PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEMENANGAN TELAK


__ADS_3

Asalkan Tuan Putri Wei Wen tidak keberatan, aku dengan senang hati akan melayani tantangan dari mu."


Wei Wen sambil tersenyum berkata,


"Silahkan saja, aku tidak keberatan sama sekali, aku percaya dengan kemampuan pengawal ku."


Fei Yang diam diam lagi lagi menangkap sinar mata penasaran pangeran Zhao Yuan Zuo, yang melihat kearahnya sekilas lewat.


Tapi Fei Yang saat ini tidak punya waktu banyak mengurus orang itu, yang terpenting saat ini adalah membereskan Xuan Ming musuh lama nya.


Fei Yang menghadap kearah kaisar memberi hormat dan berkata,


"Yang mulia mohon ijin nya, atas tantangan adu nyawa ini.."


"Hanya ada satu di antara kami yang keluar hidup hidup dari ruangan ini.."


Kaisar tersenyum lebar, dia hanya merasa lucu, dan tidak terlalu menanggapi secara serius, ucapan pengawal putri bungsunya, yang pandai melawak ini.


Kaisar mengulapkan tangan nya dan berkata,


"Terserah kamu, kalau kalian berdua tidak masalah.."


"Maka lakukanlah sesuka kalian.."


ucap Kaisar Zhao Kuang Yi sambil menahan senyum.


Fei Yang langsung memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih yang mulia, semoga yang mulia panjang umur dan sehat sejahtera.."


Kaisar tersenyum lebar dan berkata,


"Putri ku pengawal mu ini menarik juga,.. ha..ha..ha..!"


"Kalau dia benar bisa menang, aku akan meluluskan satu permintaan untuk nya"


"Selain tahta ini, asalkan aku mampu, aku pasti akan memenuhi permintaannya.."


Mendengar ucapan ayahnya, sepasang mata Wei Wen langsung berbinar binar.


Dia langsung berkata,


"Terimakasih ayahanda,.. "


"Ayo kakak,..! tunggu apalagi, ayo sikat...!"


teriak Wei Wen antusias sampai berdiri dari tempat duduknya.


Fei Yang mengangguk dan tersenyum lebar, tapi hal ini malah membuat wajahnya terlihat semakin jelek dan menjijikkan.


Sehingga para putri yang lain langsung pada mencibir kearah Fei Yang.


"Xuan Ming bersiaplah,..!"

__ADS_1


teriak Fei Yang.


Mendengar suara yang familiar itu, Xuan Ming langsung terkesiap.


Begitu melihat Fei Yang membentuk pedang cahaya lembayung di udara.


Xuan Ming langsung pucat wajahnya dan berkata,


"Kau,..!"


Tapi sebelum suaranya hilang pedang cahaya lembayung Fei Yang, sudah melesat kearah Xuan Ming.


Xuan Ming dengan sigap segera membentuk perisai putih, kemudian tubuhnya menghilang dari sana.


Lalu kembali membentuk perisai putih, kemudian kembali menghilang, begitu berulang-ulang hingga dalam sekejap mata.


Puluhan perisai sudah terbentuk mengepung Fei Yang di mana mana.


Xuan Ming sendiri juga membelah diri menjadi 8 bayangan, dengan masing-masing bayangan memegang sebatang gendewa Giok hijau, yang terpentang.


Siap melepaskan panah energi cahaya ungu, dari 8 arah mengepung Fei Yang.


"Seerrr,..Seerrr,..Seerrr,...Seerrr,.......Seerrr,...Seerrr,..Seerrr,...Seerrr,..!!"


8 Cahaya ungu yang di kelilingi oleh petir kecil melesat kearah Fei Yang secara serentak.


Fei Yang dengan tenang menarik kembali pedang cahaya lembayung nya, berputar putar mengelilingi seluruh tubuhnya.


Menangkis 8 anak panah cahaya ungu, yang di lepaskan oleh Xuan Ming kearahnya.


Tringgg,..Tringgg,..Tringgg,..


Tringgg, .Tringgg,..!!"


Semua anak panah cahaya ungu yang datang, semuanya tertangkis pedang cahaya lembayung.


Setiap mata panah cahaya ungu yang bertemu, dengan mata pedang cahaya lembayung, yang berputar-putar di sekeliling tubuh Fei Yang.


Mata anak panah cahaya ungu langsung hancur sirna tak berbekas.


Setelah menghancurkan ke 8 mata anak panah Xuan Ming.


Mengikuti arahan tangan Fei Yang ke 8 penjuru, pedang cahaya lembayung membelah diri menjadi 8 dan melesat ke delapan arah.


Fei Yang sendiri bergerak menggunakan telapak tangan kanan dan kirinya membentuk dua ekor naga merah dan biru, menerjang kearah atas dan bawah.


Begitu seluruh perisai putih ciptaan Xuan Ming hancur berantakan.


Tubuh Xuan Ming sendiri terlihat terpental keluar dari dalam lantai, melayang keatas di terjang oleh naga merah.


Saat berada di udara, seekor Naga biru menerjang dari atas kebawah.


Xuan Ming yang terjebak di tengah tengah, tidak mau mandah begitu saja menerima kematian.

__ADS_1


Sehingga dia menggunakan sepasang tangannya, untuk membentuk perisai cahaya putih bertuliskan mantra kuno.


Berusaha sekuat tenaga menahan serangan naga merah dan biru dari atas bawah.


Xuan Ming menggunakan kedua kakinya yang bebas menendangkan dua bola cahaya matahari yang di kelilingi lintasan elektron menerjang kearah Fei Yang.


Rupanya Xuan Ming setelah kejadian di halaman kuil halilintar di Tibet kemaren.


Dia selain memberikan laporan, dia juga diam diam menjalani latihan kitab iblis neraka.


Di mana dia berhasil menamatkan hingga level 9 setingkat lebih tinggi dari Li Mu Bai.


Fei Yang yang tidak menyangka dalam posisi terjepit, Xuan Ming ternyata mampu melepaskan serangan balik yang berbahaya.


Tubuhnya terpental mundur kebelakang, akibat terkena efek ledakan dari bola cahaya matahari yang di kelilingi oleh lintasan elektron.


Fei Yang setelah terpental mundur dia mengeluarkan sepasang pedang api dan es nya.


Lalu kembali maju melesat kearah Xuan Ming, yang sedang berusaha menahan tekanan serangan Naga merah dan biru, dengan kedua tangan terpentang lebar.


Kesempatan ini tidak di sia sia kan lagi oleh Fei Yang,


yang langsung menghujani seluruh tubuh Xuan Ming, dengan tebasan pedang, yang langsung mencabik cabik seluruh pakaian luar dan baju pelindung sutra baja, yang di kenakan oleh Xuan Ming.


Tempo hari Xuan Ming berhasil selamat dari pukulan jarak jauh Fei Yang, salah satunya adalah karena perlindungan dengan baju zirah pelindung ini.


Tapi sekali ini menghadapi pedang pusaka es dan api, baju pelindung itu tidak dapat berbuat banyak.


Dalam sekejap mata, tubuh Xuan Ming telah habis terpotong potong menjadi beberapa bagian


Saat semua bajunya terbang berserakan di udara, potongan tubuhnya pun ikut jatuh berhamburan keatas lantai.


Semua kejadian itu berlangsung begitu cepat, hingga semua orang hanya bisa menatap melongo, kearah arena pertempuran seperti orang terkena efek hipnotis.


Potongan tubuh Xuan Ming yang jatuh keatas lantai, sebagian langsung hangus menjadi abu.


Sebagian lagi langsung pecah hancur berkeping-keping menjadi serpihan es yang berserakan di atas lantai.


Fei Yang sambil berdiri tenang, sudah menyimpan kembali kedua pedang di tangannya kedalam lengan nya.


Ke 8 pedang lembayung juga bergerak masuk kedalam tubuh Fei Yang.


Begitu pula dengan kedua naga merah biru, kedua energi itu, juga ikut tersedot kembali ke dalam telapak tangan Fei Yang yang terbuka.


Semua energi yang keluar dari tubuh Fei Yang, kini semua sudah terserap masuk kembali kedalam tubuh Fei Yang.


Kini semua pasang mata menatap kearah Fei Yang dengan tatapan mata sulit percaya dan di liputi rasa ngeri.


Hanya Wei Wen seorang yang melompat lompat kegirangan, lalu berlari ke sebelah Fei Yang dan berkata,


"Hore jagoan ku menang, ayah lihatlah jagoan ku berhasil mengalahkan jagoan kakak Yuan Xi,.."


"Ingat jangan lupa janji ayah tadi.."

__ADS_1


ucap Wei Wen penuh semangat.


__ADS_2