PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MULAI DI KEROYOK, SATU LAWAN 4


__ADS_3

Siangkoan Li setelah membawa mundur Ying Xiong, kini dia kembali harus maju menyambut tubuh Yun Sen dari gendongan Lei Sen.


Yun Sen kondisinya tidak lebih baik, kedua lengannya remuk di hajar oleh serangan Nan Thian.


Musuh di hadapannya sangat banyak, Nan Thian sadar betul dia tidak boleh bermurah hati.


Sebelum mereka nanti maju mengerubutinya, di mana dia terpaksa harus lepaskan Kim Kim keluar membantunya.


Lebih baik secepatnya dia lumpuhkan atau tewaskan lawan nya, agar tidak menjadi ancaman di belakang nanti.


8 Tapak Naga Langit sendiri, adalah ilmu yang sangat ganas dan kuat.


Bersifat keras dan panas, jadi lawan yang terkena pukulan ini, paling ringan patah tulang, berat bisa langsung meledak hancur berkeping-keping, minimal lumpuh.


Ilmu ini tidak boleh di buat main main, karena ilmu ini di ciptakan oleh biksu Hui Ke saat sedang dalam keadaan sedih marah penuh sifat kebencian dan dendam.


Makanya sangat ganas, meski di tunjang dengan dasar tenaga sakti aliran lurus.


Tetap saja tidak bisa menyembunyikan keganasan ilmu ini.


Setelah menyerahkan Yun Sen untuk di urus, Lei Sen kini berdiri berhadap-hadapan dengan Nan Thian.


Mereka berdua seperti dua ekor ayam jago yang siap beradu tanding.


Masing masing saling mengamati, dan saling mengukur bagian lemah lawan yang bisa di serang.


Siapa yang bersikap lengah pasti akan jadi korban.


Setelah beberapa waktu saling berputaran dan saling mengamati.


Akhirnya Lei Sen yang memutuskan mencoba maju menyerang dengan sepasang telapak tangan terbuka nya.


Mencoba mengukur sekaligus memancing reaksi Nan Thian.


Untuk membongkar pertahanan Nan Thian yang terlihat tertutup rapat.


Sejauh ini belum terlihat ada celahnya.


Angin berkesiuran mengikuti serangan telapak tangan Lei Sen yang mengandung tenaga sakti dahsyat.


"Wussss...!"


"Wussss..!"


Wussss...!"


"Wussss..!"


"Blaarrr..!"


Nan Thian masih menghindar dengan langkah ajaib, belum balas menyerang.


Dia masih menunggu kesempatan dan celah


Tapi setelah puluhan jurus berlalu, tetap tidak terlihat ada celah yang terbuka.


Nan Thian yang tidak mungkin hanya terus menerus menghindari serangan.


Akhirnya dia mulai membalas menyerang, mencoba membongkar pertahanan Lei Sen.


"Wusss,..!"


"Wusss...!"

__ADS_1


"Wusss...!"


"Rooaaarrrrrrr..!"


Telapak tangan Nan Thian melesat kesana kemari, mengejar kearah Lei Sen.


Naga Emas juga berseliweran menerjang dan mencoba menyerang Lei Sen.


Tapi Lei Sen bukan lawan yang mudah, dengan tenang dia menyambut datangnya moncong Naga Emas.


Menyambutnya tapi juga sekaligus menariknya ikut dengannya berputar-putar, sebelum dia lontarkan kembali kearah Nan Thian lagi.


Beserta sinar putih berkilau transparan menyusul menyerang Nan Thian.


Nan Thian berhasil menerima dan menyerap kembali Naga Emas nya.


Tapi serangan tersembunyi dari Lei Sen, membuat Nan Thian terdorong mundur.


"Sraattt...!"


"Sraattt..!"


Baju di bagian dada Nan Thian robek besar, seperti habis di tebas oleh pisau tajam.


Tapi tubuh Nan Thian tidak terluka, karena di lindungi oleh tenaga sakti Ih Jin Jing yang mengalir dalam tubuhnya.


Membuat seluruh kulit daging otot dan tulang Nan Thian sekeras baja.


Tidak bisa di tembus oleh ketajaman serangan energi pedang yang di.lepaskan oleh Lei Sen.


Tapi meski di luar terlihat baik baik saja, di bagian dalam guncangan dan getaran serangan tersebut tetap terasa oleh Nan Thian.


Tapi tidak berlangsung lama, karena sudah di netralisir oleh Ciu Yang Sen Kung.


Dia hanya mengandalkan ilmu ringan tubuh dan langkah ajaibnya, menghindari serangan dari Lei Sen.


Bila ada peluang, dia baru membalasnya.


Seratus jurus berlalu belum terlihat hasil, akhirnya Tan Kim Lan si Raja Golok Putih buka suara.


"Saudara Lei, bagaimana bila kita maju sama sama dan habisi biang penyakit ini secepatnya.?"


Lei Sen berpikir sejenak, lalu dia mengangguk tanpa menjawab langsung.


Dia hanya terus mempergencar serangan energi pedang nya mengurung Nan Thian.


Nan Thian yang menangkap semua lawan berat akan maju mengeroyoknya.


Tidak ada jalan lain, sebelum mengeluarkan Kim Kim dia hanya bisa mencoba beberapa jurus ilmu baru ciptaan nya sendiri.


Hasil perpaduan ilmu Qing Hai Pai, Ilmu dari ayahnya, dan Ilmu hasil pengamatan pergerakan Kim Kim.


Nan Thian memutar pedang Naga Emas mengelilingi tubuhnya.


Hingga membentuk gulungan sinar seekor naga emas meringkuk melindungi Nan Thian di tengah tengah.


Ini adalah ilmu gabungan pedang dan tapak Naga langit.


"Naga Emas menahan petir langit.."


Seluruh serangan yang di lancarkan oleh Lei Sen tertangkis balik.


Si Raja Golok Putih dari jarak jauh mulai menebaskan energi golok nya, membentuk sebuah bayangan golok putih besar raksasa.

__ADS_1


Memberikan hantaman dahsyat kearah bayangan naga emas yang sedang melingkar melindungi Nan Thian.


Di sebelah Tan Kim Lan, Si Lao Mo juga menyerang dengan tongkat kepala ularnya dari jarak jauh, membentuk bola energi hijau menerjang kearah Nan Thian.


Sedangkan Pei Kui Wang,dari jarak jauh melepaskan bola cahaya hitam dan putih, mengejar kearah Nan Thian.


Serangan susul menyusul ini meledak satu persatu di tubuh bayangan Naga emas yang sedang melingkar.


Lei Sen tidak mau kalah pamor, dia membentuk sebuah tombak putih transparan, yang mengeluarkan cahaya berkilauan.


Lalu dia lontarkan kedepan menyerang bayangan Naga Emas yang melingkari tubuh Nan Thian.


"Boooom..!"


"Boooom..!"


"Boooom..!"


"Boooom..!"


"Boooom..!"


Ledakan beruntun terjadi, saat semua serangan gabungan itu, menemui sasaran nya.


Bayangan Naga Emas yang melingkar bergetar hebat menerima serangan gabungan tersebut.


Bayangan mengalami retak-retak cahaya di mana mana.


Sedangkan Nan Thian di dalam sana juga tidak lebih baik.


Seluruh tubuhnya gemetaran, dia sedikit meringis menahan rasa nyeri yang mendera di sekujur tubuhnya.


Nan Thian mengerahkan Ciu Yang Sen Kung dan Ih Jin Jing melindungi tubuhnya hingga tingkat maximum.


"Hiaaatt...!"


lewat sebuah bentakan menggertarkan.


Enam Naga Emas melesat keluar dari tengah lingkaran yang melindungi Nan Thian.


6 Naga Emas itu menerjang kearah para pengeroyok Nan Thian.


"Naga Emas meradang berbalik arah..!"


Lei Sen yang berada paling dekat mendapatkan serangan paling awal.


Dia menggunakan kedua telapak tangannya yang mengeluarkan lingkaran cahaya putih di lengan nya seperti cincin besar.


Untuk menyambut datangnya Moncong Naga Emas yang terpentang lebar, dengan seluruh tubuhnya di kelilingi api.


"Blaarrr...!"


Tubuh Lei Sen terpental mundur kebelakang.


Naga Emas yang di selimuti api berhasil dia hancurkan.


Sesaat dia pun bisa sedikit bernafas lega.


Tapi belum sempat dia tersenyum, Naga Emas yang tadinya sirna.


Kini tiba tiba muncul dari arah belakangnya, sebelum tubuhnya sempat berputar balik menyambut serangan dadakan itu.


Punggungnya sudah di terjang oleh Naga Emas itu dari arah belakang, hingga terpental ke udara.

__ADS_1


__ADS_2