
"Ha...Ha...Ha...!!!"
Fei Yang sambil tertawa, melepaskan jurus ke 3 Dari 7 jurus Penahluk Semesta, yaitu menggetarkan 1000 Li.
Efek yang di timbulkan sangat luar biasa bagi ke empat biksu lhama jubah merah, yang baru saja tiba di sana.
Mereka berempat terlihat terhuyung-huyung sulit mempertahankan posisi berdiri mereka.
Dari awal pun mereka sudah jerih, nyali mereka sudah pecah, saat menyadari yang menghadang mereka adalah Ping Huo Ta Sia (Pendekar Api dan Es).
Mereka sudah melihat sendiri di depan kuil halilintar, bagaimana cara Fei Yang membunuh Xuan Hei, Huang Chi, Lan Chi dan Ching Chi.
Padahal keempat orang itu, kemampuannya jelas berada di atas kemampuan mereka.
Tapi saat bertemu dengan Fei Yang tidak sampai satu jurus, keempat orang itu sudah tewas ditangan Fei Yang.
Apalagi barusan ini, baru suara tawa yang Fei Yang lepaskan, mereka sudah tidak mampu mempertahankan diri, untuk berdiri dengan stabil, apalagi bila Fei Yang bergerak menyerang mereka.
Dengan kedua pedang api dan es yang di genggam di tangannya.
Mereka berempat sadar betul, bila hari ini bentrok dengan Pendekar Api dan Es.
Mereka tidak akan punya peluang untuk keluar hidup hidup dari tempat ini.
Thasi buru buru menjura kearah Fei Yang dan berkata,
"Namo Budaya apa kabar Ping Huo Ta Sia,? beberapa hari tidak bertemu anda terlihat semakin gagah saja.."
Fei Yang membalas penghormatan Thasi, lalu dengan suara dingin dia berkata,
"Kabar ku baik Thasi Lhama, sebaliknya hari ini bakal kurang baik buat kalian berempat.."
Thasi Lhama sedikit terkejut, tapi diluar sambil tersenyum tenang, dia berkata,
"Maaf Ping Huo Ta Sia, bila kehadiran kami telah menganggu ketenangan dan menyinggung anda."
"Bila benar seperti itu, lebih baik kami undur diri saja.."
ucap Thasi buru buru memberi hormat, yang langsung di ikuti oleh ketiga saudara seperguruan nya.
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Kalian sudah jauh jauh datang kesini, untuk menjalankan perintah dari Guru Negara Vipasana lhama."
"Akan sangat di sayangkan, bila langsung mundur tanpa usaha maximal.."
__ADS_1
Thasa pun ikut maju memberi hormat kearah Fei Yang dan berkata,
"Ping Huo Ta Sia ada di sini, meski kami habis makan nyali Naga, juga tidak akan pernah berani bikin onar di sini.."
"Lebih baik kami segera mundur dan melaporkannya, ke Junjungan kami.."
Fei Yang tersenyum dingin menanggapi ucapan Thasa Lhama, kemudian dia berkata.
"Sayang nya hari ini aku tidak berniat membiarkan kalian pulang melapor.."
"Meski hari ini ku ijinkan kalian pergi, besok lusa kita tetap akan bertemu dan berdiri di posisi berlawanan..'
"Jadi ku pikir paling tepat adalah kita tuntaskan hari ini, agar besok tidak muncul kerepotan tidak perlu."
ucap Fei Yang sambil menatap dingin kearah keempat orang itu.
Mendengar ucapan Fei Yang keempat orang itu pun sadar, Fei Yang tidak akan melepaskan satu pun diantara mereka, untuk pergi dari sini.
Mereka tidak punya pilihan lain selain melakukan perlawanan habis habisan.
"Bocah keji,..! kedua kakak ku sudah berbicara baik baik, tapi kamu masih saja tetap memaksa..!"
"Bocah keji dengar baik baik, kamu jangan memaksa orang terlalu kelewatan, atau kamu akan menyesal.."
ucap Thase lhama emosi.
"Siapa yang akan menyesal, sebentar lagi juga ketahuan,..ayo majulah kalian semuanya..!"
"Bangsat,..! bila hari ini kami tidak menunjukkan sedikit kemampuan, kamu akan pikir kami lhama jubah merah takut dengan mu..!!"
"Lihat serangan..bangsat..!!"
teriak Thasu Lhama emosi.
Dia langsung menerjang kearah Fei Yang, sambil melepaskan kedua Cakra emas menyerang Fei Yang.
Di saat bersamaan, dia juga melepaskan beberapa pukulan telapak tangan terbuka kearah, wajah, dada, perut dan ubun ubun kepala Fei Yang, secara beruntun.
Melihat Thasu lhama sudah bergerak, Thase lhama juga tidak tinggal diam.
Dia juga langsung melepaskan Cakra emas nya menyusul menyerang Fei Yang dari sisi lain, yang berlawanan arah dengan serangan Thasu.
Selain itu dia juga mengerahkan kedua cakarnya yang mengeluarkan cahaya kebiruan, untuk mencengkram kearah kedua lutut, Dan Thian,. dan bagian terlarang kejantanan Fei Yang.
Serangannya sangat brutal, sama sekali tidak menunjukkan sikap welas asih nya, sebagai seorang biksu.
__ADS_1
Thasa juga sama, dia juga bergerak dari sisi lainnya, menyerang Fei Yang dengan kedua Cakra emas nya.
Sambil melepaskan tebasan telapak tangan terbuka, dan sentilan jari yang menimbulkan suara berdesing angin tajam.
Tapi serangan yang dia lepaskan tidak terlihat jelas, karena berbentuk transparan.
Selagi Fei Yang sibuk menangkis menghindar dan membalas serangan Thasa Thase Thasu, yang mengurung dirinya.
Thasi Lhama dengan licik melesat dari sisi lain, mencoba membokong bagian punggung Fei Yang yang terbuka.
Dengan menggunakan sepasang senjata Cakra emas nya, dia menyerang leher belakang dan punggung Fei Yang.
Tapi serangan nya kandas, tertahan oleh tenaga sakti kekuatan alam semesta milik Fei Yang.
Saat Fei Yang menghentakkan energi nya, tubuh Thasi Lhama terpental, kedua senjata Cakra emas nya, juga ikut terpental lepas dari genggaman tangan Thasi Lhama.
Tapi rupanya hal inilah yang diinginkan oleh Thasi Lhama, tubuhnya yang terpental cepat melayang kearah Kereta Sian Sian.
Thasi Lhama menabrak kearah kereta, di mana Sian Sian sedang menonton pertarungan seru itu, lewat jendela.
Kereta Sian Sian pecah berantakan, tubuh Sian Sian juga ikut terlempar keluar dari kereta.
Tapi dengan sigap tengkuk Sian Sian sudah di cengkram oleh Thasi Lhama.
"Ahhhh,...!
"Kakak Li Dan tolong....,,!!!"
teriak Sian Sian terkejut, secara reflek dia berteriak meminta tolong.
Li Dan yang melihat Sian Sian di tawan oleh musuh, dengan cemas dia langsung mencabut pedang nya dan berusaha menerjang kearah Thasi Lhama tanpa pikir panjang.
Tapi Li Dan bukan lawan Biksu sakti itu, sepasang Cakra nya yang tadi terpental oleh hentakan energi Fei Yang.
Kini bergerak sendiri menangkis dan menyerang Li Dan, hingga pedang Li Dan terlepas dari pegangannya, rambutnya juga awut awutan, karena sanggul di kepalanya terlepas, terkena salah satu Cakra yang menyerang kepalanya.
Li Dan demi menyelamatkan kepalanya, terpaksa melempar tubuhnya bergulingan menjauh.
Fei Yang di sisi lain juga bukan nya tidak tahu, Sian Sian di tawan oleh Thasi.
Dia juga ingin pergi menolong nya, tapi dia sendiri sedang di kepung ketat oleh Thasa Thase Thasu,..
Sehingga dia harus fokus menyelesaikan ketiga orang itu dulu, baru bisa pergi mengurus Thasi.
Karena bila tidak menghabisi mereka, peluangnya ingin menolong Sian Sian dan melumpuhkan Thasi akan menjadi kecil.
__ADS_1
Karena tiga orang ini, akan dengan segala cara menghalanginya mendekati Thasi.
Sedangkan Thasi Lhama pasti akan menggunakan nyawa Sian Sian untuk mengancamnya agar menyerah.