PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERTARUNGAN IMBANG


__ADS_3

Seluruh tubuh Fei Yang terlindung oleh energi api dan es semesta.


Langsung bereaksi ketika puluhan sinar pedang putih kecil bergerak datang.


Saat terjadi benturan, seluruh titik putih ada yang runtuh pecah berkeping-keping jatuh keatas tanah.


Ada juga yang langsung menguap begitu saja, begitu bersentuhan dengan perisai pelindung Fei Yang.


Pemuda berpakaian sastrawan berwarna hijau itu, meremas hancur gelas ditangannya, kemudian dia membuka telapak tangannya.


Hancuran pecahan cawan giok nya, langsung berubah menjadi sebuah pedang giok berwarna hijau, yang melayang ringan berputar-putar pelan diatas telapak tangannya ."


"Coba yang ini,..!"


teriak pemuda baju hijau itu, sambil mendorongkan telapak tangannya kedepan.


Pedang giok hijau yang terbentuk dari butiran pecahan cawan, bergerak cepat melesat kedepan.


Berubah menjadi seberkas garis hijau di udara.


Fei Yang juga menunjukkan jari tangan kanannya kedepan sanbil berteriak


"Jari Pedang Tanpa Wujud


Sebuah energi putih transparan, melesat menerjang menyambut pedang giok yang bergerak datang.


"Trangggg,...!"


Pedang Giok hijau hancur pecah tak berbekas,.energi putih transparan terus menerjang kearah pemuda baju hijau itu.


"Bagus,..!!"


suara terdengar, orang sudah menghilang dari tempatnya duduk tadi.


"Brakkkk,..!"


"Pranggg,...!!"


Meja terbelah dua, teko teh cawan tempat bara, jatuh pecah berserakan di lantai.


Pria baju hijau yang sedang melayang di udara, menggunakan kedua telapak.tangannya yang menghadap ke bawah.


Menarik semua benda yang ada di bawahnya, terbang mengambang di udara terus naik keatas.


Sampai didepan hadapannya, kedua telapak tangannya melakukan gerakan memutar.


Sehingga semua benda yang melayang keatas kini berputaran membentuk pusaran.


"Semua benda kembali keasal..!!"


teriak pemuda baju hijau itu, sambil mendorongkan telapak tangannya kedepan.


Semua benda yang tadi nya berserakan di atas tanah, kini membentuk pusaran,.lalu melesat menerjang kearah Fei Yang.


Fei Yang kembali mengulangi serangan jari pedang tanpa wujudnya, untuk menyambut serangan tersebut.

__ADS_1


Seberkas cahaya putih transparan bergerak cepat menyambut tenaga pusaran yang datang.


Tapi kali ini, energi jari pedang tanpa wujud,.tidak berhasil menembus.pusaran energi kuat yang datang.


Energi pedang tanpa wujud malah tertarik ke dalam pusaran, hingga hilang tak berbekas.


Melihat hal ini , kini Fei Yang langsung menebaskan energi pedang merah biru, bergerak menyilang kedepan.


Energi pedang merah biru berhasil membelah, dan menghancurkan pusaran segala macam barang, yang terbang menyerang Fei Yang.


Sinar merah biru membentuk huruf X menerjang kearah si pemuda baju.hijau.itu.


Pemuda itu melayang mundur kearah hutan bambu menghindari serangan Fei Yang.


Tapi serangan Fei Yang terus membuntutinya.


Pemuda itu menarik daun daun yang berserakan diatas tanah, terbang mengambang di udara.


Saat di dorongkan kedepan,.terciptalah ribuan pedang hijau kecil, menerjang menyambut tebasan menyilang es.dan api, yang Fei Yang lepaskan.


"Tringgg,...Tringgg,...Tringgg,...


Tringgg,...Tringgg,...,...Tringgg,...!"


Suara dentingan logam beradu terdengar jelas.


Energi pedang merah biru terus terdorong mundur oleh ribuan energi pedang yang tercipta.dari daun kering.


Fei Yang akhirnya melepaskan energi pedang es dan api semesta, yang membentuk pedang merah biru, yang berputar-putar di sekitarnya, bergerak kedepan menyambut ribuan daun, yang setelah menghancurkan cahaya energi pedang silang, terus bergerak menuju kearah Fei Yang.


"Tringgg,...Tringgg,...Tringgg,...


Tringgg,...Tringgg,...,...Tringgg,...!"


Pria baju hijau menghentakkan kekuatannya mencabut bambu di sekitarnya, kemudian dia mengibaskan batang batang pohon bambu itu, melesat kedepan menerjang kearah Fei Yang.


Yue Feng dan Hong Yi.dari jarak aman menonton dengan tegang, pertarungan dahsyat Fei Yang, dan pemuda itu, yang masih berjalan imbang.


Menghadapi serangan pemuda itu, Fei Yang menambah kekuatan energi pedang merah birunya, maju menghancurkan apapun yang datang.


Di saat bersamaan Fei Yang menyerang pemuda itu, dengan ratusan Sambaran petir yang berasal dari langit tingkat 9.


Tapi pemuda itu sangat tenang, dia memutar sebelah tangannya diudara.


Maka sebuah tameng hijau.raksasa, muncul memayungi tubuhnya dari Sambaran.dahsyat lesatan cahaya petir, yang sambar menyambar.


"Duaarrr,...Duaarrr,...Duaarrr,...


Duaarrr,...Duaarrr,...Duaarrr,...


Duaarrr,...!!"


Pemuda baju hijau itu tersenyum santai, menyambut serangan Fei Yang.


Sambil menahan serangan dari atas,.sebelah tangannya yang lain terus di hentakkan kedepan.

__ADS_1


Hingga akhirnya terjadi ledakan dahsyat, yang efek bias energi pedangnya, menyambar kesegala penjuru.


Yue Feng dengan sigap membuat mantra menciptakan perisai berwarna putih, untuk menahan serangan bias.energi pedang, yang datang mengincar dirinya dan Hong Yi.


Hong Yi hanya tersenyum tipis, melihat perlindungan dan perhatian yang Yue Feng berikan padanya.


Diam diam Hong Yi mulai mengagumi bakat Yue Feng dalam mencerna ilmu silat yang di ajari nya.


Dengan perisai itu, Yue Feng dan Hong Yi aman dari serangan bias energi, dari bentrokan Fei Yang dan pemuda itu.


Melihat pemuda baju hijau itu mampu menahan serangannya.


Fei Yang merangkapkan sepasang tangannya, melakukan gerakan seperti sedang menyembah, dia mendorongkan kedua tangan nya kedepan.


Gerakan ini membuat ribuan energi pedang merah biru, bergabung jadi satu membentuk mahluk gabungan Naga Es dan Phoenix Api.


Menerjang cepat kearah ribuan cahaya energi pedang hijau dan pohon pohon bambu yang menghalangi jalannya.


"Blaarrr,...Blaarrr,...Blaarrr,...


Blaarrr,...Blaarrr,....Blaarrr....!!"


Mahluk itu menerjang dan meledakan apapun yang menghalangi jalannya.


Sambil terus menerus mengeluarkan semburan es dan api,.disertai ruangan dan pekik menggetarkan.


Melihat hal ini, pemuda baju hijau mengerutkan keningnya.


Ini adalah kali pertama ekspresi wajahnya, yang selalu tenang terlihat terusik.


Dia dengan ujung jarinya menggambar gambar sesuatu di hadapannya, sambil mulutnya komat Kamit membaca mantra.


Saat kedua ujung jarinya ditunjuk kearah depan sambil mulutnya berteriak,


"Berubah,..!!!"


Terlihat sebuah jala raksasa yang mengeluarkan sinar orange kemerahan, melesat kedepan menyelimuti mahluk ciptaan Fei Yang.


Jala raksasa itu langsung membungkus seluruh tubuh mahluk itu dengan rapat.


Setiap kali mahluk itu meronta melepaskan ledakan energinya, ataupun menyemburkan es dan api untuk menghancurkan jala.


Jala itu akan mengeluarkan sinar cemerlang di penuhi oleh huruf huruf kuno, yang mengeluarkan cahaya keemasan.


"Turun,..!!"


"Musnah,..!!"


teriak pemuda baju hijau sambil mengarahkan kedua ujung jarinya keatas tanah.


Maka jala itu langsung menarik mahluk aneh itu terbanting ke atas tanah.


Begitu menyentuh tanah, mahluk itu langsung menghilang berubah menjadi butiran cahaya, yang terbang masuk kembali kedalam tubuh Fei Yang.


Fei Yang memutar api dan es semesta berpusaran di sekitar tubuhnya, perlahan lahan tubuhnya, melayang di udara.

__ADS_1


Kemudian melesat dengan kedua telapak tangan api dan es menerjang kearah pemuda baju hijau itu.


Setelah dekat kedua telapak tangan Fei Yang muncul dua pedang pusaka es dan api.


__ADS_2