
Kaisar Zhao Kuang Yi mengangguk dan berkata,
"Kamu benar Wen Wen,.. pengawal mu sungguh di luar dugaan.."
"Tapi benarkah dia pengawal mu, ? coba ceritakan asal usul pengawal mu ini.."
"Ayahanda, bukan kah ayahanda sendiri yang pernah bilang, tidak perduli itu kucing hitam atau putih, asal bisa menangkap tikus itu yang terpenting..'
"Bukankah pengawal pribadi kak Yuan Xi juga tak pernah menceritakan asal usulnya.."
ucap Wei Wen berani.
Kaisar Zhao Kuang Yi pun tertawa dan berkata,
"Baiklah,.. baiklah,. dia pengawal mu, ayah tidak akan ikut campur."
"Tapi setidaknya dia punya nama bukan ? pengawal siapa nama mu..?"
Wei Wen agak ragu, yang di tanya oleh ayah nya adalah Fei Yang, jadi dia tidak punya hak untuk menjawab.
Bila di paksakan selain menimbulkan curiga ayahnya, dia juga bisa kena marah.
Fei Yang mengerti posisi Wei Wen, jadi dia pun maju kedepan memberi hormat kepada kaisar dan berkata dengan lantang.
"Nama ku Li Fei Yang, yang mulia.."
Para hadirin terutama perwira militer mereka semua pada kasak kusuk.
Salah satu diantara mereka ada yang nyeletuk nama Ping Huo Ta Sia.
Hal ini membuat suasana di dalam ruangan itu jadi ribut sendiri.
Akhirnya kaisar pun mengangkat tangannya dan berkata,
"Harap tenang semuanya.."
Suasana pun kembali tenang begitu kaisar angkat bicara.
Setelah situasi kembali tenang, kaisar kembali menatap kearah Fei Yang dan berkata,
"Fei Yang,.. coba kamu katakan, apakah kamu adalah orang yang sama dengan pangeran Li Fei Yang dari Xi Xia, yang terkenal dengan julukan Ping Huo Ta Sia...?"
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Sebelum saya bicara, biar lebih nyaman, bolehkah saya minta sebaskom air buat cuci muka..?"
Kaisar Zhao Kuang Yi tersenyum dan mengangguk, lalu memberi kode kearah Kasim Wei yang berdiri di sebelahnya.
Kasim itu langsung bergerak,.tak lama kemudian terlihat seorang Kasim kecil datang membawa sebuah baskom berisi air jernih untuk Fei Yang.
Fei Yang dengan santai tanpa sungkan, dia mencuci muka dan melepaskan tempelan tempelan riasan dari Siau Cui di wajahnya.
Setelah bersih dan mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil yang disiapkan khusus oleh kasim kecil itu untuk nya.
Fei Yang pun berkata,
"Terimakasih.."
Kasim itu mengangguk sambil tersenyum senang, dia segera membawa baskom dan handuk pergi meninggalkan ruang sidang.
__ADS_1
Kini di hadapan semua orang muncullah sesosok pria berwajah sangat ganteng dan jantan.
Begitu Fei Yang menghentakkan energinya, seluruh pakaian tebal yang membuat dirinya terlihat gemuk, langsung hancur berantakan.
Kini hanya tersisa pakaian ringkas, yang menampilkan sesosok pria bertubuh sedang padat berisi.
Para putri, kakak kakak tiri Wei Wen yang tadi pada mencibir kearah Fei Yang, kini semuanya pada melongo, menatap sosok tampan di hadapan mereka dengan tatapan mata tak percaya.
"Yang Mulia terimalah salam hormat hamba, hamba benar adalah Li Fei Yang, putra mahkota kerajaan Xi Xia."
"Hamba dan Putri Wei Wen adalah teman baik, hamba punya urusan pribadi dengan Xuan Ming."
"Putri Wei Wen mengatur ini, agar hamba dan Xuan Ming bisa menyelesaikan urusan kami.."
"Agar tidak melibatkan pihak lainnya.."
ucap Fei Yang jujur.
"Jadi kamu adalah penyusup yang menyantroni kediaman ku hari itu..!"
bentak putra mahkota marah sambil menunjuk kearah Fei Yang.
Para pengawal istana serentak. langsung mencabut pedang mereka.
Kaisar Zhao Kuang Yi berdiri dari kursinya dan berkata,
"Yuan Xi tenanglah, kembali ke tempat mu, .."
"Simpan senjata kalian semuanya..!"
bentak kaisar Zhao Kuang Yi.
Fei Yang mengangkat tangan nya memberi hormat kearah Kaisar dan putra mahkota Yuan Xi secara bergantian, lalu berkata.
"Terimakasih yang mulia ."
"Pangeran Yuan Xi, atas kejadian di istana anda Fei Yang di sini meminta maaf.."
"Tapi Fei Yang harus katakan terus terang, tujuan Fei Yang kesana hanya pengawal anda Xuan Ming.."
"Dari awal hingga akhir tiada niat Fei Yang, untuk bentrok dengan pihak kerajaan Song.."
"Tutup mulut mu,! memukul anjing juga harus melihat siapa tuannya..!"
"Anda sebagai putra mahkota Xi Xia datang datang mengacak-acak kediaman ku..!"
"Itu berarti anda telah memandang remeh pada ku, juga pada seluruh kerajaan ini..!"
ucap Yuan Xi sambil menunjuk kearah Fei Yang.
"Yuan Xi cukup karat ku,.. tutup mulut mu,.. kembali ke istana mu sekarang juga,..!"
Bentak kaisar Zhao Kuang Yi marah..
Yuan Xi sangat terkejut melihat kemarahan ayahnya, meski tidak puas, akhirnya dia memberi hormat kearah ayahnya.
Kemudian dia langsung meninggalkan ruang sidang dengan wajah merah padam.
Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,
__ADS_1
"Maaf Yang Mulia, hamba tidak bermaksud.."
Kaisar Zhao Kuang Yi tersenyum penuh pengertian, dan berkata,
"Tidak masalah pangeran Li, tolong jangan di ambil hati.."
"Yuan Xi begitu mungkin karena dia baru saja kehilangan pengawal terbaiknya.."
"Dia sebenarnya sedang bersiap, untuk pergi mengatasi perampok dari selatan.."
"Dengan kehilangan ini,.tentu saja membuatnya frustasi, mohon pangeran Fei Yang bisa memakluminya.."
Fei Yang memberi hormat kearah kaisar Zhao Kuang Yi dan berkata,
"Terimakasih Yang Mulia.."
"Tidak perlu pangeran Fei Yang.."
ucap Kaisar Zhao Kuang Yi sambil tersenyum ramah.
"Pangeran Fei Yang, sesuai janji ku di awal tadi, coba katakan lah apa keinginan mu ?"
"Saya akan berusaha menepati janji ku.."
Fei Yang menoleh kearah Wei Wen kemudian berkata,
"Begini Yang Mulia, hamba pernah berjanji pada Putri Wei Wen, untuk membawanya keluar dari istana.."
"Dia ingin ikut serta dalam perjalanan ku mengembara dengan bebas.."
"Karena itu hamba mohon agar Wei Wen di ijinkan ikut dalam perjalanan ku..'
Kaisar Zhao Kuang Yi menatap Fei Yang dan berkata,
"Dia adalah seorang putri, anda adalah seorang pria, melakukan perjalanan bersama rasanya kurang pantas ."
"Kecuali kalian diikat dalam pertunangan atau pernikahan, tentu itu semua tidak akan jadi masalah.."
Fei Yang harus mengakui ucapan kaisar Zhao Kuang Yi sangat masuk akal.
Dia tak mungkin bisa bebas membawa anak perempuan orang berkeliling kemana mana tanpa ikatan apapun.
Apalagi Wei Wen adalah seorang putri kaisar yang memiliki martabat tinggi.
Bila hal ini terjadi, ini tentu akan mencoreng wajah kaisar dan mencoreng wajah negara ini..
Fei Yang menoleh kearah Wei Wen dengan tatapan tak berdaya.
Sambil menggelengkan kepalanya, tanda usaha nya tak berhasil.
Wei Wen maju menghadap ayahnya dan berkata,
"Ayah,.. ayah dengan alasan apapun tidak boleh ingkar janji.."
Kaisar Zhao Kuang Yi terlihat berpikir sejenak kemudian berkata,
"Begini saja, biar Jendral muka hitam dan jendral muka putih menyertai perjalanan kalian hingga kota Xiang Yang.."
"Temui kakak mu Zhao Heng, tolong sampaikan surat perintah dari ayah, kalian boleh berpetualang bersama menumpas pemberontak dari selatan.."
__ADS_1