PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
GELANG LINGKARAN EMAS


__ADS_3

Begitu Fei Yang mendarat di tengah formasi, beberapa detik kemudian.


Akar akar pohon itu mulai beterbangan ingin menangkap kaki tangan leher dan pinggang Fei Yang.


Tentu saja Fei Yang tidak akan membiarkan dirinya tertangkap.


Dia segera memutar pedang Mestika nya menebas berputaran di sekitar nya.


Akar akar pohon itu langsung tertebas runtuh keatas tanah, tapi akar akar itu seperti tiada putusnya.


Akar akar itu terus terjulur kearah Fei Yang berusaha menjangkau dirinya.


Semakin banyak yang tertebas, semakin banyak akar yang datang menyerangnya.


Beberapa kali Fei Yang memberikan tebasan jarak jauh untuk menghancurkan pusat pohonnya.


Tapi pohon pohon itu seperti di lindungi oleh kekuatan tak kasat mata.


Bagaimana pun kuatnya tebasan Fei Yang semua akan di pentalkan kembali, seperti membentur karet.


Melihat hasil itu, Fei Yang pun tidak mau membuang buang tenaganya, menebas sesuatu yang tidak ada hasilnya.


Setelah beberapa waktu berlalu, dirinya masih terus di kepung oleh akar akar pohon besar, yang tidak pernah putus mengurung nya.


Akhirnya Fei Yang memutuskan mengambil resiko, dia membiarkan tangan kaki dan seluruh tubuhnya terlilit oleh akar akar itu.


Satu terlilit, yang lainnya langsung datang menyusul dengan sangat cepat.


Dalam sekejap mata, seluruh tubuh Fei Yang telah terlilit tanpa sisa, mirip mumi.


Dengan suatu teriakan dahsyat, Fei Yang menghentakkan energi.petir mengalir lewat akar akar itu.


Menghantam pusat pohon hingga pohon tersebut mutung terbakar dan pada bertumbangan.


Sehingga akar akar itu otomatis ikut terjatuh keatas tanah.


Pusatnya telah di hancurkan otomatis akar akar itu pun.tidak dapat bertahan.


Semua akar akar itu kini tergeletak kehabisan tenaga.


Pelan pelan satu persatu pepohonan di sekitar arena ambruk, roboh satu persatu susul menyusul menimbulkan suara hiruk pikuk.


Tanah kembali bergetar hebat kemudian terbuka lebar.


Fei Yang kembali terlempar menuju arena berikutnya.


Arena berikutnya adalah arena air, Fei Yang seperti di kurung dalam sebuah akuarium.


Dimana sekitarnya atas dan sekelilingnya, adalah air bening yang bergerak gerak memutari lokasi arena.


Air itu mulai membentuk ulir ulir besar , kemudian menerjang kearah Fei Yang, sebagai serangan pembukaan.

__ADS_1


Dengan ilmu ringan tubuh dan langkah ajaib, Fei Yang berhasil menghindarinya.


Tapi ulir ulir air mulai semakin banyak mengepung Fei Yang, kemanapun Fei Yang bergerak akan ada ulir air yang menghadang langkah pergerakannya.


Fei Yang terpaksa mulai membeku kan lalu menghancurkan nya.


Tapi karena tidak ada habisnya, Fei Yang juga menyadari itu bukan cara jitu.


Itu hanya akan membuat energi nya di kuras secara perlahan lahan.


Itu bukan pilihan tepat.


Dari ulir ulir lalu air itu berubah seperti ular ingin melilit tangan dan kaki Fei Yang.


Ingin menghentikan perlawanan dengan menahan kaki tangannya dengan lilitan air.


Fei Yang tiba-tiba membuat tubuhnya ber putar putar di udara dengan sangat cepat membentuk udara dingin hingga titik beku.


Semua unsur air yang mengelilinginya perlahan lahan membeku.


Setelah berhasil membuat air yang mengelilinginya menjadi beku.


Dengan satu hentakan kuat semua air yang membeku hancur berkeping keping.


Di balik air beku yang di hancurkan oleh Fei Yang terlihat Sen Kung Bao sedang mengatur formasi pengepungan terhadap Fei Yang.


Seberkas sinar biru melesat melewatinya tubuhnya langsung membeku menjadi patung.


Fei Yang tahu itu cuma ilusi, dia sadar dirinya pasti akan kembali di lempar ke arena berikutnya.


Fei Yang menebak-nebak kira kira selanjutnya arena apa yang akan di hadapannya.


Sesuai dugaan Fei Yang, dalam sekejap mata, Fei Yang kembali di lempar ke arena berikutnya.


Begitu mendarat ribuan pedang terbang terlihat langsing mengurung dan menghujani nya.


"Trangggg,..! Trangggg,.! Tranggg..!"


"Trangggg,..! Trangggg,.! Tranggg..!"


"Trangggg,..! Trangggg,.! Tranggg..!"


Bunga api berpijar pijar, saat logam dan logam bertemu di udara.


Setiap.pefang yang berbenturan dengan pedang Fei Yang akan patah patah.


Tapi meski pedangnya patah, pedang tetap kembali terbang dan menyerang Fei Yang dengan jumlah semakin banyak.


Fei Yang setelah berpikir sejenak, akhirnya dia membentuk energi pelindung, dengan kekuatan panas tinggi yang mampu melelehkan logam.


Dengan cara ini, semua pedang yang menyerangnya tertahan di perisai pelindungnya perlahan-lahan semuanya meleleh menjadi cairan logam panas.

__ADS_1


Fei Yang yang mengontrol cairan logam panas itu kemudian dia dorong menerjang kearah Sen Kung Bao yang mengendalikan formasi logam ini.


Tubuh Sen Kung Bao yang terkena terjangan lelehan logam berubah menjadi sebuah patung logam berdiri ditempatnya.


Formasi ciptaan nya kini meledak total, Fei Yang kembali lagi ke dunia nyata di balik gapura yang di kelilingi hutan rindang.


Sen Kung Bao sendiri juga muncul kembali di hadapan Fei Yang.


Dia terlihat batuk batuk dan muntahkan darah segar dari mulutnya.


Rusaknya formasi pembasmi Dewa yang dia ciptakan di tangan Fei Yang, membuatnya menderita luka dalam tidak ringan.


Sen Kung Bao meski berhasil menjiplak ilmu formasi pembasmi Dewa, tapi kekuatannya tentu tidak sekuat yang aslinya.


Bila ini formasi yang asli Fei Yang, tentu tidak akan semudah itu memecahkannya.


Xue Lian sudah melayang di sisi Fei Yang dan berkata,


"Kakak Yang kamu baik baik saja.?"


"Aku cukup baik, jangan khawatir.."


Sen Kung Bao setelah memejamkan matanya sejenak, mulutnya berkomat Kamit.


Lalu gelang emas di kedua tangan nya, dia satukan, lalu dia lemparkan ke udara.


Gelang itu langsung melayang ke udara, berputaran di atas kepala Fei Yang dan Xue Lian.menyinari mereka dengan cahaya emasnya.


Fei Yang dan Xue Lian merasa energi dalam tubuh mereka bergolak hebat, aliran darah di dalam tubuh mereka juga bergerak liar tak terkendali.


Seolah olah baik energi Chi maupun aliran darah dalam tubuh mereka ingin meledakkan tubuh mereka.


Fei Yang dan Xue Lian melesat menjauhi tekanan lingkaran emas itu.


Tapi kemanapun mereka melesat, tubuh mereka tetap saja terkurung dalam cahaya keemasan yang di pancarkan oleh gelang itu.


Gelang itu mulai bergerak turun mengurung dan menekan mereka berdua, hingga sulit berkutik.


Xue Lian yang lebih lemah akhirnya kehilangan kesadaran diri, jatuh tergolek di atas tanah, tidak jauh dari kaki Fei Yang.


Fei Yang meski berusaha bertahan, tapi sepasang kakinya mulai terlihat gemetaran, dia terlihat seperti sedang menyangga beban yang sangat berat di atasnya.


Sen Kung Bao yang dari jauh mulutnya terus berkomat Kamit membaca mantra.


Dua jari tangan nya terlihat gemetaran, menunjuk kearah gelang, yang sedang berputaran menurun kebawah.


"Turun,..!"


teriaknya sambil menekan gelang itu kebawah.


Gelang bergerak turun, mengurung Fei Yang yang kini sudah jatuh berlutut dengan wajah pucat sepucat rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2