
Du Gu Meng Cu melancarkan serangan dengan kedua telapak tangan terbuka tanpa henti, untuk mencegah Xu Da menyerang dirinya dengan pukulan cahaya bola matahari.
Xu Da yang sibuk menangkis serangan Du Gu Meng Cu, yang terus mengurung dirinya, menjadi kehilangan kesempatan menyerang balik.
Dia hanya bisa menangkis melindungi diri, tapi Xu Da tidak bodoh, dia sangat cerdik dia paham maksud tujuan Du Gu Meng Cu.
Xu Da menggunakan cambuk energinya diputar putar mengelilingi seluruh tubuhnya.
Dari bawah hingga keatas, seluruh tubuhnya di kelilingi oleh api neraka iblis, yang mirip tornado api.
Dengan cara ini selain bisa menghindari serangan pedang Du Gu Meng Cu yang mengurung nya.
Juga bisa mencegah Du Gu Meng Cu merapat melakukan serangan jarak dekat dengan kedua telapak tangannya, yang memiliki kekuatan meledak ledak.
Xu Da memanfaatkan kesempatan itu, untuk membentuk mantra diagram iblis neraka, dengan tangan kirinya yang bebas.
Sebuah diagram dengan tulisan kuno dan api menjilat jilat.
Muncul diatas kepalanya semakin lama semakin besar.
Du Gu Meng Cu yang masih berseliweran mengelilingi Xu Da mencari kesempatan menyarangkan serangannya.
Tidak menyadari jebakan yang di siapkan oleh Xu Da untuk nya.
Saat Du Gu Meng Cu merasakan ada tekanan dari atas, yang membatasi pergerakan nya.
Sehingga membuat dia sulit bergerak dengan lincah, tubuhnya seolah-olah menghadapi tekanan yang sangat berat dari atas , dia merasakan ada kekuatan tak kasat mata yang terus menekannya.
Saat Du Gu Meng Cu menyadarinya, semua sudah terlambat.
Dia sudah terkurung diagram kuno iblis neraka, dari atas kepalanya.
Du Gu Meng Cu beberapa kali mencoba meloloskan diri, tapi selalu gagal.
Formasi itu sangat kuat dan sulit di bongkar.
Kini keadaan menjadi terbalik, tadi dia mengurung Xu Da, kini dia berbalik di kurung Xu Da.
Bukan hanya itu, perlahan-lahan tubuhnya juga tertarik masuk kedalam pusaran tornado api neraka, yang di mainkan oleh cambuk Xu Da.
Setelah Du Gu Meng Cu terkurung dalam lingkaran tornado api.
Du Gu Meng Cu sepenuhnya kehilangan kebebasan bergerak, semua jurus nya kini gagal berkembang.
__ADS_1
Mau gak mau dia harus melayani Xu Da, secara berhadapan langsung, keras lawan keras.
Sebelah lengannya yang terlilit cambuk energi api neraka, saling betot dengan Xu Da.
Sedangkan tangan yang lain, kini telah saling tempel dengan cengkraman tangan Xu Da.
Mereka berdua saling dorong dengan energi internal mereka.
Xu Da tentu sangat senang, karena dari segi kekuatan energi internal, dia jelas masih jauh di atas Du Gu Meng Cu, yang hanya menang jurus dan kelincahan saja.
Bila harus beradu keras lawan keras, jelas Du Gu Meng Cu masih kalah jauh darinya.
Du Gu Meng Cu berusia 80 tahun, penampilannya seperti orang berumur 40 tahunan.
Ini karena sewaktu muda, Du Gu Meng Cu, pernah secara kebetulan mendapatkan sumber daya langka, ilmu silat dan warisan tenaga dalam dahsyat dari seorang jagoan tua, yang sudah lama mengundurkan diri dari dunia persilatan.
Berbekal kekuatan dahsyat inilah, Du Gu Meng Cu terpilih dan menyandang gelar ketua dunia persilatan aliran putih.
Tapi bila di bandingkan dengan Xu Da hasil latihan tenaga dalam Du Gu Meng Cu masih kalah jauh
Karena gurunya Du Gu Meng Cu sendiri usia nya masih kalah 100 tahun di bandingkan Xu Da.
Du Gu Meng Cu mampu mengimbangi Xu Da pun, sudah termasuk hebat.
Tapi bila ingin mengalahkan Xu Da jelas mustahil, apalagi Xu Da menguasai ilmu iblis neraka, yang bisa meningkatkan kekuatan nya hingga 50% dari normal.
Baju, kumis, jenggot dan rambutnya mulai habis terbakar oleh jilatan api yang mengelilingi sekitarnya.
Di tempat lain, Zhou Lei setelah berhasil mengalahkan Xuan Hei, dia pergi membantu Li Sian Sian menghadapi Xuan Ming.
Xuan Ming dan Li Sian Sian yang sebenarnya cukup berimbang, kemampuan mereka.
Kini dengan hadirnya Zhou Lei, sesaat saja Xuan Ming sudah terdesak hebat.
Xuan Hei yang sudah di kalahkan Zhou Lei, memaksakan diri maju membantu. saat melihat Xuan Ming terdesak hebat.
Meski mereka sering bertengkar, sebenarnya mereka berdua sangat akrab.
Berkat kerjasama apik Xuan Hei berhasil membantu Xuan Ming keluar dari kesulitan.
Tapi itu tidak bertahan lama, karena Zhou Lei dan Li Sian Sian juga punya tarian golok dan pedang berpasangan yang mereka ciptakan bersama saat masih bersama dulu.
Begitu mereka memainkan ilmu pasangan tarian Naga dan Phoenix.
__ADS_1
Xuan Ming dan Xuan Hei,kembali terkurung dan terdesak hebat.
Dalam satu kesempatan pedang Li Sian Sian, berhasil menembus pertahanan yang di buat Xuan Hei dan Xuan Ming.
Pedang Li Sian Sian berhasil menembus bahu kiri Xuan Ming, dan sebuah tendangan di dada Xuan Ming, membuat dirinya terlempar keluar dari Arena pertempuran, dengan tubuh' bergulingan diatas atas tanah.
Begitupula dengan Xuan Hei, dia bahkan mengalami nasib lebih buruk lagi.
Golok Zhou Lei berhasil melukai kaki punggung dan bahu.
Sehingga dia sama sekali sulit untuk bangun melanjutkan perlawanan.
Saat tebasan golok susulan Zhou Lei hampir memapas leher Xuan Hei.
Xuan Hei hanya bisa menunggu dengan pasrah dan putus asa.
Begitu pula dengan Xuan Ming, saat dia ingin mencoba memaksakan diri nya, untuk berdiri.
Dia malah kembali terguling dan memuntahkan darah segar dari mulutnya, luka di bahunya juga membuatnya sulit untuk mengangkat tangannya.
Menangkis tusukan yang diarahkan ke 7 titik penting di tubuhnya yang di lakukan oleh Li Sian Sian secara serentak.
Sementara itu Xu Da setelah berhasil memukul mundur Du Gu Meng Cu menjauhi dirinya.
Di saat kritis, dia melontarkan pukulan Bola matahari menghantam Golok Zhou Lei dari samping.
Sedangkan cambuk energi api nya, berhasil melilit pedang Li Sian Sian
Dengan sekali sentakan, tubuh Li Sian Sian tersentak kearah Xu Da, yang siap menerima tubuh' Li Sian Sian dengan pukulan cahaya bola matahari.
Melihat bahaya yang mengancam Li Sian Sian, Zhou Lei buru buru melepaskan Golok nya, membiarkan goloknya bergerak sendiri membelok kearah Xu Da.
Sedangkan dirinya melesat menghadang di depan Li Sian Sian, membiarkan punggungnya yang terbuka menyambut pukulan Bola cahaya matahari Xu Da.
Zhou Lei sudah menyalurkan seluruh kekuatan Qian Kun Im Yang Sen Kung, untuk melindungi punggungnya.
Tapi pukulan Xu Da terlalu kuat dan jauh diluar kapasitasnya.
Zhou Lei menyemburkan darah segar dari mulutnya, membasahi wajah Li Sian Sian.
Zhou Lei berhasil menyelamatkan Li Sian Sian, tapi dirinya sendiri terkulai lemah dalam pelukan kekasihnya.
"Sian Mei maafkan aku, yang tidak pernah mau mengerti, dan menghargai perasaan mu.."
__ADS_1
"Aku banyak berhutang pada mu,..aku..aku .. hanya bisa..Uhuk..Uhuk..!"
ucap Zhou Lei dengan suara lemah, dan terputus putus.