PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
CERITA IBU XUE LIAN


__ADS_3

"Mana boleh begitu, kamu istri ku."


"Istri ku seumur hidup ya cuma satu, dan itu adalah kamu bila sampai terjadi sesuatu dengan mu.."


"Aku mau cari kemana gantinya ?"


ucap Fei Yang sambil menahan senyum melihat sikap Fei Hsia yang menggemaskan.


Fei Hsia didalam hati sangat senang dan bahagia mendengar ucapan Fei Yang.


Tapi di luar dia masih pura pura keki dan berkata,


"Kan masih banyak di luar sana, tinggal cari aja gantinya.."


"Gitu aja kok repot.."


"Lelaki kan, seperti kucing ketemu ikan asin, kalau ada ganti pasti langsung nyosor, bukan begitu..?"


Fei Yang menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak tahu, karena aku tidak ingat apa apa, aku cuma ingat punya kamu seorang.."


"Dan kamu istriku.."


"Makanya aku harus menjaga mu dengan baik, menyayangi mu, mencintai mu, sebagai bagian yang paling penting dalam hidup ku.."


"Sudahlah jangan ngambek lagi, tadi aku cuma bercanda.."


"Maafkan aku,..ayo buka mulutnya.."


ucap Fei Yang sambil mendekatkan sesendok bubur kearah bibir Fei Hsia.


Fei Hsia sudah dari tadi tidak marah, dia hanya jual mahal saja.


Kini mendengar ucapan Fei Yang yang begitu menyejukkan perasaannya, dia mana mungkin menolak suapan di depan mulutnya.


Fei Hsia melirik kearah Fei Yang, sambil menahan senyum, dia membuka sedikit mulutnya..untuk menerima suapan Fei Yang.


Fei Yang menyuapinya dengan hati hati, sesendok demi sesendok hingga semangkuk bubur ludes pindah ke dalam perut Fei Hsia.


Fei Yang kemudian menggunakan ujung lengan bajunya, membantu membersihkan sudut bibir Fei Hsia.


"Sudah beres, sekarang giliran aku mau makan kedalam sana, mau ikut ?"


tanya Fei Yang sambil tersenyum mengulurkan tangannya kehadapan Fei Hsia.


Fei Hsia langsung menyambutnya dengan gembira, lalu mereka berdua kembali kedalam bilik kapal tersebut.


Kakek Wu yang duduk di sebelah istrinya, saat dari jauh melihat tingkah laku cucunya dan Fei Yang


Dia hanya bisa menghela nafas panjang, sambil menggelengkan kepalanya.


Nenek Yang menoleh kearah suaminya dan berkata,

__ADS_1


"Aku tahu perasaan mu, tapi sudahlah kita juga sudah tua.."


"Tidak tahu bisa melihatnya sampai berapa lama lagi, anggap saja buka mata sebelah tutup mata sebelah.."


"Jangan berpikir terlalu banyak.."


ucap nenek Yang sambil menepuk nepuk punggung telapak tangan suaminya dengan lembut.


Kakek Wu menghela nafas panjang sekali lagi, dengan wajah muram dia menatap wajah istrinya.


Kemudian dia menghela nafas panjang dan berkata pelan,


"Di sini angin kencang, ayo kita kembali ke kamar,.."


Nenek Yang mengangguk, menuruti suaminya kembali ke kamar mereka di belakang kapal tanpa banyak bicara.


Di tempat lain di salah satu pondok.dari 9 pondok yang berjejer di tengah tengah hutan bambu kuning.


Terlihat Xue Lian sedang duduk berhadapan dengan ibunya, sedangkan ayahnya terlihat berbaring di atas dipan, dengan sepasang mata terpejam rapat rapat.


"Ibu sebenarnya apa yang terjadi, mengapa ayah dan ibu bisa tertahan di tempat ini ?"


tanya Xue Lian sambil menatap kearah ibunya.


Ibu Xue Lian menghela nafas panjang dan berkata,


"Sebelum ayah mu di terima menjadi murid Xu San, sebelum ibu dan ayah mu bertemu."


"Saat terjadi kudeta oleh jenderal Zhu Quanzong yang merupakan salah satu jendral paling berkuasa dan menjadi andalan kakek dalam mu, kaisar Zhaozong.."


"Kakek mu dan seluruh keluarga nya di bantai habis, hanya di sisakan seorang adik ayah mu, yang masih kecil, untuk menjadi kaisar bonekanya."


"Setelah Zhu Quanzong berhasil menghabisi semua saingan nya menggunakan titah kaisar bonekanya."


"Adik ayah mu dipaksa mengundurkan diri, lalu di bunuh dengan cara dipaksa minum arak beracun."


"Ayah mu berhasil meloloskan diri selamat dari pembantaian, berkat pertolongan dari salah seorang komandan pengawal istana kepercayaan ayah mu.."


"Komandan pengawal istana itu kebetulan adalah seorang murid Xu San."


"Jadi ayah mu di bawa ke Xu San oleh komandan pengawal istana itu."


"Meski berhasil membawa ayah mu dengan selamat hingga tiba di Xu San.."


"Tapi komandan itu sendiri, karena luka luka yang di deritanya, dia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Xu San."


"Setelah menjadi murid Xu San dengan identitas tidak jelas asal usulnya."


"Ayah mu sering jadi sasaran penindasan saudara saudara seperguruannya yang lain.."


"Suatu hari karena menghindari kejaran orang orang yang ingin menindasnya."


"Ayah mu tanpa sengaja masuk ke hutan bambu sesat, di sanalah ibu bertemu dengan ayah mu.."

__ADS_1


"Tepat seminggu setelah kelahiran mu, ayah mu meninggalkan Xu San."


"Dalam rangka mencari Zhu Quanzong buat balas dendam."


"Tapi ayah mu terlambat, dia tidak berhasil menemukan musuh besarnya.."


"Karena kerajaan Liang yang di bentuk oleh Zhu Quanzong telah musnah.."


"Zhu Quanzong sendiri menghilang tanpa ada yang tahu keberadaan nya.."


"Sejak saat itu ayahmu berpetualang kesegala penjuru mencarinya."


"Hingga akhirnya ayah mu mendapat kabar informasi keberadaan Zhu Quanzong dari Pai Su Sen.'


"Bahwa Zhu Quanzong kini bersembunyi di lembah kebahagiaan, yang di lindungi banyak orang sakti."


"Ayah mu langsung menuju lokasi mencari cari dan mengumpulkan keterangan tentang lembah misterius itu.."


"Setelah mendapatkan beberapa sumber informasi terpercaya, karena tidak yakin, ayah mu menghubungi ibu.."


"Itulah makanya ibu pergi meninggalkan mu waktu itu, maafkan ibu ya nak,.."


ucap Ibu Xue Lian sambil menatap putrinya, dengan tatapan mata penuh penyesalan dan merasa sangat bersalah."


"Sudahlah ibu, semua sudah berlalu, lagipula itu demi kebaikan Xue Lian juga.."


"Terbukti Xue Lian juga baik baik saja, setelah ibu pergi..'


ucap Xue Lian sambil tersenyum lembut dan memegangi tangan ibunya dengan lembut.


"Lalu bagaimana selanjutnya, apakah ayah berhasil menemukan musuh besarnya..?"


tanya Xue Lian antusias.


Ibu Xue Lian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak nak, ayah mu telah di tipu oleh Pai Su Seng, ternyata Pai Su Seng adalah Zhu Quanzong sendiri yang menyamar.."


"Dia merasa tidak sanggup melawan ayah mu, jadi dia menipu dan menjebak ayah mu masuk ketempat ini.."


"Berharap ayahmu tewas di tempat ini, atau minimal selama nya terjebak di tempat ini.."


Xue Lian terlihat semakin penasaran dan berkata,


"Bagaimana ayah ibu bisa menyadari terkena tipu, ? dan menyadari Pai Su Seng adalah Zhu Quanzong yang di cari oleh ayah..?"


Ibu Xue Lian menghela nafas panjang dan berkata,


"Wu Hui Lao Jen sendiri yang mengantar kami keliling lembah kebahagiaan, untuk membuktikan bahwa Zhu Quanzong tidak ada di sana .'


"Wu Hui Lao Jen pula yang menggunakan cermin ajaibnya, untuk mencari keberadaan Zhu Quanzong."


"Dari sana akhirnya ketahuan Zhu Quanzong, adalah orang yang sama dengan Pai Su Seng.."

__ADS_1


__ADS_2