PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PENJELASAN TABIB HUA


__ADS_3

Kedua kembar terlihat sangat gembira melihat kedatangan Nan Thian.


Mereka berdua sambil tertawa gembira langsung berlari menghambur kedalam pelukan Nan Thian.


"Kakak..!"


"Kakak..!"


panggil kedua anak itu gembira.


Nan Thian membelai kepala kedua anak itu dengan lembut dan berkata,


"Fei Yung, Fei Lung kalian tidak nakal kan selama kakak tidak ada..?"


"Tidak kak, kami selalu ingat pesan kakak.."


ucap Fei Yung cepat.


"Benar itu kak.."


jawab Fei Lung menyambung.


"Baguslah .."


ucap Nan Thian sambil menggendong kedua anak itu, duduk di kedua pundaknya.


Kedua anak itu tertawa gembira, karena mereka memang sering diajak, untuk bermain dengan cara seperti itu.


Fei Yang sendiri sambil tersenyum tidak enak hati maju menyambut Tabib Hua dan Hua Lung.


"Tabib Hua, Fei Yang benar benar harus meminta maaf dan merasa sangat malu dengan tabib Hua.."


"Berulang kali hanya menganggu dan merepotkan tabib saja.."


"Bahkan kali ini membuat repot tabib Hua, harus jauh jauh datang kemari.."


ucap Fei Yang sambil memegang lembut tangan tabib Hua.


Tabib Hua tersenyum lebar dan berkata,


"Untuk ini, nak Fei Yang tak perlu meminta maaf, ini bukan salah mu.."


"Ini semua murni pilihan ku sendiri.."


"Pertama, siapa suruh aku memilih ilmu tabib, sebagai tabib itu sudah merupakan kewajiban ku, untuk menolong orang sakit.."


"Kedua, siapa suruh mulut tua ini hobby makan enak..?"


"Ha.ha..ha..!"


ucap tabib Hua sambil tertawa lepas.


Fei Yang mengangguk cepat dan berkata,


"Kalau itu tabib jangan khawatir, kalau perlu memasak daging dan jantung Phoenix sekali pun Fei Yang akan masak kan untuk mu."


Kim Kim yang mendengar ucapan Fei Yang dia melangkah mundur selangkah dan berkata,


"Jangan bilang paman tampan juga ingin memasak ku juga..?"


Fei Yang langsung tersenyum lebar dan berkata,

__ADS_1


"Kalau itu Nona Kim Kim jangan khawatir, Fei Yang bukan orang tidak tahu balas Budi.."


Kim Kim sambil tersenyum berkata,


"Kalau begitu balas Budi lah biar aku jadi ibu tiri mereka..."


"Takkk..!"


"Aduhhh..!'


"Kakak sakit..!'


teriak Kim Kim sambil menunjukkan wajah cemberut kearah Nan Thian yang menjitak kepalanya.


"Jangan tidak sopan dan tidak tahu malu, bila tidak ingin merasakan itu.."


jawab Nan Thian dengan ekspresi tak berdosa.


Kim Kim hanya bisa mendelik kearah Nan Thian dengan kesal.


Tapi dia juga tahu, Nan Thian kini sudah bukan Nan Thian dulu.


Kalaupun dia menyerang Nan Thian, belum tentu dia unggul melawannya.


Selain kelebihan bisa terbang di angkasa, dia rasa hal lainnya paling paling, dia hanya akan imbang dengan nya, bila mereka berkelahi.


Fei Yang sendiri hanya bisa tersenyum canggung, saat mendengar ucapan Kim Kim.


Sesaat kemudian dia memilih buru buru berlalu dari sana mengajak Tabib Hua masuk kedalam pondok untuk memeriksa kondisi Xue Lian.


Tabib Hua terlihat memeriksa dengan teliti di temani oleh cucunya.


Sedangkan Fei Yang hanya memantau sejenak, sejenak kemudian Fei Yang sudah menghilang dari sana


Sedangkan dia pergi ke dapur untuk segera menyiapkan bayaran nya.


Beberapa saat kemudian terlihat tabib Hua dan cucunya sudah muncul di dapur, duduk di ruang makan.


Mencicipi hasil kreasi Fei Yang yang baru selesai satu macam.


Tanpa bisa menahan diri lagi, saat mencium bau masakan yang begitu wangi dan menggoda.


Tabib Hua dan Hua Lung sudah mulai memainkan senjata sumpit mereka menari nari di atas piring.


Belum juga masakan jenis kedua tiba, masakan jenis pertama sudah ludes duluan.


Saat piring kedua di sajikan, mereka cucu dan kakek kembali menyerbunya.


Nan Thian si kembar dan Siao Huo memilih tidak ke dapur menganggu.


Sebagai tuan rumah, mereka berempat memilih makan ikan bakar dan ubi bakar.


Tentu saja Siau Huo kebagian nya ikan mentah saja, yang masih segar, yang masih melompat lompat di tas tanah.


Sebelum jadi korban cakar dan taring Siau Huo tentunya.


Sedangkan Kim Kim dia duduk di dekat pojokan tungku, membantu menjaga api tungku dengan semburan api birunya kearah kayu bakar.


Sambil bekerja membantu Fei Yang, dia juga mendapatkan sepiring kecil jatah pertama masakan Fei Yang.


Kim Kim terlihat sangat puas dengan masakan yang di terima nya.

__ADS_1


Fei Yang terus masak tanpa henti, hingga 10 jenis masakan selesai, tabib Hua juga sudah selesai makan nya.


Dia baru mengambil tempat duduk di hadapan Tabib Hua menanti penjelasan nya, atas kondisi istrinya.


Fei Yang menunggu penjelasan dengan perasaan yang bercampur aduk kacau balau.


Nan Thian juga ikut duduk di sana, di temani si kembar.


Tabib Hua yang menyadari hal itu, tanpa banyak basa basi dia berkata,


"Aku menduga penyakit yang di derita istri mu itu, paling kurang ada sepuluh tahun, betul..?"


Fei Yang dan Nan Thian mengangguk membetulkan.


"Lebih tepatnya 10 tahun lebih 6 bulan.."


ucap Fei Yang pelan.


Tabib Hua mengangguk pelan kemudian melanjutkan.


"Seluruh aliran darah dan nadinya telah menyempit, sangat tidak lancar."


"Begitu pula jalur aliran Chi, di seluruh titik Meridian di tubuhnya juga sangat lemah, karena jalurnya menyempit juga.."


"Beberapa syaraf penting dan sebagian syaraf kecil di otaknya banyak yang rusak."


"Makanya dia mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berbicara.."


ucap Tabib Hua pelan.


Fei Yang mengangguk dan berkata pelan,


"Apa mash ada harapan untuk di sembuhkan..?"


Tabib Hua menghirup nafas panjang dan menghembuskan nya pelan pelan baru berkata,


"Harapan masih ada, cuma untuk pulih total seperti semula, itu agak sulit dan beresiko.."


"Resiko terburuk, dia bisa pulih total tapi umurnya mungkin paling lama cuma 3 bulan.."


"Aku sarankan sebaiknya tidak ambil jalan itu, bila tidak dalam keadaan terpaksa.."


"Nanti akan ku ajarkan titik meridian mana, yang harus di tusuk dengan jarum secara serentak, bila ingin dia pulih total."


'Tapi resikonya, dia usianya hanya akan bertahan 3 bulan saja."


"Apa tidak ada pilihan lain..?"


tanya Fei Yang penuh harap.


Tabib Hua mengangguk dan berkata,


"Ada satu pilihan lagi, tapi itu juga tidak mudah lebih mirip legenda.."


"Caranya pada saat pengobatan nanti, harus ada orang yang menguasai Inti es dan Inti Api Surgawi, konon itu adalah dua kekuatan raksasa peninggalan dewi Zhu Rong dan Dewa air Gong Gong.."


"Dimana saat aku sedang melakukan pengobatan, orang itu nanti akan membantu ku mengalirkan kedua tenaga sakti itu secara bergantian lewat Bai Hui Sie.."


"Bila berhasil, istri mu akan kembali mampu berbicara dengan baik.."


"Hanya saja pemulihan sepasang kakinya perlu perawatan intensif dan sabar, mungkin sekitar satu sampai dua tahun.."

__ADS_1


"Dia baru bisa kembali berjalan normal.."


"Tapi dia tidak bisa bersilat seperti dulu lagi, seumur hidupnya.."


__ADS_2