Lian sedang mendatangi tempat yang dia jaga.
Melihat jalan mereka di tutupi oleh pemuda tinggi besar yang terlihat sedang tidur itu.
Fei Yang menatap istrinya dan berkata setengah berbisik,
"Daripada banyak masalah, lebih baik perkecil masalah."
"Ayo kita ambil jalan melingkar melewati nya ."
Fei Yang sebenarnya sadar orang ini mungkin akan menjadi orang yang menghalangi mereka memasuki hutan bambu kuning.
Tapi dia masih berusaha sebisa mungkin menghindar dari bentrokan.
Xue Lian mengangguk menanggapi bisikan suaminya, dengan langkah ringan Fei Yang dan Xue Lian mengambil jalan sedikit memutar.
Tapi sebelum mereka bisa melangkah lebih jauh.
Li Yuan Ba yang dalam posisi mata tertutup, kembali bergeser, pindah menghadang di depan mereka dalam posisi yang sama.
Seolah olah dia sebenarnya tidak pernah berganti posisi, masih tetap disana.
Fei Yang dan istrinya lah yang salah arah kembali ke posisi semula.
Padahal sebenarnya Fei Yang dan Xue Lian sebenarnya memang sudah ambil jalan melingkar.
Tapi Li Yuan Ba yang pergerakannya sulit di baca, sudah berganti posisi menghadang jalan mereka.
"Anak muda siapa nama mu, mengapa menghalangi jalan kami."
tanya Fei Yang sambil menatap tajam kearah pemuda itu.
"Ingin lewat boleh, kalahkan aku, maka kalian berdua boleh lewat."
ucap pemuda itu itu masih dalam posisi diam di tempat.
Bibir pun terlihat tertutup rapat tidak bergerak sama sekali.
Xue Lian yang sudah habis kesabarannya, segera berkata.
"Enyahlah.."
Xue Lian mendorongkan sepasang telapak tangannya kearah depan.
__ADS_1
"Boooom,..!"
Serangan Xue Lian berhasil mengenai sasaran.,tapi tertahan oleh sebuah kubah pelindung transparan, yang terlihat melindungi tubuh Li Yuan Ba.