
Fei Yang menjejakkan kakinya pelan, tubuhnya melayang seringan kapas menyamping sehingga serangan Shi Ma Cing Lung lewat di sisi kanan badannya.
Melihat serangannya berhasil Fei Yang hindari dengan mudah, Shi Ma Ching Lung, melakukan serangan tebasan kesamping.
Sebentuk cakar naga hijau melesat menerjang kearah samping.
Mengejar kearah Fei Yang, menutupi 4 penjuru pergerakannya.
Fei Yang tersenyum tenang, sebelum jurus ini berkembang, dia sudah menebak arah serangannya dan titik kelemahan nya.
Fei Yang tidak menghindar atau pun menangkis, dia malah melesat maju kedepan dengan sepasang telapak tangan terbuka di dorong kearah depan.
Shi Ma Cing Lung yang tidak menyangka, Fei Yang akan melakukan langkah yang sangat tidak logis ini.
Di terpaksa membatalkan serangannya, menarik mundur kedua tangannya untuk menyambut serangan Fei Yang.
"Blaarr,..!!"
"Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..!"
Ledakan beruntun terjadi di sekitar area pertarungan Fei Yang dan Shi Ma Cing Lung.
Ledakan terjadi berulang kali, akibat terjadi pertemuan dua kekuatan raksasa.
Seluruh pakaian hingga rambut Shi Ma Cing Lung berkibar kibar seolah olah terkena terpaan angin badai.
Begitu pula dengan kulit wajahnya yang bergerak-gerak terhempas angin kencang, sepasang matanya sampai kesulitan di buka.
Shi Ma Cing Lung telah mengerahkan seluruh tenaga sakti Naga hijau nya sampai titik puncak.
Tapi dia tetap belum berhasil menggoyahkan kekuatan tekanan yang Fei Yang berikan.
Fei Yang sambil tersenyum tenang, menarik sedikit telapak tangannya yang menempel dengan telapak tangan Shi Ma Cing Lung.
Lalu dia menusuk bagian tengah telapak tangan Shi Ma Cing Lung, dengan ujung jari telapak tangannya yang terkatup rapat.
Saat telapak tangan Shi Ma Cing Lung tergetar hebat, seperti habis tersambar listrik tegangan tinggi.
Fei Yang kembali mendorongkan kedua telapak tangannya menghantam sepasang telapak tangan Shi Ma Cing Lung.
Sepasang mata Shi Ma Cing Lung melotot besar, tubuhnya terpental kebelakang, dari mulutnya menyembur kan darah segar.
Tubuhnya terpental menabrak tanah, membentuk sebuah parit dalam.
Saat pergerakannya terhenti, kedua ujung jari Fei Yang sudah berada di keningnya.
Sedikit saja Fei Yang menghentakkan energinya kepala itu pasti akan pecah berantakan.
"Arahkan anak buah mu, untuk menolong yang lemah, menghajar penindas.."
"Ubah jalan hidup mu..bertobat letakkan golok pembunuh kembali kejalan kebenaran.."
"Kebahagiaan menyertai mu,.."
__ADS_1
"Sampai jumpa,.."
ucap Fei Yang sambil menarik kembali tangannya dari kening Shi Ma Cing Lung.
Sebelum Shi Ma Cing Lung sempat berkata,. Fei Yang sudah menghilang dari hadapannya.
Shi Ma Cing Lung hanya sempat melihat bayangan punggung Fei Yang melangkah santai, tapi menghilangnya sangat cepat.
Shi Ma Cing Lung termenung sambil mengatur pernafasannya.
"Kesaktiannya sulit di ukur, kelihatannya urutan ke 8 terlalu meremehkan nya."
"Kedepannya aku harus lebih hati-hati, bila ingin menantang yang levelnya di atas ku."
"Aku harus mulai dari Zhang Cui San dulu.."
batin Shi Ma Cing Lung tanpa mengindahkan peringatan Fei Yang.
Baru saja Shi Ma Cing Lung hendak berdiri, sebatang pedang hitam melesat dengan kecepatan tinggi menusuk punggung belakangnya.
Dengan kaget Shi MA Cing Lung menghentakkan baju pelindung sisik naga hijaunya.
Muncul sebuah bayangan Naga hijau sedang melingkarkan tubuhnya melindungi Shi Ma Cing Lung.
Tapi pedang hitam yang di kendalikan oleh sosok yang mengenakan topeng setan.
Menambah kekuatan nya dengan berteriak nyaring,
"Arggggghhh,.."
Pedang meluncur deras menghujam punggungnya, hingga menyentuh kulit meninggalkan luka berdarah.
Shi Ma Cing Lung sambil berteriak keras,
"Hiahhh,..!"
Dia menghentakkan energi pelindung nya untuk menghempas penyerang gelap itu menjauhinya.
Di saat dia sedang menghempaskan tenaga saktinya kearah belakang.
Dari atas tiba-tiba muncul sesosok bertopeng setan lain nya, yang menggunakan kakinya melakukan tendangan keras kearah ubun ubun kepalanya Shi Ma Cing Lung.
Saking derasnya tendangan tersebut sampai menimbulkan angin pusaran, seperti tornado kecil yang di kelilingi kilatan listrik.
Shi Ma Cing Lung yang tidak menyangka akan ada serangan dadakan seperti itu.
Dia terpaksa menggunakan kedua tangannya untuk menahan tendangan tersebut.
Tapi saat tangannya terangkat keatas, kaki penendang dari atas itu yang ternyata hanya tendangan pancingan.
Berubah arah menghantam dadanya dari arah lain dengan kekuatan beberapa kali lipat.
Di dorong dari depan dan belakang, energi pelindungnya pecah berantakan.
__ADS_1
Sebelum dia sempat berbuat sesuatu, pedang hitam sudah melakukan gerakan melintir seperti bor, langsung menembus punggungnya, hingga ujungnya menembus keluar dari dada Shi Ma Cing Lung.
"Kau,...!"
ucap Shi Ma Cing Lung dengan mulut berlumuran darah.
Cakar kanannya berhasil melepaskan topeng, orang yang sedang menusuknya dari belakang.
Dari reaksi Shi Ma Cing Lung sepertinya dia mengenali wajah penyerangnya itu.
Tapi orang itu dengan sigap menggunakan tapak yang di selimuti kabut awan putih, menghantam dahi Shi Ma Cing Lung.
Hingga bagian belakang kepalanya meledak menyemburkan darah.
Setelah itu dengan gerakan cepat dia merampas kembali topeng di tangan Shi Ma Cing Lung.
Orang itu dengan cepat mengenakan topengnya kembali, menganggukkan kepalanya kepada rekan nya.
Dengan melancarkan sebuah tendangan kearah punggung Shi Ma Cing Lung.
Pedangnya pun tercabut kembali.
Sedangkan tubuh Shi Ma Cing Lung jatuh tengkurap di atas tanah, diam tidak bergerak dengan darah menggenangi sekitarnya.
Rekannya si pedang hitam melemparkan sebuah Piaw berbentuk bunga emas menancap di tengkuk Shi Ma Cing Lung yang sudah tewas mengenaskan.
Setelah itu kedua sosok tersebut melayang masuk kedalam hutan menghilang dari tempat itu.
Beberapa waktu berlalu dalam suasana hening dan sepi, hingga dari balik hutan muncul serombongan orang berkuda.
Mereka semua mengenakan seragam hijau, di pimpin oleh seorang pria yang wajahnya sedikit mirip dengan Shi Ma Cing Lung.
Hanya saja dia terlihat jauh lebih muda, dia adalah Shi Ma Cing Hu, adik dari Shi Ma Cing Lung, menempati posisi wakil ketua Ching Lung Pang.
Melihat posisi orang yang terkapar diatas tanah dalam keadaan mengenaskan.
Shi Ma Cing Hu, yang merasa curiga melihat pakaian bagian punggung orang itu, begitupula perawakannya.
Dia buru-buru melompat turun dari punggung kudanya, berjalan menghampiri mayat yang tergeletak itu.
Shi Ma Cing Hu, berjongkok melakukan pemeriksaan nadi di leher mayat itu.
Dia menggelengkan kepalanya kearah rombongannya, sebagai tanda bahwa orang tersebut sudah meninggal.
Dengan hati hati Shi Ma Cing Hu mengambil Piau yang tertancap di tengkuk Shi Ma Cing Lung.
Mengamati nya sejenak, lalu dia bergumam seorang diri
"Hua San Lao Lao."
Dengan gerakan hati hati Shi Ma Cing Hu membalikkan tubuh jasad itu.
"Kakak,...!!"
__ADS_1
teriak Shi Ma Cing Hu penuh emosi, saat melihat siapa mayat yang terbaring di hadapannya.