PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
LIN HSIA, PEMILIK PAVILIUN BUNGA BERSEMI


__ADS_3

Lan Yi membawa Fei Yang melewati sebuah gang sempit di lantai dasar, yang membawa mereka menembus ke sebuah taman, dan sebuah bangunan, yang tidak terlalu besar, terdiri dari dua lantai tapi bangunan tersebut sangat mewah.


Di depan lantai satu, mereka bertemu dengan si Tante menor.


Si Tante menor menatap kearah Lan Yi dan Fei Yang dengan heran dan berkata,


"Yi Lan, apa yang sedang kamu lakukan ?"


"Mengapa kamu membawa tamu datang kemari...?"


Lan Yi tidak memperdulikan pertanyaan Tante menor, sebaliknya dia malah bertanya balik,


'Lin Hsia ada di atas.?"


"Jawab dulu pertanyaan ku, dan ingat baik baik, kamu hanya salah satu pekerja kami.."


"Meski seterkenal apapun, kamu tetap adalah pekerja di sini.."


"Nama Lin Hsia, tidak boleh kamu panggil sesuka hati.."


"Ada urusan apa cukup sampaikan pada ku, biar aku nanti yang akan sampaikan pada bos.."


Lan Yi malas berdebat dengan si menor, sehingga dia langsung mengulurkan tangannya mendorong si menor kesamping sambil berkata,


"Menyingkirlah.."


Tapi Si menor dengan cepat menangkap pergelangan tangan Lan Yi, lalu ingin menelikung nya.


Untung Lan Yi bergerak sigap, memutar telapak tangan nya, melepaskan cengkraman tangan si menor dan menepisnya.


Simenor bergerak tidak kalah cepat, dia merubah cengkraman, menjadi telapak tangan terbuka, yang menyambut sekaligus mendorong Lan Yi, dengan kekuatan tenaga sakti nya, yang lembut tapi kuat.


Lan Yi yang kekuatan tenaga dalam nya tersegel dan beberapa nadinya, di lumpuhkan oleh Mu Rong Fu.


Tentu saja bukan tandingan si menor.


"Aihhh,...!!"


jerit Lan Yi kaget dengan suara tertahan.


Tapi sebelum tubuhnya terjengkang kebelakang, sebuah telapak tangan dengan lembut menyambut punggungnya.


Lalu mendorong tubuh kembali kedepan mendekati si menor.


Lan Yi merasa tubuhnya seperti tersengat listrik, ada sebuah kekuatan besar membanjiri tubuhnya.


Sebelum dia sadar apa yang terjadi, tahu tahu tangannya, sudah bergerak sendiri.


Di kontrol dari belakang, oleh Fei Yang yang memegang siku tangannya.


Secara otomatis telapak tangan Lan Yi kembali bergerak kedepan.


Si menor sambil tersenyum sinis, menggerakkan telapak tangannya, untuk menyambut telapak tangan Lan Yi.

__ADS_1


"Aihh,...! Plakkk,...! Plakkk,...!! Ahhhh,...!!


'Brakkkk,...!!'


Sekali ini posisi berubah, si menor lah yang berteriak kaget dan kesakitan.


Karena telapak tangannya telah ditepis oleh kekuatan, yang seperti sambaran petir.


Membuat seluruh lengannya, dari ujung jari hingga bahu, terasa kesemutan dan kehilangan tenaga, saat berbenturan dengan telapak tangan Lan Yi.


Belum hilang kagetnya, sepasang pipi si Menor sudah terkena tamparan Lan Yi, hingga tubuhnya terpental kebelakang, menabrak sebuah meja di belakangnya, hingga mejanya pecah jadi dua.


Si menor merintih kesakitan, mencoba untuk bangun berdiri sambil memegangi pinggangnya yang terasa ngilu, seperti mau patah.


Sepasang pipi Si menor kini lebam bengkak seperti kue merah..


"Kalian bajingannn,..!!"


"Berani mengacau di sini, sudah bosan hidup rupanya..!?"


teriak Si menor emosi, sambil mengenakan sepasang sarung tangan hitam tipis di kedua tangan nya.


Dia sudah bersiap melompat menerkam kearah Fei Yang dan Lan Yi.


Tapi tiba-tiba dari lantai dua terdengar sebuah suara halus berkata,


"Cui Hua,.!. Tahan,..! biarkan mereka berdua keatas.."


"Kamu bukan lawan pemuda di belakangnya.."


Tapi itu hanya di dalam hati, di luar nya dia tetap bersikap tenang.


Si menor yang di panggil Cui Hua mendengus kesal, sambil melepaskan sepasang sarung tangan hitamnya, dia berkata,


"Kalian berdua sungguh beruntung, bila bukan karena majikan ku.."


"Aku hari ini pasti akan membuat kalian bisa datang, tidak bisa pulang.."


Fei Yang pura-pura bergidik dan berkata,


"Kakak Lan aku takut, nenek ini sangat mengerikan, lihat pipi nya kenapa tembam gitu..?"


"Jangan jangan efek salah pakai kosmetik, terlalu tebal ya, ? kakak Lan ?"


Lan Yi sampai menutupi mulutnya menahan tawa, menanggapi ucapan Fei Yang yang nakal dan konyol itu..


Sepasang mata Cui Hua berapi api menatap kearah Fei Yang, seolah olah ingin membakarnya hingga jadi debu.


Seluruh tubuhnya gemetaran menahan amarah.


Bila tidak ingat dengan pesan bos nya, ingin rasanya dia menerjang kearah Fei Yang dan merobek mulutnya.


Karena berani mengatai nya, nenek nenek berpipi tembam, akibat salah pakai kosmetik.

__ADS_1


Ini adalah suatu pelecehan yang sangat luar biasa, bagi seorang wanita yang selalu ingin di puji cantik dan muda meski sudah tua sekalipun..


Lan Yi sambil menahan tawa, menggandeng tangan Fei Yang untuk naik kelantai dua..


Saat Fei Yang dan Lan Yi tiba di lantai dua, pintu kamar di hadapan mereka yang tertutup rapat, tiba-tiba terbuka sendiri.


Dari dalam ruangan tersebut terlihat seorang gadis bercadar, sedang duduk sambil menulis huruf huruf kaligrafi indah.


"Kalian berdua masuklah, katakan saja,.. ada apa kalian kemari mencari ku..?"


suara gadis itu yang datar dan dingin tapi lembut.


Membuat bulu kuduk Lan Yi meremang, dia merasa ada tekanan tak terlihat yang membuat dirinya, sulit bernafas, apalagi berbicara.


Sehingga dia hanya bisa melirik kearah Fei Yang dengan wajah pucat.


Fei Yang sambil tersenyum tenang memegang bahu Lan Yi dengan lembut, dan menarik Lan Yi mundur kebelakang nya.


Lan Yi tiba tiba merasakan ada kekuatan hangat mengaliri tubuhnya, membuat nafasnya menjadi lega kembali.


Fei Yang sambil tersenyum berkata,


"Nona sedang sibuk, kami tidak berani menganggu lama.."


"Aku akan langsung saja, tujuan kami datang kemari adalah ingin mengatakan bahwa, Nona Yi Lan ingin berhenti kerja dari sini,.dan memohon pamit.."


Gadis itu tidak menghentikan kegiatannya, dia tetap dengan tenang mengukir huruf kaligrafi diatas kertas, yang ada di hadapannya.


Sambil menulis tanpa melihat kearah Fei Yang dia berkata, dengan tenang dan datar.


"Mau berhenti bukan tidak boleh, asal menaati peraturan Paviliun ini.."


"Membayar lunas uang tebus dirinya, maka silahkan saja pergi.."


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Nona Lan Yi ini adalah keponakan murid ku, dia telah di tipu oleh lelaki bangsat yang menjualnya ketempat ini.."


"Bila ingin uang kalian kembali, carilah pria itu, bukan menahan dan mempekerjakannya secara paksa .'


Gadis itu tersenyum dingin di balik cadarnya, dia menghentikan tulisannya, menatap kearah Fei Yang dengan tajam dan dingin.


Lalu berkata,


"Kami bukan yayasan penampungan, kami sedang berbisnis."


"Kami tidak perduli dia di jual atau di paksa atau apapun, kami hanya tahu bila harga tebusan cocok boleh silahkan pergi.."


"Bila tidak, bahkan raja Xi Xia sendiri datang kemari, jawaban kami tetap sama.."


ucap gadis itu tegas.


"Bila aku memaksa,."

__ADS_1


ucap Fei Yang dingin.


Sepasang matanya yang tadi culun lucu jenaka, kini berubah mencorong bagaikan sepasang mata naga sakti.


__ADS_2