
"Kini semua sudah terlambat, adik Xue Lian kamu jaga diri mu baik baik.."
Selesai berkata, Fei Yang mendorong pelan Xue Lian menjauhinya, lalu dia membalikkan badannya hendak pergi dari sana.
Tapi tangannya di tahan oleh Xue Lian,
"Kakak' mau kemana..?"
Fei Yang menoleh kearah Xue Lian sambil tersenyum sedih dia berkata,
"Aku harus kembali ke Hoa San untuk mempertanggungjawabkan semua kesalahanku.."
Fei Yang sambil memaksakan diri untuk tersenyum, dia melepaskan pegangan tangan Xue Lian dan berkata,
"Adik Xue Lian, aku sangat menjijikkan, bahkan diri ku pun, sangat memandang rendah diri ku sendiri, aku benar benar tidak pantas untuk mu.
Sambil tersenyum dengan airmata bercucuran, Xue Lian berkata,
"Maafkan Xue Lian kakak Yang,.."
"Apakah kakak ingin pergi menemui dia..?"
ucap Xue Lian sambil mengeluarkan satu set jubah hitam, lengkap dengan rambut putih palsu, dan sebuah topeng kulit ditangannya.
Fei Yang berdiri tertegun menatap perlengkapan yang di tunjukkan oleh Xue Lian.
Tentu dia sangat mengenali jubah itu, tapi rambut dan topeng kulit itu Fei Yang terlihat ragu.
Melihat keraguan Fei Yang sambil tertawa kecil, Xue Lian mengambil rambut palsu dan topeng kulit lalu memakainya dan berkata,
"Kakak Yang tolong berikan aku ciuman seperti saat di kelenteng bobrok itu boleh..?"
Melihat hal itu Fei Yang langsung tertawa terbahak-bahak.
"Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..!"
"Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..!"
"Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..!"
Fei Yang tertawa hingga dua butir airmata jatuh menitik dari sudut matanya.
Dengan mata sedikit berkaca kaca, Fei Yang langsung maju memeluk Xue Lian sambil tersenyum bahagia dia berkata,
"Kamu sungguh nakal,.. mengapa bisa begitu nakal nya, dan mengerjai ku habis habisan..?"
Sambil tertawa Xue Lian membuang topeng dan rambut palsunya keatas lantai.
Dia lalu melingkar kan kedua tangannya yang putih halus di belakang leher Fei Yang dan berkata,
"Siapa suruh kamu begitu genit pada semua wanita yang kamu temui..?"
"Ehh kapan aku genit dengan wanita lain, bukankah yang paling genit hanya bersama mu..?"
tanya Fei Yang kaget.
"Masih tidak ngaku, bukankah habis dari sini kamu pergi cari gadis baju merah yang kini tinggal di puncak Xuan Wu..?"
"Tidak cukup dia, kamu masih pergi dekati gadis baju biru dan tebar pesona ke gadis pulau pelangi, ayo ngaku ?"
tanya Xue Lian dengan bibir cemberut..
"Ehh itu semua cuma kebetulan, aku dan mereka hanya kenal dan berteman saja."
"Terhadap mereka aku tidak punya perasaan apa-apa.."
__ADS_1
ucap Fei Yang mencoba membantah.
"Huh siapa yang percaya, lalu bagaimana dengan Sian Sian yang masih menunggu mu di Xi Xia ?"
"Bagaimana dengan putri yang hampir kamu nikahi itu..?"
"Hayo,..?"
ucap Xue Lian dengan bibir semakin meruncing menggemaskan.
"Ehh kamu mengapa bisa tahu begitu jelas, ? kamu terus membuntuti ku..?"
tanya Fei Yang kaget.
"Membuntuti mu untuk melihat sikap mu yang genit dan menebar pesona ke mana mana itu.."
"Huh Kebagusan, tidak Sudi aku.."
Dengus Xue Lian kesal, sambil memunggungi Fei Yang.
"Lalu bagaimana kamu bisa..?"
tanya Fei Yang sambil melingkarkan kedua tangannya dengan lembut diatas pusar Xue Lian.
Tubuh mereka menempel begitu ketat, hingga Xue Lian bisa merasakan benda keras, yang menempel dan menusuk nusuk Bo kong nya.
Dengan wajah merah Xue Lian melepaskan tangan Fei Yang dan berkata,
"Aku tidak mau memberitahu mu, kamu memalukan.."
"Aku tidak akan memperdulikan mu lagi.."
mulutnya berkata begitu, tapi bibirnya melemparkan senyum menggoda.
Fei Yang sambil tertawa mengejarnya dan berteriak,
"Lari lah,..! aku akan menangkap mu..!"
"Bila tertangkap, lihat bagaimana aku menggeniti mu..!"
"Ha..ha..ha...!"
"Aduh,.. ampun..geli,.. jangan.
aduh..hi..hi..hi..!"
"Ampun kakak Yang,..hi..hi..hi..!"
"Aduh,.. jangan disana..Ahhh,"
Terdengar suara teriakan Xue Lian yang sedang di candai oleh Fei Yang.
Beberapa waktu berlalu, di dalam kamar Xue Lian yang tempat tidurnya tertutup tirai tipis, di bagian dalam nya terlihat acak acakan.
Sedangkan di bagian luar tempat tidur, terlihat pakaian mereka berdua berserakan di atas lantai kamar.
Fei Yang yang berte lanjang dada, terlihat sedang mendekap tubuh Xue Lian yang putih polos sebagian tertutup selimut.
"Adik Lian berarti sebenarnya, selama ini, kamu tidak pernah jauh jauh dari ku ya ?"
tanya Fei Yang sambil membelai lembut punggung Xue Lian.
"Tidak juga, ada satu waktu, aku terpaksa bersembunyi di gunung Hoa, setelah aku kehabisan tenaga menyembuhkan luka luka mu."
"Ohhh jadi yang menolong ku saat bertempur dengan Vipasana lhama itu..?"
__ADS_1
tanya Fei Yang dengan sedikit kaget.
Xue Lian mengangguk sambil tersenyum menatap Fei Yang.
Fei Yang tidak bisa menahan diri untuk menariknya kedalam pelukannya dan berbisik lembut di samping telinga Xue Lian.
"Terimakasih banyak sayang..*
Xue Lian tersenyum senang dan berkata,
"Hanya berterimakasih saja kalau sama aku.."
"Beda jauh sama putri Song itu, dapat tusuk konde cantik, dapat mutiara, dapat kalung, dapat hati mu pula.."
Ucap Xue Lian sedikit kurang puas.
Fei Yang tersenyum canggung dan berkata,
"Mulai hari ini, apapun akan ku berikan hanya khusus untuk mu."
"Gombal lah,..nanti sudah keluar dari sini juga lupa.."
"Ngomong ngomong, kok aku gak lihat patung dan kantung wewangian yang pernah kuberikan, pasti sudah di buang ya..?"
tanya Xue Lian tiba-tiba.
"Ehh itu, aku tadi berpikir kita akan berpisah, dan aku akan kembali ke Hoa San."
"Jadi kedua benda itu aku kubur di dekat kolam tidak jauh dari hutan ini.."
ucap Fei Yang sambil meleletkan Lidahnya.
Xue Lian mempelototi Fei Yang, lalu memunggungi nya dengan bibir cemberut menahan kesal.
Fei Yang buru buru bangun dan bergerak meninggalkan tempat tidur.
"Ehh kakak mau kemana, ?"
tanya Xue Lian bangkit duduk, sambil buru buru menggunakan selimut tipis menutupi bagian atas tubuhnya yang terbuka.
"Kamu tunggu di sini, aku akan mengambilnya kembali.."
ucap Fei Yang cepat.
"Sudah gak usah, cuaca di luar sedang panas, besok pagi kan bisa."
ucap Xue Lian sambil menahan pundak Fei Yang.
Fei Yang menoleh kearah Xue Lian dan berkata,
"Kedua benda itu sangat penting bagi ku, sebenarnya aku berat berpisah dari mereka.."
"Hanya karena masalah salah paham itu saja, yang membuat aku mengubur mereka di sana.."
"Kini semua sudah terang, tentu aku harus membawa mereka kembali.."
"Terutama kantong itu, dia sudah beberapa kali menyelamatkan ku."
ucap Fei Yang serius.
"Baiklah terserah kakak, tapi aku ikut ya,? kita bisa main air disana sekalian.."
ucap Xue Lian sambil tersenyum manis.
.
__ADS_1