
Paman Lai ketakutan hingga sulit menggerakkan tubuhnya, dia hanya berdiri diam menatap ngeri kearah Siau Huo yang sedang terbang kearahnya.
Sebelum Siau Huo berhasil menerkam paman Lai, Kim Tiaw dari udara memekik marah.
"Iiiiiikkkkkkkk...!"
Dia menerjang Siau Huo dari arah samping atas, dengan sepasang cakar, dan tamparan sayapnya.
"Brakkkk...!"
Tubuh Siau Huo terpental berguling guling menabrak kearah kandang ayam yang berantakan menjadi semakin kacau.
"Groowaaarrrrrrr...!"
Sekali ini Siau Huo menggereng marah dengan keras,. sebelum dia menerkam kearah Kim Tiaw, sambil memberikan semburan api.
Semburan api Siau Huo berhasil mengenai sebagian sayap dan ekor Kim Tiaw.
Hingga Kim Tiaw kembali terbang keatas menjauh, memekik keras.
"Iiiiiikkkkkkkk...!"
Sebelum kemudian dia kembali meluncur turun dengan kecepatan tinggi.
Karena kedua sayap nya sengaja ia katupkan, tubuhnya yang besar seperti jatuh dari langit.
Hingga mendekati target dia baru menggerakkan sepasang cengkraman kakinya kedepan dan mengembangkan sedikit sayapnya sebagai penyeimbang.
Siau Huo yang sudah bersiaga menyambut kedatangan Kim Tiaw, dia segera menyemburkan api kearah Kim Tiaw.
Tapi dengan gerakan sedikit bermanuver di udara, serangan semburan api Siau Huo lewat begitu saja.
"Brakkkk...!"
Kedua mahluk ganas itu bertabrakan di udara, Kim Tiaw yang terkena tamparan cakaran Siau Huo terpental menabrak kearah pagar kebun.
Hingga pagar kebun sayuran hancur berantakan sebagian kebun sayuran ikut hancur tertimpa tubuh Kim Tiaw.
Sedangkan Siau Huo yang terkena cakar Kim Tiaw, dia juga terpental hingga menabrak dinding pondok belakang di mana kamar Sun Er berada.
Sebagian wajah Siau Huo terluka oleh cakar Kim Tiaw, hingga darah bercucuran membasahi wajahnya.
Sun er dan Zi Zi yang mendengar suara ribut ribu di halaman belakang rumah.
Mereka berdua segera keluar dari dalam pondok melalui akses pintu belakang.
Mereka berdua hanya bisa menatap kaget melihat kekacauan yang terjadi di halaman belakang.
"Siau Huo apa yang terjadi..?"
tanya Sun er kaget melihat Siau Huo yang terluka wajahnya.
"Groowaaarrrrrrr..!'
Siau Huo menjawabnya dengan gerengan penuh kemarahan, menatap kearah Kim Tiaw.
Sun Er menatap kearah Kim Tiaw dia juga kaget melihat leher Kim Tiaw berlumuran darah, bulu bulu sayap dan ekor Kim Tiaw sebagian hangus.
Kim Tiaw terlihat sangat berantakan.
"Paman Kim Tiaw kamu kenapa ?"
tanya Sun er sambil berlari menghampiri kearah Kim Tiaw.
Tapi bersamaan dengan itu, posisi Sun er yang berada di tengah tengah diantara kedua mahluk itu.
Menjadikan nya berada dalam posisi berbahaya, karena kedua mahluk itu sudah kembali bergerak maju saling menerjang.
Di saat situasi sedang kritis, Fei Yang yang sedang membimbing Xue Lian untuk melihat apa yang terjadi.
Tiba di halaman belakang, dia melihat Sun er yang terancam bahaya.
Fei Yang dari jarak jauh, langsung melepaskan pukulan tangan kosong Naga es dan Phoenix api.
"Wusss..!" "Wusss..!"
"Desss,..! Desss,..!"
Seekor Naga es meluncur menghantam Siau Huo, h
Dengan kesudahan Siau Huo terpental, api di tubuhnya seketika padam.
Siau Huo terlihat meringkuk mengigil kedinginan diatas tanah.
Sedangkan Kim Tiaw yang di tabrak Phoenix api, tubuhnya terbanting diatas tanah, dengan bulu bulu terjilat api..
.
Kim Tiaw harus bergulingan di atas tanah untuk memadamkan api yang menjilat bulunya.
Sebelum kedua mahluk itu, berhasil pulih.
Fei Yang sudah muncul di samping Sun er dan berkata,
"Sun Er kembali kedalam pondok bersama Zi Zi, di sini serahkan ke paman untuk mengurusnya."
"Baik paman.."
jawab Sun er patuh, dia langsung berlari kembali ke sisi Zi Zi yang masih berdiri bingung melihat keadaan di hadapannya.
Fei Yang melesat ke arah Siau Huo, dia menempelkan tangannya di tubuh Siau Huo, membantu menghangatkan kembali tubuh Siau Huo.
Lalu dengan hati hati dia mengobati luka di wajah Siau Huo dan berkata,
"Siau Huo tenanglah.."
"Jaga ketenangan mu.."
Siau Huo merespon dengan gerengan pelan, sepasang matanya kini lebih tenang.
Tidak liar dan ganas lagi seperti sebelumnya.
Sedangkan Xue Lian di tempat lain, dia juga terlihat sedang mengoleskan obat di leher Kim Tiaw..
"Tenanglah Tiaw Siung, kendalikan emosi mu.."
"Tenang ya.."
Kim Tiaw mengangguk pelan sebagai respon akan ucapan Xue Lian.
Fei Yang melihat paman Lai hadir di sana, bersama bibi Fu yang baru saja siuman dari pingsannya.
Fei Yang pun berkata,
__ADS_1
"Paman Lai coba jelaskan apa yang terjadi ?"
Paman Lai menelan ludahnya sendiri, berusaha menenangkan hatinya.
Setelah itu dia baru berkata, sambil menunjuk kearah Siau Huo dengan ngeri.
"Saat aku dan istri ku tiba, aku melihat mahluk itu sedang memangsa ayam."
"Melihat kedatangan ku, dia ingin menerkam ku, untungnya Kim Tiaw datang tepat waktu.."
"Bila tidak kami pasti sudah menjadi mangsanya."
Fei Yang terdiam, saat mendengar penjelasan dari paman Lai.
Dia tadi agak terlambat datang, setelah dia mendengar suara ribut ribut di halaman belakang.
Karena di saat bersamaan Xue Lian mengeluh perutnya nyeri.
Jadi Fei Yang harus mengurus Xue Lian dulu.
Baru bisa datang melihat apa yang terjadi di sana.
Setelah mendengar penjelasan paman Lai, Fei Yang menatap ke arah Siau Huo penuh teguran.
Fei Yang menjitak kepala Siau Huo dan berkata,
"Kamu lain kali tidak boleh nakal lagi.."
"Kalau lapar tunggu sebentar, nanti akan ku siapkan makan mu, tidak boleh sembarangan.."
Siau Huo tertunduk, dengan meletakkan dagunya di atas tanah, tidak berani bersuara
Fei Yang membelai kepala sahabat kecilnya itu dan berkata,
"Ya sudah tidak apa apa buat jadi pelajaran saja ."
Mendengar nada suara Fei Yang, Siau Huo langsung bangkit berdiri, bersemangat lagi.
Dia menggosok gosokkan kepalanya di lengan Fei Yang, dengan manja.
Sesaat kemudian dia sudah berlari pergi menghampiri Zi Zi dan Sun Er.
Fei Yang hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya tersebut.
Dia memaklumi, Siau Huo bagaimana pun masih liar, pada dasarnya, dia adalah mahluk buas dan ganas.
Jarang bergaul dengan dunia luar, berbeda dengan Kim Tiaw yang tidak seganas Siau Huo, lebih mudah di ajak berinteraksi.
"Paman Lai bibi Fu kalian bekerja lagi saja seperti biasa."
"Kekacauan di sini biar aku yang mengurusnya, "
Ucap Fei Yang ringan, seolah tidak pernah terjadi apa apa di sana.
Paman Lai dan bibi Fu meski agak takut takut tapi mereka kembali bekerja seperti biasanya.
Fei Yang sendiri di temani Xue Lian, dia memperbaiki kandang kandang ayam yang rusak.
Membereskan sisa bangkai bangkai ayam yang di mangsa oleh Siau Huo.
Fei Yang membakarnya, agar lebih mudah di tangani.
Setelah itu Fei Yang seorang diri pergi ke desa terdekat, untuk membeli beberapa ekor ayam dan mengisi kandang kandang itu kembali.
Semuanya kembali berjalan tenang, tapi setelah insiden tersebut.
Fei Yang melihat hubungan Siau Huo, dengan Kim Tiaw, dan pasangan Paman Lai dan bibi Fu terlihat kurang akur.
Beberapa kali Fei Yang sempat melihat Siau Huo menggereng mengawasi kedua pasangan pembantunya itu, dengan sikap kurang bersahabat.
Setelah berunding dengan Xue Lian, dimana Fei Yang dan Xue Lian sedikit khawatir, pembantu handal mereka tidak betah dan minta berhenti kerja.
Kalau itu terjadi bisa gawat, karena Xue Lian kini sudah semakin mendekati hari kelahiran buah hati mereka.
Jadi kehadiran mereka berdua sangat penting buat Fei Yang dan keluarganya.
Untuk itu Fei Yang mulai berputar otak mencarikan tempat ideal untuk Siau Huo, demi kebaikan semua nya.
Setelah berpikir dan menimbang yang terbaik, Fei Yang akhirnya memutuskan membuat sebuah alam portal dimensi, di jurang sebelah barat sana.
Tidak jauh dari Gua Api Surgawi tempat dirinya berlatih sebelumnya.
Fei Yang sengaja mendesainnya, mirip mirip, dengan hutan di kaki gunung Kun lun San, tempat tinggal Siau Huo dulu
Setelah selesai Fei Yang baru memindahkan Siau Huo ketempat itu.
Siau Huo terlihat cukup nyaman dan menyukai tempat barunya itu, karena di sana selain mirip dengan tempat tinggal lamanya.
Di sana Fei Yang juga memasukkan banyak hewan, yang bisa menjadi mangsa Siau Huo.
Sehingga Siau Huo tidak akan pernah kelaparan dan bosan.
Semua mangsa itu Fei Yang tangkap dari Cang Lung Lin.
Saat Fei Yang mengacak ngacak Cang Lung Lin berulang kali.
Naga Kadal Terbang sebenarnya menyadarinya, tapi karena aura bawaan Fei Yang sangat tidak biasa.
Naga Kadal Terbang merasa tidak sanggup menghadapi nya, jadi dia tidak berani keluar mengusiknya.
Dia lebih memilih pasrah stok bahan makanannya, di rampas oleh Fei Yang.
Daripada ribut dengan Fei Yang, nyawanya malah yang di rampas oleh Fei Yang.
Dengan adanya tempat baru itu, sesekali bila ada waktu senggang, Fei Yang akan mengajak Zi Zi dan Sun Er kesana, untuk bermain dengan Siau Huo.
Agar Siau Huo tidak merasa kesepian, terasa di asing kan.
Tapi setelah lewat beberapa waktu, Fei Yang malah melihat Siau Huo sangat nyaman dan betah di tempat barunya itu.
Sehingga kekhawatiran awalnya, perlahan-lahan mulai berkurang sedikit demi sedikit.
Di suatu pagi yang cerah, di mana keadaan puncak Yu Ni Feng terlihat masih sepi dan tenang.
Di dalam kamar Fei Yang, terlihat Fei Yang sedang duduk bersila, berlatih ilmu pengendalian tenaga sakti alam semesta.
Sedangkan Xue Lian yang baru saja bangun, dia terlihat sedang berbaring miring malas di samping Fei Yang.
"Sayang aku lapar ingin makan mie buatan mu boleh tidak.."
tanya Xue Lian dengan suara manja.
Mendengar suara istrinya, Fei Yang pun menghentikan latihannya.
__ADS_1
Fei Yang menoleh kearah Xue Lian dan berkata,
"Boleh, tentu saja boleh.."
"Kamu baring dan tunggu sebentar di sini."
"Aku akan ke dapur buatkan untuk mu.."
ucap Fei Yang pelan sambil membelai lembut perut istrinya.
Xue Lian mencoba bangkit duduk merapikan rambutnya dan berkata,
"Aku temanin di dapur saja..?"
Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Gak usah, kamu di sini saja.."
"Aku tidak akan lama.."
ucap Fei Yang sambil menahan bahu istrinya yang ingin ikut.
Fei Yang dengan lembut membantu istrinya untuk berbaring lagi dan berkata,
"Kamu baringlah lagi.."
Xue Lian mengangguk, sambil tersenyum bahagia, dia kembali berbaring lagi.
Fei Yang sendiri langsung keluar dari kamar pergi ke halaman belakang untuk membuat mie kesukaan istrinya.
Selagi Fei Yang sedang sibuk memasak, Zi Zi datang sambil menari tangan kakaknya.
"Ayah hari ini aku dan kakak libur berlatih ya, kami ingin jalan jalan naik Kim Tiaw,."
"Boleh kan yah.."
Fei Yang sambil bekerja, berkata.
"Kalau kalian pergi bersama Kim Tiaw, Paman Lai dan Bibi Fu gimana datangnya ?"
"Kami yang akan menjemputnya kemari, setelah itu kami baru pergi main."
"Gimana ? bolehkan Yah..?"
ucap Zi Zi cepat.
Fei Yang menoleh menatap putrinya dan berkata,
"Boleh, tapi kalian tidak boleh main jauh jauh dari Hua San, juga harus ingat waktu pulang.."
"Siap ayah,..! terimakasih..!"
"Ayah memang yang paling baik..!"
ucap Zi Zi gembira.
Dia memberi kode agar ayahnya membungkuk kearahnya.
"Cup..Cup..!"
Zi Zi mencium kedua pipi ayahnya.
Setelah itu sambil tertawa riang dia menarik tangan Sun er berlari meninggalkan dapur.
Mereka langsung pergi mencari Kim Tiaw.
Sesaat kemudian, di udara terlihat kedua bocah itu menunggangi Kim Tiaw meninggalkan puncak Yu Ni Feng.
Kim Tiaw membawa mereka berputar putar melihat pemandangan di gunung Hua San.
Tiba tiba Zi Zi melihat sebuah telaga kec berair biru sangat jernih.
"Kak bukankah itu adalah Yu Ni Tan,? yang pernah di ceritakan oleh ibu ..?"
tanya Zi Zi penuh semangat.
Yu Ni Tan adalah sebuah kolam telaga biru yang jernih dan mata airnya mengeluarkan hawa panas.
Sehingga itu adalah sebuah kolam pemandian air hangat, yang agak tersembunyi tempat nya.
Tanpa menggunakan hewan tunggangan, yang bisa terbang di udara, mustahil bisa menemukan tempat tersebut.
Kecuali bisa terbang bebas di udara seperti Fei Yang dan Xue Lian.
"Benar Adik Zi Zi, tapi lebih baik kita jemput paman Lai dan bibi Fu dulu, setelah dapat ijin dari paman, kita baru mampir kesana."
potong Sun er mengingatkan Zi Zi.
Karena dia tahu adiknya itu, bila ada maunya sulit di atur.
Benar saja sesuai dugaan Sun Er.
"Tak payah kak,.. kita kesana dulu main hari juga masih pagi.."
"Setelah itu, kita baru jemput paman dan bibi.."
"Ehh jangan, mana boleh begitu.."
ucap Sun Er tidak setuju.
Tapi Zi Zi tidak menghiraukan kakaknya, dia langsung berkata cepat,
"Ayo paman Tiaw,.. kita kesana..!"
Zi Zi kemudian menepuk leher Kim Tiaw dengan lembut.
Kim Tiaw terlihat ragu ragu, Zi Zi dengan wajah cemberut berkata,
"Kalau kamu tidak mau, selamanya aku tidak akan berteman dengan mu lagi..!"
"Aku mau pergi bermain sama Siau Huo saja..!"
Mendengar di sebutnya nama Siau Huo, Kim Tiaw langsung panas
"Iiiiiikkkkkkkk..!"
Sambil berteriak nyaring, dia segera meluncur kebawah menuruti permintaan Zi Zi.
Zi Zi pun tersenyum penuh kemenangan, sementara itu Sun er dengan panik berkata,
"Ehh paman Kim Tiaw jangan kesana, kita harus jemput paman Lai dan bibi Fu dulu.."
Tapi Kim Tiaw sudah tidak menghiraukannya lagi, dia langsung membawa mereka mendarat di pinggir telaga biru itu.
__ADS_1