
Fei Yang mencelat menjauhi kakek tua itu, tanpa memperdulikan baju bagian dada berikut kulit dan bagian dada, hingga perut yang robek.
Dia terus menutupi matanya dengan kedua tangannya sambil berteriak kesakitan.
Sepasang matanya terasa sakit luar biasa, untuk sementara jangankan untuk melihat, untuk sekedar di buka pun terasa sulit.
Fei Yang sepenuhnya sadar api hijau itu pasti mengandung racun berbahaya.
Kini racun api hijau itu, sepertinya telah merasuki sepasang matanya.
Bila tidak cepat cepat minum pil anti racun, yang pernah di buatkan oleh tabib dewa untuk nya.
Ada kemungkinan dia bisa mengalami kebutaan permanen.
Fei Yang memanfaatkan kesempatan mencelat mundur sambil berteriak kesakitan dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Dia diam diam sudah minum pil anti racun.
Fei Yang memanfaatkan situasi ini, sekaligus untuk mengelabui kakek tua itu.
Agar kakek itu merasa dirinya sepenuhnya sudah tak berdaya, tidak bisa melihat lagi.
Beberapa saat setelah minum obat perlahan lahan rasa sakit berkurang.
Pandangan matanya meski kabur tapi sedikit demi sedikit mulai bisa melihat.
Tabib dewa pernah berpesan kepadanya, bila dalam situasi seperti itu, dia di larang keras mengucek sepasang matanya dengan tangan.
Hal itu bisa memperparah keadaan, dia di anjurkan untuk membiarkan airmata bercucuran yang akan dengan sendirinya menetralisir, luka di matanya.
Kini anjuran tersebut termasuk cukup efektif.
Sementara itu kakek tua setelah melihat situasi Fei Yang tanpa melepaskan kesempatan.
Dia segera melanjutkan menyerang Fei Yang dengan tebasan ganda.
Tebasan pertama adalah tebasan yang mengeluarkan suara angin tajam dan sinar hijau melesat kearah Fei Yang.
Sedangkan tebasan kedua adalah tebasan tanpa wujud, tidak terlihat tidak terdengar, juga sulit di deteksi.
Saat meledak di sasaran, yang diserang baru akan menyadarinya.
Kelihatannya dengan cara penyerangan seperti itu, dia membuahkan hasil yang cukup memuaskan.
Sekujur tubuh Fei Yang penuh luka tebasan tubuhnya terus terpental kesana kemari.
Pergerakan Fei Yang terlihat kacau balau, serangan balasannya asal, tidak ada yang terarah ke sasaran.
Melihat situasi tersebut kakek tua semakin bersemangat melancarkan serangannya dengan penuh nafsu untuk segera menghabisi Fei Yang.
Fei Yang sendiri meski terluka di sana sini dan berlumuran darah.
__ADS_1
Terlihat sangat menyedihkan kondisinya.
Tapi sebenarnya, dia hanya mengalami luka kulit dan daging saja.
Bagian dalam sepenuhnya terlindungi dengan baik oleh tenaga sakti 6 cahaya kebajikan.
Sepasang matanya juga sudah hampir pulih total, dia sudah bisa melihat jelas keberadaan kakek tua itu.
Dalam satu kesempatan dimana terlihat kakek tua itu, sedang terbang kearahnya.
Dengan golok hijau terangkat di atas kepala siap di tebaskan dari atas kebawah.
Kakek tua seolah olah mengerahkan seluruh kekuatannya siap membelah dirinya menjadi dua.
Di saat itulah dengan secepat kilat Fei Yang mendahului gerakan kakek tua yang sudah dia baca.
Dengan memberikan tebasan tanpa nama jurus keempat nya yang menjadi ilmu simpanannya.
Begitu tebasan dilepaskan, melewati tubuh kakek tua.
Di mana Fei Yang menghilang dan muncul di posisi belakangnya, saling memunggungi.
Pergerakan kakek tua terhenti di udara.
Dari bagian pinggang si kakek tua, terlihat 5 warna cahaya melesat keluar dari sana.
Sebelum kemudian tubuh kakek tua itu terpisah menjadi dua.
Fei Yang mendarat ringan diatas tanah gersang, sambil menotok beberapa bagian tubuhnya, untuk menghentikan pendarahan.
Fei Yang kemudian merobek bajunya hingga berte lanjang dada, lalu dia memoleskan salep luka pada beberapa bagian tubuhnya yang terluka.
Saat Fei Yang melakukan itu semua, dia tidak menyadari, tubuh kakek tua yang telah terpotong menjadi dua.
Kini perlahan-lahan mulai saling bergerak mendekat, mirip dua potong besi Sembrani yang memiliki daya tarik menarik antara satu dengan lainnya.
Beberapa detik kemudian setelah potongan tubuh itu saling melekat, sepasang mata kakek tua yang tadinya terpejam, kini kembali terbuka,
"Kreekk,..! Kreekk,..! Kreekk,..! "
Tubuh yang saling menempel kembali itu, berputar 360° hingga mengeluarkan bunyi tulang berderak.
Fei Yang yang kaget' mendengar suara itu, dia mencoba melirik kearah jasad kakek tua yang tadinya sudah berpisah jadi dua.
Tapi kenyataannya kini telah kembali menyatu dengan sempurna.
Sebelum kagetnya hilang, seberkas sinar hijau sudah menghantam punggungnya.
Hingga tubuh Fei Yang terpental , menghantam tanah.
Saking kuatnya efek ledakan tebasan itu.
__ADS_1
tanah yang di lewati oleh Fei Yang dengan jarak puluhan meter.
Terbelah membentuk sebuah selokan kecil.
Fei Yang saat berusaha untuk bangkit berdiri, dari mulutnya memuntahkan darah segar cukup banyak, organ dalamnya mengalami luka cukup parah.
Untung nya Seluruh tubuhnya di lindungi oleh kekuatan tenaga saktinya yang dahsyat, secara otomatis.
Sehingga dia tidak sampai tewas seketika, hanya mengalami luka dalam cukup parah akibat 5 organ pentingnya mengalami guncangan hebat.
"Anak muda akan ku tunjukkan pada mu apa arti kekuatan sebenarnya.."
ucap kakek tua yang kembali melayang di udara dengan golok hijau terangkat keatas.
Terlihat ada aura energi halus datang dari matahari bulan langit bumi gunung lautan.
Semua aura halus terbang masuk kedalam tubuh kakek tua yang sedang melayang di udara.
Melihat apa yang sedang di lakukan oleh kakek itu, Fei Yang juga tidak berani berayal dan tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir.
Dia segera mengumpulkan seluruh kekuatan alam semesta, bersiap melepaskan tebasan jurus ke empat, tebasan pedang tanpa nama.
Masing masing seperti mesin yang sedang menyerap kekuatan alam semesta memasuki tubuh mereka.
Fei Yang berada di posisi bawah, sedangkan kakek tua berada di posisi atas.
Bila terjadi benturan dalam posisi seperti ini, Fei Yang jelas berada dalam posisi kurang menguntungkan.
Tapi saat ini Fei Yang tak punya pilihan lain, untuk bisa melesat keatas, dia berhadapan dengan tekanan yang sangat kuat dari atas.
Taruhlah bisa memaksakan diri keatas, dia akan membuka celah pertahanannya.
Bila hal itu terjadi kakek tua pasti tidak akan melewatkan kesempatan emas itu.
Posisi Fei Yang justru akan semakin berbahaya dan terdesak.
Setelah masing masing merasa cukup menyerap kekuatan alam.
Yang satu melesat keatas yang satu melesat ke bawah, masing masing melepaskan tebasan pamungkas mereka.
Tebasan Fei Yang yang di dasari oleh pedang panca warna, mengeluarkan kekuatan 5 elemen cahaya.
Hitam putih merah hijau dan kuning.
Sedangkan tebasan golok hijau kakek tua, membawa bayangan gunung lautan bulan matahari dan cahaya merah dan biru yang berasal dari energi langit dan bumi.
Dua kekuatan meluncur dengan kecepatan tak terukur, saling bertabrakan di udara.
"Boooom...!!"
Ledakan mengguncang seluruh alam dimensi itu, merobek langit dan bumi.
__ADS_1
Alam dimensi super ciptaan kakek tua itu, akhirnya meledak hancur berantakan.