PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEKESALAN KIM KIM


__ADS_3

"Ap..apa maksud mu,..Zi Zi mei mei, bagaimana mungkin kakak bisa..?"


ucap Sun er kaget.


Dia tidak menyadari yang terjadi, karena dia hanya fokus berusaha secepatnya naik ke tepi bibir jurang.


Sehingga dia tidak melihat apa yang terjadi di belakang sana.


Berbeda dengan Sun er, Zi Zi justru melihat dan mengikuti seluruh kejadian peristiwa di belakangnya.


"Sun ke ke,..kakak tampan dia...dia..terjatuh kedalam sana bersama mahluk jahat itu.."


ucap Zi Zi sambil menubruk kedalam pelukan Sun er sambil menangis pilu..


Sun er terbelalak tak percaya dan terus menatap kearah jurang dengan tatapan mata di penuhi kesedihan.


Dia terbayang semua kebaikan Nan Thian selama perjalanan mereka.


Di mana Nan Thian selalu melindungi memperhatikan dan sangat menyayangi mereka.


Bahkan di saat perasaan Nan Thian sedang bersedih dan kacau, dia tetap selalu tersenyum lembut menghadapi mereka.


Senyum itu adalah senyum yang tak mungkin bisa di lupakan nya.


Tiba-tiba Sun er merasa sangat kangen dengan senyum simpatik dan penuh kasih sayang dari Nan Thian.


Tanpa sadar dua air bening mengembang di mata Sun er, lalu mengalir jatuh membasahi pipinya.


"Kakak Nan..!"


"Kakak...!"


teriak Sun Er sekuat tenaga, tapi yang menyambutnya adalah suara gaung yang bergema memenuhi tempat itu.


Dimana suaranya sendiri yang menyahut balik kepadanya.


Sedangkan Nan Thian tetap tidak terlihat muncul kembali.


Zi Zi masih terus menangis sedih dalam pelukan Sun er.


"Hu...hu..hu.hu..! kakak tampan dia celaka karena ingin menyelamatkan kita.."


"Kita lah yang mencelakai nya.."


"Kakak tampan mati karena kita kak.."


"Hu..hu..hu..hu.!.Zi Zi.sangat sedih Sun ke ke.."


ucap Zi Zi sambil menangis tersedu-sedu.


Dia merasa sangat menyesal dan bersalah, bila dulu dia lebih rajin belajar, tidak tamak bermain bersantai dan lebih suka tidur ketimbang berlatih.


Tentu hari ini, dia bisa membantu kakak tampan nya melawan mahluk jahat itu.


Sehingga kakak tampan nya tidak perlu mengalami kejadian seperti hari ini.


Zi Zi berjanji di dalam hati, setelah kembali ke sisi kedua orang tuanya.

__ADS_1


Dia pasti akan lebih rajin berlatih, dia tidak akan pernah membuang buang waktunya lagi.


Dia ingin sesakti ayah ibunya yang bisa terbang menunggangi awan sesuka hati.


Dia juga berjanji tidak akan menganggu Sun ke ke nya berlatih.


Bila bukan karena dia sering merengek meminta Sun ke ke nya menemaninya bermain.


Tentu mereka berdua bisa membantu atau setidaknya bisa melindungi diri sendiri.


Zi Zi sambil menangis, dia terus menyesali diri nya sendiri.


Beberapa saat kemudian Sun er dan Zi Zi terpaksa meninggalkan tempat tersebut.


Melakukan perjalanan sendiri menuju puncak Yu Ni Feng, tempat kediaman kedua orang tua mereka.


Mereka tidak mungkin bisa kembali keseberang sana,. mengajak Siau Yen dan Siu Lian juga Siau Hei.


Mereka tidak punya kemampuan itu, begitu pula kedua kakak cantik teman baik mereka.


Mereka juga tidak memilki kemampuan seperti itu.


Siau Yen dan Siu Lian yang berada di tepi jurang Cang Lung Lin.


Mereka terus dengan sabar menunggu kembalinya Nan Thian untuk menjemput mereka.


Tapi setelah menunggu hingga tiga hari, tetap tidak terlihat kemunculan Nan Thian.


Kedua gadis itu di dalam hati, sudah bisa menebak, pasti telah terjadi sesuatu dengan Nan Thian.


Mereka berdua menebak pasti Nan Thian dan kedua bibi dan paman kecilnya.


Telah di celakai oleh mahluk celaka itu.


Kedua gadis itu sambil menangis sedih, akhirnya mengikuti Siau Hei yang mengantar mereka hingga keluar dari Cang Lung Lin.


Siau Hei sendiri, setelah keluar dari Cang Lung Lin dan mengantar kedua gadis itu hingga tiba di kota Huai Yin.


Dia langsung berlari masuk kedalam Cang Lung Lin, dengan setia Siau Hei duduk menunggu di tepi jurang tersebut.


Menunggu kepulangan tuan nya.


Siau Hei setiap hari di mana saat matahari terbit dari matahari terbenam, dia akan selalu dengan setia melepaskan lolongan panjang dan menggetarkan seluruh jurang dan hutan Cang Lung Lin.


Nan Thian sendiri setelah di bawa terjun bebas oleh Naga Kadal Terbang.


Dia tetap menempel di kepala Naga Kadal Terbang, di sana tanpa henti.


Nan Thian terus menusukkan pedangnya Naga Emas ketempat yang menjadi pusat kekuatan, sekaligus pusat kelemahan Naga Kadal Terbang.


Naga Kadal Terbang berulang kali meraung marah juga kesakitan.


Tapi dia tidak berdaya mencegah juga melepaskan diri dari Nan Thian yang terus bertengger di kepala nya.


Tubuh Naga Kadal Terbang, terlihat berputar-putar di udara terjatuh ke bawah tak terkendali.


Naga Kadal Terbang akhirnya kehilangan kesadaran nya, sebelum tubuhnya sampai di dasar jurang.

__ADS_1


Sedangkan Nan Thian yang menyadari Naga Kadal Terbang itu telah kehilangan kesadarannya.


Dia akhirnya ikut memejamkan matanya dan bergumam pasrah.


"Akhirnya hari pembebasan ku telah tiba.."


"Aku bisa memulai hidup baru, setelah minum obat pelupa cinta dari Meng Po.."


gumam Nan Thian sambil tersenyum pahit.


"Kakak kamu dasar bedebah payah, mengapa begitu mudah putus asa.."


tegur Kim Kim kesal dari dalam pikiran Nan Thian.


"Selama aku masih di dalam tubuh mu, aku tidak akan pernah biarkan pria bodoh seperti mu mati begitu saja.."


Damprat Kim Kim kesal.


"Kenapa kamu takut ikut di bawa mati oleh ku..?"


tanya Nan Thian di dalam batin sambil tersenyum.


"Masihkah perlu di tanyakan, kamu indung ku juga wadah ku, kamu mati tentu aku ikut tamat."


"Dasar bedebah, kenapa aku harus sesial ini, bisa bertemu dengan pria tak berguna seperti mu.."


"Berani mencintai tapi tidak rela melepaskannya,.meski sudah di sakiti di khianati hingga sudah jadi milik orang.."


"Benar benar tidak masuk akal, ada manusia sebodoh ini.."


umpat Kim Kim mengomel panjang pendek melampiaskan kekesalannya.


"Dasar nasib harus ketemu dengan indung yang lebih suka mati ketimbang menikmati hidup.."


ucap Kim Kim kecewa.


"Sudah cukup kamu..?"


tanya Nan Thian dalam hati sambil tertawa.


"Ehh masih bisa tertawa pula, benar benar menyebalkan.."


Damprat Kim Kim sambil mendengus kesal.


Nan Thian malah menanggapinya dengan senyum semakin lebar.


"Bukannya mikir malah cengengesan, benar benar aku tidak tahu apa yang di pikirkan di dalam otak mu itu.."


tegur Kim Kim semakin sewot.


Sambil tersenyum Nan Thian berkata dalam hati,


"Tentu saja di dalam otak ku ada kamu, kalau aku idiot, bodoh, tentu kamu juga tidak akan terkecuali.."


"Ha..ha..ha..ha..!"


ucap Nan Thian sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2