PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BERTEMU RAJA LI YUAN MING DAN RATU SABRINA


__ADS_3

Fei Yang maju sambil berlutut memegang tangan neneknya dan berkata,


"Nek percayalah sama Fei Yang, bila bukan karena ingin melindungi rakyat Xi Xia, yang tidak tahu apa apa mati sia sia."


"Akibat ambisi pribadi dan sifat rakus yang merasuki paman Li Yuan Hao.


"Dengan kemampuan Fei Yang saat ini..Tidak akan sulit bagi Fei Yang, bila ingin memusnahkan paman Li Yuan Hao dan seluruh keluarganya, termasuk para pasukan pengawal penjaga yang tidak tahu apa apa ini.."


Ibu suri kembali membungkuk untuk membangunkan Fei Yang dari posisi berlutut nya dan berkata,


"Baiklah Yang er, nenek percaya pada mu, nenek akan ikut dengan mu."


"Tapi nenek minta kamu janji satu hal ke nenek.."


"Apa itu ? katakan saja nek, bila Fei Yang mampu pasti Fei Yang akan memenuhi nya.."


"Fei Yang bila nanti kamu berhasil mengambil alih kekuasaan, berjanjilah hukuman untuk paman mu Li Yuan Hao serahkan ke nenek yang putuskan.."


ucap Ibu Suri tua itu dengan wajah di penuhi kesedihan.


Fei Yang tentu paham maksud nenek nya, bagaimana pun jahatnya Li Yuan Hao, dia tetap adalah paman kandung nya.


Putra kandung nenek nya, nenek nya tidak ingin melihat ada pertumpahan darah, diantara sesama saudara sedarah dan sekandung.


"Sebenarnya itu bukan masalah nek, tapi tahukah nenek.?"


"Nyawa 30 orang pengawal paman Li Yuan Tan dan nyawa paman Li Yuan Tan sendiri."


"Mereka semua gugur tanpa makam layak, bahkan setelah itu masih menerima fitnah yang merusak nama baiknya.."


"Itu semua atas perbuatan siapa ? itu semua pelaku dan otak perencana nya adalah paman Li Yuan Hao dan putranya Li Yung,..nek.."


"Meski Fei Yang mengijinkan keinginan nenek, Fei Yang khawatir keluarga paman Li Yuan Tan dan keluarga para pengawal yang mati penasaran dan menanggung fitnah.."


"Mereka semua tidak akan terima dan mengijinkan perbuatan keji paman di ampuni begitu saja ."


"Bila hal itu tidak di tegakkan, apa kata rakyat banyak nanti, mau di taruh di mana wibawa kerajaan kita.."


"Semua peraturan yang di keluarkan oleh kerajaan kelak, akan sulit mendapatkan simpati dari hati rakyat untuk menjalankannya.."


Ibu suri menghela nafas panjang dan berkata,


"Ahhh Hao er mengapa kamu bisa begitu tega dan tersesat begitu jauh.."


"Nek,.. bila bukan karena waktu itu, kakak Yung tidak tahu aku memiliki jantung di sebelah kanan.."


"Mungkin saat ini pun, aku hanya bisa berbicara ke nenek tentang penasaran kami, lewat mimpi.."


ucap Fei Yang dengan ekspresi bercampur aduk.


Mendengar ucapan Fei Yang, wajah ibu suri semakin sedih.

__ADS_1


Ibu Suri menatap Fei Yang lekat lekat dan berkata,


"Fei Yang percayalah pada nenek, nenek pasti akan memberikan jawaban yang adil buat kamu dan semua orang.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Baiklah nek, Fei Yang percaya pada nenek, setelah semua berakhir."


"Nasib paman dan kakak sepupu, akan ku serahkan ke nenek, untuk memutuskannya.."


Ibu Suri membelai wajah dan Fei Yang dengan lembut dan berkata,


"Fei Yang cucu ku yang baik, nenek tidak percuma menyayangi mu sejak kecil.."


"Kamu memang cucu ku yang paling baik, marilah kita pergi temui kedua orang tua mu."


ucap Ibu Suri berjalan menuntun Fei Yang meninggalkan kamarnya.


Mereka berdua melewati para penjaga yang berdiri bagaikan patung, dengan sepasang mata terbelalak ketakutan.


Tidak jauh dari kurungan Ibu Suri di sebuah tingkungan, ibu Suri menghentikan langkahnya dan berbisik,


"Fei Yang, kedua orang tua mu, di kurung, di ruangan di balik tingkungan ini."


"Kamu berhati hatilah, penjagaan di sana jauh lebih ketat."


ucap Ibu Suri setengah berbisik mengingatkan Fei Yang dengan serius.


teriak pimpinan pasukan pengawal yang berjaga di depan kamar kedua orang tua Fei Yang.


Aku kenapa !?"


balas Fei Yang sambil tertawa keluar dari balik tingkungan.


"Siapa kamu !? apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini..!?"


teriak pimpinan itu galak dan curiga..


Fei Yang sambil tertawa santai berkata


"Aku leluhur mu...!"


Lalu Fei Yang melepaskan sentilan jarinya kearah para pasukan pengawal, yang jumlahnya hampir 100 orang itu.


Setiap pengawal yang terkena sentilan energi tanpa Wujud Fei Yang, langsung berdiri diam tidak bisa bergerak seperti patung hidup.


Tapi karena jumlah mereka cukup banyak, sambil berteriak menimbulkan suara hiruk pikuk.


Mereka semua bergerak maju dengan golok ditangan siap menyerang Fei Yang.


Sebagian dari pasukan tersebut berhasil mendekati Fei Yang, mereka langsung menebaskan golok di tangan mereka ke seluruh tubuh Fei Yang.

__ADS_1


Tapi tebasan mereka menemui tempat kosong, satu persatu dari mereka semua berubah menjadi patung.


Karena Fei Yang sudah menggunakan langkah ajaib dan analisa kelemahan serangan mereka, lalu memberikan totokkan tenaga sakti tanpa wujud.


Dalam sekejab mata saja, 100 orang itu, kini telah berubah menjadi patung hidup.


Tanpa menghiraukan mereka, Fei Yang pun berkata,


"Nek sudah aman, keluarlah.."


Ibu Suri keluar dari balik tingkungan, dia sedikit terkejut melihat patung manusia yang berdiri di hadapannya.


"Fei Yang mereka ini ?"


tanya Ibu Suri heran.


"Jangan perdulikan mereka nek, dua jam lagi mereka juga akan sembuh sendiri.."


"Sama dengan pengawal penjaga di depan kamar nenek."


ucap Fei Yang santai.


Lalu dia menuntun neneknya, untuk menghampiri ruangan di mana kedua orang tua nya di tahan.


Saat tiba di depan kamar, Fei Yang dengan gerakan asal menebaskan tangannya kebawah.


Rantai besi dan gembok besar yang mengunci pintu kamar dari luar, langsung putus menjadi dua bagian dan langsung jatuh keatas lantai.


Dengan gerakan ringan, Fei Yang mendorong pintu, yang tertutup rapat itu, hingga terbuka lebar.


Di dalam ruangan terlihat kedua orang tua Fei Yang, sedang menatap kearah pintu kamar, yang terbuka lebar dengan tatapan mata heran.


Begitu bertemu dengan kedua orang tua nya, Fei Yang pun menjatuhkan diri berlutut di hadapan mereka dan berkata,


"Ayah,..! Ibu,..! putra kalian yang tidak berbakti, datang memberi hormat kepada kalian berdua ."


"Maafkan Fei Yang, yang sampai sekarang ini, baru datang menemui kalian.."


ucap Fei Yang di liputi perasaan haru.


Sambil membenturkan kepalanya diatas lantai, Fei Yang kembali berkata,


"Fei Yang tidak berbakti, hanya membuat kalian khawatir saja, selama ini.."


Kedua orang tua Fei Yang sesaat berdiri mematung karena kaget, mereka tidak menyangka hari ini mereka akan di pertemukan dengan putra mereka.


Yang sudah begitu besar, setelah 10 tahun lebih mereka tidak pernah bertemu.


Kedua orang itu sempat saling pandang sejenak, sebelum akhirnya berjongkok dan memeluk Fei Yang dengan erat dan berkata,


"Fei Yang,..anak ku,..benarkah kamu anak kami Fei Yang,? yang hilang 10 tahun lalu.."

__ADS_1


__ADS_2