
Mereka bertiga setelah berpamit dengan pangeran Zhao dan istrinya.
Mereka pun langsung melanjutkan perjalanan keluar dari gerbang timur dan terus bergerak menuju hutan bambu kuning, yang menjadi gerbang, untuk memasuki lembah kebahagiaan.
Saat berada di tempat sepi, ketiga orang itu pun mengerahkan ilmu meringankan tubuh mereka, berlari cepat tanpa menginjak tanah.
Saat tiba di depan hutan bambu, langkah mereka bertiga pun terhenti, oleh seseorang pria berusia 40 an memelihara jenggot rapi di dagunya.
Dia duduk di sana sambil memangku kecapi, tepat duduk ditengah tengah jalan menghalangi perjalanan Fei Yang dan kedua temannya.
Dari seluruh tubuh orang yang duduk menghalangi perjalanan mereka, mengeluarkan energi tajam yang mematikan.
Merasakan tekanan.yang sangat mengganggu, Fei Yang pun bergerak maju kedepan memberi hormat dan berkata,
"Paman maaf, kami hanya ingin pergi ke lembah kebahagiaan mencari orang."
"Sehingga kami memohon kepada Paman agar Sudi kiranya, membiarkan kami melewati jalan ini.."
"Lembah kebahagiaan, adalah tempat orang bertobat dan melepaskan diri dari dendam dan budi di dunia persilatan.."
ucap pria itu dingin.
"Bisa masuk tidak bisa keluar, yang menaati peraturan akan hidup, yang melawan aturan akan binasa.."
ucap pria itu menyambung kata kata sebelumnya.
"Apa kalian bertiga yakin ingin memasukinya,..?"
tanya pria itu sambil membuka sepasang matanya, yang sedang terpejam sebelumnya.
Setelah sepasang matanya terbuka, ada cahaya mematikan yang menyorot tajam dari sepasang matanya.
Yue Feng dan Hong Yi yang mencium adanya bahaya besar, segera mundur menjauhi tempat tersebut.
Kini di sana hanya tersisa Fei Yang, yang masih berdiri.di hadapan pria itu.
Fei Yang yang mendengar ucapan pria itu, dia tahu hari ini bila tidak menunjukkan kebolehannya.
Dia tidak mungkin bisa masuk dan keluar dengan bebas, menemui kedua penghianat perguruan, yang bersembunyi di dalam sana.
Untuk itu Fei Yang pun tersenyum dingin, sikap hormat tadinya pun hilang.
Dia langsung berkata dengan dingin,
"Aku hanya mencari orang, bukan tikus pengecut yang ingin bersembunyi mengandalkan perlindungan orang.."
Sambil bicara Fei Yang sudah mengumpulkan kekuatan semesta, bersiap melayani pria di hadapannya itu.
__ADS_1
Seluruh tubuh Fei Yang langsung di kelilingi cahaya pedang merah biru, yang berputaran di sekitar tubuhnya.
Hingga terbentuk seperti sebuah gelembung cahaya merah biru, yang membungkus seluruh tubuh Fei Yang.
Pria itu melihat aksi Fei Yang, dia tersenyum dingin dan berkata,
"Kalau begitu menyingkir lah dari sini jauh jauh.."
"Jangan menganggu ketertiban yang sudah berjalan ratusan tahun di sini.."
Sehabis berucap pria itu memetik salah satu senar kecapi di hadapannya.
Maka seberkas sinar ungu, yang membawa gelombang energi sangat tajam.
Bergerak secara horisontal langsung melesat menerjang kearah Fei Yang.
Energi tajam berwarna ungu itu datang bagaikan gelombang laut, menghantam perisai pedang Fei Yang.
Fei Yang yang terbungkus dalam pusaran energi pedangnya, terdorong mundur beberapa langkah kebelakang.
Saat kedua energi bertemu diudara, terdengar bunyi nyaring seperti benda logam bertemu,
"Trangggg,...!!!"
Melihat serangan pertamanya gagal, pria itu langsung memetik senar kecapi kedua di hadapannya, melepaskan serangan kedua yang jauh lebih dahsyat lagi.
Melihat serangan susulan yang datang, Fei Yang pun tidak mau mandah terus bertahan.
Fei Yang menunjukkan kedua tangannya kedepan sambil berteriak,
"Energi pedang api dan es membelah gunung...!!"
Ribuan energi pedang yang berputaran di sekeliling tubuh Fei Yang, melesat kedepan menyambut sinar ungu tajam yang datangnya bagai gelombang.
"Tranggg,...!!!"
Kembali terdengar benturan suara logam, yang jauh lebih nyaring dan tajam, membuat telinga yang mendengarnya terasa nyeri.
Ledakan bias energi tajam berhamburan kemana mana, seiring dengan meledaknya dua energi dahsyat yang bertemu diudara.
Apapun yang dilewati oleh energi bias itu, akan menimbulkan goresan dalam di mana mana.
Sekali ini tubuh Fei Yang tidak bergeming, sebaliknya, tubuh pria memangku kecapi lah yang terpental mundur 3 meter kebelakang.
Tapi anehnya, dia masih tetap dalam posisi duduk sambil memangku kecapi di sepasang pahanya.
Sambil melayang mundur diudara, pria itu melepaskan petikan ke 3
__ADS_1
ke 4 ke 5 kearah depan.
Guna menyambut ribuan mata pedang merah biru, yang masih terus mengejar kearahnya, setelah menghancurkan serangan keduanya tadi.
Ribuan mata pedang merah biru, bergerak bagaikan kumpulan lebah, yang mengeluarkan suara mengaung dahsyat.
berhasil meredam suara irama petikan senar, yang dilepaskan oleh pria itu.
"Trangggg,.. Trangggg,...Trangggg,..!"
Benturan benda logam yang beradu semakin nyaring terdengar,
Sekali ini bentrokan kuat itu berhasil meruntuhkan hampir sebagian mata pedang biru merah Fei Yang
Melihat gelombang serangan cahaya ungu nya, kembali berhasil dirontokkan oleh energi pedang Fei Yang yang jauh lebih kuat.
Sambil tersenyum sinis, saat p*ntatnya sudah menyentuh tanah, dia kembali melepaskan petikan senar dengan 5 jarinya sekaligus, kearah senar ke 6 ke 7 ke 8 ke 9 ke 10.
Lima petikan memunculkan cahaya merah menyala melesat menyambut energi pedang merah biru milik Fei Yang.
"Trangggg,...!!!"
Kembali terjadi benturan dahsyat diudara, kali ini seluruh energi mata pedang merah biru, berhasil di gulung oleh cahaya merah membara dari petikan kecapi
Hingga semua energi pedang Fei Yang sirna tak berbekas.
Gelombang cahaya merah dari kecapi terus menerjang kearah Fei Yang, seolah olah ingin memotong tubuh Fei Yang jadi dua bagian, secara horisontal.
Tapi gelombang energi merah itu, begitu bertemu dengan perisai pelindung Pat Kwa Fei Yang.
Seluruh cahaya merah tersedot habis kedalam lingkaran Pat Kwa, saat Fei Yang kembali mendorongkan kedua tapak tangannya kedepan.
Seluruh energi pedang merah biru yang tadi hilang, kini berkumpul kembali membentuk seekor mahluk gabungan Naga es dan Phoenix Api.
Mahluk itu sambil mengeluarkan raungan dan pekik dahsyat, melesat dengan kecepatan tinggi menerjang kearah pria, yang sedang memangku kecapi itu.
Pria itu kembali melayang mundur sambil menggunakan sepuluh jari nya melepaskan 10 senar sekaligus.
Kini yang muncul adalah gelombang cahaya biru, yang pekat dan sangat tajam bergerak menyambut terjangan mahluk itu
Kedua energi saling menekan diudara, setelah berbenturan dahsyat berulang kali.
Senyum di wajah pria itu hilang, saat melihat serangannya berhasil ditahan oleh kekuatan Fei Yang yang sangat tidak biasa.
Melihat energi birunya sedikit.demi sedikit mulai terdorong mundur, Pria itu bergerak cepat dengan cara berjungkir balik, tangan di bawah kaki tegak lurus menghadap keatas.
Dia memetik 21 senarnya dengan cepat menggunakan 10 jari.
__ADS_1
Sehingga muncul sebuah Cahaya putih keemasan membentuk bianglala, menebas tanpa ampun mahluk aneh ciptaan Fei Yang hingga terpotong dua, lalu menerjang kearah Fei Yang cahaya tersebut.