PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
ER LANG SEN MELAWAN IBLIS ASURA..


__ADS_3

Xue Lian yang merasa heran, dia melirik kearah suaminya.


Melihat ekspresi Fei Yang,sambil menahan senyum, dia menarik Fei Yang untuk duduk di sisinya dan berkata pelan.


"Tak perlu seperti itu, dasar memalukan.."


"Seperti pengantin yang baru saling kenal aja ."


"Yuk kita istirahat, besok pagi kita masih ada tugas yang lebih berat, menanti kita pergi mengurusnya.."


Fei Yang tersenyum gembira, lalu dia menarik kedua bahu Xue Lian kebawah.


Sesaat kemudian mereka berdua sudah kembali larut dan kemesraan dan kehangatan yang tak pernah pudar oleh waktu.


Di tempat lain Lu Fan yang sedang terbang bersama Fei Hsia menggunakan Jin Tou Yun menuju pulau pelangi.


Dia di kejutkan oleh ucapan Fei Hsia yang sepanjang perjalanan hanya diam termenung tidak berbicara sama sekali.


"Paman buyut, turunkan saja aku di pulau ikan yang di kelilingi oleh batu karang itu."


Lu Fan sempat mengira Fei Hsia sudah kehilangan semua ingatannya.


Kembali menjadi bayi, yang bahkan berbicara pun sulit, tapi kenyataannya saat ini.


Dengan Fei Hsia memanggilnya paman buyut, ini berarti Fei Hsia bisa berbicara normal, Fei Hsia mengenalinya, Fei Hsia juga tahu ingin tinggal di mana.


Ini berarti Fei Hsia tidak lupa ingatan seperti ucapan Sang Dewi Agung.


Lu Fan mengingat kembali ucapan Sang Dewi, tiba tiba dia menepuk jidatnya sendiri, lalu menatap kearah Fei Hsia dan berkata,


"Jadi kamu kenal aku,? kamu ingat semuanya,?"


Fei Hsia tersenyum pahit dan berkata,


"Terimakasih paman buyut Lu Fan muncul menyelamatkan nyawa ku.."


"Aku tentu ingat siapa paman, setelah buyut ku Wu Song beberapa waktu yang lalu pernah muncul.."


"Tidak lah heran, bila buyut paman Lu Fan, yang sama sama memilki keabadian akan muncul juga.."


ucap Fei Hsia tersenyum.


Tapi sayangnya senyum gadis itu kini, selalu terlihat agak di paksakan.


Mungkin seumur hidup dia tidak akan pernah bisa tersenyum normal seperti dulu lagi.


Fei Hsia menghela nafas panjang dan berkata,


"Andai saja semua ingatan ku tiada, mungkin itu adalah cara terbaik pelepasan penderitaan ku.."


"Sayang tidak, semua kenangan di antara kami belum hilang."


"Mungkin penderitaan ku belum bisa membayar lunas dosa masa lalu ku, sehingga aku masih harus terus menjalaninya sampai tuntas.."


ucap Fei Hsia sambil tersenyum sedih, menatap kearah lautan luas di bawah sana.

__ADS_1


Melihat keadaan Fei Hsia, Lu Fan yang berpengalaman pun berkata,


"Keponakan ku,.. jangankan kamu, bahkan aku dan kak Wu Song juga tidak terlepas dari penderitaan itu.."


"Kamu tenang saja, di dunia ini masih banyak yang seperti kamu, kamu tidak sendirian.."


Fei Hsia menoleh kearah Lu Fan dan berkata dengan penasaran.


"Apa yang terjadi dengan paman buyut dan buyut ku..?"


Lu Fan menghela nafas panjang dan berkata,


"Ceritanya panjang, tapi intinya sama, kami menderita dan berduka kehilangan, karena telah di tinggal pergi oleh belahan jiwa kami.."


"Keponakan ku, bila ingatan mu masih ada, kenapa saat di tepi danau sana, kamu harus berpura-pura linglung .?"


tanya Lu Fan sambil menatap keponakannya.


Fei Hsia menghela nafas panjang dan berkata,


"Akan lebih baik dan nyaman bagi mereka, bila mereka berpikir aku telah lupa segalanya.."


"Aku ingin lihat mereka berbahagia dan melupakan semua tentang aku.."


"Meski aku tidak akan pernah bisa melupakan nya, biarlah semua aku saja yang tahu.."


"Biarlah itu menjadi kenangan ku seorang saja.."


Lu Fan tersenyum lembut membelai kepala keponakan nya dan berkata,


"Meski pada akhirnya sendiri yang terluka.."


"Untuk satu ini aku jelas kalah jauh dari kalian.."


ucap Lu Fan sambil menatap penuh kagum ke keponakannya, yang jauh lebih muda.


Tapi memilki pemikiran yang jauh lebih dewasa darinya.


"Itu kah pulau ikan yang kamu maksud,..?*


tanya Lu Fan sambil menunjuk kearah satu titik di timur sana.


Fei Hsia menoleh kearah yang di tunjuk oleh paman buyutnya dan berkata,


"Benar paman buyut, di sana tempat tinggal ku."


Jin Tou Yun mengikuti keinginan pemiliknya, terbang semakin cepat, lalu mendarat di tepi pantai pulau ikan.


Setelah Fei Hsia melompat turun, Jin Tou Yun melesat ke angkasa meninggalkan Fei Hsia yang terlihat sedang melambaikan tangannya melepas kepergian Lu Fan.


Lu Fan dan Jin Tou Yun terus melesat kearah barat, menuju kota Tai Yuan.


Er Lang Sen yang paling pertama tiba di lembah kebahagiaan, dia sudah bisa merasakan aura iblis di sekitar sana .


"Kenapa Thian Huang Lao er ( Si tua Bangka Kaisar Langit ), hanya mengutus mu seorang saja kemari.."

__ADS_1


"Apa dia terlalu takut atau terlalu sombong dan merasa tinggi, hingga tidak Sudi mengotori dirinya yang agung datang menemui teman lamanya.."


"Bagaimana kabar ibu mu di gunung persik sana ? apa paman mu masih mengurung nya..?"


"Bagaimana dengan dia, bibi ke 9 mu..?"


tanya suara Raja Asura yang suara nya keluar dari tengah danau.


Er Lang Sen mendarat ringan di tepi danau dan berkata,


"Ibu ku dan bibi ku tidak ada hubungannya dengan mu..!"


"Keluarlah untuk terima kematian mu..!"


"Ha..ha..ha..!"


"Bocah dengar baik baik, dengan ibu mu aku memang tak punya hubungan dekat.."


"Tapi bagaimana pun, ibu mu masih terhitung kakak ipar ku.."


"Apalagi bibi ke 9 mu itu, bila dia tidak merayu dan menggagalkan tapa ku, lalu menjadi istri ku.."


"Apa kamu pikir paman mu bisa duduk nyaman di kursinya, selama 10.000 tahun ini ?"


"Aku Peiii..."


"Dasar bajingan rendah.."


ucap Iblis Asura melampiaskan kekesalannya.


"Kamu masih terlalu bocah, untuk melihat kebenarannya, wajah asli paman mu yang sebenarnya.."


"Lancang tutup mulut kotor mu,! keluarlah..!"


"Jangan hanya bisa bersembunyi, seperti seekor kura kura pengecut..!"


Bentak Er Lang Sen sambil menunjuk tombak cagak tiganya kearah danau.


"Bocah bermulut besar, aku ingin tahu kamu punya kemampuan sebesar mulut mu ."


ucap Iblis Asura, yang terlihat perlahan lahan muncul dari tengah danau.


Melihat kemunculan,Dewa Er Lang Sen langsung melesat dengan tombak cagak tiga yang mengeluarkan cahaya keemasan menyerang Iblis Asura yang baru muncul dari tengah danau.


Tapi serangan Er Lang Sen, tertahan oleh asap hitam, yang keluar dari kedua telapak tangan iblis Asura.


Iblis Asura tersenyum tenang dan berkata,


"Hanya segini saja, lekas keluarkan kesaktian mu yang lain.."


Tubuh Er Lang Sen terdorong mundur kebelakang, menabrak beberapa batang pohon Pinus yang tubuh di sana."


"Brakkkk..!. Brakkkk..! Brakkkk..!"


Baru pada pohon ketiga pergerakannya terhenti.

__ADS_1


Dewa Er Lang dengan sangat marah kembali melesat ketengah danau untuk memberikan serangan yang lebih dahsyat lagi.


__ADS_2