PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TEBASAN MERAH BIRU DARI LAMGIT


__ADS_3

Sehingga Li Yuan Hao yang tidak berhasil mengendalikan Kuda nya, ikut terpental jatuh dari atas kuda tunggangan nya, di mana kudanya langsung melarikan diri dengan ketakutan.


Setelah kejadian yang di alami oleh Li Yuan Hao, berturut-turut Li Yung, Watobi dan Toba Chen juga mengalami nasib yang sama.


Cahaya keemasan dari langit menyambar kearah kuda mereka, sehingga kuda mereka ketakutan dan melempar mereka bertiga, dari atas punggung kuda yang mereka tunggangi.


Para pasukan Li Yuan Hao yang melihat kejadian ini, mereka semua pucat ketakutan.


Mereka mulai bergerak mundur menjauh, sebagian di barisan belakang malah mulai ada yang memutar kudanya.


Lalu memacu kudanya kabur melarikan diri meninggalkan barisan.


Hal seperti ini bagaikan virus, satu yang melakukan, yang lainnya pun akan menyusulnya.


Situasi mulai kacau tak terkendali, Li Yuan Hao yang menyaksikan hal ini, menjadi sangat geram dan kesal.


Dia segera berdiri mengangkat pedang nya tinggi tinggi, dan berteriak,


"Pasukan yang melarikan diri, habisi tanpa sisa...!!"


Mendengar instruksi ini, pasukan baris depan dengan ragu ragu mengangkat busur dan anak panah mereka, siap membidik dan menembak kearah pasukan yang sedang melarikan diri.


"Tembak,...!! bunuh,.. !! habisi mereka semua,..!!"


teriak Li Yuan Hao marah.


Di awali oleh Li Yung, Watobi dan Toba Chen yang melepaskan anak panah menembak jatuh 3 orang prajurit, yang sedang berusaha melarikan diri.


Semua prajurit bawahan mereka mulai melepaskan anak panah, menembak jatuh kawan mereka sendiri yang melarikan diri.


Tapi sebagian masih terlihat ragu, mereka tidak tega menembak rekan mereka sendiri.


Di saat situasi di barisan Li Yuan Hao sedang kalut.


Tiba-tiba terdengar suara yang datangnya dari langit,


"Wahai pasukan kerajaan Xi Xia yang gagah perkasa


bertobatlah...!!"


"Sadarlah,..! Pilihlah pemimpin yang layak memimpin kalian,..!"


"Jangan sia sia kan nyawa kalian, untuk melayani pemimpin yang sama sekali tidak menghargai pengorbanan kalian...!!'


Begitu mendengar suara yang turun dari langit itu, kini seluruh pasukan Li Yuan Hao yang tadinya masih setia.


Kini mereka melemparkan senjata mereka dan bergerak menjauhi arena pertempuran.


Watobi dan Toba Chen pun sama, mereka juga ikut bergerak, menjauhi arena pertempuran, menyusul pasukan mereka yang sudah bergerak lebih dulu.

__ADS_1


Melihat sikap yang di ambil oleh Watobi dan Toba Chen, sisa pasukan yang ragu, kini tidak ragu lagi mereka segera menjauhi Li Yuan Hao dan Li Yung.


Melihat tindakan yang di ambil oleh pasukan dan kedua Jendral kepercayaannya, Li Yuan Hao sangat marah hingga seluruh tubuhnya gemetaran menahan emosi.


"Kalian semua berani menghianati ku, hari ini kalian semua layak mati..!!""


bentak Li Yuan Hao dengan sangat marah.


Dari balik saku bajunya, Li Yuan Hao mengeluarkan sebuah tabung kecil, kemudian dia meniup nya.


Dari tabung kecil itu mengeluarkan suara lengkingan yang sangat nyaring.


Sesaat kemudian dari arah barat, melesat titik bayangan hitam kecil, yang bergerak cepat mendekati arena pertempuran.


Jumlahnya di perkirakan tidak kurang dari 5000 orang, mereka semua mengenakan topeng setan dan berseragam hitam.


Di tangan mereka masing-masing memegang golok bulan sabit, begitu tiba di lokasi mereka langsung menyerang kearah pasukan Li Yuan Hao yang memutuskan berbelot.


Dari arah kota Lan Zhou pintu gerbang utama tiba-tiba terbuka, terlihat ratu Sabrina di ikuti oleh 5000 pasukan berkuda mengejar kearah Li Yuan Hao.


"Li Yuan Hao, serahkan nyawa mu,...!!"


teriak ratu Sabrina sambil memacu kudanya dan mengangkat tombak bercagak tiga nya tinggi tinggi.


"Wahai pasukan Xi Xia yang gagah perkasa, segera masuk ke benteng,..!! Makanan minuman dan pakaian hangat tersedia semua, untuk rakyat ku yang gagah perkasa...!!!"


teriak ratu Sabrina kearah pasukan Li Yuan Hao yang menyerah.


"Jangan layani mereka,..!!! pacu kuda kalian segera masuk kedalam benteng..!!"


"Cepat cepat,..!!"


Tanpa di perintah untuk kedua kalinya, seluruh pasukan itu langsung bergerak menuju gerbang utama kota Lan Zhou yang terbuka.


Pasukan pimpinan Ratu Sabrina langsung bergerak menyambut pasukan bertopeng.


Ratu Sabrina sendiri berada di garis paling depan langsung di kurung oleh puluhan manusia bertopeng.


Tapi ratu Sabrina tidak terlihat gentar sedikitpun, dia menghadapi kepungan itu dengan gagah berani.


Watobi dan Toba Chen setelah berhasil mengamankan pasukan mereka masuk kedalam benteng.


Kedua orang itu tidak ikut masuk, melainkan melompat keatas punggung kuda yang berada di dekat mereka.


Lalu memacu kuda nya menerjang kearah kepungan yang sedang mengurung ratu Sabrina.


"Ratu kami datang membantu mu,.!!"


teriak Watobi sambil memainkan sepasang senjata kapak besarnya, dari atas kuda tunggangan nya menyerang para pengepung.

__ADS_1


Toba Chen yang datang bersama nya juga tidak mau kalah, dia langsung menombak mati seorang pengepung bertopeng setan, dan mengangkat tubuhnya keudara.


Sambil berteriak,


"Hidup Ratu Sabrina,...hidup Ratu Sabrina,...!"


Pasukan yang datang bersama ratu Sabrina meski mereka bukan lawan pasukan bertopeng yang berilmu tinggi.


Tapi mereka sedang dalam semangat tinggi, tidak takut mati, sehingga pasukan bertopeng juga kesulitan mengalahkan mereka yang duduk diatas kuda dalam waktu singkat.


Fei Yang sendiri dari atas begitu melihat kemunculan pasukan bertopeng.


Dia segera mengeluarkan sepasang pedang es dan api, lalu mulai menebaskan pedangnya kearah kerumunan pasukan bertopeng.


Dari langit tiba-tiba muncul dua sinar panjang merah biru, berkelebat cepat kearah kerumunan pasukan bertopeng.


Setiap pasukan bertopeng yang di lewati oleh sinar merah langsung hangus menjadi debu.


Sedangkan pasukan bertopeng yang di lewati oleh sinar biru langsung menjadi patung es kemudian meledak menjadi kepingan es yang berserakan di atas tanah.


Kedahsyatan tebasan sinar merah biru ini mengangetkan seluruh barisan pasukan bertopeng.


Mereka mulai panik dan gentar, tapi mereka tidak berdaya menghindarinya atau pun menangkis nya.


Karena cahaya panjang itu datang dari langit dan sangat cepat seperti kilat, tidak mungkin bisa di hindari.


Tiba-tiba terdengar suara dari langit,


"Wahai seluruh pasukan Xi Xia, segera mundurlah, jauhi pasukan Topeng Setan..!!"


"Serahkan mereka pada ku...!!"


"Aku yang akan mengurusnya...!!"


Mendengar suara Fei Yang yang di kenali oleh ratu Sabrina,.dia segera memutar tombaknya memaksa pengepungnya mundur menjauh.


Sambil memutar Kuda nya, Ratu Sabrina berteriak,


"Pasukan mundur....!!!"


Ratu Sabrina mutar tombaknya menebas siapa pun yang menghalangi jalannya, sambil terus memacu kudanya bergerak mundur menjauhi pasukan bertopeng.


Watobi dan Toba Chen juga ikut bergerak mundur dan menjadi tameng pelindung di belakang Ratu Sabrina.


Pasukan ratu Sabrina, bergerak dengan disiplin mundur menjauh.


Tebasan merah biru dari langit sangat membantu mereka untuk bergerak mundur dengan aman.


Li Yuan Hao sangat marah melihat aksi yang di tunjukkan oleh Fei Yang dari udara.

__ADS_1


Tapi dia sendiri tidak berdaya mencegah nya.


__ADS_2