
Gelang menyempit lalu membelenggu tubuh Fei Yang dan kedua tangannya hingga tidak bisa bergerak.
Lalu gelang memisahkan diri satu lagi yang lebih kecil membelenggu Xue Lian yang sedang tergeletak miring di atas tanah.
Sen Kung Bao yang melihat hasil ini pun tertawa terbahak-bahak dan berkata,
"Ha,..ha..ha..! pemuda sombong kini kamu tahu kan kelihaian ku..?"
"Ini rasakan sensasinya...!"
teriak Sen Kung Bao sambil.tersenyum penuh kemenangan.
Dia mengeluarkan sebuah botol labu bergambar Pat Kwa sama persis dengan Labu Penghisap Kekuatan Semesta .
Tutup labu di buka, dan diarahkan ke Fei Yang dan Xue Lian.
Fei Yang dan Xue Lian yang sudah tak berdaya langsung terhisap masuk kedalam labu di tangan Sen Kung Bao.
Setelah Fei Yang dan Xue Lian terhisap masuk kedalam botol labu, tutup botol labu di tutup oleh Sen Kung Bao.
Sambil tertawa Sen Kung Bao berkata,
"7 7, ..49 hari lagi kalian akan menjadi cairan darah dan selamanya tidak bisa bereinkarnasi kembali.."
"Ha,..ha,..ha,.. ! itulah resiko orang yang berani melawan Sen Kung Bao."
"Sekarang mau menyesal juga terlambat, baik baiklah beristirahat di dalam menunggu ajal.."
Sambil tertawa-tawa senang, Sen Kung Bao bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Dia kembali kedalam lembah hijau yang memilki pemandangan sangat indah layaknya surga.
Di tengah tengah lembah di pinggiran sebuah danau, terlihat deretan pondok pondok sederhana berjajar rapi di sana.
Di antara keramaian penghuni lembah, terlihat dua pondok yang letaknya agak terpisah.
Di isi oleh sepasang pria dan wanita cantik, seorang nenek tua dan seorang gadis muda yang wajahnya sangat cantik mempesona.
Pasangan wanita dan pria itu adalah ayah ibu kandung Xue Lian.
Sedangkan nenek itu adalah nenek Yang, masih terhitung keturunan langsung Yang Jian dan Yi Yi.
Sedangkan gadis muda yang sangat cantik itu adalah Wu Fei Hsia, cucu langsung dari kakek Wu dan nenek Yang.
Mereka berempat di tempatkan secara terpisah, karena mereka adalah orang orang hukuman yang menjadi tahanan di lembah kebahagiaan.
Berbeda dengan penghuni lainnya yang datang secara sukarela.
Meski mereka berempat terlihat bebas bergerak, sebenarnya tubuh mereka tersegel, tidak mampu mengerahkan tenaga sakti sana sekali.
Jadi mereka kini hidup layaknya orang awam tanpa bisa ilmu silat.
Sen Kung Bao berjalan santai melewati halaman depan pondok mereka.
Saat melihat mereka berempat sedang berada di depan pondok berjemur menerima sinar mentari pagi.
__ADS_1
Sambil tersenyum mengejek Sen Kung Bao berkata,
"Terimakasih kalian sudah memancing mereka berdua kemari.."
"Mereka berdua adalah tangkapan besar, sayangnya mereka tidak bisa di biarkan, mereka terlalu berbahaya.."
"Terutama pria nya, dia memiliki kemampuan cukup mengerikan.."
ucap Sen Kung Bao sedikit ngeri. saat terbayang kemampuan Fei Yang.
"Bangsat apa maksud ucapan mu..!?"
bentak ibu Xue Lian marah.. juga cemas.
Tapi bahunya keburu di tahan oleh ayah Xue Lian yang berusaha menenangkan istrinya.
Sen Kung Bao menoleh kearah ibu Xue Lian dan berkata,
"Jangan galak galak, percaya tidak aku akan memperkosa mu di hadapan suami mu yang tak berguna itu setiap hari."
"Hingga kamu lahirkan anak untuk ku,..ha,..ha,..ha,..!"
Ibu Xue Lian yang mendengar ancaman mengerikan itu, mau gak mau jadi mundur teratur, berlindung di belakang suaminya.
Dia sadar orang seperti Sen Kung Bao berani berucap tentu dia berani melaksanakan nya.
Kini semua kesaktian dirinya dan suaminya tersegel oleh majikan pemilik lembah.
Sedangkan Sen Kung Bao adalah orang nomor 2 di lembah ini.
Tidak mungkin bisa dia hindari, melahirkan anak buat bajingan seperti itu lebih baik dia mati.
Daripada merusak nama baik, garis keturunan leluhurnya.
Dengan tenang ayah Xue Lian maju memberi hormat kearah Sen Kung Bao dan berkata,
"Tuan besar Sen, maafkan emosi istri ku yang sedang labil."
"Harap di maklumi, bila wanita sedang datang halangan,.. ya seperti itu.."
"Tuan Sen, orang besar harap tidak ambil hati dengan ucapan orang rendahan seperti kami.."
"Sekali lagi maaf tuan Sen.."
ucap Ayah Xue Lian memberi hormat sambil membungkukkan tubuhnya dalam dalam.
Ucapan ayah Xue Lian ini selain berusaha tidak memancing keributan, menenangkan Sen Kung Bao dengan pujian.
Dia sekaligus mengingatkan Sen Kung Bao, istrinya sedang berhalangan, bila di paksakan.
Ilmu kesaktian Sen Kung Bao bisa luntur, karena ilmu ilmu kedewaan aliran Tao, paling segan dengan darah kotor seperti itu.
Sen Kung Bao yang mendengar hal itu, otomatis mundur teratur, sambil mengibaskan tangannya, dia berkata,
"Sudahlah,..lain kali jaga baik baik mulut istri mu.."
__ADS_1
"Lain kali bila berani tidak sopan, meski aku tidak bisa.."
"Tapi penghuni pria lembah ini, kurasa mereka tidak akan ada yang menolak rejeki ini..'
ucap Sen Kung Bao penuh ancaman.
Ayah Xue Lian meski sangat kesal, tapi demi keselamatan istrinya, dia terpaksa menelan semuanya.
Tanpa berkata apa-apa, hanya sambil menggertakkan gigi, dia menjura dalam dalam kearah Sen Kun Bao.
Menyimpan ekspresi wajah marah nya agar tidak terlihat oleh manusia rendah di hadapannya.
Nenek Wu yang berdiri tidak terlalu jauh dari sana, bisa mendengar jelas semuanya.
Dengan wajah penuh simpati, dia maju bertanya untuk mengalihkan perhatian Sen Kung Bao.
"Maaf tuan besar Sen, nenek tua ini suka penasaran dan ingin tahu urusan orang lain.."
"Kalau boleh tahu, siapa kedua tangkapan besar yang telah tuan besar Sen tahlukkan hari ini.?"
"Kenapa,? ingin tahu boleh saja.."
"Antarkan si manis di belakang mu itu, ke kamar ku malam ini.."
"Maka aku akan ceritakan semua pada mu.."
ucap Sen Kung Bao sambil tersenyum penuh arti.
Mendengar ucapan Sen Kung Bao, nenek Yang langsung mundur teratur menjauh.
Memasang badan menghalangi di depan cucunya dan berkata,
"Tuan besar Sen, harap di jaga kesopanan mu, bila masalah ini sampai terdengar oleh majikan lembah.."
"Dia tidak akan bersikap longgar pada orang, yang berani melanggar aturan yang sudah di buatnya..'
"Tidak terkecuali anda tuan besar Sen.."
ucap nenek Yang mengingatkan nya dengan tegas.
Tapi Sen Kung Bao bukannya takut, dia malah tertawa terkekeh kekeh dan berkata,
"Kalau begitu aku akan mencobanya, apa aku yang salah atau ini memang berkah..?"
"Ha,..ha,..ha.."
Sambil tertawa-tawa Sen Kung Bao menghilang dari tempatnya.
Tahu tahu sudah muncul di samping nenek Yang mendorong nenek itu hingga jatuh tunggang langgang.
Tanpa menghiraukan teriakan dari perlawanan dari Fei Hsia.
Sen Kung Bao langsung memanggul gadis itu, laku membawanya masuk kedalam pondok tempat tinggal Nenek Yang.
Ayah Xue Lian yang tidak bisa lagi menahan sabar akhirnya berteriak,
__ADS_1
"Tahan bangsat...!"