PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
SU BI TAO CANG MELAWAN HEI CHI.


__ADS_3

"Kamu pikir di sini tempat uji coba kemampuan, kalah berarti bubar partai mu..mengerti..?!"


ucap Tetua Bendera merah sambil tersenyum mengejek.


"Siapa yang bubar masih belum tahu, kalau kamu bisa kalahkan kami berdua, kami akan undur diri, dan Hoa San kelak tidak akan pernah mencampuri urusan kalian.."


ucap Su Hua Tao Se sambil tersenyum sabar.


"Perkenalkan nama ku Su Hua, tolong perkenalkan nama mu, agar yang tua ini ingat, bila hari ini tidak beruntung kalah dari mu."


"Setidaknya aku tahu kalah di tangan siapa.."


ucap Su Hua merendah.


"Nama ku Hung Chi, sudah jangan banyak bacot, cabut pedang mu majulah.."


ucap Hung Chi sambil mengeluarkan sepasang pedang berkait nya.


Su Hua hanya menanggapinya dengan tersenyum, tidak terlihat bagaimana dia mencabut pedang di punggungnya, tahu tahu sebatang pedang yang bersinar putih keperakan, sudah berada dalam genggaman nya


Pedang tersebut saat tertimpa cahaya matahari, mengeluarkan cahaya kemilau.


Su Hua Tao Se melayang kearah Hung Chi dengan ringan, sambil memberikan puluhan tusukan pedang ke beberapa titik di tubuh Hung Chi.


Tapi setiap tusukan yang di lancarkan oleh Su Hua Tao Se, selalu berhasil ditangkis dan di mentalkan oleh sepasang pedang berkait milik Hung Chi.


Bahkan di penghujung serangan, pedang Su Hua Tao Se, terkunci oleh sepasang pedang berkait, di bawa berputar-putar, kemudian di sentak kedepan agar pedang tersebut terlepas dari tangan Su Hua Tao Se.


Pedang Su Hua Tao Se terlepas dari pegangannya, dia terpaksa merelakan pedangnya pergi.


Karena kedua tangannya harus di gunakan untuk menahan tendangan kearah dada, yang di lepaskan oleh Hung Chi.


Meski kedua tangannya berhasil melindungi dadanya, yang di tendang oleh Hung Chi.


Tubuh Su Hua Tao Se tetap terpental mundur kebelakang.


Hung Chi sendiri tidak berhasil mengejar dan melakukan serangan lanjutan.


Karena dirinya sedang sibuk menghadapi pedang Su Hua Tao Se, yang seperti bernyawa menyerang dan memukul mundur Hung Chi.

__ADS_1


Setelah itu pedang Su Hua Tao Se baru melayang kembali kedalam tangan Su Hua Tao Se.


Hung Chi yang kesal dan malu, karena terpukul mundur oleh sebuah pedang, yang tidak di pegang oleh pemiliknya.


Hung Chi lalu sambil berteriak keras, melompat kearah Su Hua Tao Se, dia menebaskan sepasang pedang berkait nya dari atas kebawah.


Pedang itu mengeluarkan aliran listrik, yang menjalar di sekitar tubuh pedang berkait tersebut.


Tapi Su Hua Tao Se, terlihat bersikap tenang, dia menggeser kakinya kesamping, lalu melakukan tangkisan dari samping, sambil melepaskan sebuah tendangan dari samping kearah tulang rusuk Hung Chi.


Hung Chi bergerak sigap memutar tubuhnya, menghindar sambil menebaskan Pedang berkait nya, kearah kaki Su Hua Tao Se, yang sedang menendang kearah rusuknya.


Su Hua Tao Se, terpaksa menarik kembali kakinya.


Hung Chi sambil berputar-putar di udara, masih sempat melepaskan sebuah sabetan listrik jarak jauh dengan pedang berkait nya, yang lain dari bawah keatas, sebelum tubuhnya jatuh keatas tanah.


Su Hua Tao Se, membentuk putaran pedang seperti baling baling di depan tubuhnya, untuk menangkis Sambaran listrik yang dilepaskan oleh Hung Chi.


Memanfaatkan Su Hua Tao Se yang sedang sibuk menangkis Sambaran petir nya, tubuh Hung Chi yang jatuh keatas tanah langsung hilang menyusup kedalam tanah.


Saat muncul lagi dia sudah muncul di belakang punggung Su Hua Tao Se, memberikan dua sabetan menyilang dari belakang Su Hua Tao Se.


Su Hua Tao Se yang tidak menduga dirinya akan di serang dengan cara itu.


"Aaahhh..!"


jerit Su Hua Tao Se sambil terhuyung-huyung maju kedepan.


Bagian punggungnya terasa sangat perih, belum sempat dia memperbaiki posisi nya,


Dua pedang berkait kini dengan cepat melesat kearah lehernya dari belakang.


Bila sampai terkena pedang berkait Hung Chi, niscaya Su Hua Tao Se bakal kehilangan nyawa dengan kepala menggelinding diatas tanah.


Untungnya di saat berbahaya itu, Ketua Hua San Pai, Su Bi Tao Cang muncul menggunakan pedang di tangannya, untuk menangkis dan mentalkan Hung Chi, menjauh dari Su Hua Tao Se, adik seperguruannya yang terluka.


Tangkisan pedang Su B Tao Cang yang mengandung tenaga sakti kuat, berhasil memukul mundur Hung Chi, hingga kuda kudanya tergempur mundur kebelakang.


Hung Chi yang ingin kembali menerjang kearah Su Bi Tao Cang, di hentikan oleh seorang pria berpakaian hitam.

__ADS_1


"Adik mundurlah, serahkan tua Bangka ini pada ku, jangan mau di antri oleh manusia manusia munafik, yang mengaku dirinya aliran lurus ini."


ucap Orang berpakaian hitam tersebut.


Hung Chi pun menahan langkahnya, lalu melayang mundur kembali ke barisannya.


Dia mengerti maksud kakak seperguruan nya.


"Hei Su Bi Tao Cang, lawanlah aku Hei Chi. jangan hanya bisa nya membokong."


ucap Hei Chi sambil melesat kearah Su Bi Tao Cang, dengan pedang hitam yang diselimuti kabut hitam tipis di batang pedang nya.


"Aku hanya melindungi nyawa adik seperguruan ku, tiada maksud lain "


ucap Su Bi Tao Cang membela diri.


Lalu tubuhnya lenyap dalam gulungan cahaya putih, yang bergerak menyambut gulungan sinar hitam, yang di lepaskan oleh Hei Chi.


Kedua gulungan cahaya putih dan hitam saling mendesak dan menekan, sesekali meletup cahaya bunga api yang berpijar.


Kemudian kedua bayangan tersebut berpisah sejenak, lalu baru kembali lagi saling mendekat dan saling berbenturan.


Kedua bayangan hitam putih perlahan-lahan terbang keatas saling serang.


Bagi para murid biasa, pergerakan kedua orang itu, hanya terlihat bagaikan dua gulungan cahaya yang saling menyatu kemudian berpisah.


Mereka sama sekali tidak dapat mengikuti kecepatan pergerakan kedua orang, yang sedang saling serang.


Tapi bagi yang memiliki tingkat kekuatan lebih tinggi, seperti kelima ketua perguruan Yi Han Tao Se, Du Gu Meng Cu, dan ketiga murid utama Yi Han Tao Se.


Mereka bisa melihat dengan sangat jelas, pergerakan kedua orang yang sedang saling serang itu.


Begitu pula dengan ke 6 Tetua, dua penasehat dan wakil.ketua Hei Mo Pang.


Mereka bisa melihat dengan jelas, bahwa Hei Chi masih kalah, dua tingkat di bawah kemampuan Su Bi Tao Cang.


Pergerakan jurus Su Bi Tao Cang yang banyak perubahan dan jebakan, membuat Hei Chi sering tertipu dan kebingungan.


Hal ini lah yang membuat Hei Chi terdesak hebat, dan sulit mengembangkan kemampuan nya.

__ADS_1


Hei Chi yang semakin terdesak kini mengerahkan pukulan kabut hitam ditangan kirinya, untuk membantu serangan pedang nya.


Dengan di bantu pukulan Tapak kabut hitam, sedikit demi sedikit Hei Chi mulai bisa mendesak Su Bi Tao Cang.


__ADS_2